1
Latar Belakang Masalah
Perkawinan adalah suatu ikatan jasmani dan rohani antara seorang wanita dan seorang pria sebagai suami istri, dengan tujuan untuk mewujudkan keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal, berdasarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.1. Hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan diatur secara luas dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi. Begitu pula dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur tentang hak dan kewajiban suami istri.
34; Memenuhi Hak dan Kewajiban Suami Istri untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sakinah.” Fikih: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan dan Ekonomi Islam.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Tinjauan Penelitian Relevan
- Tinjauan Teori
- Teori Penemuan Hukum (Rechtsvinding)
- Teori Kepastian Hukum
- Perceraian
- Lemah Syahwat/Impotensi
- Kerangka Konseptual
- Bagan Kerangka Fikir
Terdapat persamaan antara penelitian yang dilakukan oleh Agustina dengan peneliti yaitu sama-sama membahas tentang perceraian akibat pasangan mengalami impotensi/impotensi, yang membedakan penelitian ini dengan penelitian Agustina adalah lokasi penelitiannya, dan penelitian ini membahas tentang analisa hukum Islam dalam menyelesaikan kasus impotensi, sedangkan penelitian Agustina membahas tentang persepsi pegawai perempuan UIN Jakarta terhadap perceraian yang disebabkan oleh laki-laki impoten. Tesis yang diteliti oleh Syamsidar berjudul “Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Tentang Perceraian Karena Pria Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kelas II A Sungguminas). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perceraian berarti salah satu pihak mempunyai hubungan fisik. cacat atau sakit yang mengakibatkan ketidakmampuan melaksanakan kewajibannya sebagai suami/istri.
Penelitian terdahulu telah mengkaji mengenai revisi hukum Islam dan hukum positif mengenai perceraian karena laki-laki impoten, sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan hanya berfokus pada pertimbangan hakim dalam penyelesaian perkara impotensi dan analisis hukum Islam dalam penyelesaian perkara impotensi. penyelesaian kasus impotensi. 12Syamsidar, “Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Tentang Perceraian Karena Pria Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kelas II A Sungguminas)” Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, 2016. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pengertian perceraian tidak diatur, namun hal-hal mengenai perceraian diatur dalam pasal 113 sampai 148 Kompilasi Hukum Islam (KHI).
Hal ini ditegaskan dalam Pasal 115 Kompendium Hukum Islam (KHI) yang berbunyi sebagai berikut: “Perceraian hanya dapat dilakukan di muka sidang pengadilan, setelah pengadilan mengadili dan gagal mendamaikan kedua belah pihak.” Berdasarkan Pasal 115 Kitab Undang-undang Hukum Islam (KHI) sebagaimana termuat di atas, perceraian dalam kacamata Kitab Undang-undang Hukum Islam (KHI) yang dimaksud adalah proses pengucapan ikrar cerai yang harus dilakukan sebelum sidang. dan disaksikan oleh hakim pengadilan agama. Salah satu pihak menderita cacat fisik atau sakit karena tidak mampu memenuhi kewajibannya sebagai suami istri.
Hukum Islam merupakan hukum yang mengatur kehidupan manusia di dunia untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, yaitu: salah satu pihak mengalami cacat fisik atau sakit akibat tidak mampu menjalankan kewajibannya sebagai suami/istri.
26
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Dan Pengelolaan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Pengadilan Agama Parepare resmi dibentuk pada tanggal 6 Maret 1958 menyusul dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 1958 yang mendirikan Balai Sidang Pengadilan Agama Parepare dengan nama Pengadilan Syariah Kota Parepare yang berkantor di serambi Pengadilan Agama Parepare. Masjid Agung Parepare (sekarang Masjid Raya Parepare) di bawah pimpinan K. Setelah satu atap di bawah naungan Mahkamah Agung RI, pembangunan gedung kantor Pengadilan Agama di seluruh Indonesia mendapat prioritas utama, termasuk Pengadilan Agama Parepare, dimana pada tahun anggaran 2007 berhasil menemukan lokasi kantor dengan posisi yang sangat strategis. Kini Kantor Pengadilan Agama Parepare berdiri megah di samping Kantor DPRD Kota Parepare.
Pengadilan Agama Parepare telah mendapatkan banyak penghargaan dalam perjalanannya, antara lain: penghargaan dari PTA sebagai pengadilan agama teladan pada tahun 1999. Untuk memudahkan penelitian ini dan fokus pada rumusan masalah, serta untuk membatasi penelitian guna menyeleksi yang baik dan benar. sumber data yang relevan. Peneliti hanya mengambil informasi dari data dan orang-orang yang bertugas di Pengadilan Agama Parepare.
Dalam hal ini berupa informasi dari narasumber yaitu ketua PA, hakim dan panitera Pengadilan Agama Parepare 2. Observasi merupakan teknik penelitian yang penulis gunakan dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk mengamati objek secara langsung agar lebih jelas. data. Keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian, sehingga keabsahan data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan.
Analisis data adalah proses meneliti dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya agar mudah dipahami dan temuannya dikomunikasikan kepada orang lain. Teknik analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan untuk memperoleh kesimpulan yang valid.
Pertimbangan Hakim dalam menyelesaikan perkara Lemah Syahwat No
Menimbang bahwa Majelis Hakim telah mendengarkan keterangan dua orang saksi dari keluarga penggugat yang hadir di persidangan dan ternyata keterangan para saksi tersebut memperkuat dalil-dalil penggugat, yaitu penggugat dan tergugat tidak. lebih lama berhubungan baik dengan seringnya perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan oleh kondisi tergugat yang menderita impotensi, sehingga tidak mampu memberikan pelayanan dan membahagiakan jiwa penggugat, apalagi mereka berdua sudah tidak tinggal bersama selama ini. kurang lebih 5 bulan tanpa adanya komunikasi lebih lanjut, sehingga keterangan para saksi tersebut dianggap telah memenuhi syarat formil dan materiil sebagai saksi, oleh karena itu pengadilan menilai bahwa keterangan tersebut dapat diterima dan dapat dijadikan alat bukti yang sah dan mengikat untuk memperkuat bukti. dalil-dalil gugatan penggugat. Dari keterangan dan keterangan para saksi di atas, pengadilan berpendapat bahwa dalil-dalil gugatan penggugat telah menjadi fakta yang membuktikan keadaan pribadi tergugat yang ternyata secara biologis tidak mampu membahagiakan penggugat karena tergugat menderita penyakit. impotensi/impotensi. Seseorang bisa mengalami impotensi karena disebabkan oleh beberapa hal, beberapa di antaranya mungkin merupakan kebiasaan buruk yang sudah berlangsung lama dan dilakukan dalam jangka waktu yang lama, seperti tubuh yang tidak lagi bugar karena kurang tidur, stres. , tidak sehat. kebiasaan makan, gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum minuman keras dan obat-obatan.
Faktor fisik juga dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan, iatrogenik (setelah operasi) dan gaya hidup yang tidak sehat.46. Impotensi organik adalah impotensi yang disebabkan oleh penyakit kelamin atau penyakit lain yang kemudian mengenai alat kelamin, sehingga kemampuan seksual menjadi tidak normal. Impotensi fungsional adalah impotensi yang disebabkan oleh gangguan saraf, penggunaan obat antihipertensi, antidepresan, obat penenang, obat-obatan terlarang seperti alkohol.
Seorang wanita yang menuntut cerai dari suaminya karena ketidakberdayaan suaminya, tidak dapat dikatakan tidak setia atau durhaka kepada suaminya karena tidak mau merawat suaminya dalam keadaan tidak berdaya. Sikap kurang ajar dapat dijadikan alasan untuk mengajukan gugatan cerai karena pengajuan gugatan merupakan hak penggugat dan pengadilan bersifat pasif atau menunggu perkara. Namun yang menjadi penyebab perceraian bukanlah ketidakberdayaan suami, melainkan akibat ketidakberdayaan yang berujung pada pertengkaran.
Alasan perceraian tersebut karena terdakwa mengalami gangguan emosi seperti tingkat stres yang tinggi, depresi dan kurang percaya diri yang mengakibatkan pihak laki-laki mengalami impotensi yang disebabkan oleh faktor psikologis, sehingga keadaan dalam keluarga tidak lagi harmonis. Pengadilan Agama Persiapan, dalam memutus persoalan perceraian karena impotensi, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut majelis berkesimpulan bahwa dalil-dalil gugatan penggugat selain terbukti juga memenuhi kriteria alasan-alasan perceraian menurut untuk niat. dalam pasal 19 huruf (b) PP.
Analisis Hukum Islam dalam manyelesaikan perkara Lemah Syahwat No
Dengan demikian, kebenaran yang melekat pada alat bukti tersebut diperlukan hakim untuk dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan. Oleh karena alat bukti ini melekat pada nilai kekuatan pembuktian yang sempurna, mengikat dan menentukan, maka alat bukti tersebut dapat berdiri sendiri tanpa bantuan alat bukti lain dan telah memenuhi ambang batas pembuktian minimal. Sumpah tambahan ini merupakan sumpah yang diperintahkan hakim kepada salah satu pihak untuk melengkapi alat bukti yang masih kurang atau untuk menambah keyakinan hakim.
Menurut Pengadilan Umum, hakim tidak boleh lagi mengenakan sumpah tambahan apabila bukti minimal yang menguatkan putusan hakim sudah cukup. Hukum acara perdata hukum formal mengatur alat bukti yang digunakan sesuai dengan Pasal 164 HIR/284 RBG. Walaupun bukan merupakan suatu pembuktian, namun pemeriksaan setempat sangat penting dilakukan karena pemeriksaan setempat dapat digunakan sebagai penunjang alat bukti tertulis/tertulis, saksi, dugaan, pengakuan atau sumpah.
Konsekuensi dari tidak dimasukkannya penyidikan lokal sebagai alat bukti dalam acara perdata mempengaruhi kekuatan alat bukti. Oleh karena itu, pemeriksaan setempat mempunyai nilai pembuktian asalkan dilengkapi dengan “bukti” lain yang sah, seperti sertifikat tanah. Kekuasaan keterangan ahli bersifat bebas karena tidak mengikat hakim untuk menggunakannya apabila bertentangan dengan keyakinannya.
Bukti pakar mempunyai nilai probatif jika diberi sumpah tentang penilaian atau kesimpulan situasi berdasarkan pengetahuannya tentang bidang kepakarannya. Pendapat pakar yang disepakati kemudian diambil sebagai pendapat hakim sendiri boleh menjadi asas dalam membuat keputusan, maka pendapat pakar harus menjadi salah satu alat pembuktian.
Simpulan
Saran
Al-Qur'an Karim, Kumpulan Hukum Islam di Indonesia, Direktorat Pembinaan Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Pembinaan Lembaga Keagamaan Islam, 2000. Agustina, “Perceraian Karena Suami Impoten Kajian terhadap Persepsi Pegawai Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Jakarta", Fakultas Syariat dan Hukum UIN Jakarta, 2008. Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Sakinah." Fikih: Jurnal Ilmu Syariah, Hukum dan Ekonomi Islam.
Faktor-Faktor Penyebab Perceraian.” JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA. Perceraian Menurut Ikhtisar Hukum Islam (KHI) dan Fiqih” dan Lembaga Sosial 4.2 (2018). Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Ilmu Syariah dan Hukum Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepar.
Penulis bersekolah di TK Nurul Huda Parepare, SDN 55 Parepare, SMP Negri 1 Parepare, SMA Negeri 4 Parepare, dan pada tahun 2018 penulis terdaftar sebagai siswi di Institut Agama Islam Negeri Parepare, Fakultas Ilmu Syariah dan Hukum, Program Studi Hukum Keluarga Islam dan menyusun disertasi dengan judul “Tinjauan Hukum Islam tentang Kerugian Sebagai Alasan Perceraian (Analisis Putusan Nomor: 18/Pdt.G/2019/PA.Pare.).