EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN OPERASIONAL TERHADAP PELAYANAN MASYARAKAT
PADA KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
NUR HIKMA
105720229710
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2014
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN OPERASIONAL TERHADAP PELAYANAN MASYARAKAT
PADA KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR
NUR HIKMA
105720229710
sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2014
ii
Judul Skripsi : Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Manajemen Operasional Terhadap Pelayanan Masyarakat Pada Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar
Nama Mahasiswa : NURHIKMA NO.Stambuk : 105720229710 Fakultas : Ekonomi Jurusan : Manajemen
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Makassar
Makassar, 27 Mei 2014 Menyetujui:
Pembimbing I Pembimbing II
Drs.H.Abd.WahabSaleh,M.Si Faidul Adziem,SE,.M.Si Mengetahui:
Dekan Ketua Jurusan
Dr.H.Mahmud Nuhung.MA Moch.Aris Pasigai,SE,MM
Nomor : 377 Tahun 1435 H/2014 M dan telah dipertahankan di depan penguji pada hari Selasa tanggal 27 Mei tahun 2014, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
Makassar,27 Mei 2014 Panitia ujian :
1. Pengawas Umum :Dr.H.IrwanAkib,M.Pd. (...) (Rektor Unismuh Makassar)
2. Ketua :Dr.H.MahmudNuhung,MA. (...) (Dekan Fakultas Ekonomi)
3. Sekretaris : Dr.H.Sultan Sarda,SE,MM (...) (Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi)
4. Penguji :
a. Dr.H.Sultan Sarda,SE,MM. (...)
b. Dr.Andi Jam’an.SE.,M.Si (...)
c. H.Andi Arman.SE.,M.Si.AK (...)
d. Faidul Adziem.SE.,M.Si (...)
iv
KATA PENGANTAR ا ِمــــــــــــــــْسِب
ميِحَّرلا ِنَمْحَّرلاِﷲ
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan skripsi ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul "Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Manajemen Operasional Pada Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar” skripsi ini berisikan tentang Pengertian informasi atau penerapan Diharapkan Skripsi ini dapat memberikan informasi kepada kita semua.
Teriring ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua penulis, Ayahanda dan Ibunda yang tercinta atas segala jerih payah, dorongan dan doanya demi mencapai keberhasilan penulis dalam penempuh cita-cita.
Selanjutnya ucapan terima kasih dan penghargaan penulis sampaikan pula kepada :
1. Bapak DR.H.Irwan Akib,M.Pd Selaku Rektor universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr.H.Mahmud Nuhung.MA. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
3. Moch.Aris Pasigai,SE,MM. selaku Ketua Jurusan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
v
4. Bapak Drs. H.Abd.Wahab Saleh,M.Si dan Bapak Faidul Adziem,SE,.M.Si masing-masing sebagai Dosen Pembimbing I dan II penulis yang telah banyak meluangkan waktunya dalam mengarahkan
5. Seluruh Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar beserta jajarannya, yang telah memberikan izin dan kemudahan kepada penulis selama melakukan penelitian.
6. Sahabat-sahabat di kampus biru tercinta, Riski riana “kiki” khaerunnissa’’ica’’
Junawati.b’’wati’’ juliati’’uli’’ andika’’ika’’ fitriah’’pitto’’ dan nova asriana’’nova’’. terima kasih atas masa-masa gila dan seru serta memberikan warna dalam perrtemanan hingga akhir masa perkuliahan.
7. Kakak Ayahanda tersayang Muh Hatta, Rohana ,Rohani dan masih banyak lagi yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu terima kasih atas motivasi dan supportnya kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Teman-teman seperjuangan di Manajemen 1 2010 Terimah Kasih atas bantuan dan informasi terkait penyusunan skripsi, serta semua yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu.
Akhirnya, Penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang membacanya. Meski demikian, penulis sadar skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Olehnya, kritik dan saran dari pembaca menjadi harapan penulis.
Makassar, Mei 2014
Penulis
vi DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN ... ii
HALAMAN PENGESAHAN...iii
KATA PENGANTAR ... .iv
DAFTAR ISI...vi
DAFTAR GAMBAR...ix
DAFTAR TABEL...x
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 5
A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen ... 5
B. Pengertian Nilai dan Sifat Informasi ... 10
C. Jenis-Jenis Informasi ... 11
D. Pengertian Manajemen Operasional... 13
E. Sumber Informasi ... 19
F. Penerapan Sistem Informasi Manajemen... 21
vii
G. Pengertian Manajemen ... 23
H. Pengertian Pelatihan ... 24
I. Tujuan dan Unsur-Unsur Internal kontrol ... 26
J. PengertianEfektivitas...29
K. Kerangka Pikir...30
L. Hipotesis...32
BAB III. METODE PENELITIAN... 33
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 33
B. Metode Pengumpulan Data ... 33
C. Jenis dan Sumber Data ... 34
D. Populasi dan Sampel ... 35
E. Metode Analisis...35
F. Definisi Operasional...36
BAB IV. SEJARAH DAN HASIL PENELITIAN...38
A. Sejarah Singkat Terbentuknnya...38
B. Struktur Organisasi...39
C. Sistem Operasional Dinas Perhubungan Darat...44
D. Sistem Kerja Operasional Tata Usaha Dishub...47
E. Pengawasan Sistem Informasi Manajemen Operasional Dengan Komputerisasi...51
F. Efektivitas Penerapan Pengawasan Secara Umum...59
G. Hasil penelitian...60
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN...64
viii
A. Kesimpulan...64 B. Saran...65 DAFTAR PUSTAKA ... 67 LAMPIRAN
x
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 4.1 Jumlah masyarakat dan penerimaan pelayanan Dinas
Perhubungan Kota Makassar periode 2009-2013 ... 62
ix
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 : Sistem Informasi Manajemen ... 7
Gambar 2.2.: Struktur Manajemen Operasional ... 15
Gambar 2.3. :Struktur seksi menejemen Operasional ... .18
Gambar 2.4 : Skema Kerangka Pikir... .31
Gambar 4.5 : Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Makassar ... .40
Gambar 4.6 : Sistem Operasional Dinas Perhubungan Darat ... .44
Gambar 4.7 : Secara Operasional ... 45
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam dunia perkembangan yang mencolok selama beberapa dasawarsa menjelang dimulainya beberapa kegiatan yang ditandai dengan banyak aspek pentingnya informasi dan pengolahan data di dalam banyak aspek kehidupan manusia. Dengan tersedianya berbagai bentuk media informasi, kini masyarakat memiliki pilihan yang lebih untuk mengetahui apa saja yang ingin mereka ketahui dengan segera.
Perkembangan masyarakat membutuhkan informasi tentang pelayanan maupun perkembangan dalam dunia sekarang baik melalui media masa maupun melalui media elektronik kesemua ini penting diketahui oleh masyarakat banyak.
Kebutuhan informasi apa saja yang perlu diketahui masyarakat utamanya dalam pelayanan perkembangan jaman sekarang, dan perubahan adanya informasi yang bisa mendukung aktivitas sehari-hari, sehingga masyarakat mengikuti perkembangan saat sekarang, oleh karena perkembangan tehnologi dalam dunia perkembangan harus diikuti.
Selanjutnya, seperti apa yang saja dibutuhkan oleh masyarakat, dimana peradaban yang telah dan sedang dialami oleh manusia dibagi dalam tiga golongan yang pertama yaitu golongan peradaban agraris yang dimulai pada tahun 800 SM, sampai dengan sekitar 1700 M, yang kedua gelombang peramaian industri pada tahun 1970-an. Hal ini ditandai dengan adanya Revolusi Industri
yang ketiga adalah gelombang komunikasi dari pengolahan data yang dikenal dengan istilah perkembangan informasi melalui elektronik.
Sementara ini sering dengan lajunya gerak pembangunan organisasi- organisasi politik atau swasta semakin banyak yang mampu memanfaatkan teknologi baru yang dapat menunjang efektivitas produktivitas dan efisiensi mereka. Dinas Perhubungan Darat bergerak bidang jasa sebagai instansi pemerintah penuh bekerja sama dengan dengan seluruh Dinas Perhubungan dalam kaitannya dengan hubungan kerja untuk memberikan informasi masyarakat. Di dalam memberikan pelayanan masyarakat, perangkat konputer sebagaiu sarana penunjang menerapkan sistem informasi dan komunikasi data, baik dalam penunjang operasional instansi maupun dalam pengambilan keputusan manajemen sehingga tugas-tugas dan pelayanan kepada publik (masyarakat) dapat diselesaikan dengan cara efektif dan efisien dan dapat memuaskan masyarakat.
Dinas Perhubungan Darat bekerja sama dengan instansi terkait dan adakalanya juga kerjasama dengan pihak swasta yaitu perusahaan angkutan umum, membutuhkan informasi secukupnya melalui Sistem Informasi Manajemen Operasional agar lebih cepat sistem kerja dan terarah segala kegiatan perusahaan setelah menggunakan.
Kantor Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar dengan mempunyai perangkat kerja yang bisa mengakses informasi atas mitra kerja melalui komputer, dengan dasar itu bekerja secara operasional yang sudah tertata dan operasonal kerja lebih cepat serta tepat sasaran.
Mengingat dua hal yang mendasar dalam tata kerja dan operasional pada Kantor Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar yaitu tugas-tugas yang terlaksana dengan baik (efektif dan efisien) dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang bermuara pada perusahaan, maka Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar telah menyelenggarakan suatu sistem operasional yang disebut Sistem Informasi Manajemen Operasional yang ditandai dengan penerapan penggunaan sistem komputerisasi Sistem Informasi Manajemen Operasional.
Informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat baik melalui elektronik maupun melalui media masa, yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan jaman sekarang, sehingga adakalanya terselubung hanya orang-orang tertentu saja bisa ketahui. Melalui sistem ini perkembangan informasi di era reformasi diharapkan adanya transparansi yang memang bisa diketahui oleh masyarakat umum.
Sehubungan dengan itu, penulis mencoba untuk melihat sampai sejauhmana penerapan dari penggunaan komputerisasi Sistem Informasi Manajemen Operasional pada Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar apakah sudah sesuai dengan tujuan, yaitu optimalisasi pendapatan efisiensi biaya cara kerja yang efektif dan peningkatan pelayanan kepada nasabah mengingat penerapan dan sistem ini masih relatif baru (kurang lebih dua tahun) pada saat ini, oleh sebab itu penulis tertarik memilih judul "Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Manajemen Operasional Terhadap Terhadap Pelayanan Masyarakat Pada Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar".
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam pembahasan ini, adalah : "Bagaimana Efektivitas Penerapan sistem informasi manajemen Operasional Terhadap Pelayanan Masyarakat yang diterapkan Pada Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar"
.
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan penelitian
Untuk mengetahui Efektivitas Penerapan sistem informasi manajemen Operasional Terhadap Pelayanan Masyarakat yang berguna bagi manajemen tingkat Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar.
2. Kegunaan penelitian:
a. Sebagai bahan masukan kepada bagi pihak perusahaan yang bersangkutan utamanya pihak masyarakat khususnya di Kota Makassar terutama dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen operasional dimasa yang akan datang.
b. Bagi penulis sebagai bahan latihan dalam memecahkan masalah penerapan Sistem Informasi manajemen operasional pada Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sistem informasi menurut teori dan praktek telah mengalami perubahan, sehingga untuk menghadapinya mereka tidak cukup hanya dengan keterampilan, akan tetapi lebih dari pada itu mereka harus memahami adanya suatu pendekatan sistem atau manajemen serta mampu berpercaya dalam merencanakan dan memanfaatkan sistem informasi manajemen.
Untuk memperoleh pemahaman tentang sistem informasi manajemen, akan dikemukakan beberapa pengertian dan konsep informasi. Menurut Robert Murdick (1999: 102) menyatakan bahwa informasi terdiri dari data yang telah diambil kembali diolah atau sebaliknya digunakan untuk tujuan sebagai dasar untuk peramalan atau pengambilan keputusan.
Sedangkan, Vincent Gespersc (2001: 25) memberikan definisi bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang terdiri bagi penerimaan dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau saat yang akan datang.
Definisi tersebut di atas, maka berikut ini dapatlah dikemukakan beberapa pengertian dari sistem informasi manajemen. Akan tetapi perlu disadari bahwa
sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang istilah sistem informasi manajemen, bahkan beberapa penulis cenderung memilih pada istilah-istilah seperti sistem informasi keputusan, atau hanya menggunakan istilah "sistem informasi" sehubungan dengan sistem pengolahan informasi berdasarkan komputer yang dirangcang untuk mendukung fungsi operatif, manajemen dan keputusan dalam sebuah organisasi.
Menurut Robert N.antony dan John Dearden ; Data adalah bahan yang akan diolah atau diproses yang bisa berupa angka-angka,huruf-huruf, simbol- simbol yang menunjukan suatu situasi dan lain-lain yang berdiri sendiri atau merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Menurut (Jogiyanto,2005; 8) informasi merupakan data yang telah diproses sehingga mempunyai arti tertentu bagi penerimanya.Sumber dari informasi adalah Data sedangkan Data itu sendiri adalah Kenyataan yang menggambarkanm suatu kejadian, sedangkan kejadian itu merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu .dalam hal ini informasi dan data saling berkaitan.
Alur Proses Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi
Input Output
Gambar 2.1 : Sistem Informasi Manajemen
Sumber : Gasperdz,V.(1988).
Jadi dapat dikatakan bahwa Sebuah system informasi memiliki tiga kegiatan utama, yaitu: mereka menerima data sebagai masukan (input); kemudian memprosesnya dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsure data atau pengolahan data dan lain-lainnya; dan akhirnya memperoleh informasi sebagai
Informasi Manajemen
Penyimpanan Data
Informasi
Data Pengolahan
keluarannya. Prinsip ini berlaku baik untuk system informasi manual, elektromekanis, maupun computer.
Secara sederhana dikatakan, sebuah system informasi menerima dan memproses data, dan kemudian mengubahnya sebagai informasi. Sebuah system memproses data biasa juga disebut sebagai “system pembangkit informasi”;
istilah ini sebenarnya lebih tepat karena lebih menekankan tujuan system.
Komponen sebuah Sistem Informasi Manajemen biasanya tidak dikelola melalui satu titik pusat organisasi; ada berbagai departemen pengguna, departemen pemroses data, dan mungkin pengolah data yang terpisah, bahkan yang lain- lainnya mungkin memiliki hak atas bagian tertentu dari Sistem Informasi Manajemen sehingga terciptanya informasi sistem informasi dirancang sebagai pemberi informasi yang menyajikan indicator sifat manajemen.
1. Pengertian Data
Data adalah bahan yang akan diolah atau diproses yang bisa berupa angka- angka,huruf-huruf, simbol-simbol yang menunjukan suatu situasi dan lain-lain yang berdiri sendiri atau merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
2. Pengertian sistem
Asal kata Sistem berasal dari bahasa Latin systema dan bahasa Yunani sustema. Pengertian system adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Atau dapat juga dikatakan bahwa Pengertian Sistem adalah sekumpulan unsur/elemen yang saling
berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, secara umum Pengertian Sistem adalah perangkat unsur yang teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.
Pengertian lain dari Sistem adalah susunan dari pandangan, teori, asas dan sebagainya.
Pengertian sistem yang telah dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah ;
a. Pengertian Sistem Menurut Davis, G.B: Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
b. Pengertian Sistem Menurut Harijono Djojodihardjo: Suatu sistem adalah sekumpulan objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap-tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
3. Pengertian Informasi
Informasi merupakan data yang telah diproses sehingga mempunyai arti tertentu bagi penerimanya.Sumber dari informasi adalah Data, sedangkan Data itu sendiri adalah Kenyataan yang menggambarkanm suatu kejadian, sedangkan kejadian itu merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu .dalam hal ini informasi dan data saling berkaitan.
pengertian informasi yang telah dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah ;
a. Pengertian Informasi Menurut George M.Scott :Sistem informasi adalah sistem yang diciptakan oleh para analisis dan manajer guna melaksanakan tugas khusus tertentu yang sangat esensial bagi berfungsinya organisasi’. (George M.Scott,2001;4)
b. Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto: Informasi diartikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yangmenerimanya’’.(Jogiyanto,2005;8)
B. Pengertian Nilai dan Sifat Informasi
Prinsip utama yang berkenaan dengan nilai dan sifat informasi ini adalah bahwa informasi hanya mempunyai nilai jika informasi tersebut dapat mengakibatkan suatu perubahan dalam tindakan yang diambil oleh para pengambil keputusan. Kesimpulan suatu data atau pernyataan seorang ahli dapat memberikan suatu pengetahuan baru, namun hal ini tidak akan mempunyai nilai dalam konteks suatu persoalan keputusan tertentu selama informasi tambahan tersebut tidak dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, maupun tindakan seseorang berkaitan dengan masalah atau persoalan keputusan yang dihadapinya.
Pengertian tentang nilai informasi menurut Gorden B. Davis (1999: 115) mengemukakan bahwa, nilai informasi adalah nilai perubahan dalam perilaku keputusan yang disebabkan oleh informasi dikurangi biaya informasi tersebut.
Sedangkan menurut Sondang P. Siagian (1997: 121) menyatakan bahwa, nilai adalah konsepsi/ pandangan hidup yang dianut oleh seseorang tentang baik dan buruk, benar atau salah yang digunakan sebagai kriteria untuk mengambil keputusan dan kemudian melaksanakannya.
Kedua definisi tersebut di atas, jelas bahwa suatu informasi hanya akan mempunyai nilai bila informasi dapat mengakibatkan perubahan dalam perilaku seseorang dalam mengambil keputusan
.
C. Jenis-Jenis Informasi
Dalam pengelola perusahaan diperlukan berbagai jenis informasi guna untuk mendukung berbagai proses pengambilan keputusan, baik oleh manajemen puncak (pimpinan), manajer berbagai bidang fungsional dan penyelenggaraan kegiatan operasional. Oleh karena itu, pengolahan informasi mutlak perlu dilakukan dengan sebaik mungkin sehingga informasi terkumpul, teroleh dan tersimpang dengan baik sehingga mudah ditelusuri apabila diperlukan pengolahan informasi harus memenuhi persyaratan kelengkapan kemutahiran, keandalan dan kepercayaan.
Pelaksanaan berbagai bidang fungsional menurut S.P. Siagian (1999: 44), maka jenis-jenis informasi itu dapat dibagi, sebagai berikut :
1. Informasi bidang ekonomi, yaitu informasi ini termasuk dalam bidang ini tentang tingkat pertumbuhan ekonomi, penanaman modal, baik asing maupun domestik, informasi tentang kondisi pasar berbagai komioditi, kebijakan keuangan dan moneter yang dilakukan pemerintah informasi tentang pasar
modal, informasi tentang arah industriali sasi yang akan ditempuh dalam kurun waktu tertentu di masa depan, informasi tentang prosedur ekspor dan impor berbagai informasi yang sejenis. Bahkan juga informasi perkembangan di bidang politik.
2. Informasi di Bidang politik, informasi ini seperti yang menyangkut pemerintahan negara, peraturan kekuatan diantara beberapa kekuatan politik, frekuensi penyelengga raan pemilihan umum, kecenderungan suatu partai politik tertentu perumusan kebijakan apabila memenangkan pemilihan umum, struktur birokrasi pemerintahan negara, sistem hukum perundang-undangan yang berlaku dan instansi lain yang sejenis yang ada kaitannya dengan bidang politik termasuk politik luar negeri.
3. Berkaitan erat dengan informasi di bidang politik, dalam dunia usaha juga perlu memiliki informasi tentang situasi keamanan dan ketertiban umum termasuk estimasi tentang kemungkinan terjadinya gangguan baik karena faktor-faktor yang terdapat di dalam negeri maupun yang datang dari luar, baik yang bentuknya masih berupa hambatan, apabila yang berupa ancaman. Semuanya itu penting karena implikasi terhadap ketenangan berusaha.
4. Informasi tentang lingkungan, informasi yang dimaksud disini antara lain informasi tentang sumber daya alam, kebijakan pemerintah tentang pemanfaatannya, kebijaksanaan nasional dalam pelestrian lingkungan hidup termasuk kebijakan tentang pencemaran air, pencemaran udara, kebijakan dasar daur ulang limbah industri reboisasi, kebijakan peruntukan berbagai jenis lahan.
5. Informasi tentang permasalahan bahan mentah dan bahan baku untuk diolah menjadi produk tertentu, informasi ini ialah apakah bahan mentah atau bahan baku itu relatif melimpah atau relatif langkah
D. Pengertian Manajemen Operasional
Yang dimaksud Operasi adalah suatu aktivitas dalam mentransformasikan input menjadi output yang dapat menambah nilai pada barang atau jasa.
Menurut Anoraga (2009) Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.
Semakin canggihnya teknologi membuat sistem operasional pada perusahaan memiliki sejumlah pilihan yang bisa diterapkan baik sendiri maupun secara bersamaan, untuk lebih jelasnya pengertian oleh Endar Sugiarto (1998: 12) menyatakan bahwa : penerapan operasional tergantung pada tuntutan kebutuhan suatu perusahaan.
Berdasarkan penjelasan Sugiarto, (1998: 35), ada 3 (tiga) teknologi yang digunakan untuk mencatat kegiatan, sebagai berikut :
1. Operasi Menual
Operasi secara menual mendominasi kegiatan perhotelan di seluruh dunia sebelum tahun 1920 hingga sekitar tahun tujuh puluhan. Sementara itu di Indonesia pengoperasian hotel secara manual ini semua data dari sistem pelaporan masih menggunakan tulisan tulisan tangan dalam pengisian
formulir-formulir. Secara manual tentu saja blangko formulirnya sudah dicetak.
2. Operasi semi otomatis
Sistem semi otomatis ini biasa disebut juga sebagai electronical system, yaitu menggabungkan sistem manual dengan komputerisasi atau menggunakan peralatan elektronik lainnya. Kelemahan pada sistem ini karena peralatan semi otomatis sulit untuk dipelajari, rumit dalam pengoperasian tidak terintegrasi dengan sistem yang lain.
3. Operasi otomatis/komputerisasi
Semua pendataan tamu sudah dikerjakan secara otomatis oleh program komputerisasi khusus untuk keperluan yang saling menghubungkan satu sama lain. Dengan demikian, sistem disatu pihak pada data yang diinginkan dapat terjalin satu sama lainnya.
Mekanisme Struktur Manajemen Operasional
Gambar 2.2.: Struktur Manajemen Operasional Sumber : Krajewsky dan Ritzman (2005)
Menejemen Operasional merupakan kegiatan untuk mentransformasikan input menjadi output pada seksi operasional di pimpim oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas untuk mengatur kegiatan pengolahan, operasi dan proses di mana lingkungan terbagi menjadi 2 yaitu :
LINGKUNGAN
INTERNAL DAN EXTERNAL
OUTPUT OPERASI DAN
PROSES
INPUT
INFORMASI
1) Lingkungan Internal
Lingkungan intrenal merupakan lingkungan organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut dan secara formal memiliki implikasi yang langsung berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari hari organisasi, dan mempengaruhi setiap program kebijakan organisasi.
2) Lingkungan Eksternal
Lingkungan Eksternal merupakan Lingkungan yang meliputi variabel- variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja organisasi Variabel-variabel ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang. Yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.
Pada lingkungan tersebut dimana seksi operasional yang dipimpin oleh pimpinan organisasi akan memberikan implikasi terhadap pelaksanaan operasi, sehingga pelaksanaan operasionalnya akan baik dimana mereka menerimah data sebagai masukan (input) kemudian memprosesnya di dalam kegiatan proses atau pengolahan tersebut teknologi memegang peran penting dan pelaksanaan seluruh kegiatan sangat bergantung kepada jenis dan tingkat teknologi yang di kuasai.
untuk mewujudkan peningkatan efektivitas, dan ketertiban dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi, dengan demikian pimpinan organisasi dapat mengambil sikap apabila ditemukan suatu penyimpangan. Hasil dari pelaksanaan operasi dan proses dapat dijadikan sebagai masukan ( bagi pimpinan
organisasi untuk melakukan suatutindakan, Informasi sebagai hasil dari kegiatan operasional sehari-hari oleh petugas lapangan kepada atasan seharusnya disajikan secara akurat sesuai dengan prosedur yang telah ada yang pada akhirnya akan berfungsi sebagai instrumen-instrumen bagi pengambilan kebijakan pada masa akan datang dan sebagai pertimbangan untuk mencari jalan keluar dari persoalan- persoalan sehari yang dapat meminimalisir keadaan yang merugikan dan akhirnya memperoleh informasi sebagai keluaran (output ).
Struktur Seksi Manajemen Operasional
Gambar 2.3. : struktur seksi menejemen Operasional
Sumber : Dinas Perhubungan Kota Makassar
Menejemen Operasional merupakan kegiatan untuk mentransformasikan input menjadi output pada seksi operasional di pimpim oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas untuk mengatur kegiatan pengolahan di mana masing- masing anggota mempunyai tugas masing-masing mulai dari pembinaan
Kepala Seksi Operasional
Pemeliharaan Pengawasan
Pengumpulan Data
Bimbingan Kordinasi Pembinaan
Keselamatan Kerja
Pelayanan Jasa Evaluasi
Angkutan Darat Dan Laut Tenaga
Kerja Lalu Lintas
Angkutan Darat Dan
Laut
kelancaran lalu lintas ,bimbingan para tenaga kerja ,pengumpulan data sehingga menjadi evaluasi, pengawasan keselamatan pada bidang pembangunan serta menkordinir pelayanan jasa.
Secara optimal di dalam kegiatan proses atau pengolahan tersebut teknologi memegang peran penting cara siasat (strategi) dan pelaksanaan seluruh kegiatan sangat bergantung kepada jenis dan tingkat teknologi yang dikuasai dan dapat di gunakan oleh perusahaan,teknologi berkaitan erat dengan jenis-jenis pekerjaan yang di lakukan didalam kegiatan pengolahan data oleh sebab itu teknologi menjadi kebutuhan bagi manajemen operasional.
E. Sumber Informasi
Bertitik tolak dari beberapa uraian sebelumnya, maka tidak dapat disangkal bahwa informasi salah satu unsur dari manajemen dan fungsi pengampilan keputusan.
Oleh sebab itu para ahli berpendapat bahwa langkah untuk menentukan informasi manajemen belumlah selesai dan sebelum mempertimbangkan sumber- sumber informasinya. Dalam literatur dijumpai bahwa pada dasarnya sumber informasi dibedakan dalam dua bagian yaitu data empirik dan informasi dikemukakan oleh Sondang P. Siagian (2001: 146), sebagai berikut :
1. Data empirik, yaitu data yang dapat diperoleh melalui suatu pengumpulan data atau survei yang dapat digunakan untuk menduga selebaran peluang munculnya suatu peluang. Dalam hal ini pendapat awal digunakan untuk menguji bahwa relatif mencerminkan nilai peluang yang besar, yaitu
mencerminkan nilai peluang pengambil keputusan. Data empirik ini juga digunakan untuk memperoleh selebaran peluang posterior (kemungkinan akhir) berdasarkan nilai peluang akhir yang sudah ada. Sehubungan dengan sumber informasi yang berasal dari data empirik ini, maka pada dasarnya pengumpulan data yang dapat dilakukan yaitu :
a. Melalui Pengamatan langsung (observasi langsung).Dalam pengamatan langsung ini peneliti/pengamat sendiri yang mengumpulkan data melalui pengamatan langsung dilapangan. Jadi peneliti turun langsung dilapangan guna mempelajari catatan- catatan yang ada sesuai dengan kebutuhannya. Data yang diperoleh melalui pengamatan langsung ini, akan lebih akurat, karena peneliti mengetahui data-data yang perlu dikumpulkan agar masalah yang dihadapi dapat dipecahkan.
b. Melalui Wawancara, Cara ini adalah semacam pengamatan pribadi yang dilakukan secara tidak langsung yaitu dapat mewakilkan kepada orang lain untuk membantu peneliti mewawancarai responden, dalam hal ini ketelitian akan tergantung pada ketelitian responden (orang yang diwawancarai) dan si pewancara itu sendiri.
2. Informasi dari Para Ahli
Dalam beberapa hal, karena terbatasnya pengetahuan suatu hal dan lain-lain, maka data empirik sulit diperoleh. Dalam keadaan ini maka satu-satunya sumber informasi adalah dari pendapat atau pandangan subjektif para ahli atau orang yang mengetahui tentang kejadian yang tidak pasti.
Berdasarkan sumber-sumber informasi tersebut, maka dapat diartikan bahwa sumber informasi merupakan suatu konsep arus, dimana informasi mengalir dari satu orang ke orang lain baik dari perusahaan itu maupun dari luar perusahaan dan apabila informasi telah diserap maka ia tidak lagi merupakan sekedar informasi melainkan telah menjadi pengetahuan yang dapat meningkatkan persepsi seseorang atau para manajer dalam bidang-bidang tertentu seperti masalah pemilikan alternatif, mencari peluang merencanakan. Informasi itu tidak statis akan tetapi ia bergerak dinamis, sehingga menimbulkan kebutuhan akan keputusan. Kemudian sistem informasi manajemen itu mengalir melalui jaringan keputusan ke sistem berada diluar perusahaan, sehingga menimbulkan pekerjaan yang harus dilaksanakan kemudian mengalir kembali ke sistem interen sampai pada top manajer.
F. Penerapan Sistem Informasi Manajemen
Pada dasarnya sistem kerja komputer sinkrun dengan proses sistem informasi manajemen, yaitu meliputi kegiatan-kegiatan pengumpulan data (input) pengolahan data (proses) dan penyajian informasi (pengolahan output).
Sesuai dengan aspek dalam sistem kerja komputer (pengelolah data), yaitu : 1. hardwere
2. softwere 3. brainwere
Hardwere adalah seluruh peralatan yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu sistem komputer. Perangkat keras dari perangkan masuk (input unit) dari peralatan seperti key bord, mouse, dan lain sebagainya.
Komputer digolongkan ke dalam berbagai jenis berdasar kan prosedurnya.
ROM (Read Only Memory) yaitu memori yang sudah diisi oleh pembuat komputernya dan isinya tidak dapat berubah-ubah lagi, karena dalam komputer memang sangat pekah isinya, sehingga pengolahannya harus mempunyai kterampilan khusus.
Perangkan keluaran (output unit) yaitu perangkat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil olahan atau keluaran. Ada tiga bentuk perangkat keluaran, yaitu speaker (mengeluarkan bunyi) monitor (menampilkan hasil dilayar) dan printer (mencetak hasil).
Perangkat penyimpan (strage unit) yaitu perangkat komputer yang berguna untuk menyimpang data dan program penyimpanan terdapat beberapa teknologi seperti teknologi mekanik (kartu plong-puncher channel), teknologi magnetik dan teknologi optik.
Perangkat tambahan, yaitu peangkat yang berguna untuk menambah kegunaan komputer. Seperti pada network card yang berguna untuk menghubungkan antara PO yang satu dengan PC yang lain, sehingga membentuk suatu jaringan juga sound card yang akan timbul pengolahan suatu dengan kualitas digital stereo.
Sistem operasi yaitu program komputer yang diperlukan untuk mengorganisasikan penggunaan komputer sejak komputer dihidupkan hingga siap
dioperasikan, agar kegiatan-kegiatan dalam komputer pelaksanaannya terarah dengan baik dan bisa menghasilkan output sesuai dengan yang diharapkan.
Setiap sistem jaringan ini memerlukan satu komputer sentral (server) yang bertugas mengorganisasikan komputer server biasanya berada di bawah tanggung jawab super visor yang bertugas untuk mengatur penggunaan komputer dengan segala perangkatnya. Untuk dapat dibubungkan dengan komputer lain, suatu komputer harus dilengkapi dengan network card yang biasanya beban terpasang atau harus ditambahkan.
G. Pengertian Manajemen
Manajemen sering diartikan sebagai ilmu dan seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui kegiatan orang lain. Salah satu definisi yang cukup jelas dan banyak digunakan orang adalah sebagaimana yang kemukakan oleh Mary Parker Pollet, sebagai berikut, manajemen adalah suatu proses perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dengan upaya anggota organisasi, untuk menggunakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau sesuai dengan target.
Dari definisi tersebut di atas, maka dapat dilihat adanya berbagai fungsi yang harus dilakukan oleh manajer dalam mengarahkan organisasinya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Fungsi-fungsi tersebut berinteraksi dengan yang lainnya untuk membentuk suatu proses manajemen. Adapun fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian penempatan personalia (staffing), pengambilan
H. Pengertian Pelatihan
Pendidikan dan latihan akan menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan karyawan dapat mempunyai dampak langsung terhadap produktivitas. Kegiatan pengembangan ini dapat mengakibatkan pertumbuhan produktivitas yang terus menerus. Latihan-latihan yang diberikan kepada karyawan merupakan dorongan bagi karyawan tersebut untuk bekerja lebih keras (Sisdjiatmo 2000 : 115). Ini disebabkan karena karyawan yang mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, akan berusaha mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Manajer-manajer yang baik menyadari bahwa latihan adalah suatu proses yang berjalan terus menerus dan bukan proses yang sesaat saja.
1. Tujuan Pelatihan bagi Karyawan
Latihan yang tidak diketahui apa yang akan dicapai akan tidak fektif dan tidak ada gunanya. Oleh sebab itu maka tujuan setiap latihan harus dijelaskan dengan baik, sebab tujuan latihan merupakan pedoman dalam penyusunan program pendidikan dalam pelaksanaan dan pengawasan.
Jadi tujuan pengembangan karyawan menurut Payaman Simanjuntak, (1998 : 35) adalah untuk memperbaiki efektivitas kerja karyawan dalam mencapai hasil- hasil yang telah ditetapkan. Sikap para karyawan terhadap pelaksanaan tugas, juga perlu diperhatikan sebab juga pengembangan sikap harus diusahakan dalam pengembangan karyawan.
Di atas kami menyinggung tujuan latihan bagi para karyawan secara umum.
Sedangkan tujuan latihan khususnya bagi karyawan operasional, adalah :
1. Meningkatkan produktivitas 2. Memperbaiki moral
3. Mengurangi pengawasan
4. Mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan
5. Meningkatkan kestabilan dan keluwesan organisasi perusahaan.
2. Prinsip-Prinsip Latihan
Prinsip-prinsip latihan sebagai pedoman dalam merubah pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat digunakan beberapa prinsip untuk melaksanakan kegiatan yang dibebankan (Susilo Martoyo, 1998 : 19), dengan tugas tersebut, yakni :
1. Motivasi
2. Laporan kemajuan 3. Reinforcement 4. Praktek
5. Perbedaan individual 3. Prosedur Latihan
Agar latihan dapat terlaksana seperti diharapkan, maka latihan tersebut harus dapat dimengerti oleh para peserta. Oleh sebab itu diperlukan kerja sama antara pelatih dan yang dilatih. Melatih pada seseorang bukan pekerjaan yang mudah, walaupun ia seorang ahli belum tentu dapat menjadi seorang pelatih yang baik.
Untuk menjadi seorang pelatih yang bijak dan baik perlu mengetahui bagaimana melatih seseorang (Ranupandoyo, (1998 : 23), yakni :
1. Persiapan dari pelatih
2. Persiapan dari karyawan yang dilatih 3. Memperagakan latihan
4. Meminta karyawan untuk memperaktekkan latihan
5. Mengamati karyawan yang sebenarnya setelah selesai dilatih.
4. Penilaian Program-Program Latihan
Untuk mengetahui apakah prosedur program latihan yang dilaksanakan
sudah baik atau tidak, maka diperlukan adanya penilaian terhadap latihan tersebut.
Flippo (1999 : 23) Faktor yang dapat dinilai dalam latihan ini adalah tingkat produksinya, dimana perlu di peroleh gambaran dalam produktivitas sebelum dan sesudah latihan, kemudian dilakukan penilaian apakah memang benar terjadi peningkatan produktivitas.
inisiatif (memimpin) dan pengendalian (kontrol) I. Tujuan dan Unsur-Unsur Internal kontrol 1. Tujuan Internal Kontrol
Pada umumnya semua kegiatan dalam pengawasan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Demikian pula halnya dengan tujuan dijalankannya internal kontrol, kalau menurut R.
Soemita Adikoesumah (2000 : 121), mengemukakan tujuan internal control, sebagai berikut ::
1) Membantu manajemen dalam pelaksanaan administrasi pada perusahaan yang efektif dan efisien dalam melaksanakan prosedur untuk menentukan kebijaksanaan kerja organisasi.
2) Memberi tahukan dan bila perlu membetulkan cara kerjanya agar lebih efektif dan efisien.
3) Menentukan tingkat kebenaran data akuntansi yang dibuat dan keefektifan prosedur intern.
4) Menentukan sampai sejauhmana perlindungan, pencatatan, dan pengawasan terhadap kekayaan organisasi yang mungkin dapat menyebabkan kecurian.
Untuk mencapai tujuan ini, maka internal control dilakukan pada obyek-obyek yang memungkinkan tercapainya tujuan tersebut, terhadap :
1. Jumlah hasil kerja, yaitu banyaknya (kuantitas) daripada hasil yang telah dicapai dalam suatu proses pelaksanaan kegiatan.
2. Mutu hasil kerja, yaitu tinjauan dari segi kaulitas dari pada hasil yang telah dicapai.
3. Pegawai, dalam bidang ini sasarannya adalah untuk mengetahui kesungguhan, kerajinan dan kecakapan kerjanya.
4. Uang yaitu, dimana obyek ini sangat penting artinya dan yang menjadi sasaran kontrol adalah apakah pemakaian uang itu sah dan telah dilaksanakan secara efisien atau tidak.
5. Barang pembekalan, obyek ini menyangkut pembelian penggunaan dan pemeliharaan barang-baramnh inventaris, apakah telah dilakukan dengan baik sesuai dengan ketentuan atau belum.
6. Ruang kerja, apakah ruang kerja ini sudah ditata dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya atau tidak.
7. Waktu, dari segi ini maka yang menjadi sasaran pengawasan adalah apakah waktu yang dipergunakan dalam setiap waktu kerja itu untuk kepentingan organisasi atau tidak.
8. Metode kerja, yang enjadi sasaran dengan obyek ini adalah apakah metode kerja yang diterapkan oleh pimpinan organisasi telah dilaksanakan oleh aparat operasional dengan tepat atau tidak.
2. Unsur-Unsur Rangkaian intern kontrol
Pelaksanaan internal kontrol pada dasarnya adalah merupakan suatu sistem daripada pelaksanaan pengawasan secara keseluruhan, dimana berdasarkan rumusan-rumusan tentang internal kontrol dapatlah dikemukakan bahwa unsur- unsur internal kontrol, yang dilaksanakan perusahaan sebagai berikut :
1) Rencana organisasi
2) Metode dan ketentuan - ketentuan yang terkoordinir untuk melindungi harta milik perusahaan.
3) Personalia.
4) Kebiasaan-kebiasaan (praktek) yang sehat.
Sehubungan dengan tersebut, maka rekening yang baik harus dapat memenuhi hal-hal, sebagai berikut :
1) Membantu mempermudah penyusunan laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lainnya dengan ekonomis.
2) Meliputi rekening-rekening yang dapat diperlukan untuk menggambarkan dengan baik dan teliti harta-harta milik, hutang-hutang, pendapatan- pendapatan, harga pokok dan biaya-biaya yang harus diperinci sehingga memuaskan dan berguna bagi manajemen didalam melakukan pengawasan operasi perusahaan dan penggunaan keuangan .
3) Menguraikan dengan teliti dan singkat apa yang harus dimuat didalam setiap rekening.
J. Pengertian Efektivitas
Kata efektif menjadi efektivitas adalah pencapaian prestasi yang sebesar- besarnya dari suatu kegiatan melalui suatu produktivitas kerja, untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan melalui perencanaan sebelumnya.
Menurut The Liang Gie (1999 : 30) menyatakan efektivitas adalah suatu kegiatan terbaik antara usaha dengan hasilnya, antara suatu kerja dengan hasil yang dicapai untuk suatu tujuan, yaitu :
1. Hasil disini dimaksudkan adalah suatu pekerjaan dapat disebut efektif kalau dengan usaha tertentu dapat memberikan hasil yang maksimal mengenai mutu atau jumlah satuan hasil itu atau dengan kata lain terjaminnya kualitas dan kuantitasnya.
2. Dalam usaha, maksudnya adalah suatu pekerjaan dapat dikatakan efektif jika suatu hasil tertentu tercapai suatu tujuan yang diinginkan sesuai dengan tujuan.
3. Keberhasilan, maksudnya sesuatu aktivitas dianggap berhasil apabila kegiatan itu sesuai dengan rencana semula.
K. Kerangka Pikir
Kantor Dinas Perhubungan Darat seagai dinas instansi pemerintah yang bergerak dalam bidang jasa berhubungan dengan masyarakat tentang pelayanan dan informasi yang dibutuhkan masyarakat melalui akses komputer.
Kantor Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya berhubungan dengan masyarakat tentang informasi berhubungan kegiatan sehari-hari masyarakat, apakah melalui situs internet dengan istilah Sistem Informasi Manajemen mengakeses komputer untuk memudahkan informasi megenai pelayanan informasi. .
Adanya Dinas Perhubungan Darat yang memberikan pelayanan jasa dengan menggunakan Sistem informasi manajemen masyarakat menerima informasi bahwa informasi yang dibutuhkan masyarakat akan disampaikan kepada masyarakat luas.
Kerangka pikir Kantor Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar dalam menjalankan aktivitasnya, sebagai berikut:
Skema Alur Kerangka Pikir
DINAS PERHUBUNGAN
PENGUSAHA MASYARAKAT ANGKUTAN PENGGUNAJASA
PUSAT INFORMASI
PENYALURAN PENGELOLA
INFORMASI INFORMASI
MASYARAKAT BUTUH INFORMASI
Gambar 2.4 : Skema Kerangka Pikir
Sumber : Dinas Perhubungan Kota Makassar
L. Hipotesis
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis mengajukan hipotesis yang dihadapi perusahaan sebagai berikut :
"Diduga bahwa, sistem informasi manajemen operasional yang diterapkan pada Kantor Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar cukup efektif".
BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, maka penulis memilih penelitian pada Kantor Dinas Perhubungan Darat.
B Metode Pengumpulan Data
Dalam proses pengumpulan data, maka penulis mengadakan studi kasus dan pengumpulan data melalui penelitian lapang (field research) dan penelitian pustaka (library research), sebagai berikut :
1) Penelitian lapang ( field research ), yaitu kegiatan penelitian lapangan, dimana penulis mencari data yang menjadi obyek penelitian, untuk memperoleh data penulis melakukan pengamatan setempat dan wawancara langsung dengan pimpinan serta beberapa pegawai Kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar dan mengumpulkan data berupa laporan-laporan yang disajikan dan mengumpulkan informasi yang diperlukan
2) Penelitian pustaka ( library research ), yaitu penulis mengumpulkan data yang berhubungan dengan teori tentang Sistem Informasi Manajemen Operasional (SIMOP) dalam penerapan komputerisasi untuk melayanan nasabah dari buku literatur dan catatan perkuliahan. Disamping itu penulis mengumpulkan data yang ada kaitannya dengan permasalahan dengan melalui cara sebagai berikut:
a. Observasi
Tehnik observasi dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dalam proses kegiatan pengolahan data berkaitannya dengan kebutuhan informasi pada Kantor Dinas Pdrhubungan Darat Kota Makassar.
b. Wawancara
Tehnik interview dilakukan dengan jalan wawancara secara langsung dengan Kepala Bagian Umum atau kepala bagian lainnya atau sejumlah personil yang berhubungan dengan penelitian ini.
C. Jenis dan Sumber Data
Untuk menunjang kelengkapan dari penelitian ini, maka penulis mencoba memperoleh data yang terdiri dari atas:
1. Jenis data
a. Data kualitatif, yaitu daya yang diperoleh dari hasil Dinas Perhubungan baik dalam bentuk infomrasi secara lisan maupun secara tertulis.
b. Data kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan yang diteliti dalam bentuk angka-angka dan dapat digunakan untuk
pembahasan lebih lanjut.
2. Sumber Data
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan cara mengadakan pengamatan langsung pada perusahaan dan wawancara secara langsung dengan pimpinan beserta stafnya yang ada kaitannya dengan penulisan skripsi ini.
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan berupa dokumen - dokumen dan buku literatur serta laporan tertulis dari luar perusahaan yang ada hubungannya dengan penelitian ini.
D. Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel yang dilakukan penulis dalam penelitian untuk memperoleh data pada Kantor Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar, populasi yang dimaksud disini adalah semua pegawai yang ada pada instansi yang berkaitan dengan kebutuhan data tentang informasi yang dibutuhkan masyarakat.
E. Metode Analisis
Untuk membuktikan hipotesis yang diajukan, maka penulis menggunkana metode analisis, sebagai berikut :
a. Analisis deskriptif dengan menjelaskan efektivitas penerapan sistem informasi manajemen operasional terhadap pelayanan masyarakat pada kantor Dinas Perhubungan Kota Makassar.
b. Analisis pelayanan menurut J. Rafianto ( 1998 : 18 ). rumus sebagai berikut :
Pelayanan =
Dimana :
P = Pelayan per tahun
O = Jumlah pelayanan per tahun I = Jumlah masyarakat
Untuk menguji apakah variabel X mempunyai hubungan dengan variabel Y digunakan persamaan garis regresi sederhana . Dengan menggunakan rumus:
(sutrisno hadi,2006) Rumus :
α =
Keterangan :
α : Pendapatan Dishub y : Penerimaan Pelayanan
: Periode
F. Definisi Operasional
Definisi operasional pada Kantor Dinas Perhubungan dalam aktivitasnya, adalah sebagai berikut :
1. Dalam memperlancar aktivitasnya Dinas Perhubungan menggunakan Sistem Informasi Manajemen kepada masyarakat yang membutuhkan informasi yang berkaitan dengan kegiatannya.
2. Dinas Perhubungan Darat menyiapkan data tentang dan informasi baik yang sudah terjadi maupun sebelum terjadi yang dibutuhkan masyarakat .
3. Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar menunggu informasi dari Dinas pusat melalui situs komputer tentang kejadian maupun peraturan yang diterapkan dinas.
4. Bila masyakarat membutuhkan informasi atas pelayanan kurang menyenangkan mendapat hambatan tentang informasi yang dibutuhkan
belum jelas dari pusat atau data yang diminta belum cukup jelas, maka masyarakat menunggu beberapa saat untuk lebih jelasnya..
5. Informasi yang dibutuhkan sudah cukup jelas dan sudah diakses melalui komputer yang diinformasikan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi.
6. Penggunaan sistem informasi manajemen Dinas Perhubungan Darat dengan mitra kerja memudahkan bila ada informasi.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sejarah Singkat Terbentuknya
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 20 Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar, dinas ini pada awalnya pergabung dengan Pekerjaan Umum, dari itu dipandang perlu pemisahan tersendiri untuk Tingkat Kota Makassar Dinas Perhubungan.
Pada tahun 1963 terbentuk inspeksi lalu lintas dijalan disingkat menjadi Inspensi LLD. Kegiatan inspeksi ini semakin sempit ruang gerak untuk beroperasi, sehingga pada tahun 2000 dibentuk nama Dinas Perhubungan yang terbagi yaitu Dinas Perhubungan Laut dan Darat. Peraturan pemerintah Nomor 14 Tahun 2000 tentang tarif atas jenis penerimaan Negeri Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Perhubungan.
Tahun 1973 pemerintah membentuk inspeksi lalu lintas angkutan jalan raya atau disingkat Inspeksi LLAJR yang menangani jalanan raya utamanya ketertiban dan keamanan kendaraan antara bus cepat dan bus lambat serta pete-pete dalam kota ditambah lagi dengan keberadaan Taxi dalam Kota.
Pada tahun 1997 terbentuk terbentuk Dinas Lalu lintas Jalan Raya dengan nama Dinas LLAJR yang masih dikoordinir oleh Dinas Perhubungan Propinsi Sulawesi Selatan untuk membenahi arus jalan raya untuk memperlancar kegiatan utama pemakaian jalan raya untuk mengatasi hambatan-hambatan di jalanan.
Berdasarkan Peraturan Daerah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pembentukan organisasi dan tata laksana kerja Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar sampai pada Dinas Perhubungan Laut, Darat dan PSAD Kota Makassar tetap dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan Propinsi Sulawesi Selatan, dengan tata kerja terorganisir sesuai dengan peraturan pemerintah dalam memberikan kenyamanan berlalu lintas tanpa mengenal waktu.
B Struktur Organisasi
Suatu organisasi adalah suatu proses yang tersusun dimana orang-orang didalamnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan, maka struktur organsasi mempunyai peranan penting sendiri.
Dinas Perhubungan Kota Makassar atau organisasi mempunyai tujuan tertentu dan perencanaan yang sedemikian rupa, selain dari itu tujuan diperlukan untuk menilai keberhasilan suatu keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi.
Perusahaan sebagai suatu jaringan hubungan antara beberapa fungsi hanya dapat bekerja dengan baik bila terdapat adanya suatu bahagian tugas. ini akan nampak dengan jelas pada struktur organisasi perusahaan.
Demikian juga halnya pada Dinas Perhubungan Kota Makassar sebagai suatu instansi pemerintahan yang dalam pelaksanaan kegiatannya dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dan dibantu seorang wakil Kepala
Gambar 4.5
Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Makassar Kepala Dinas
Drs .H.SABRI,M.Si NIP.196904171990031009
Pembina Tk.I (IV/b)
Kepala Tata Usaha
Ir.Fatimah sonda Tayang.M.Si NIP.196306061993032004
Pembina ( IV / a )
Seksi Data Dan Informasi Drs.KASYMIR
NIP.19670629198811100 3
Seksi Operasional
Drs.H.Hasan Bisri,Amd.LLAJ
NIP.19680818199203100 8
Seksi Keselamatan Dan Pengendalian
A.Cendrawati,ST, MT
NIP.19700823200302 2005
Seksi Pengawasan Dan Pengendalian
H.SUGIYO,S.sos.,MM NIP.195812021993031 004
Sub Dinas Perhubungan
Laut
Sub Dinas Perhubungan
Udara
Sub Dinas Perhubungan
Darat Wakil Kepala Dinas IMAN HUD,S.IP,M.Si NIP.197203291992021002 Pembina ( IV/a)
KEPALA UPTD
M..Ilham Taufan,SH.MH NIP.196111281981031002
Dinas ini membawahi beberapa bahagian, dan bahagian-bahagian ini juga membawahi beberapa seksi, dengan tugas dan tanggung jawab tersendiri pada masing-masing bahagian dan seksi tersebut.
Selanjutnya, dalam organisasi merupakan suatu proses untuk mengintensifikasi dan mengintensifikasi dan mengelompokkan pekerjaan untuk dilaksanakan, menentukan dan mendelegasikan wewenang serta menetapkan hubungan-hubungan untuk dapat memungkinkan orang-orang agar dapat bekerja sama lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perusahaan.
Untuk merealisasikan tujuan di dalam suatu organisasi perlu disusun terlebih dahulu suatu struktur organisasi, yaitu kerangka yang menunjukkan
1. Tanggung jawab
2. Pendelegasian tugas dan wewenang 3. Hubungan antar fungsi dalam organisasi.
Jadi dengan demikian dapatlah diketahui hubungan antara pimpinan dan bawahan atau sebaliknya, demikian pula garis-garis wewenang dan tanggung jawab dari hubungan masing-masing karyawan.
Ada beberapa macam bentuk organisasi yang dapat di gunakan dalam suatu organisasi, ini bisa saja terjadi karena ada beberapa anak yang masing-masing melakukan atau mempunyai tugas tersendiri yang terlepas dari suatu organisasi induknya. Adapun struktur organisasi yang dianut oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar.
Fungsi dan tujuan utama struktur organisasi Dinas Perhubungan, sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
a. Kepala Dinas bertugas untuk menyusun kebijaksanaan yang muncul yang tidak bisa ditunda lagi
b. Mengkoordinasikan dan menyusun pelaksanaan tugas-tugas sesuai dengan peraturan pemerintah dan perundang-undangan yang berlaku dan kebijaksanaan yang ditetapkan.
c. Dalam pelaksanaan tugas, Dinas Perhubungan berfungsi untuk : - Perumusan rencana dan program kerja
- Pelaksanaan ketatausahaan Dinas - Pelaksanaan operasional
- Pelaksanaan perhubungan darat
2. Kepala Tata Usaha, tata usaha dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang dalam pelaksanaannya berada pada Kepala Dinas, dalam penyelenggaraan tugas berfungsi untuk :
a. Pengolahan urusan kepegawaian b. Pengolahan urusan keuangan
c. Pengolahan urusan administrasi umum dan perlengkapan d. Pengolahan urusan rumah tangga dinas
e. Pelaksanaan urusan program dinas
3. Seksi Operasional
Seksi operasional dipimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas untuk melaksanaan pembinaan, bimbingan mengkoordinasikan pengumpulan data, pengawasan dan pemeliharaan trayek dan tarif.
Dalam peneyelenggaraan tugas seksi operasional berfungsi untuk :
a. Membina kelancaran lalu lintas angkutan darat dan laut serta kegiatan penunjang angkatan darat dan laut.
b. Bimbingan tenaga kerja bongkar muat barang
c. Pengumpulan data dan evaluasi angkutan darat dan laut.
d. Pengawasan keselamatan di bidang pembangunan termasuk sarana dan prasarana jalan.
e. Mengkoordinir pelayanan jasa operasional angkutan darat 4. Seksi Keselamatan dan Pengendalaian
Seksi ini mempunyai tugas untuk melaksanakan koordinasi, pengawasan dan pengendalian serta pencegahan pencemaran. Adapun fungsi ini sebagai berikut :
a. Pengawasan dan pengendlian pemeriksaan nautis teknik rasio
b. Pengawasan pelaksanaan pengukuran/target mobil dalam wilayah sendiri.
c. Pengawasan pembangunan dan perumahan pegawai d. Pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan e. Pemantauan pelaksanaan pengurusan dokumen
f. Evaluasi pelaksanaan pernjanjian kerja
g. Pengawasan dan pengendalian pemberian sertifikat.
C. Sistem Operasional Dinas Perhubungan Darat Gambar 4.6
Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin dan peralatan Sesuai dengan definisinya sendiri, manajeman yang berasal dari kata manage yang berarti mengatur penggunaan. Jika disandingkan dengan kata operasional, artinya adalah pengaturan pada operasional.
Kepala Operasional
Drs.H.Hasan Bisri ,Amd LLAJ Nip.196808181992031008
Kepala Bidang Angkutan Darat F A I S AL,S.Sos
Nip.195907101985031021
Kepala Pngumpulan Dan Pengolahan Data
Drs.KASYMIR
Nip.196706291988111003
Kepal Seksi LLAJ Drs.H.Abdullah Rowa Nip.196807061993031013
Selanjutnya, secara definisi, manajemen operasional juga sebagai penanggung jawab dalam sebuah organisasi fungsi manajemen operasional, yakni dalam hal pengambilan keputusan mengenai kebutuhan-kebutuhan operasional. Kedua, manajamen operasional mesti juga memperhatikan mengenai sistemnya. Terutama sistem transformasi.
Sistem ini termasuk juga dalam sistem pengurusan mengenai membuat rancangan serta analisis dalam operasi nanti. Yang ketiga atau terakhir mengenai hak pengambilan keputusan dalam sebuah manajemen operasional.
Pada selanjutnya dimana proses operasional dinas perhubungan darat kota makassar ditujukan kepada bidang angkutan darat setelah melakukan proses yang cukup panjang data –data yang telah didapat kemudian dikumpulkan di seksi pengumpulan dan pengolahan data dan menjadilah sebuah informasi bagi masyarakat setelah itu di transformasikan kepada bidang seksi LLAJ.
Secara Operasional Gambar 4.7 Secara Operasional
Manual Komputerisasi
Informasi
Secara operasional di mana bagian ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
a. Operasi Manual
Operasi secara manual mendominasi kegiatan dengan tulis tangan yang semuanya di lakukan dengan tangan tanpa ada sistem komputer di dalamnya.
b. Operasi Komputerisasi
Sistem komputerisasi adalah penggunaan komputer sebagai alat Bantu dalam kegiatan pengolahan data. Data diolah dengan menggunakan komputer yang sudah diprogram sebelumnya, pengolahan data ini dimulai dengan perekam data hingga sampai pada pencetakan laporan Pengolahan data secara komputerisasi lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengolahan data secara manual. Keuntungan tersebut dapat ditinjau dari beberapa segi. Salah satu dalam hal penyajian laporan yang lebih cepat dan efisien dan akurat. Faktor keuntungan inilah yang menjadi alasan mengapa pengolahan data dilakukan secara komputerisasi untuk menggantikan sistem manual.
Perbedaan antara proses manual dan komputerisasi sebagai berikut:
Manual
a. Semua pekerjaan mulai dari proses pencatatan hingga pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia
b. Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses ini
c. Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data dan penyajian laporan agak kritis
Komputerisasi
a. Hanya melibatkan proses dengan media komputer.
b. Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi terjamin oleh komputer
c. Unsur program komputer yang dipergunakan untuk memproses ialah kehandalan hardware, muncul dalam komputerisasi.
D. Sistem Kerja Operasional Tata Usaha Dishub
Bagian tata usaha pada Dinas Perhubungan Darat Kota Makassar memegang peran yang sangat penting karena bagian inilah yang mengadministrasikan seluruh kegiatan operasional dan umum serta pelaporan-pelaporannya, baik ke Kantor Daerah, Kantor Pusat maupun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Dinas Perhubungan Kota Makassar.
Selain mengadministrasikan hasil kerja operasional seperti informasi tentang kendaraan, juga administrasi umum lainnya seperti surat menyurat, penyimpanan berkas dan yang penting adalah pembukuan dan pelaporannya. Jadi sebagai sumber satu data dari bagian administrasi adalah hasil informasi tentang perhubungan darat atau pihak lainnya kemudian diproses/dibutuhkan dan outputnya adalah berupa laporan. Laporan-laporan yang dihasilkan oleh bagian administrasi dapat dibagi menjadi :
1. Laporan harian 2. Laporan mingguan 3. Laporan bulanan dan 4. Laporan tahunan.
1. Laporan Harian
Laporan harian adalah laporan yang disusun berdasar kan transaksi harian yang meliputi transaksi perjalanan, perhubungan darat (kalau ada) dan transaksi penerimaan atau pengeluaran kas. Pada tata kerja manual, bukti-bukti atau berkas yang menjadi data adalah catatan perjalanan darat dan biaya per kilometer, catatan administrasi umum dari kasir perhitungan pengangkutan yang telah dihitung oleh petugas perhitungan per kilometer kuitansi pembayaran dan bukti penerimaan.
Dan bukti-bukti data tersebut dibukukan dalam buku kas harian yang sebelumnya harus dicatat dalam kas debet untuk bukti penerimaan dan kas kredit untuk bukti pengeluaran. Setelah dihitung saldo kas harian, maka saldo ini harus dicocokkan dengan catatan saldo kas pada kasir pelunasan. Ka kasir pelunasan mencocokkan catatan saldo kas dengan fisik kas sebelum disetorkan kepada kasubsi tata usaha/kepala cabang.Setelah dibuat buku kas harian, berikut kas debet dan kas kredit beserta bukti-bukti transaksi, maka buku-buku tersebut di file sementara untuk kemudian akan dikirimkan ke kantor daerah sebagai laporan mingguan (lembar asli), selanjutnya bagian administrasi akan membukukan masing-masing transaksi seperti perhitungan yang disertai dengan perhitungannya dalam pembukuan, informasi, buku gudang, buku kontrol, pembayaran, ihktisar kredit
dan pelunasan. Untuk buku-buku ini akan disimpan sebagai bahan untuk membuat lapora bulanan dan semester/tahunan. Pada tutup kas (sore hari) maka semua buku formulir yang telah dibuat sebagai laporan harian tersebut diperiksa oleh Kepala Dinas sebagai langkah penggunaan sehingga apakah terdapat kesalahan dapat diperbaiki waktu itu juga.
Pada tata kerja penerapan informasi manajemen dalam pembuatan laporan harian dapat dipercepat dan otomatis karena pada tata kerja penerapan Sistem Informasi Manajemen ini bagan administrasi tinggal melakukan posting terhadap kegiatan-kegiatan operasional di terminal, pelaporan dan informasi melalui komputer tentang perjalanan, maka Dinas Perhubungan Darat. Hanya beberapa transaksi saja yang harus di-entry (tidak otomatis) yang transaksi yang tidak termasuk dalam tiga kategori operasional tadi seperti biaya foto copy, biaya air, listrik. Tetapi proses entrynyapun cepat pada komputerisasi administrasi ini, kegiatan manual seperti seorang penumpang mempertanyakan mengenai biaya perjalanan ke daerah tertentu berapa per kilometer dan pelunasan serta pemakai dan kasir pelunasan/petugas hitung bagi mobil pengangkutan barang untuk membuat buku kas tidak perlu dilakukan. Hal ini cukup dilakukan posting dan buku kas langsung bisa dicetak. Begitu pula pengisian manual buku-buku harian, buku kontrol pelunasan, ikhtisar kredit dan pelunasan tidak perlu dilakukan, karena hal ini sudah ada dalam file komputer yang sewaktu-waktu bisa dibuka.
tetapi sebagai langkah pengawasan pembuatan buku-buku tersebut berdasarkan kebijaksanaan Kepala Dinas tetap dibuat untuk cross check dan menjaga sewaktu- waktu bila untuk listrik padam serta sebagai bahan pemeriksaan dari tim