• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi YUNI KRISTINA 142010029]

N/A
N/A
Happy Kids

Academic year: 2025

Membagikan "skripsi YUNI KRISTINA 142010029]"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

Apa permasalahan yang di hadapi guru mata pelajaran Geografi dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 1 Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Permasalahan guru mata pelajaran geografi dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 1 Kayan Hilir Kabupaten Sintang.

Pengertian Kurikulum Merdeka Belajar

Tujuan Kurikulum Merdeka Belajar

Melihat pada perilaku yang sesuai dengan ajaran dan nilai- nilai moral yang diajarkan oleh agama tertentu. Keenam dimensi dari Profil Pelajar Pancasila di atas merupakan karakter dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pelajar Indonesia.

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Tahap terakir adalah penyempurnaan, yang bertujuan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap implementasi kurikulum merdeka belajar. Pengenalan konsep dan nilai-nilai yang diperkenalkan dalam kurikulum merdeka belajar dilakukan kepada semua pemangku kepentingan.

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Selain pelajaran akademik, kurikulum merdeka belajar juga fokus pada membentuk kepribadian siswa yang sesuai dengan nilai- nilai Pancasila, seperti jujur, cinta tanah air, demokrasi, gotong royong, dan menghormati perbedaan. Penilaian untuk kurikulum merdeka di sekolah penggerak dilakukan dengan menerapkan penilaian yang komprehensif, yang bertujuan mendorong siswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan minat dan bakat mereka, tanpa memberi beban untuk mencapai skor minimum yang telah ditetapkan oleh kurikulum merdeka.

Konsep Kurikulum Merdeka

Dalam konsep kurikulum merdeka belajar, penilaian dilakukan lebih bersifat fleksibel, artinya siswa tidak hanya dinilai menurut hasil ujian atau tes tertulis. Konsep merdeka belajar adalah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan memberdayakan bagi siswa.

Kelebihan dan Kekurangan Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka Kelebihan dari kurikulum merdeka belajar yang dirancangkan

Kurikulum merdeka cukup memakan waktu dan biaya, karena pengetahuan setiap siswa dalam proses pembelajarannya unik, penerapan kebebasan berekpresi siswa jelas membutuhkan banyak waktu dan biaya. Pengalaman kuliah seseorang menjadi kunci untuk menentukan seberapa baik seseorang bias mejadi guru yang menerapkan konsep kemerdekaan belajar.hal ini semakin penting dengan dirilisnya kurikulum merdeka belajar yang baru.

Perbedaan kurikulum merdeka dari kurikulum sebelumnya

Sedangkan dalam kurikulum merdeka, struktur kurikulumnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Dalam kurikulum merdeka, menekankan pada penilaian yang terus-menerus untuk menyusun pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa.

Pengertian Permasalahan Guru Geografi

Kesulitan yang dialami dalam menerapkan kurikulum merdeka yaitu kesulitan dalam menganalisis capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan kesulitan dalam menyusun modul ajar. Penelitian skripsi yang dilakukan oleh Meisin yang berjudul “Problematika Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar pada Siswa Kelas I dan IV di SDN 17 Rejang Lebong” Curup, tahun 2022.

Latar Penelitian a. Subjek/informan

Dalam penelitian ini yang menjadi informan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Kayan Hilir, Waka kurikulum, 1 orang guru geografi kelas X SMA Negeri 1 Kayan Hilir Kabupaten Sintang. Dalam penelitian ini data sekunder yang digunakan berupa dokumen sekolah yang meliputi profil sekolah, modul, alur tujuan pembelajaran , capaian pembelajaran, yang berkaitan dengan kurikulum merdeka.

Teknik dan Alat Pengumpul Data a. Teknik Pengumpul data

Data primer adalah data yang di dapatkan secara langsung dari informan dilapangan yaitu melalui wawancara mendalam. Wawancara dilakukan secara berlangsung, yang menjadi objek adalah kepala sekolah SMA Negeri 1 Kayan Hilir, waka kurikulum dan satu orang guru mata pelajaran geografi. Pedoman observasi yaitu daftar atau catatan yang berisi halp hal yang akan diteliti tujuanya untuk mengumpulkan data dengan cara bertanya langsung kepada objek yang sedang diteliti tentang permasalahan guru mata pelajaran geografi dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar.

Pedoman wawancara berisi pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Kepala Sekolah, 1 orang guru mata pelajaran geografi SMA Negeri 1 Kayan Hilir Kabupaten Sintang.

Teknik Analisis Data

Kegiatan reduksi data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah melihat apakah data-data sudah terkumpul dengan lengkap dan sempurna. Memastikan semua dokumen- dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini sudah terkumpul dengan lengkap serta memastikan semua subjek penelitian sudah di amati dan dimintai datanya. Data yang diredukasi dalam penelitian ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapai guru mata pelajaran geografi kelas X dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar.

Peneliti melakukan pembahsan untuk menarik kesimpulan dan veritifikasinya berdasarkan redukasi dan sajian data yang dilakukan.

Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah didapatkan melalui beberapa sumber data yang didapatkan, dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Untuk menguji kredibilitas data dibandingkan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan menggunakan berbagai teknik. Pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data terkait untuk memilih data mana yang dianggap benar.

Keadaan Guru dan siswa SMA Negeri 1 Kayan Hilir a. Keadaan guru

Sebagai hasil temuan berdasarkan observasi dan wawancara terkait analisis permasalahan guru mata pelajaran geografi kelas X dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 1 Kayan Hilir Kabupaten Sintang adalah sebagai berikut:.

Penerapan kurikulum merdeka belajar

Selanjutnya dipertegas oleh bapak Yapet, S.Pd selaku guru geografi kelas X beliau mengatakan: “Kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka tidak jauh berbeda karena kurikulum merdeka merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Selanjutnya dipertegas oleh bapak Yapet, S.Pd selaku guru geografi kelas X beliau mengatakan: “Iya sudah ada, karena kurikulum merdeka merupakan hal yang baru, jadi sebelum menerapkanya guru pasti diberikan pembinaan”. Selanjutnya dipertegas oleh bapak Yapet, S.Pd selaku guru geografi kelas X beliau mengatakan: “Iya sudah menerapkanya”.

Pertanyaan kesepuluh peneliti menanyakan” Apa saja bentuk perencanaan yang disusun dalam menenrapkan kurikulum merdeka belajar bapak/ibu?” jawaban ibu Ana Munlia, S.Pd selaku kepala sekolah mengatakan: “Capaian pembelajaran(CP), tujuan pembelajaran(TP), modul ajar.

Permasalahan guru mata pelajaran geografi kelas X dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar

Peneliti menanyakan pertanyaan keempat ” Apakah bapak/ibu memberikan dukungan secara material untuk mengatasi permasalahan pembelajaran geografi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Kepala sekolah memberikan dukungan secara material untuk mengatasi permasalaahan pembelajaran geografi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Waka Kurikulum selalu memberikan dukungan untuk kelancaran kegiatan belajar geografi.

Peneliti menanyakan pertanyaan keempat” Apakah bapak/ibu memberikan dukungan secara material untuk mengatasi permasalahan pembelajaran geografi.

Kesulitan dalam perencanaan pembelajaran

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Waka Kurikulum sudah menyediakan dana atau fasilitas fisik walaupun masih terbatas. Dari penjelasan di atas kesulitan perencanaan pembelajaran mempengaruhi kelancaran kegiatan belajar mengajar karena proses pembelajaran menjadi tidak terstruktur dan tidak terarah. Dari penjelasan di atas diketahui guru geografi mendapatkan dukungan dari sekolah untuk mengatasi kesulitan adminitrasi kurikulum merdeka belajar.

Dari penjelasan di atas guru geografi suah memikirkan strategi untuk mengatasi kesulitan perencanaan pembelajaran yang sedang dihadapinya.

Kurangnya media pendukung dalam pembelajaran

Dari penjelasan di atas guru geografi mengukur dampak kesulitan perencanaan pembelajaran dengan melakukan penilaian kepada siswa tujuannya untuk melihat perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan kurikulum merdeka belajar. Untuk hambatanya pasti ada ya saya ambil salah satu contoh media yaitu buku, buku teks ini sendiri materi yang ada didalamya sangat luas sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajarinya”. Dari jawaban di atas hambatan yang dihadapi guru geografi ketika menerapkan media pembelajaran contohnya suku, materi didalamya sangat luas membutuuhkan waktu lama untuk mempelajarinya.

Kurangnya akses internet yang dimiliki dalam pembelajaran Peneliti menanyakan pertanyaan pertama” Apakah bapak

Peneliti menanyakan pertanyaan keempat”Apakah bapak merasa membutuhkan dukungan tambahan atau sumber daya lainnya untuk mengatasi kendala kurangnya akses internet dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar?”. Peneliti menanyakan pertanyaan kelima” Apakah terdapat solusi yang telah bapak coba untuk mengatasi kendala kurangnya internet dalam penerapan kurikulum merdeka belajar?”. Dalam pelaksanaanya SMA Negeri 1 Kayan Hilir telah menerapkan berbagai aspek kurikulum merdeka belajar, salah satunya adalah penerapan profil Pelajar Pancasila dengan pembelajaran berbasis proyek.

Dari penelitian di SMA Negeri 1 Kayan Hilir sudah menerapkan berbagi konsep dari kurikulum merdeka salah satunya adalah pembelajaran berbasis proyek untuk kelas baik di sekolahan penerapan profil pelajar Pancasila.

Permasalahan Guru mata pelajaran geografi kelas X dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar

Permasalahan guru mata pelajaran geografi X dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar yaitu perencanaan pembelajaran yaitu ketika menganalisis Capaian Pembelajaran yang dibuat per fase, kemudian merumuskannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan menyusunnya dalam bentuk Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan mengembangkan modul ajar agar mudah dipahami oleh siswa. Untuk meningkatkan penerapan kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 1 Kayan Hilir, perlu segera merencanakan penerapannya untuk kelas XI dan XII, serta memberi pelatihan bagi guru. Implementasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Jember Tahun Pelajaran 2022/2023.

Problematika Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Siswa Kelas I dan IV di Sdn 17 Rejang Lebong.

Lembar observasi

Permasalahan guru mata

Kurangnya akses internet

Lembar Wawancara

Jenis informan: Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Guru geografi kelas X

Catatan Lapangan

Peneliti juga menyampaikan yang akan menjadi informan dalam penelitian yaitu Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan 1 Guru geografi kelas X. Untuk melakukan wawancara tentang bagaimana penerapan kurikulum merdeka belajar dan apa saja permasalahan yang dihadapi guru geografi dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar, guru geografi menjawab semua pertanyaan. Kemudian pada pukul 10.00 guru gteografi masuk kelas untuk mengajar, peneliti ikut masuk ke dalam kelas untuk melakukan observasi di dalam kelas, peneliti melihat guru geografi sudah menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Alur Tujuan Pembelajaran, Capaian pembelajaran, dan modul ajar.

Selanjutnya setelah jam istirahat guru geografi masuk ke kelas yang berbeda, penulis melihat guru geografi sudah menyiapkan perangkat pembelajaran seperti Atp, cp dan modul ajar.

Dokumentasi Pelaksanaan wawancara

Pada akhir fase ini peserta didik dapat menjelaskan dasar-dasar pemetaan, penginderaan jauh, dan SIG. Pada akhir fase ini peserta didik dapat menguraikan sistematika penulisan laporan dan menyusun laporan penelitian geografi. Pada akhir fase ini peserta didik dapat menjelaskan pembentukan, jenis, dan persebaran tanah di Indonesia.

Pada akhir fase ini peserta didik dapat menjelaskan klasifikasi tipe iklim dan pola iklim global. Pada akhir fase ini peserta didik dapat menjelaskan siklus air dan proses yang terjadi di dalamnya. Pada akhir fase ini peserta didik dapat menguraikan jenis-jenis perairan daran dan perairan laut.

Kegiatan Penutup

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpendapat menarik kesimpulan/generalisasi atas seluruh pembelajaran yang telah dilakukan hari ini dan kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran, kemudian guru melanjutkan dengan memberikan penguatan dalam kesimpulan tersebut. Guru menyampaikan kepada siswa untuk dapat membaca terlebih dahulu materi selanjutnya untuk di bahas pada pertemuan selanjutnya. Lapisan bumi memiliki struktur pembentuk dan kandungan kimia yang berbeda-beda, mulai dari bagian luar ke arah dalam, yang terdiri atas litosfer, astenosfer, dan barisfer.

Kerak Bumi (litosfer) berasal dari batuan yang terdiri atas berbagai jenis mineral, dan menjadi bagian paling tipis jika dibandingkan dua lapisan Bumi lainnya.

Proses gempa bumi dan gunung meletus apakah ada kaitanya dengan proses pergerakan material cair yang berada dalam astenosfer. Masing-masing kelompok diberikan artikel menarik dari media massa yang telah disiapkan guru terkait persebaran gunung- gunung api di Indonesia Selama beberapa puluh menit kedepan siswa berdiskusi dengan kelompoknya karakteristik salah satu gunung api yang menjadi bagian pembahasannya, kemudian mempresentasikan. Selama proses tanya jawab, diskusi, dan presentasi guru melakukan pengamatan dan penilaian sesuai rublik pengamatan/penilaian yang telah dibuat.

Dapur magma di litosfer adalah tempat berisi batuan cair yang sangat panas dan terus bergerak, atau yang lebih dikenal dengan sebutan magma.

PERTEMUAN 3 (Tenaga Endogen Seisme, tektonisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan)

Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Inti

Seisme dan tektonisme merupakan gerakan pada kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi (tenaga endogen), Seisme biasa disebut dengan istilah gempa bumi.

Tenaga Eksogen dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan) A. Kegiatan Pendahuluan

Guru menyampaikan kepada siswa untuk dapat membaca terlebih dahulu materi konsep geografi untuk di bahas pada pertemuan selanjutnya. Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar perut bumi dan mampu mengubah bentuk bumi maupun bentang lahan yang ada.

Tanah dan Upaya Konservasi Tanah) D. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan Penutup

Referensi

Dokumen terkait

Guru menyiapkan fisik dan psikis siswa dengan memberi salam dan mengajak siswa untuk berdo’a dilanjutkan menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa; meminta siswa menyiapkan

Guru menyiapkan fisik dan psikis siswa dengan memberi salam dan mengajak siswa untuk berdo’a dilanjutkan menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa; meminta siswa menyiapkan

Guru menyiapkan fisik dan psikis siswa dengan memberi salam dan mengajak siswa untuk berdo’a dilanjutkan menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa; meminta siswa menyiapkan

Guru menyiapkan fisik dan psikis siswa dengan memberi salam dan mengajak siswa untuk berdo’a dilanjutkan menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa; meminta siswa menyiapkan

Kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran, siswa dalam mengikuti apresepsi, siswa memperhatikan pembelajaran yang guru sampaikan,siswa aktif mengikuti permainan

Guru memperhatikan kesiapan siswa satu persatu dari depan kelas untuk mengikuti proses pembelajaran dengan memperhatikan buku-buku dan alat tulis yang akan digunakan siswa

1) Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.. 4 2) Guru Memberikan motivasi agar siswa lebih bersemangat dalam

a. Guru membimbing peserta didik untuk mempersiapkan diri secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran dengan melakukan berdoa, menanyakan kehadiran peserta