• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi tentang Peran Tokoh Agama Islam dalam Menanamkan Pendidikan Multikultural di Desa Sukoreno

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Skripsi tentang Peran Tokoh Agama Islam dalam Menanamkan Pendidikan Multikultural di Desa Sukoreno"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Bagaimana peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam menanamkan pendidikan agama Islam multikultural dalam kehidupan masyarakat di desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Tahun 2017. Apa faktor pemungkin dan penghambat tokoh agama Islam dalam menanamkan pendidikan agama Islam multikultural dalam kehidupan masyarakat? Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari, 2017.

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana persepsi pemuka agama Islam terhadap pendidikan agama Islam berbasis multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Tahun 2017.

Tujuan

Mendeskripsikan peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam menyelenggarakan pendidikan agama Islam berbasis multikultural dalam kehidupan masyarakat di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Tahun 2017. Mendeskripsikan apa saja faktor pendukung dan penghambat tokoh agama Islam dalam menyelenggarakan pendidikan agama Islam berbasis multikultural di Sukoreno mendirikan. Desa Kecamatan Umbulsari 2017.

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis 1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan mengenai penanaman pendidikan agama Islam berbasis multikultural dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan masukan dalam meningkatkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural.

Definisi Istilah

Selain itu tentunya juga bermanfaat bagi para pemuka agama Islam itu sendiri karena dapat membimbing masyarakat untuk memasukkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan tentang Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural dan penerapannya di lingkungan IAIN Jember serta menambah koleksi literatur/referensi di perpustakaan.

Sistematika Pembahasan

Sedangkan penelitian ini mengambil setting komunitas yang fokus pada implementasi pendidikan agama Islam multikultural dari para tokoh. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan Mahrus Sadikin terletak pada penanaman pendidikan agama Islam berbasis multikultural.

Kajian Teori

  • Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural
  • Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Menanamkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural

Pendidikan agama Islam berbasis multikultural merupakan pendidikan yang berorientasi pada realitas permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia dan umat manusia secara keseluruhan saat ini. 21 Ali Maksum, Pluralisme dan Multikultural Paradigma Baru Pendidikan Agama Islam di Indonesia (Malang: Aditya Media Publishing. Tokoh agama Islam adalah tokoh dalam umat beragama yang memahami agama dalam ajaran Islam dan dapat memberikan arahan atau bimbingan kepada masyarakat setempat.

Tokoh agama Islam merupakan pemimpin dalam umat beragama yang wajib menentukan apa, bagaimana, kapan dan di mana suatu perintah dilaksanakan. Dalam hal ini, para pemuka Islam atau tokoh agama dalam memutus suatu perkara juga memperhatikan masukan dari para pengikutnya. Pendidikan agama Islam multikultural berarti “Organisasi atau penyelenggaraan yang memperhatikan segala bentuk keberagaman dan perbedaan.

Menurut Maslikhah dalam bukunya Abuddin Nata, pendidikan agama Islam berbasis multikultural, yaitu pendidikan yang melihat perbedaan suku, agama, dan ras sebagai bagian dari skenario dan konstruksi penciptanya, paket keberagaman ciptaan alam semesta31. Faktor Pendukung dan Penghambat Pengenalan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural. Aliaras Wahid, Moh Rofiq, Membangun Karakter dan Kepribadian Melalui Pendidikan Agama Islam (Yogyakarta: Graha Ilmu.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Tokoh Agama Islam Dalam Pendirian Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Tahun 2017.” Kemudian teknik untuk mempermudah penelitian ini dan mendapatkan narasumber yang berkompeten dengan sistem penelitian ini maka peneliti menggunakan teknik untuk mengumpulkan sumber data. berturut-turut 49 Hal ini dilakukan karena data individu yang mengalami fenomena tersebut kurang memuaskan, sehingga mencari individu yang mengalami fenomena yang sama untuk dijadikan sumber data, dengan cara ini jumlah sumber data akan semakin banyak, seperti bola salju yang menggelinding, semakin besar seiring berjalannya waktu.

Kepala desa merupakan orang yang menonjol dan sangat berpengaruh karena mempunyai fungsi dan peranan penting dalam masyarakat Soekoreno. Tokoh agama Islam adalah tokoh-tokoh dari umat agama Islam, seperti kyai, ustadz, dan ustadz.

Tekhnik Pengumpulan Data

Tanpa mengetahui metode pengumpulan data, maka penelitian tidak akan memperoleh data yang memenuhi standar data yang ditentukan. Wawancara dalam penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur karena peneliti berusaha mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai responden. Dalam hal ini peneliti tidak menyiapkan alternatif jawaban agar informan lebih leluasa menjawab pertanyaan peneliti.

Peran dan Fungsi Umat Beragama dalam Mewujudkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari. Persepsi Tokoh Agama Islam Dalam Penyampaian Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari. Faktor Pendukung dan Penghambat Tokoh Agama Islam Dalam Mewujudkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari.

Sedangkan informan yang akan diwawancarai peneliti adalah kepala desa, tokoh agama Islam (kyai, ustadz dan ustadz) dan masyarakat di desa Sukoreno kecamatan Umbulsari.

Analisi Data

Kegiatan pengumpulan data sebagai sumber data yang diperlukan sebagai masukan dalam menghasilkan informasi yang diinginkan, dalam kegiatan ini tentu saja melibatkan pencatatan atau pengelolaan data sehingga dapat diketahui jumlah data yang tersedia dan dapat dipermudah dalam pengambilan data. jika diperlukan. Reduksi data dapat diartikan sebagai suatu proses selektif yang berfokus pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data mentah yang berasal dari catatan lapangan tertulis. Memilih data mana yang akan dikodekan, mana yang akan dibuang, pola mana yang merangkum banyak bagian yang tersebar, cerita mana yang terungkap.

Penyajian data merupakan langkah merancang baris dan kolom matriks untuk data kualitatif dan mengatur kotak-kotak matriks. Verifikasi bisa sesingkat pemikiran kedua yang terlintas di benak analis saat menulis, tinjauan catatan lapangan. Pengumpulan beberapa data dengan cara merangkum, memilih data yang sesuai dengan permasalahan pokok yaitu mengenai peran tokoh agama Islam dalam pengenalan pendidikan agama Islam multikultural dan membuang data yang tidak diperlukan, data tersebut diambil dari lapangan.

Setelah data terkumpul dan untuk memudahkan mengetahui hasil rangkuman, maka data disajikan dalam bentuk naratif.

Keabsahan Data

Data wawancara dari Kyai ditriangulasi dengan Ustad dan diperluas ke ustadz dan kemudian ke masyarakat. Sedangkan untuk triangulasi, peneliti memeriksa data dari sumber yang sama namun dengan cara yang berbeda. Hasil data yang diperoleh dari wawancara kemudian dicek kembali dengan observasi dan dokumentasi sehingga dapat dihasilkan data yang akurat dan sesuai dengan fakta.

Misalnya mengungkap data peran tokoh agama Islam dalam transmisi pendidikan agama Islam berbasis multikultural. Pengecekan data dengan membandingkan hasil wawancara kepala desa, tokoh agama Islam dengan hasil observasi dan dokumentasi.

Tahap-tahap penelitian

Setelah semuanya selesai mulai dari merancang penelitian hingga melihat kondisi di lapangan, peneliti mempersiapkan peralatan penelitian sebelum terjun ke lapangan, mulai dari menyiapkan catatan, makalah, dan lain-lain. P. Dari hasil dokumentasi59 Desa Sukoreno awalnya bernama Desa Gumuk Lengar yang diambil dari Bukit Padas yang sering dikunjungi masyarakat untuk menggali Padas ketika ditemukan patung di bawah pohon Suko atau Kembang Suko yang bunganya berjumlah 4 buah yang berbeda. warna. . Maka dapat disimpulkan bahwa setelah ditemukannya patung tersebut, nama desa tersebut diubah menjadi Desa Sukoreno yang lambangnya masih terdapat pada garpu nomor 2 di sebelah kiri Aula Kantor Desa Sukoreno, lihat Gambar 4.1. Terakhir, sesuai dengan nama desa Sukoreno, masyarakatnya beragam, mulai dari Islam, Hindu, Katolik dan pluralismenya.

Secara administratif Desa Sukoreno terletak di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember berbatasan dengan wilayah desa tetangga61. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari, sebelah Barat Desa Wringin Agung Lumajang dan sebelah Selatan Desa Gunungsari Kecamatan Umbulsari. Berdasarkan data tahun 2017 dan data pendukung lainnya, klasifikasi kondisi penduduk Desa Sukorenoo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember adalah sebagai berikut.

Mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah buruh tani dan petani, selebihnya pada bidang perdagangan dan industri rumahan (anyaman mendong, tahu, tempe). 1) Jumlah musala di Dusun Krajan Kidul : 16. 2) Jumlah mushola di Dusun Krajan Kidul : 9 3) Jumlah mushola di Dusun Kandang Rejo : 9 4) Jumlah masjid di Dusun Krajan Kidul : 1 5) Jumlah Masjid di Dusun Krajan Lor : 2 6) Jumlah Masjid di Dusun Kandang Rejo : 3 7) Jumlah Pura di Dusun Kandang Rejo : 1 buah 8) Jumlah Pura Dusun Krajan Kidul : 1 buah.

Penyajian Data dan Analisis

  • Peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam menanamkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural dalam kehidupan masyarakat di
  • Persepsi tokoh agama Islam tentang pendidikan agama Islam berbasis multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari
  • Faktor pendukung dan penghambat peran tokoh agama Islam dalam menanamkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural di Desa

Mengenai peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam penyampaian pendidikan agama Islam berbasis multikultural adalah sebagai berikut. Dapat disimpulkan bahwa peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam menanamkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural sebagai. Hal ini kembali ditegaskan oleh Pak. Salim sebagai tokoh agama Islam di masyarakat Desa Sukoreno.

Dari hasil observasi peneliti, peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam penyelenggaraan pendidikan agama Islam berbasis multikultural sesuai dengan yang dikemukakannya. Persepsi Tokoh Agama Islam Terhadap Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari. Di bawah ini petikan wawancara dengan Kepala Desa Sukoreno mengenai persepsinya terhadap pendidikan agama Islam berbasis multikultural.

Seperti yang telah dijelaskan pada fokus pertama yaitu peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam menanamkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural di Desa Sukoreno.

Pembahasan Temuan

  • Peran dan fungsi Tokoh Agama Islam dalam Menanamkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Dalam Kehidupan
  • Persepsi Tokoh Agama Islam dalam Menanamkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan
  • Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Tokoh Agama Islam dalam Menanamkan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural

Dari hasil temuan diketahui bahwa peran tokoh agama Islam dalam pengenalan pendidikan agama Islam multikultural di desa Sukoreno yaitu tokoh agama Islam sebagai peserta. Persepsi Tokoh Agama Islam Dalam Pengenalan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Agama Islam Berbasis Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari. Dalam penelitian ini banyak terdapat persepsi para pemuka agama Islam tentang pengenalan pendidikan agama Islam berbasis multikultural.

Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Tokoh Agama Islam Dalam Pengenalan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Dalam pengenalan pendidikan agama Islam berbasis multikultural di desa Sukoreno kecamatan Umbulsari. Peran dan fungsi tokoh agama Islam dalam memperkenalkan pendidikan agama Islam berbasis multikultural ke dalam kehidupan masyarakat di desa Sukoreno kecamatan Umbulsari antara lain sebagai motivator, pembimbing dan partisipan. Persepsi Tokoh Agama Islam Terhadap Pendidikan Agama Islam di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Pendidikan agama Islam berbasis multikultural dikenal dengan istilah toleransi dalam Islam.

Faktor pendukung dan penghambat tokoh agama Islam dalam memperkenalkan pendidikan agama Islam multikultural di desa Sukoreno kecamatan Umbulsari yaitu: a.

Saran

Peran Tokoh Agama Dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Islam dan Umat Hindu di Kandang Tepus Senduro Lumajang 2016, IAIN Jember: Tidak dipublikasikan. Penerapan pendidikan multikultural dalam membina hubungan sosial antar warga sekolah di SMP Negeri 2 Tempurejo tahun ajaran IAIN Jember: Tidak dipublikasikan. Apa saja faktor pendukung dan penghambat tokoh agama islam dalam penyelenggaraan pendidikan agama islam berbasis multikultural di desa sukoreno kecamatan umbulsari tahun 2017.

Pedoman Wawancara

Islam Multikultural di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari 2017. Pendidikan Agama Islam Multikultural dalam Kehidupan Masyarakat di Desa Sukoreno. Apa faktor pemungkin dan penghambat tokoh agama Islam dalam pembelajaran pendidikan agama Islam multikultural di desa Sukoreno kecamatan Umbulsari? Segala upaya untuk memberikan arahan / . bimbingan, khususnya kepada umat Islam, untuk menerima dan menghormati satu sama lain, baik Muslim maupun non-Muslim? menginformasikan kepada warga tentang pendidikan agama Islam multikultural.

Pedoman Dokumentasi

Referensi

Dokumen terkait

Peran pengajian Ahad pagi Cabang Muhammadiyah Tulung dalam menanamkan nilai-nilai Agama Islam masyarakat Desa Tulung Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten Tahun

Pendidikan Agama Islam (PAI) hendaknya terintegrasi dengan spirit pendidikan multikultural ini. Oleh karena itu, dalam pengembangan kurikulum PAI haruslah didasarkan pada

Peneliti mencoba untuk mendeskripsikan dan menganalisa spirit nilai toleransi dan implementasi pendidikan agama Islam multikultural dalam mengembangkan kerukunan umat

Lebih lanjut, Integrasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) juga dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai- nilai

Analisis Peran Tokoh Agama Sebagai Perekat Kerukunan Umat Beragama Dari pemaparan narasumber megenai peran tokoh agama sebagai perekat kerukunan antar umat beragama

27 Adapun data primer dalam penelitian ini yaitu Guru Pendidikan Agama Islam dan siswa di SDN 3 Adipuro yang berkaitan dengan peran guru menanamkan nilai-nilai

PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH PADA MASYARAKAT Studi Khasus Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang SKRIPSI Diajukan Untuk

Hasil dari sebuah penelitian mengenai peran guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama Untuk Mewujudkan Sikap Rukun Siswa Di SMP Negeri 15