PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Identifikasi Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
TINJAUAN PUSTAKA
Keselamatan Pasien
- Pengertian Keselamatan Pasien
- Tujuan Keselamatan Pasien
- Insiden Keselamatan Pasien
- Meningkatkan Keselamatan Pasien
- Peraturan Keselamatan Pasien di rumah sakit di Indonesia
- Peraturan Keselamatan Pasien di Puskesmas di Indonesia
- Peraturan Mengenai Akreditasi Puskesmas yang terkait dengan
Sesuai Permanke nomor 46 tahun 2015, salah satu hal yang dinilai untuk akreditasi puskesma adalah Peningkatan Mutu Klinik dan Keselamatan Pasien (PMKKP)25. Upaya peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien merupakan tanggung jawab seluruh staf klinis yang memberikan pelayanan pasien. Upaya keselamatan pasien dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian tak terduga (KTD), yaitu cedera atau hasil yang tidak sesuai harapan, yang terjadi bukan karena kondisi pasien, melainkan karena penatalaksanaan klinis.
Pimpinan puskesmas harus mengaktifkan, mengalokasikan, dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis dan upaya keselamatan pasien sesuai anggaran dan sumber daya yang tersedia di puskesmas. Kami menganalisis data kualitas layanan klinis dan keselamatan pasien untuk menentukan rencana dan langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas layanan klinis dan keselamatan pasien. Upaya peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien hanya dapat terlaksana apabila sudah jelas siapa yang bertanggung jawab atas upaya tersebut.
Tanggung jawab pelaksanaan dapat dilakukan dengan membentuk tim peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien di Puskesmas yang mempunyai program kerja yang jelas. Terdapat rencana dan program peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Implementasi peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien yang efektif dan efisien memerlukan perencanaan yang matang berdasarkan data pemantauan mutu pelayanan klinis dan tujuan keselamatan pasien yang telah ditetapkan.
Rencana peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien disusun dengan mempertimbangkan peluang keberhasilan dan ketersediaan sumber daya. Untuk mencapai perbaikan yang berkesinambungan, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien. Hasil evaluasi terhadap upaya peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien hendaknya dikomunikasikan untuk meningkatkan motivasi staf dan meningkatkan keberlanjutan upaya peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien.
Proses dan hasil kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien disosialisasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan klinis. Hasil peningkatan mutu pelayanan klinis dan keselamatan pasien dilaporkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.
Budaya Keselamatan Pasien
- Definisi
- Komponenen Budaya Keselamatan Pasien
Budaya keselamatan pasien mempengaruhi skala prioritas dalam pelayanan kesehatan, sehingga budaya keselamatan pasien menentukan perilaku dokter dan staf. Selain itu, budaya keselamatan pasien juga membentuk persepsi dokter dan staf terhadap perilaku “normal” terkait keselamatan pasien di lingkungan kerjanya, yang membentuk persepsi tentang tindakan mana yang patut mendapat pujian dan tindakan mana yang patut mendapat hukuman (baik secara formal oleh pimpinan maupun pimpinan). secara lisan). secara informal oleh rekan kerja dan anggota tim). Untuk itu budaya keselamatan pasien mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk motivasi seseorang untuk melakukan perilaku aman.
Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) menerbitkan kuesioner Survei Rumah Sakit tentang Budaya Keselamatan Pasien, yang menilai budaya keselamatan pasien berdasarkan 12 dimensi dalam 48 pertanyaan. Untuk mengetahui perubahan budaya keselamatan pasien dari waktu ke waktu, 4. Analisis pengaruh budaya terhadap tindakan keselamatan pasien, 5. Perbandingan aspek internal dan eksternal budaya keselamatan. Supervisor atau manajer mempertimbangkan saran karyawan untuk meningkatkan keselamatan pasien, memuji karyawan ketika karyawan mengikuti prosedur keselamatan pasien, dan tidak mengabaikan masalah keselamatan pasien.
Karyawan diberitahu mengenai kesalahan yang terjadi, diberikan umpan balik atas perubahan yang dilakukan, dan dilakukan diskusi mengenai cara mencegah kesalahan. Manajemen menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keselamatan pasien dan menunjukkan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama 9. Unit. Sistem dan prosedur yang diterapkan baik dalam mencegah kesalahan dan masalah keselamatan pasien.
Puskesmas PONED
Sedangkan tim non kesehatan wajib memberikan pelayanan di fasilitas pelayanan, sebagai tenaga penunjang kelancaran pelaksanaan PONED di Puskesmas.
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Populasi dan Subjek Penelitian
Seleksi
- Kriteria Inklusi
- Kriteria Eksklusi
Teknik Sampling dan Besar Sampel
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Karyawan diberitahu tentang kesalahan yang dibuat, menerima umpan balik tentang perubahan yang dilakukan dan dibahas bagaimana kesalahan dapat dicegah. 7 Staffing Jumlah pegawai mencukupi. mengatasi beban kerja yang ada dan memiliki jam kerja yang sesuai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Manajemen menciptakan suasana kerja yang mendukung keselamatan pasien dan menunjukkan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama.
9 Kerjasama antar unit Unit-unit yang ada saling bersinergi dan berkoordinasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Instrumen Penelitian
- Uji Validitas dan Reabilitas
Peneliti akan melakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu, karena menggunakan sumber selain bahasa Indonesia.
Alur Penelitian
- Pengeumpulan Data
- Pengolahan Data
Sangat setuju/selalu dinilai 5 Setuju/sering dinilai 4 Netral/kadang-kadang dinilai 3 Tidak setuju/jarang dinilai 2 Sangat tidak setuju/tidak pernah dinilai 1. Data yang dimasukkan diperiksa ulang untuk memastikan tidak ada kesalahan, baik kesalahan pengkodean maupun kesalahan pembacaan kode.
Analisis Penelitian
Rencana Penyajian Hasil
Survei Budaya Keselamatan Pasien Rumah Sakit AHRQ: Panduan Pengguna: Badan Penelitian dan Mutu Layanan Kesehatan; 2016. 5 Karyawan di departemen Anda bekerja lebih lama dari jam kerja maksimum, yang merupakan hal terbaik untuk keselamatan pasien. Kita bekerja dalam situasi krisis, yang berarti kita harus mencapai banyak hal dalam waktu singkat.15 Keselamatan pasien tidak demikian.
Di wilayah/unit Puskesmas tempat anda bekerja, apabila terjadi kesalahan, seberapa sering hal ini dilaporkan? Harap menilai keselamatan pasien secara keseluruhan di unit area/unit kebersihan tempat Anda bekerja. Silakan isi apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan pernyataan di bawah ini mengenai Puskesmas kota tempat Anda bekerja.
9 Manajemen Puskesmas nampaknya hanya tertarik pada masalah keselamatan pasien jika terjadi kejadian yang tidak diharapkan.