Untuk mendeskripsikan penilaian pembelajaran PAI pada anak tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember pada tahun ajaran. Manajemen pengajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak tunanetra pada Tahun Pelajaran SMPLB-A TPA Bintoro Jember.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Secara teoritis
Secara praktis, hasil penelitian ini bermanfaat
Definisi Istilah
Dalam bidang pendidikan anak khusus, anak tunanetra disebut anak tunanetra. Penggunaan istilah ini tidak hanya berlaku bagi penyandang tunanetra, namun juga mencakup mereka yang penglihatannya sangat terbatas dan tidak dapat digunakan untuk keperluan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pembelajaran.
Sistematika Pembahasan
Persamaan penelitian yang akan dilakukan dibandingkan dengan penelitian yang telah disebutkan adalah sama-sama meneliti proses pembelajaran. Sedangkan perbedaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang telah disebutkan adalah peneliti ini lebih fokus pada manajemen pembelajaran pada anak tunanetra.
Kajian Teori
Manajemen Pembelajaran PAI
Para ahli manajemen memberikan pendapat yang berbeda-beda mengenai fungsi manajemen, namun pada dasarnya mengandung persamaan.Fungsi manajemen menurut Henry Fayol yang dikutip Mukaniah adalah “perencanaan, pengorganisasian, koordinasi dan pengarahan”. Siagian dalam Sukarji mengatakan bahwa fungsi-fungsi manajemen yang disebut dengan “POAC” adalah Perencanaan, Pengorganisasian, Penindakan dan Pengendalian, dimana dua fungsi manajemen yang pertama (Perencanaan dan Pengorganisasian) dikategorikan sebagai aktivitas mental sedangkan dua lainnya (Pengaktifan dan Pengendalian) dikategorikan sebagai aktivitas mental. . sebagai aktivitas fisik dan keduanya fokus pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Anak Tunanetra
Penyandang tunanetra sudah mempunyai pengalaman penglihatan sebelumnya yang tersimpan dalam pengalaman penglihatan di otak (Pratiwi. Bisa jadi kebutaan disebabkan oleh faktor genetik, keadaan psikologis ibu, gizi buruk, keracunan obat, virus dan lain sebagainya.
Manajemen Pembelajaran PAI bagi anak Tunanetra
Kendala yang dihadapi anak tunanetra dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah munculnya emosi akibat ketidakberdayaannya, jika reaksi tersebut terjadi dan semakin meningkat maka sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan kepribadiannya. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya kegiatan pembelajaran pada anak tunanetra perlu dilakukan evaluasi berupa evaluasi proses, formatif, dan sumatif.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan data
Perencanaan pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember tahun pelajaran 2015/2016. Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tuna Netra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran 2015/.
Analisis Data
Verifikasi, kesimpulan awal yang bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti pendukung yang kuat pada pengumpulan data selanjutnya, namun apabila kesimpulan yang diambil pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka itu adalah kesimpulan yang kredibel.
Keabsahan Data
Tahap-TahapPenelitian
Pengumpulan data dilakukan sesuai rencana yang telah ditentukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dari hasil pengumpulan data dalam penelitian bertujuan untuk mempermudah proses analisis data. Setelah seluruh data terkumpul dan disusun, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif, yaitu menyajikan gambaran tentang apa yang diperoleh selama pengumpulan data.
Gambaran Objek Penelitian
Sejarah Berdirinya SMPLB-A TPA Bintoro Kabupaten Jember
Sunaryo menambahkan satu jurusan lagi yaitu jurusan SLB-D serta program tambahan seperti pelatihan dan keterampilan, membaca dan menulis Al-Quran. Namun SLB Bintoro saat ini telah mempunyai empat jurusan yaitu SLB-A, B, C dan D dengan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, seperti: gedung yang cukup baik, laboratorium IPA, Al-Qur'an Braille 30 Juz, media audio- visual, kaset, DVD, musala, perpustakaan dan lain-lain.
Letak Geografis SMPLB-A TPA Bintoro Jember
Keadaan Sarana dan Prasarana SMPLB-A TPA Bintoro Kabupaten Jember
Penyajian data merupakan uraian hasil penelitian dengan mengacu pada rumusan masalah dan kerangka teori serta data. Data yang diperoleh dari wawancara dalam pengelolaan pembelajaran anak tunanetra dilakukan secara individual karena anak tunanetra memerlukan layanan khusus dalam proses pembelajarannya dan guru perlu memiliki kesabaran dan dedikasi ekstra dalam melayani dan mendidik anak tunanetra. “Dalam pengelolaan pendidikan agama Islam bagi anak tunanetra kategori sekolah menengah luar biasa, Taman Pendidikan Panti Asuhan Bintoro Jember meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran” (Wahyono, wawancara, 29 Juli 2015).
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tuna Netra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran.
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak Tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran
Kurikulum adalah suatu alat bantu pengajaran yang memberikan gambaran umum tentang mata pelajaran pendidikan agama Islam untuk diajarkan kepada siswa atau anak tunanetra. Dari wawancara di atas terlihat bahwa silabus yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam pada semester ganjil tidak valid dan tidak digunakan pada semester genap karena dilihat dari sudut pandang. Untuk program semester yang memuat identitas mata kuliah, kompetensi inti, materi, alokasi waktu dan minggu pelaksanaan pembelajaran materi pendidikan agama Islam.
Pak Rahman saat wawancara menyampaikan bahwa ketika saya mengajarkan materi Pendidikan Agama Islam, saya mengacu pada RPP yang sudah saya buat sendiri agar saya bisa lebih mempersiapkan RPP dan materi yang akan saya sampaikan kepada anak-anak (Rahman, wawancara, 03 Agustus 2015). Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tuna Netra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran.
Pengorganisasian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak Tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran
Dikatakannya, dalam penyelenggaraan pembelajaran bagi anak tunanetra dilihat dari kemampuan masing-masing anak dan keadaan kemampuan berpikirnya. Dalam penyelenggaraan pembelajaran bagi anak tunanetra dilakukan dengan cara mengorganisasikan anak secara individual atau klasikal dari segi kemampuan dan materinya seperti puasa, anak tunanetra dapat menggunakan layanan klasikal seperti materi wudhu, tidak mungkin anak tunanetra dapat menggunakan layanan tersebut. terorganisir menggunakan layanan klasik, bagi setiap anak Tunanetra langsung mempraktekkan wudhu agar dapat memahami tata cara berwudhu dengan baik. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, seorang guru dalam organisasi pengajaran Pendidikan Agama Islam mengatur layanan individual atau klasikal bagi anak tunanetra sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing anak tunanetra, termasuk kemampuan membaca Al-Qur'an yang belum lancar.
Berdasarkan keterangan di atas, diperkuat dengan pengamatan peneliti bahwa dalam penyelenggaraan pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak tunanetra dilaksanakan secara individual karena dilihat dari kemampuan belajar yang berbeda-beda, misalnya dalam membaca Al-Quran terdapat buta. anak yang masih belum lancar membaca Al-Quran. Oleh karena itu, anak tunanetra tidak hanya dapat dibebaskan dengan menggunakan layanan klasikal, dalam penyelenggaraan pembelajaran juga digunakan alat pembelajaran membaca Al-Quran berupa Al-Quran Braille dan anak tunanetra menggunakan proses pembelajaran yang nyata untuk menggantikan tunanetra. pada anak tunanetra (Observasi, Jember, 05 Agustus 2015). Implementasi pendidikan agama Islam bagi anak tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak Tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran
Islam dengan membuka salam dan mengawali belajar dengan berdoa bersama anak tunanetra. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam penyampaian materi Pendidikan Agama Islam dilakukan dengan sungguh-sungguh, namun dalam penyampaian materinya tidak terlalu menegangkan, karena dalam situasi tegang yang berarti suasana kelas sedang tegang. kurang menyenangkan, anak tunanetra sulit menyerap materi selama proses pembelajaran. Informasi tersebut diperkuat dengan pengamatan peneliti bahwa penyampaian materi pada anak tunanetra dilakukan dengan cara mereview materi yang disampaikan dan penyampaian materi di kelas tidak terlalu menegangkan karena kondisi di dalam kelas mempengaruhi proses pembelajaran tunanetra. anak-anak (Observasi, Jember, 05 Agustus 2015).
Guru yang menangani anak tunanetra memerlukan kemampuan mengambil keputusan mengenai strategi pembelajaran yang dianggap tepat untuk anak tunanetra. Evaluasi Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Tuna Netra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran 2015/2016.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak Tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran 2015/2016
Berdasarkan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menilai pembelajaran anak tunanetra, yaitu penilaian pada saat proses pembelajaran yang mengutamakan proses dan bukan pada hasil akhir. dari proses tersebut. Dalam hal ini sangat penting untuk melakukan penilaian atau evaluasi agar guru mengetahui sejauh mana pemahaman anak tunanetra terhadap proses belajar dan pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam. Dan penilaian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan pengetahuan yang dicapai oleh masing-masing individu anak tunanetra.
Dan evaluasi yang dilakukannya sebagai guru pendidikan agama Islam bagi anak tunanetra adalah evaluasi yang berupa evaluasi proses, karena penilaian pada saat proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang mengutamakan proses, bukan hasil dari proses tersebut. . Evaluasi pembelajaran PAI pada anak tunanetra berbentuk evaluasi proses, dimana evaluasi ini dilakukan oleh guru yang mengajukan pertanyaan secara lisan, tertulis, dan ulangan harian.
Pembahasan Temuan
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Tunanetra di SMPLB-A TPA Bintoro Jember Tahun Pelajaran 2015/2016
Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah ditetapkan. Evaluasi pembelajaran pada anak tunanetra pada dasarnya sama dengan yang dilakukan pada anak awas atau normal, namun terdapat sedikit perbedaan dalam pelaksanaan pembelajaran pada anak tunanetra. Evaluasi yang dilakukan guru PAI terhadap anak tunanetra berupa evaluasi proses, evaluasi sumatif, dan evaluasi formatif.
Penilaian sumatif merupakan penilaian yang dilakukan guru pada saat ujian tengah semester, setiap penilaian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami materi yang disampaikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Mudhoffir dalam Usman yang mengatakan bahwa “penilaian di sini adalah penilaian terhadap proses”.
Kesimpulan
Implementasi ajaran agama Islam pada anak tunanetra. Pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PAI mengawali pembelajaran dengan berdoa, apersepsi, berganti dengan tawa dan juga dengan pemberian materi yang disesuaikan dengan kondisi kelas, karena lingkungan kelas yang menyenangkan dapat membuat anak tunanetra lebih mudah memahami materi, metode. yang digunakan, metode ceramah, tanya jawab dan diskusi serta strategi yang digunakan dengan pendekatan individual dengan memberikan latihan orientasi gerak dengan melatih keterampilan gerak, keterampilan mendengarkan dan positioning. Evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak tunanetra Evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan dengan evaluasi proses berupa evaluasi dengan soal lisan, ulangan tertulis dan harian, serta evaluasi sumatif yang dilaksanakan pada ujian tengah semester dan formatif. pada akhirnya. semester.
Saran-saran
Sebagai seorang guru pendidikan agama Islam, seorang guru harus semakin baik dalam memberikan teladan dan kesabaran yang baik kepada anak tunanetra dan lebih mengoptimalkan perannya sebagai guru, sebagai pembimbing dan sebagai pendidik dalam mengembangkan potensi anak tunanetra. Pemerintah hendaknya lebih memberikan perhatian terhadap pendidikan khusus dengan menyediakan sarana dan prasarana seperti penyediaan buku-buku ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama Islam bagi anak tunanetra.
KDper
Menerapkan hukum bacaan qalqalah dan ra dalam bacaan surat-surat al-Qur’an dengan benar
Indikator
Pembacaan qalqalah sugra terjadi jika salah satu dari lima huruf qalqalah mempunyai arti sukun dan ditempatkan di tengah-tengah kata. Sedangkan pembacaan qalqalah kubra terjadi apabila salah satu dari lima huruf qalqalah mempunyai arti sukun di akhir kata dan dibaca mati/sukun.
Siswa membaca dan mempelajari berbagai literatur tentang hukum membaca qalqalah dan ra hingga dapat menjelaskannya. Siswa membaca surat pendek Al-Qur’an agar dapat menerapkan hukum membaca qalqalah dan ra dengan benar. Siswa membaca dan mempelajari berbagai literatur dan kitab suci yang ada agar dapat menjelaskan secara benar keimanan terhadap kitab-kitab Tuhan.