PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN KLASIFIKASI KEUANGAN TERHADAP SIKAP KONSUMTIF MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KELAS 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) ilmu ekonomi terhadap membaca dan literasi. mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015 (2) pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap konsumsi mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015 (3) pengaruh pemahaman keuangan terhadap sikap konsumsi mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2015. PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN GAYA HIDUP KEUANGAN TERHADAP SIKAP KONsumtif Mahasiswa S1.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh lingkungan keluarga terhadap literasi keuangan mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015 (2) pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap konsumsi dan (3) pengaruh literasi keuangan terhadap sikap konsumsi mereka. Apalagi penelitian ini disajikan dalam bentuk disertasi dengan judul “Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Literasi Keuangan Terhadap Sikap Konsumsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Angkatan 2015”.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan tinjauan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk mengetahui kecenderungan sikap konsumsi pada kalangan mahasiswa S1 angkatan 2015 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2015 mempunyai gaya konsumtif yang tinggi, padahal orang tuanya, pihak kampus dan lingkungan sekitarnya sudah mengajarkan tentang literasi keuangan.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Bagi para pembaca, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan pengaruh lingkungan keluarga dan pemahaman keuangan terhadap sikap konsumen serta dapat dijadikan acuan dalam penelitian selanjutnya. Lusardi dan Mitchell (2008:7) menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan komponen penting dalam mengambil keputusan yang tepat. Berdasarkan beberapa definisi literasi keuangan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan keuangan adalah pengetahuan dan pemahaman.
Dari faktor-faktor yang telah dijelaskan maka dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi literasi keuangan antara lain adalah status sosial ekonomi orang tua, pendidikan keuangan keluarga, pembelajaran keuangan pada pendidikan tinggi. Faktor-faktor tersebut sejalan dengan variabel independen dalam penelitian ini yang dianggap mempengaruhi pengetahuan keuangan yaitu lingkungan keluarga.
Penelitian yang Relevan
Perbedaan dalam penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan variabel eksogen dari lingkungan keluarga serta variabel endogen literasi keuangan dan sikap konsumen. Sedangkan penelitian ini menggunakan variabel lingkungan keluarga, teman sebaya, pengendalian diri, dan literasi keuangan serta variabel terikat yaitu perilaku konsumen. Peran orang tua, kelompok teman sebaya dan pemahaman keuangan juga mempengaruhi perilaku konsumsi siswa sebesar 43,3%.
Sedangkan penelitian ini menggunakan variabel persepsi peran orang tua, teman sebaya dan literasi keuangan, serta variabel dependen yaitu perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan mempunyai pengaruh sebesar -0,464 terhadap perilaku konsumsi mahasiswa dengan signifikansi negatif.
Kerangka Berfikir
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap financial literacy mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2015
Perbedaan lain juga terdapat pada subjek penelitian, penelitian ini menggunakan mahasiswa S2 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015, sedangkan penelitian ini menggunakan siswa program IPS SMA Negeri 1 Surakarta.
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap konsumtif mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2015
Pengaruh Financial Literacy terhadap Sikap Konsumtif mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel bebas, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membandingkan atau menghubungkan variabel yang satu dengan variabel yang lain (Sugiyono: 2013). Sedangkan penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan filosofi positivisme, digunakan untuk menyelidiki populasi/sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan, ditentukan (Sugiyono, 2013:14).
Populasi dan Sampel
Angket/kuesioner
Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diberikan kepada siswa sebagai responden untuk memperoleh data mengenai lingkungan keluarga dan sikap konsumen. Tes yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil modifikasi tesis Rohmah (2015), yaitu berupa serangkaian pertanyaan yang dibagi menjadi indikator tingkat literasi keuangan. Tes yang dimaksud adalah tes tertulis pilihan ganda yang harus dijawab oleh siswa untuk mengukur tingkat literasi keuangan siswa.
Dokumentasi
Respon setiap instrumen dengan menggunakan skala likert berkisar dari sangat positif hingga sangat negatif. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial (Sugiyono, 2015:134).
Uji Coba Instrumen
- Uji Validitas Instrumen
- Uji Reliabilitas
- Analisis Deskriptif
- Analisis Jalur
- Deskripsi Data Statistik
- Pengaruh lingkungan keluarga terhadap financial literacy
- Pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap konsumtif
- Pengaruh financial literacy terhadap sikap konsumtif
Berdasarkan perhitungan tren variabel lingkungan keluarga (lihat Lampiran 5), sebaran tren variabel dapat dilihat pada Tabel 11. Instrumen variabel pendidikan keuangan berupa tes dengan 20 soal yang dimodifikasi dari tesis Rohmah (2014 ) dengan 181 siswa sebagai responden. Pemberian skor pada tes literasi keuangan artinya setiap jumlah soal yang benar dikalikan 5 sehingga diperoleh skor maksimal 100.
Berdasarkan perhitungan tren variabel financial skill (lihat lampiran 5), sebaran tren variabel dapat dilihat pada tabel 13. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel financial skill memiliki tren sedang yaitu 67% atau berjumlah 122 siswa. Berdasarkan perhitungan tren variabel financial skill (lihat lampiran 4), sebaran tren variabel dapat dilihat pada tabel 15.
Berdasarkan hasil uji koefisien menunjukkan bahwa lingkungan keluarga secara simultan mempengaruhi literasi keuangan sebesar 3,6%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap literasi keuangan sehingga membuktikan hipotesis pertama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh negatif terhadap sikap konsumen, sehingga hipotesis kedua terbukti.
Berdasarkan hasil uji koefisien jalur diperoleh angka koefisien jalur variabel literasi keuangan sebesar -0,187 dengan p < 005. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap sikap konsumen sehingga membuktikan hipotesis ketiga. . Artinya semakin tinggi tingkat literasi keuangan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2015 maka semakin rendah pula sikap konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2015.
Pembahasan Hasil Penelitian
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap financial literacy
Berdasarkan hasil uji koefisien jalur diperoleh angka koefisien jalur variabel lingkungan keluarga sebesar -0,512 dengan p < 0,05. Artinya semakin baik lingkungan keluarga mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2015 maka semakin rendah pula sikap konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2015. Jorgensen (2007) berpendapat bahwa anak yang mempunyai sense of finance dipengaruhi oleh tingkat keuangan yang tinggi. literasi orang tuanya.
Keluarga memegang peranan penting dalam pengasuhan anak, yang akan memimpin dalam setiap proses pembelajaran. Dalam proses pengajaran literasi keuangan, orang tua berperan penting dalam mendukung anak agar memiliki tingkat literasi keuangan yang baik. Semakin baik keluarga mengetahui cara mengelola keuangan dengan baik, mendidik anak agar tidak boros dalam membelanjakan uang, maka akan semakin tinggi pula tingkat literasi keuangan anak.
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap konsumtif
Jika keluarga menerapkan gaya hidup yang mengarah pada gaya hidup konsumtif maka perilaku anak juga akan cenderung ke arah gaya hidup konsumtif dan begitu pula sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa orang tua berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku anak dan hendaknya orang tua juga menjadi teladan yang baik bagi anak dalam menghadapi permasalahan gaya hidup anak agar terhindar dari pola hidup konsumtif. Namun semakin rendah lingkungan keluarga maka akan semakin tinggi. juga sikap anak-anak terhadap gaya hidup konsumennya.
Pengaruh financial literacy terhadap sikap konsumtif
Keterbatasan Penelitian
Semakin baik keluarga mengajarkan anak untuk tidak berperilaku konsumtif maka akan semakin rendah pula sikap anak terhadap gaya hidup konsumtif. Semakin tinggi pengetahuan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2015 tentang keuangan maka semakin rendah pula sikap konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi UNY angkatan 2015.
Implikasi
Orang tua memegang peranan penting dalam mendukung anak memiliki tingkat pengetahuan keuangan yang baik sehingga anak terhindar dari sikap-sikap yang mengarah pada perilaku konsumtif. Terbukti terdapat pengaruh negatif lingkungan keluarga terhadap sikap konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015. Terbukti terdapat pengaruh negatif literasi keuangan terhadap sikap konsumsi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2015.
Peningkatan pengetahuan keuangan akan mampu menurunkan sikap mahasiswa terhadap sikap yang mengarah pada perilaku konsumtif. Seseorang dengan literasi keuangan yang tinggi akan menjadi konsumen yang cerdas dalam membeli atau menggunakan barang sesuai dengan kebutuhannya sehingga menurunkan sikap terhadap perilaku konsumen.
Saran
Mahasiswa diharapkan dapat lebih mendalami pemahaman keuangan, sehingga ilmu keuangan ini nantinya dapat lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami keuangan, siswa akan mampu mengelola keuangannya dengan baik, terhindar dari sikap konsumeris. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian serupa, penulis menyarankan untuk menggunakan responden yang tidak hanya mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2015, serta variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengeluaran rata-rata per penduduk per bulan di perkotaan dan pedesaan menurut kelompok produk dan kelas pengeluaran per penduduk per bulan, 2013-2016. Pengaruh kecerdasan spiritual, lingkungan keluarga dan pembelajaran di perguruan tinggi terhadap tingkat keterampilan finansial mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Yogyakarta. Pengaruh pemahaman keuangan terhadap perilaku konsumen remaja pada program studi IPS di SMA Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2012/2013.
Dari: http://ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-lindung-konsumen/Pages/Financial Literasi.aspx. Belanja online dan perilaku konsumen mahasiswi Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
INSTRUMEN PENELITIAN
- Instrumen Penelitian Sebelum Uji Validitas B. Instrumen Penelitian Sesudah Uji Validitas
- Lingkungan Keluarga Indikator No
- Sikap Konsumtif
- Financial Literacy
- Lingkungan Keluarga No
11 Orang tua menyisihkan uang untuk ditabung daripada membeli barang yang tidak dibutuhkan. 12 Orang tua mempunyai gaya hidup. 2 Saya menghabiskan uang untuk bersenang-senang bersama teman, seperti jalan-jalan, makan di luar, dan rekreasi. 13 Saya senang jika saya mempunyai sesuatu yang modis dan diinginkan oleh remaja dulu.
Jenis uang yang beredar di masyarakat dan berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah yang dikeluarkan oleh bank sentral disebut. Pada usia 50 tahun, Rob menyadari bahwa ia membutuhkan uang untuk pensiun dan mulai menabung sebesar Rp. Jika Juan dan Elva menyisihkan uang untuk keadaan darurat, manakah bentuk tabungan berikut yang memberikan manfaat paling kecil saat mereka membutuhkannya?
2 Saya menghabiskan uang untuk bersenang-senang dengan teman, seperti jalan-jalan, makan di luar, dan rekreasi. 3 Saya lebih suka menyisihkan uang saya untuk ditabung, dibandingkan membeli barang yang tidak diperlukan. 4. Saya tidak memikirkan jumlah uang yang harus saya keluarkan untuk membeli barang-barang yang saya sukai, meskipun saya tidak membutuhkannya.
7 Saya lebih suka makan di kafe daripada di warung pinggir jalan 8 Saya bersedia mengeluarkan banyak uang. 12 Saya senang jika pertama kali memiliki sesuatu yang lagi ngetren dan diinginkan remaja. 13 Saya suka nongkrong di tempat keren untuk berfoto dan membagikannya ke media sosial 14 Saya menyukai berbagai hal.
UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS
Uji validitas dan uji reliabilitas variabel lingkungan keluarga
Uji validitas dan uji reliabilitas variabel sikap konsumtif
Lingkungan Keluarga
Tabulasi data variabel lingkungan keluarga B. Tabulasi data variabel financial literacy
Tabulasi data variabel sikap konsumtif
HASIL DESKRIPTIF
KECENDERUNGAN VARIABEL
UJI PRASYARAT ANALISIS
Uji Normalitas B. Uji Linearitas
DATA ANALISIS JALUR
Number of observed variables: 3 Number of unobserved variables: 2 Number of exogenous variables: 3 Number of endogenous variables: 2. Number of distinguishing sample moments: 6 Number of distinguishing parameters to be estimated: 6 Degrees of freedom (6 - 6): 0.