Bapak dan Ibu guru pada Jurusan Pendidikan Ekonomi yang telah memberikan bimbingan, pengalaman dan ilmu yang bermanfaat. Bapak Kencan Sudrajat merupakan administrator Departemen Pendidikan Ekonomi dan membantu penulis dalam menyelesaikan disertasi ini.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Siswa yang belum mencapai nilai KKM dapat dikatakan mengalami kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran keuangan. Sebaliknya jika melihat pada materi ekonomi di SMA Negeri 1 Jogonalan masih cukup banyak siswa yang belum berhasil.
KAJIAN PUSTAKA
Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar yang dialami siswa dapat berupa ketidakmampuan belajar, ketidakmampuan belajar, ketidakmampuan belajar, kurang berprestasi, dan lambat belajar. Dalyono mengatakan, faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa dapat berasal dari dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Minat
Penggunaan metode mengajar hendaknya dapat digunakan oleh guru sebagai alat motivasi untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Metode pengajaran yang dipilih guru hendaknya sesuai dengan situasi kelas dan tujuan yang ingin dicapai.
Substansi
Mata pelajaran ekonomi yang diajarkan di sekolah bertujuan agar siswa mengetahui cara menentukan prioritas kebutuhan dengan benar dan siswa memahami permasalahan ekonomi yang terjadi agar dapat dicarikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Umumnya ada siswa yang cepat memahami materi yang diberikan hanya dengan sekali baca jika sifat materi yang dipelajarinya termasuk dalam kategori mudah. Namun jika sifat materi yang dipelajari termasuk dalam kategori sulit, maka siswa mungkin akan membaca materi tersebut beberapa kali hingga dapat memahaminya, sehingga ada kemungkinan siswa akan mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tersebut.
Oleh karena itu, dalam mempelajari mata pelajaran ekonomi harus memperhatikan sistematika penyajiannya, yaitu dari mata pelajaran yang paling mudah ke mata pelajaran yang paling sulit, dari mata pelajaran umum ke mata pelajaran khusus, dan ketika mempelajari mata pelajaran tertentu, siswa harus terlebih dahulu menguasai mata pelajaran yang diperlukan. mampu mempelajari materi khusus ini. Selain itu materi pembelajaran harus tersusun dan sistematis, yaitu dari materi yang paling mudah sampai dengan materi yang paling sulit, dari materi yang umum ke materi yang khusus, dan ketika berhadapan dengan suatu materi tertentu, siswa harus terlebih dahulu menguasai materi tersebut, yang merupakan syarat agar mereka dapat menguasai materi tersebut. tahu. untuk mempelajari materi, yang satu ini.
Cara Belajar Siswa
Dari hasil percobaan terlihat bahwa masa (masa) belajar produktif seperti menghafal, mengetik, melakukan perhitungan, dan lain-lain adalah antara 20 – 30 menit. Cara belajar yang baik dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena cara belajar ini memudahkan siswa dalam memahami pelajaran sehingga siswa tidak mengalami kendala belajar. Sebaliknya metode pembelajaran yang buruk dapat menurunkan hasil belajar siswa karena metode pembelajaran tersebut membuat siswa kesulitan dalam memahami pelajaran sehingga siswa mengalami kesulitan belajar.
Oleh karena itu, agar kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dapat membuahkan hasil yang memuaskan, maka siswa harus melakukan beberapa hal untuk meningkatkan metode pembelajaran yang efektif. Selain itu, hendaknya siswa mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai pembelajaran, agar waktu belajar siswa tidak terganggu karena mencari alat bantu belajar yang tidak dipersiapkan.
Hasil Penelitian yang Relevan
Khosmas (2013) dengan judul “Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA”. Sebanyak 71,9% siswa menyatakan kadang-kadang mengulang materi yang disampaikan oleh guru ekonomi, 65,6% siswa menyatakan tidak pernah merasa pusing, mengantuk atau mudah lelah selama jam pelajaran berlangsung, 71,9% siswa menyatakan, bahwa mereka tidak memiliki buku pelajaran ekonomi, dan 81,25% siswa menyatakan tidak tersedia buku pelajaran ekonomi di perpustakaan. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama mengkaji kesulitan belajar keuangan siswa kelas X SMA dan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase.
Penelitian yang dilakukan oleh Markus Maas (2004) dengan judul “Faktor Kesulitan Belajar Akuntansi Siswa IPS di SMAK BPK PENABUR Sukabumi”. Kesamaan penelitian ini adalah mengkaji kesulitan belajar siswa dan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase.
Kerangka Berpikir
- Minat
- Metode mengajar guru
- Substansi
- Cara belajar siswa
Substansi adalah isi, pokok atau inti yang menjadi latar belakang permasalahan pembelajaran, yaitu materi pelajaran ekonomi. Pada satuan pendidikan yang menerapkan KTSP, guru sebagai pelaksana pembelajaran diikutsertakan dalam penyusunan kurikulum, salah satunya dalam bentuk bahan pelajaran. Dalam menyusun bahan pelajaran ekonomi, guru harus menyesuaikan sifat bahan pelajaran yang akan dipersiapkan dengan kemampuan dan tingkat perkembangan siswa.
Sebaliknya, semakin tidak sistematis penyajian materi pelajaran maka semakin sulit dipahami siswa, sehingga siswa rentan mengalami kesulitan belajar. Apabila metode pembelajaran yang digunakan siswa tepat dan sesuai dengan karakteristik siswa, maka siswa akan mudah dalam mempelajarinya sehingga mata pelajaran ekonomi yang dipelajarinya dapat dikuasai dengan baik.
Paradigma Penelitian
METODE PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Variabel Penelitian
- Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Uji Coba Instrumen Penelitian
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk mengungkap data mengenai kesulitan siswa dalam belajar ekonomi adalah hasil belajar keuangan dan angket. Bentuk instrumen Menjelaskan pengertian kebutuhan 1 Pilihan Ganda Mengidentifikasi jenis-jenis kebutuhan 2 Pilihan Ganda Mengidentifikasi faktor-faktor itu. 20 Pilihan Ganda Menjelaskan nilai suatu barang 21 Pilihan Ganda Menjelaskan isi hukum Gossen II 22 Pilihan Ganda Menjelaskan teori perilaku konsumen 23, 24 Pilihan Ganda Menjelaskan perilaku produsen.
33 Pilihan Ganda Menjelaskan hukum permintaan 34 Pilihan Ganda Menjelaskan hukum penawaran 35 Pilihan Ganda Menghitung persamaan fungsi permintaan 36 Pilihan Ganda. 39 Pilihan Ganda Menghitung elastisitas permintaan 40 Pilihan Ganda Berikan contoh pasar internasional 41 Pilihan Ganda Sebutkan karakteristik pasar kompetitif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Lokasi Penelitian
- Deskripsi Karakteristik Responden
- Deskripsi Data Penelitian
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar ekonomi yang disebabkan oleh faktor minat berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 82 siswa (54,7%), terdiri dari 34 siswa yang tuntas belajar (22,7%) dan 48 siswa yang tidak tuntas. menyelesaikannya (32). , 0%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar ekonomi yang disebabkan oleh faktor minat berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 82 siswa (54,7%), terdiri dari laki-laki sebanyak 35 orang (23,3%) dan perempuan sebanyak 47 orang (31,3%). . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan pembelajaran ekonomi yang disebabkan oleh metode mengajar guru berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 86 siswa (57,3%), terdiri dari laki-laki sebanyak 47 orang (31,3%) dan perempuan sebanyak 39 orang (26,0%). ). ).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan pembelajaran ekonomi yang disebabkan oleh faktor isi berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 102 siswa (68,0%), terdiri dari laki-laki sebanyak 50 orang (33,3%) dan perempuan sebanyak 52 orang (34,7%). . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan pembelajaran ekonomi yang disebabkan oleh metode pembelajaran siswa berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 84 siswa (56,0%), terdiri dari laki-laki sebanyak 37 orang (24,7%) dan perempuan sebanyak 47 orang (31,3%). . %).
Pembahasan
- Metode Mengajar Guru
- Cara Belajar Siswa
- Tes Hasil Belajar Ekonomi
Hal ini menunjukkan masih adanya siswa yang kurang berminat mempelajari mata pelajaran ekonomi sehingga siswa tersebut mengalami kesulitan dalam belajar. Siswa yang mengalami kesulitan belajar ekonomi akan mempunyai hasil belajar yang rendah pada mata pelajaran ini. Kemudian, metode pembelajaran siswa sedang sebanyak 37 siswa (24,7%) yang terdiri dari 17 siswa yang tuntas (11,3%) dan 20 siswa yang tidak tuntas (13,3%) sehingga terdapat selisih kecil antara siswa yang belum tuntas. dan penuh masing-masing 3 siswa (2,0%).
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah siswa laki-laki yang mempelajari mata pelajaran ekonomi lebih banyak dibandingkan siswa perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah siswa perempuan yang mempelajari ilmu ekonomi lebih banyak dibandingkan siswa laki-laki.
Keterbatasan Penelitian
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Selain itu, hasil analisis tabulasi silang antara faktor metode mengajar guru dengan jenis kelamin menunjukkan bahwa pendapat siswa terhadap faktor metode mengajar guru tinggi: siswa laki-laki berjumlah 86 orang (57,3%), dimana siswa laki-laki sebanyak 47 orang ( 31,3%). ) dan 39 siswi (26,0%). Hasil analisis tabulasi silang (crosstabulation) antara faktor materi dengan kinerja pembelajaran menunjukkan bahwa wawasan siswa terhadap faktor materi tinggi; siswa yang belum tuntas lebih banyak dibandingkan siswa yang tuntas prestasi belajarnya, dengan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 58 siswa (38,7%) dan yang belum tuntas sebanyak 44 siswa (29,3 %) menyelesaikannya. Hasil analisis tabulasi silang antara faktor belajar dengan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa untuk faktor belajar siswa tinggi, siswa yang tidak tuntas lebih banyak dibandingkan yang tuntas, dengan jumlah siswa yang tidak tuntas sama banyaknya. sebanyak 53 siswa (35,3%) dan 31 siswa (20,7%) menyelesaikannya.
Selain itu, hasil analisis tabulasi silang antara faktor metode belajar siswa dengan jenis kelamin menunjukkan bahwa untuk faktor faktor tinggi belajar siswa terdapat 84 siswa (56,0%), terdiri dari laki-laki sebanyak 37 siswa (24,7%). %) dan 47 siswi (31,3%). Selain itu, hasil analisis tabulasi silang (cross-tabulation) menunjukkan terdapat 64 siswa (42,7%) yang masuk dalam kategori penuh atau nilai ujiannya di atas nilai KKM, dimana 29 siswa diantaranya adalah siswa laki-laki (19,3). %). dan 35 siswi (23,3%).
Saran
Siswa hendaknya memperbaiki metode pembelajaran dan menambah pengetahuan mata pelajaran ekonomi agar siswa dapat memahami dan menguasai mata pelajaran ekonomi dengan baik sehingga kesulitan belajar dapat diminimalisir. Sebaiknya guru menerapkan metode pengajaran yang lebih baik saat menjelaskan topik ekonomi agar siswa antusias dan tidak bosan saat mengikuti pembelajaran, sehingga kesulitan belajar dapat diminimalkan. Sebaiknya guru menggunakan alat peraga ketika menjelaskan topik ekonomi baik berupa benda nyata maupun media lain seperti gambar atau video pembelajaran, sehingga dapat menarik perhatian siswa dan mendorong siswa berpikir kritis.
Guru hendaknya selalu memotivasi siswanya untuk giat belajar, khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Oleh karena itu, kami berharap bagi para peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab ketidakmampuan belajar secara lebih spesifik dan mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 2 Teluk Kuantan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Bagi Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
INSTRUMEN PENELITIAN
Dalam rangka memenuhi tugas akhir saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, saya mohon bantuannya kepada kelas. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu ekonomi di kelas tersebut Oleh karena itu, saya sangat berharap semoga Anda akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam tes dan menjawab pernyataan-pernyataan dalam kuesioner ini sejujur mungkin sesuai dengan keadaan Anda sebenarnya. Jawaban yang saudara berikan insya Allah akan dijaga kerahasiaannya dan hanya untuk kepentingan penelitian.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu untuk mengisi soal tes dan angket.
SEBELUM UJI COBA
3 Guru menggunakan metode tanya jawab pada pembelajaran ekonomi untuk merangsang siswa bertanya atau menjawab. 4 Guru menggunakan metode role play dalam pembelajaran ekonomi agar siswa dapat mengapresiasi dengan baik materi yang dipelajarinya. 9 Guru menekankan untuk menunjukkan hal-hal penting ketika menjelaskan materi pelajaran ekonomi.
21 Metode pengajaran yang digunakan guru ketika menjelaskan materi ekonomi dapat dipahami oleh siswa. 21 Siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik dengan mempelajari kembali pelajaran ekonomi yang dijelaskan oleh guru.
SETELAH UJI COBA
1 Guru menggunakan metode tanya jawab dalam pembelajaran ekonomi untuk merangsang siswa bertanya atau menjawab. 2 Guru menggunakan metode role play dalam pembelajaran ekonomi agar siswa dapat mengapresiasi materi yang dipelajarinya. 7 Guru menekankan untuk menunjukkan hal-hal penting pada saat menjelaskan materi pelajaran ekonomi.
16 Metode pengajaran yang digunakan guru dalam menjelaskan mata pelajaran ekonomi dapat dipahami oleh siswa. 17 Siswa menjadi lebih paham dengan mempelajari kembali materi pelajaran ekonomi yang telah dijelaskan oleh guru.