PENGARUH MOTIVASI DAN PERSIAPAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X ILMU SOSIAL DI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN. PENGARUH MOTIVASI DAN PERSIAPAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X ILMU SOSIAL DI SMA NEGERI 2 BANGUNTAPAN.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan penjelasan di atas, nampaknya perlu untuk menguji hubungan antara motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa dengan hasil belajar finansial. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran tentang pentingnya motivasi belajar dan kesiapan belajar kaitannya dengan hasil belajar.
Rumusan Masalah
Pengaruh Kesiapan Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul. Pengaruh Motivasi dan Kesiapan Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul.
Manfaat Penelitian
Hasil Belajar Ekonomi
Interaksi antara motivasi belajar dan kesiapan belajar dapat meningkatkan hasil belajar apabila dimanfaatkan secara maksimal. Dapat disimpulkan bahwa variabel hasil belajar dapat dipengaruhi oleh dua macam faktor yaitu motivasi belajar dan kesiapan belajar.
Motivasi Belajar
Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang kuat akan mempunyai tenaga yang besar untuk melaksanakan kegiatan belajar. Hasil belajar yang dicapai siswa sangat bergantung pada seberapa termotivasi siswa tersebut dalam belajar.
Kesiapan Belajar
Jika seorang siswa mempunyai kesiapan belajar yang matang maka ia akan lebih mudah menerima materi pembelajaran yang diberikan guru sehingga kemungkinan besar siswa tersebut memperoleh hasil belajar yang baik. Penelitian Ika Nur Atmawati (2013) berjudul “Pengaruh motivasi, kesiapan belajar dan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI akuntansi di SMK Teuku Umar Semarang Tahun Pelajaran 2012/2013”. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara motivasi belajar, kesiapan belajar dan lingkungan keluarga terhadap hasil belajar Akuntansi siswa kelas XI Akuntansi di SMK Teuku Umar Semarang tahun ajaran baik secara simultan maupun parsial.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian Ika Nur Atmawati adalah terdapat persamaan pada variabel (Y) yang diteliti yaitu Hasil Belajar dan variabel (X) yaitu Motivasi dan Kemauan Belajar. Penelitian Vovi Sinta (2017) berjudul “Pengaruh kemauan belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Bina Jaya Palembang”. Persamaan penelitian ini dengan penelitian Vovi Sinta adalah adanya perbandingan antara variabel (Y) yang diteliti yaitu Hasil Belajar dengan variabel (X) yaitu Kemauan Belajar.
Sedangkan perbedaannya pada penelitian Rusmiasih tidak ada variabel Kesiapan Belajar yang diteliti peneliti.
Kerangka Berfikir
Individu yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi akan berusaha melakukan kegiatan belajar tersebut dengan penuh semangat. Jika siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi maka siswa akan lebih semangat mengikuti kegiatan pembelajaran dan lebih mudah mengikuti pembelajaran serta menyerap materi pembelajaran yang disampaikan guru, sehingga diduga motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar ekonomi. . Kesiapan belajar dapat diartikan sebagai kesiapan mental dan fisik yang dicapai seseorang untuk dapat mengikuti pembelajaran.
Kesiapan belajar merupakan keadaan umum siswa yang memungkinkannya mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Semakin baik/baik kondisi mental dan fisik siswa maka semakin tinggi pula kesiapan belajar siswa, sehingga pembelajaran berjalan lancar, dan hasil belajar yang dicapai siswa juga semakin tinggi. Siswa yang mempunyai motivasi belajar dan kemauan belajar yang baik dapat membantu siswa tersebut mencapai tujuan belajar yaitu hasil belajar ekonomi yang baik, sedangkan siswa yang kurang motivasi belajar internal dan eksternal serta tidak siap belajar akan mencapai hasil belajar ekonomi. tidak akan tercapai secara memuaskan.
Dengan demikian, motivasi belajar dan kemauan belajar siswa merupakan hal penting yang harus dimiliki siswa agar hasil belajar yang diinginkan dapat tercapai.
Paradigma Penelitian
Hipotesis Penelitian
Menurut Arikunto, penelitian ex-post facto adalah model penelitian yang peristiwa-peristiwanya terjadi sebelum penelitian dilakukan. Penelitian ini juga merupakan penelitian asosiatif kausal, karena menganalisis hubungan sebab akibat (pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang diperoleh dinyatakan dalam bentuk angka dan dianalisis berdasarkan statistik.
Karena populasi penelitian ini terbatas dan terjangkau untuk penelitian, maka penelitian ini menggunakan pendekatan populasi.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi Penelitian
Jenis Variabel
Menurut Sugiyon, variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, nilai dari seseorang, benda, atau aktivitas yang mempunyai variasi tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian diambil darinya. Menurut Sugiyon (2013:61), variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi dan menyebabkan perubahan atau terbentuknya variabel terikat. Menurut Sugiyon (2013:61), variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau diakibatkan oleh adanya variabel bebas.
Definisi Operasional Variabel
Kesiapan Belajar Siswa (X 2 )
Kesiapan belajar ekonomi adalah keadaan keseluruhan peserta didik yang mempersiapkan dirinya untuk bereaksi/respon terhadap pembelajaran ekonomi.
Hasil Belajar Ekonomi (Y)
Menurut Sugiyono, instrumen penelitian adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur fenomena alam dan sosial yang diamati. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk memperoleh data motivasi belajar dan kemauan belajar siswa. Angket yang digunakan adalah angket tertutup yaitu angket yang disediakan dengan pilihan jawaban sehingga siswa tinggal memilih jawabannya saja.
Kisi-kisi instrumen diperoleh dari definisi operasional masing-masing variabel, yang didasarkan pada kajian teoritis. Yang dimaksud dengan motivasi belajar dalam penelitian ini adalah dorongan belajar yang timbul dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang dan yang menyebabkan orang tersebut melakukan kegiatan belajar. Yang dimaksud dengan kesiapan belajar adalah keadaan umum seseorang yang membuatnya siap dalam memberikan tanggapan/jawaban dalam proses belajar.
Terdapat empat alternatif jawaban yang dapat dipilih responden, yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS).
Uji Coba Instrumen Penelitian
Gambaran Umum SMA Negeri 2 Banguntapan
SMA Negeri 2 Banguntapan berawal dari sekolah pelatihan guru percobaan yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra, Pedagogi dan Filsafat Universitas Gadjah Mada, yang didirikan pada tanggal 1 September 1952, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan, Pelatihan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Negara Republik Indonesia Nomor : 38115/Kab. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0426/O/1991 tanggal 15 Juli 1994, SPG Eksperimental IKIP Negeri Yogyakarta berubah status menjadi SMA Negeri 12 Yogyakarta. Kebudayaan Republik Indonesia nomor 035/O/1997 yang dimulai pada tanggal 7 Maret 1997 mengubah SMA Negeri 12 Yogyakarta menjadi SMU Negeri 2 Banguntapan dan pada tahun 2004 menjadi SMA Negeri 2 Banguntapan hingga sekarang.
Deskripsi Data Khusus
Data kemauan belajar ekonomi diperoleh melalui angket yang terdiri dari 8 item pernyataan yang diberikan kepada siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul dengan jumlah responden sebanyak 97 siswa. Berdasarkan analisis data variabel kesiapan belajar ekonomi siswa dengan menggunakan SPSS Statistics diperoleh skor tertinggi sebesar 3,88 dan skor terendah sebesar 2,13. Berdasarkan tabel 15 terlihat kategori kesiapan belajar ekonomi siswa berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 4 orang siswa (4,12%), dalam kategori tinggi sebanyak 33 orang siswa (34,02%), dalam kategori sedang sebanyak 25 orang. siswa. (25,77%), kategori rendah sebanyak 29 siswa (29,90%) dan kategori sangat rendah sebanyak 6 siswa (6,19%).
Data hasil belajar ekonomi siswa diperoleh dari penilaian akhir semester II mata pelajaran ekonomi siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul dengan jumlah responden sebanyak 97 siswa. Berdasarkan analisis data variabel kesiapan belajar ekonomi siswa dengan menggunakan SPSS Statistics diperoleh skor tertinggi sebesar 3,60 dan skor terendah sebesar 1,70. Berdasarkan tabel 16 terlihat bahwa kategori kesiapan belajar ekonomi siswa berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 3 siswa (3,09%), dalam kategori tinggi sebanyak 33 siswa (34,02%), dalam kategori sedang sebanyak 31 siswa (3,09%). siswa. (31,96%), kategori rendah sebanyak 23 siswa (23,71%) dan kategori sangat rendah sebanyak 7 siswa (7,22%).
Pengujian Prasyarat Analisis
- Uji Simultan (Uji F)
- Mencari Koefisien Korelasi (r) dan Koefisien Determinan (r 2 )
- Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif
- Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X Ilmu-ilmu Sosial di SMA Negeri 2
- Pengaruh Kesiapan Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X Ilmu-ilmu Sosial di SMA Negeri 2
- Pengaruh Motivasi Belajar dan Kesipan Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X Ilmu-ilmu
“Terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X IPS di SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul.” Hipotesis kedua menyatakan terdapat pengaruh positif kemauan belajar terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X IPS. “Terdapat pengaruh positif kemauan belajar siswa terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas IPS
Terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X IPS di SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul. Terdapat pengaruh kemauan belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X IPS di SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul. Motivasi dan kemauan belajar siswa secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X IPS di SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul.
Karena nilai signifikansi F < 0,05 maka terdapat pengaruh motivasi belajar dan kemauan belajar siswa secara bersama-sama terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi.
Implikasi
Nilai koefisien determinasi menunjukkan besar kecilnya sumbangan efektif kedua variabel independen terhadap variabel dependen. Kontribusi efektif tersebut berarti motivasi belajar dan kesiapan belajar siswa mempengaruhi sebesar 79,3% terhadap hasil belajar keuangan siswa, sedangkan sisanya sebesar 20,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sumbangan efektif masing-masing variabel sebesar 56,93% untuk variabel motivasi belajar dan 22,36% untuk variabel kesiapan belajar.
Hal ini tentunya akan menjamin tercapainya tujuan guru dan siswa secara optimal dalam kegiatan pembelajaran.
Saran
Peneliti yang akan melakukan penelitian pada topik hasil belajar ekonomi hendaknya mencari variabel lain selain motivasi belajar dan kemauan belajar, karena hasil penelitian kedua variabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat kontribusi pengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa. sebesar 79,3%.
Keterbatasan Penelitian
Surat Izin Penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta
Surat Izin Penelitian dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta
“Pengaruh motivasi siswa dan kesiapan belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Banguntapan Bantul.” Angket dimaksudkan untuk mengumpulkan data motivasi belajar dan kesiapan belajar terhadap hasil belajar ekonomi. Saya sangat berharap Anda dapat memberikan jawaban yang jujur sesuai dengan keadaan Anda sebenarnya.
5 Saya mencoba meminjam catatan materi ekonomi dari teman jika saya tertinggal karena tidak bersekolah. 7 Saya mencoba menggunakan buku-buku pendukung selain buku teks jika saya kesulitan memahami materi ekonomi. 8 Saya suka mengikuti mata kuliah ekonomi karena dapat memberikan tips-tips menjadi pengusaha sukses.
16 Saya belajar ilmu ekonomi agar dapat memberikan pengetahuan kepada teman-teman yang lain tentang bagaimana menjadi konsumen yang cerdas.
Data Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian
Saya sangat berharap Anda dapat memberikan jawaban yang obyektif (apa adanya) sesuai dengan keadaan Anda sebenarnya. Jawablah seluruh pernyataan dengan memilih jawaban yang paling sesuai dengan pilihan anda dengan memberi tanda (√) pada kolom jawaban. 4 Saya mencoba menggunakan buku-buku pendukung selain buku teks jika saya kesulitan memahami materi ekonomi.
5 Saya suka mengikuti mata kuliah ekonomi karena dapat memberikan nasehat bagaimana menjadi pengusaha sukses. 12 Saya belajar ilmu ekonomi agar dapat menularkan ilmu kepada teman-teman yang lain tentang bagaimana menjadi konsumen yang cerdas.
DAFTAR NILAI PENILAIAN TENGAH SEMESTER
BANGUNTAPAN, BANTUL
DAFTAR NILAI PENILAIAN AKHIR SEMESTER
HASIL DISTRIBUSI FREKUENSI PENELITIAN a. Motivasi Belajar
PERHITUNGAN SUMBANGAN EFEKTIF DAN RELATIF