Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan bagi penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pelayanan dan Keyakinan Terhadap Keputusan Menabung pada Bank (BRI) Unit Pelattoang Kab. .Dan semua pihak yang namanya belum dapat penulis sebutkan satu per satu, telah memberitahukan kepada penulis dalam bentuk apa pun.
Latar Belakang
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana pengaruh pelayanan dan kepercayaan terhadap keputusan menabung pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pelattoang Kabupaten Majene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan dan kepercayaan terhadap keputusan menabung pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pelattoang Kabupaten Majene. Semakin baik kualitas pelayanan bank maka semakin besar pula minat nasabah untuk menabung pada bank tersebut.
Pelayanan dan kepercayaan diduga mempunyai pengaruh positif terhadap minat nasabah menabung di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pelattoang. Analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh pelayanan dan kepercayaan terhadap keputusan menabung pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pelattoang di kabupaten. Dari hasil penelitian juga ditemukan bahwa pelayanan dan kepercayaan pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pelattoang mempunyai pengaruh positif terhadap keputusan menabung.
Artinya semakin besar pelayanan dan kepercayaan maka semakin besar pula keputusan nasabah untuk menabung di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pelattoang.
Rumus Msalah
Tujuan Penelitian
Manfaat penelitian
Semakin banyak pengaduan yang diterima suatu bank menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bank tersebut kurang lancar. Sasaran penelitian ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang beralamat di Jl. Sejarah berdirinya Bank Rakyat Indonesia tidak lepas dari beberapa perubahan nama sebelum Bank Rakyat Indonesia sendiri menjadi.
Menyusul proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan Keputusan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946, didirikanlah Bank Rakyat Indonesia sebagai bank pemerintah, yang semula berturut-turut bernama Algemeene Volkscredietbank (AVB) dan Sycomin Ginko. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1946 diperbarui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1951 tanggal 20 April 1951, menjadikan Bank Rakyat Indonesia sebagai bank perantara. Untuk lebih jelasnya mengenai pembagian tugas pada struktur organisasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil uji t yang diperlukan untuk menguji signifikansi konstanta dan variabel bebas.Di antara variabel pelayanan dan kepercayaan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan menabung dengan arah positif yang berarti semakin baik pelayanan pegawai di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pelattoang maka akan semakin tinggi pula minat Nasabah menabung di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pelattoang semakin meningkat.
Pengertian Pelayaran
Pelayanan Dalam pandangan Islam
Kualitas Pelayanan
Responsiveness adalah kemampuan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan akurat kepada pelanggan, dengan cara menyampaikan informasi yang jelas atau tidak membuat pelanggan menunggu terlalu lama tanpa kejelasan, serta memberikan solusi permasalahan pelanggan dengan cepat sesuai janji. Jaminan adalah pengetahuan, kesopanan, dan kemampuan karyawan perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.
Nasabah
Distorsi selektif menggambarkan kecenderungan orang untuk menafsirkan informasi dengan cara yang mendukung apa yang mereka yakini. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi pelanggan adalah proses pelanggan dalam memilih, mengelola dan menafsirkan informasi yang diterima dan kemudian menanggapi informasi tersebut.
Persepsi Nasabah Tentang Kualitas pelayanan
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan nasabah berpengaruh terhadap perilaku nasabah, karena ketika pelayanan yang diberikan bank kepada nasabah tidak ada atau kurang memuaskan maka nasabah akan merasa kecewa dan bisa jadi nasabah akan merasa kecewa. mencari bank lain yang dapat memenuhi keinginan mereka. Dengan demikian, persepsi nasabah terhadap kualitas layanan merupakan proses nasabah dalam memilih, mengelola, dan menafsirkan informasi yang diperoleh mengenai layanan yang diberikan bank kepada nasabah, kemudian direspon dengan tindakan.
Minat Menabung Nasabah
Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, “bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. dari banyak orang." Setelah memperoleh dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, bank mengembalikannya atau menjualnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman/kredit (lending). Sebagai lembaga keuangan yang berperan penting dalam perekonomian negara, perbankan harus mampu menghimpun banyak sumber dana, terutama dari masyarakat.
Keputusan Menjadi Nasabah
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa minat menabung merupakan suatu keinginan yang timbul dari diri sendiri untuk menyimpan uangnya di bank untuk tujuan tertentu. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa minat menabung merupakan suatu kekuatan yang mendorong individu untuk memperhatikan aktivitas menabung di bank yang dilakukan secara sadar, tanpa paksaan dan dengan rasa puas. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat menabung dapat dipengaruhi oleh faktor individu, faktor sosial, faktor kemampuan dan faktor kemauan.
Promosi
Presepsi Tentang Promosi
Kerangka Pikir
Berbagai cara dilakukan dalam memasarkan produknya kepada nasabah agar nasabah tertarik dengan apa yang dipromosikan oleh bank sehingga minat tersebut meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap bank dan hal ini mempengaruhi minat nasabah untuk menggunakan produk bank tersebut. Dengan merespon keinginan nasabah maka nasabah akan merasa lebih dihargai oleh bank sehingga minat nasabah untuk menabung di bank akan meningkat. Dengan promosi yang tepat, Anda akan mampu menarik minat nasabah untuk menggunakan produk yang ditawarkan bank.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan sampel
Analisis regresi yaitu menganalisis pengaruh variabel pelayanan dan kepercayaan terhadap keputusan menabung di BRI. Hasil tersebut juga menunjukkan data singkat dari sembilan item pertanyaan yang mencakup mean dan standar deviasi sembilan item yaitu 50,37 dan 4,422. Hasil tersebut juga menunjukkan data singkat dari sembilan item pertanyaan yang mencakup mean dan standar deviasi sembilan item tersebut, yaitu 29,77 dan 2,373.
Hasil penelitian ini dengan demikian menerima hipotesis yang berarti pelayanan dan kepercayaan berpengaruh terhadap keputusan menabung nasabah. Berdasarkan uji reliabilitas respon dari 30 responden, hasil pengukuran variabel pelayanan pegawai berjumlah 1501 respon, dengan respon terendah 41 dan respon tertinggi 60, sehingga diperoleh rata-rata skor respon (nilai mean) sebesar 50,03 dengan standar deviasi sebesar 4,664. Hasil tersebut juga menunjukkan data singkat dari dua belas soal yang meliputi mean dan deviasi standar masing-masing item, diikuti dengan mean dan deviasi standar keenam item yaitu 4,664 dan 4,664. Variabel budgetary lean Employee Service menunjukkan bahwa variabel kepercayaan pelanggan reliabel dengan Cronbach alpha 0,879 yang berarti 0,879 > 0,60.
Hasil tersebut juga menunjukkan ringkasan data dari tujuh soal yang meliputi mean dan deviasi standar untuk sembilan item yaitu 29,77 dan 2,373.
Tehnik Pengumpulan Data
Jenis dan Sumber Data
Artinya, data yang diterima berupa informasi, baik lisan maupun tulisan, berupa data atau catatan akuntansi. Secara khusus data diperoleh dari dokumen perusahaan dan informasi tertulis lainnya yang berasal dari pihak-pihak yang berkaitan erat dengan penelitian ini.
Metode Analisis
Uji Hipotesis
Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan menerapkan hasilnya pada populasi. Teknik statistik ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian, dilakukan dalam tahap uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dan uji homogenitas merupakan uji prasyarat analisis untuk mengetahui apakah suatu data dapat diuji dengan menggunakan analisis inferensial dengan statistik parametrik atau menggunakan statistik non parametrik. Apabila syarat normalitas dan homogenitas tidak terpenuhi maka analisis dilanjutkan dengan statistik non parametrik, namun apabila memenuhi syarat normal maka dilanjutkan dengan uji t. Uji ini digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individu dan mengasumsikan bahwa variabel dependen lainnya adalah konstan. Jika nilai t-score>t-tabel maka variabel independen secara individual mempengaruhi variabel independen, sebaliknya jika nilai t-score < t tabel maka variabel independen secara individual tidak mempengaruhi variabel dependen.
Devenisi Operasional
Sumber : Hasil pengolahan data primer dengan menggunakan SPSS data olahan) Dari tabel tersebut berdasarkan respon 30 responden maka hasil pengukuran variabel pelayanan pegawai berjumlah 1501 respon dengan respon terendah 41 dan respon tertinggi 60. jadi diperoleh skor tanggapan rata-rata (mean) sebesar 50,03 dengan standar deviasi sebesar 4,664. Hasil pengukuran variabel kepercayaan pelanggan pada tabel dapat dilihat, dari 30 responden sebanyak 1511 tanggapan yang diterima dengan tanggapan terendah 45 dan tanggapan tertinggi 60, sehingga skor tanggapan responden rata-rata 50,37 dengan standar deviasi 4,422. Hasil pengukuran variabel keputusan pelanggan untuk menabung pada tabel diperoleh sebanyak 893 respon dari 30 responden dengan respon terendah 28 dan respon tertinggi 35, sehingga skor respon responden rata-rata 29,77 dengan standar deviasi sebesar 5,633.
Hasil tersebut juga menunjukkan ringkasan data dari delapan belas soal yang meliputi mean dan deviasi standar setiap item, diikuti dengan mean dan deviasi standar keenam item yaitu 50,03 dan 21,757. Sedangkan hasil pengukuran variabel dependen keputusan menabung nasabah dari 30 responden diperoleh tanggapan sebanyak 893 tanggapan, dengan tanggapan terendah sebesar 28 dan tanggapan tertinggi sebesar 35, sehingga diperoleh skor tanggapan responden rata-rata sebesar 29,77 dengan standar deviasi. dari 29,77. dari 2.373.
Sejarah Perusahaan
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Hasil Penelitian
Statistik Deskriptif
Kawasan Majene merupakan salah satu kawasan yang terdapat kantor cabang Bank BRI yang mempunyai beberapa unit antara lain Bank BRI Unit Banggae, Bank BRI Unit Sendana, Bank BRI Unit Tinambung, Bank BRI Unit Pusat dan terakhir Bank BRI Unit Pelattoang. Unit Bank BRI Pellatoang sendiri merupakan bagian dari kantor unit BRI Kanca Majene yang awalnya merupakan teras Unit BRI Sendana pada tahun 2009. Setelah beberapa tahun dikelola disertai dengan pengembangan yang baik, teras tersebut kemudian dijadikan sebagai kantor BRI Pelattoang Unit mulai 16 November 2013 sampai sekarang.
Salah satu faktor yang harus diperhatikan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya adalah struktur organisasi. Melakukan pembinaan secara aktif untuk meningkatkan kapabilitas pegawai di unit Kanca, Kancapem dan BRI untuk meningkatkan kualitas pada masing-masing fungsi seperti: fungsi pemasaran, operasional dan support.
Hasil Uji Kualitas Data
Karena profitabilitas (0,000) kurang dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi keputusan menabung nasabah. Hubungan antara variabel pelayanan dan kepercayaan serta variabel keputusan menabung secara bersama-sama dapat dirinci sebagai berikut. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa 65,3% keputusan menabung dipengaruhi oleh pelayanan dan kepercayaan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Hasil Asumsi Klasik
Pembahasan Penelitian
Dari hasil output reliabilitas variabel pelayanan anggaran dapat diketahui bahwa variabel pelayanan pegawai reliabel dengan Cronbach's alpha sebesar 0,908 yang berarti 0,908 > 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi cocok untuk memprediksi dampak pelayanan karyawan dan kepercayaan nasabah terhadap keputusan menabung nasabah. Selain itu, berdasarkan regresi linier terlihat bahwa pengaruh pelayanan dan kepercayaan terhadap variabel keputusan menabung adalah positif, dimana semakin besar skor variabel pelayanan dan kepercayaan maka semakin besar pula skor keputusan menabung.