• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "skripsi"

Copied!
116
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Upaya meningkatkan perekonomian desa melalui pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dengan meningkatkan produksi pangan masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang ditanami tanaman produktif. Halaman belakang merupakan suatu area terbuka di dalam lingkungan rumah yang disediakan untuk memfasilitasi berbagai aktivitas sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan pemilik rumah. Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk menulis skripsi yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Pekarangan Rumah di Desa Tapong Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang.

Karena di Desa Tapong banyak masyarakat yang mempunyai pekarangan yang luas untuk menanam tanaman yang bermanfaat seperti obat, sayur mayur dan bunga hias.

Rumusan Masalah

Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk mengangkat judul ini, karena menarik sekali, di desa Tapong semua masyarakat berlomba-lomba menata pekarangannya termasuk menanam berbagai jenis tanaman bunga yang nantinya bunganya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari keluarga itu.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

“Pemanfaatan tanah warisan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan keluarga di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan lahan kebun selama ini, dan bagaimana masyarakat memanfaatkan lahan kebun di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan kebun di Desa Kanjilo Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa berada pada kategori baik dengan rentang 66,7 dan interval 33,3 sehingga mempunyai kemampuan untuk tetap merawat dan memelihara melalui pemanfaatannya. tanah kebun dalam upaya memenuhi kebutuhan keluarga.

Teknik yang digunakan dalam memanfaatkan lahan pertanian sangat mudah, media tanaman dan bahan tanaman mudah didapat.

Tinjauan Teori

Teori Pemberdayaan

Bila kita menelaah konsep pemberdayaan masyarakat, sebenarnya ia mengasumsikan suatu pandangan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dari dunianya sendiri. Konsep pembangunan dengan model pemberdayaan masyarakat bukan sekedar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, namun lebih sebagai upaya mencari alternatif pertumbuhan ekonomi lokal. Menurut Agus Syafi'i, tujuan pemberdayaan masyarakat adalah membentuk masyarakat atau membangun kemampuan untuk memajukan diri dalam kehidupan.

Dengan kata lain, penguatan komunitas merupakan proses pembebasan yang harus dibarengi dengan perubahan struktural yang mendasar dan penghapusan penindasan struktural.

Teori Pengelolaan

Berbagai tanaman juga tumbuh di kebun dan halaman belakang rumah, yang dapat menjadi sumber pakan ternak. Para peneliti dan pakar pembangunan pedesaan meyakini bahwa melestarikan ekosistem taman dan halaman belakang sangatlah penting. Kajian mengenai peran kebun dan pekarangan rumah terhadap ketahanan pangan bersifat interdisipliner, dimana berbagai ilmu saling terkait.

Pengamatan terhadap taman dan pekarangan rumah banyak berfokus pada jenis tanaman penyusunnya, strukturnya, dan manfaatnya.

Kerangka Konseptual

Karena tingginya tingkat keanekaragaman hayati, banyak kebun dan pekarangan rumah yang berperan dalam menjaga cadangan keanekaragaman genetik untuk pemuliaan tanaman di masa depan untuk kebutuhan sehari-hari dan ekonomi masyarakat.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

Desa Tapong merupakan wilayah yang termasuk dalam Pemerintahan Desa Tapong dengan batas administratif desa antara lain : Sebelah barat berbatasan dengan Desa Paladang (Desa Tair), sebelah timur berbatasan dengan Desa Tempe-tempe (Desa Tapong), sebelah utara berbatasan dengan Desa Tempe-tempe (Desa Tapong), sebelah utara berbatasan dengan Desa Tapong berbatasan dengan pegunungan Desa Limbuang (Desa Limbuang) Berbatasan dengan Gunung Matajang (Desa Matajang) di sebelah selatan.Secara administratif Desa Tapong terdiri dari dua desa besar yaitu Desa Tapong dan Desa Tempe-Tempe yang termasuk dalam wilayah administrasi Tapong Desa, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Desa Tapong merupakan desa yang terletak di pegunungan dataran rendah yang masih alami dimana kehidupan masyarakatnya mencerminkan daerah yang masih tradisional dalam pengelolaan lahan seperti pertanian, perkebunan dan lainnya sebagai peternakan. Penduduk Desa Tapong berjumlah 290 KK dengan jumlah penduduk 1012 jiwa, dengan kepadatan 62 jiwa per km2.

Desa Tapong merupakan desa yang memiliki luas wilayah 2.819 ha, dengan kondisi tersebut mayoritas penduduknya bermatapencaharian di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan. Untuk sektor Home Industry dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dalam bentuk berjualan (menjual kerupuk), sedangkan perempuan lainnya banyak ibu-ibu yang bergerak di bidang perawatan bunga (menjual bunga). Sebagai PNS khususnya guru sekolah, maka sebagian remaja yang telah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi bersedia menjadi sukarelawan di sekolah-sekolah yang ada di desa Tapong sendiri maupun di desa tetangga, sehingga minat berbisnis sangat rendah, padahal wajar saja potensi yang ada di desa tersebut sangat besar. Tinggi Perhatian pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia dan keterampilan berwirausaha sangat tinggi. Sebagian besar penduduk desa merantau ke daerah lain, khususnya Kalimantan, Makassar, dan Malaysia yang biasa dikenal dengan istilah “Pasompe”.

Saat ini minat masyarakat terhadap usaha kecil yang menjual klon, makanan, mekanik, kredit, dan lain-lain mulai tumbuh, sehingga pemerintah desa berusaha menarik investor. lembaga keuangan, pegadaian atau dana bergulir lainnya untuk membantu masyarakat menggairahkan perekonomian desa.

Tabel 3.2 Umur Penduduk Desa Tapong  Umur Penduduk  Jumlah
Tabel 3.2 Umur Penduduk Desa Tapong Umur Penduduk Jumlah

Fokus Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Setelah menyusun proposal penelitian, mempresentasikannya dalam seminar dan mendapatkan izin penelitian, penulis akan melakukan penelitian yang akan dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 3 bulan dan mengikuti kalender akademik pada saat menyelesaikan pendidikan sarjana. Data primer adalah sumber data yang memberikan data secara langsung kepada pengumpul data.37 Data tersebut diperoleh dari proses pemeriksaan langsung terhadap objek penelitian di lapangan, dan data tersebut harus dicari melalui sumber atau responden yaitu orang-orang yang dijadikan sumber. untuk memperoleh informasi atau data tentang penelitian. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara terhadap subjek dan melalui observasi atau pengamatan langsung di lapangan.

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari literatur buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti penulis, baik dari biro statistik maupun dari hasil penelitian seperti jurnal, artikel dan skripsi. Data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung disediakan untuk pengumpulan data, tetapi diperoleh orang lain atau dari dokumen.39.

Tabel 3.5 Data Periode 2022
Tabel 3.5 Data Periode 2022

Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Hambatan masyarakat dalam mengelolah pekarangan rumah

“Kendala dalam pengelolaan pekarangan rumah adalah masyarakat tidak mau mengelola pekarangan rumahnya padahal masyarakat sudah mengetahui bahwa pengelolaan tersebut dapat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat dan perekonomian ibu rumah tangga.” 87. Kendala yang terjadi dalam pemberdayaan pengelolaan pekarangan rumah adalah ada beberapa masyarakat yang mempunyai lahan luas namun tidak mau mengelolanya, seperti yang terjadi pada tetangga saya. Dari kedua pernyataan diatas dapat dijelaskan bahwa kendala yang terjadi dalam pemberdayaan pengelolaan pekarangan rumah adalah masyarakat yang tidak mau mengelola pekarangan rumahnya, padahal masyarakat sudah mengetahui bahwa pengelolaan pekarangan rumah ini dapat membantu kebutuhan pokok keluarga sehari-hari dan perekonomian masyarakat. ibu-ibu rumah tangga dan ada beberapa orang yang mempunyai lahan yang luas namun tidak mau mengelolanya dan sama sekali tidak mempunyai niat untuk mengelola lahannya yang luas.

Kendala yang kami rasakan untuk memperkuat pengelolaan pekarangan rumah kami adalah jika tanaman kami terserang hama dan hal ini dapat mengakibatkan gagal panen.” 89. “Kendala yang kami rasakan untuk memperkuat pengelolaan pekarangan, adalah tidak ada bantuan dari pemerintah desa, misalnya bantuan benih dan pupuk.” 90. Pernyataan di atas dapat dianalisa menunjukkan bahwa kendala yang dirasakan oleh masyarakat Desa Tapong adalah jika tanaman masyarakat terserang hama maka hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat. mengalami gagal panen, dan masyarakat juga tidak mendapat bantuan dari pemerintah desa, seperti bibit dan pupuk.

Dampak negatif dari penguatan manajemen peternakan adalah pada tanaman hias saya, jika tanaman hias masih kecil biasanya tidak tumbuh (mati) dan jika tanaman hias terlalu terkena sinar matahari maka akan menyebabkan bunganya layu dan mati. dan juga bisa dikatakan gagal panen.”91. Pernyataan di atas dapat dianalisis untuk menunjukkan bahwa selain dampak positif yang dirasakan masyarakat, terdapat juga dampak negatif. Seperti halnya tanaman hias yang ada di masyarakat, biasanya tidak tumbuh (mati) jika tanaman hias masih kecil karena cara penanamannya yang salah, dan jika tanaman hias terlalu terkena sinar matahari maka akan menyebabkan bunganya layu. layu dan mati, dan bisa saja terjadi gagal panen, dan akan membuat masyarakat merugi karena bunganya tidak berfungsi dan tidak bisa dijual, namun jika beruntung ada juga yang membeli bunga tersebut, walaupun bunganya kecil.

“Masalah yang kami rasakan adalah jika tanaman kita kurang disiram maka bunganya akan layu dan mati, terutama pada tanaman hias saya, karena pada sebagian besar bunga Belgonia daunnya akan langsung layu jika kekurangan air dan itu akan mengurangi harga bunga." 92. Permasalahan yang dirasakan masyarakat adalah jika tanaman tidak mendapat cukup air maka bunganya akan layu dan mati, terutama pada tanaman hias yang sebagian besar adalah bunga Belgonia. Jika air tidak mencukupi, daun akan langsung layu sehingga menurunkan harga bunga.

Pembahasan

Pemberdayaan terhadap masyarakat dalam mengelolah

PENUTUP

Simpulan

Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan pekarangan rumah berarti masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kendala masyarakat dalam mengelola pekarangan rumahnya adalah ada sebagian masyarakat yang tidak mau mengelola pekarangan rumahnya, walaupun masyarakat mempunyai lahan pertanian yang luas namun masyarakat masih ada niat untuk tidak mengelola pekarangan rumahnya, walaupun masyarakat sudah mengetahui penguatan tersebut. pengelolaan pekarangan rumah sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat dan dapat membantu perekonomian keluarga dan apabila tanaman masyarakat terserang hama tanaman akan mati dan dapat merugikan masyarakat dengan gagal panen.

Saran

Berdasarkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan mengenai Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Pekarangan Rumah di Desa Tapong Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang yaitu :. Dalam pemberdayaan masyarakat diharapkan pemerintah kota Tapong terus menjaga dan mendorong masyarakat kota Tapong menjadi desa yang asri, kreatif, aman dan berdisiplin. Masyarakat Desa Tapong harus bisa melihat dan memanfaatkan peluang ekonomi yang ada dengan menanam berbagai jenis tanaman yang bisa menghasilkan uang.

Investigasi Faktor-Faktor Penghambat Pemberdayaan Masyarakat Dalam Memanfaatkan Pertanian Tanaman Produktif di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai. Haerudin, Pemanfaatan lahan pertanian sebagai tambahan pendapatan ekonomi masyarakat di Desa Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. -Faktor pemanfaatan lahan pekarangan untuk meningkatkan gizi keluarga di Gampong Blang Baro Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya.

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan Belakang Menuju Rumah Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Cikedung Indramayu. Pemberdayaan masyarakat petani dalam program pekarangan terpadu di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, (Skripsi, Surakarta: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, 2010). Strategi pemberdayaan masyarakat dengan gambaran pelestarian lingkungan melalui usaha kerajinan ban bekas di Dusun Tetep, Desa Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Apa dampak positif dan negatif yang Anda rasakan setelah program perbaikan rumah ini? Apakah program pengelolaan pekarangan rumah ini membantu kebutuhan pokok keluarga sehari-hari?

Gambar

Gambar 1. Kerangka Pikir
Tabel 3.2 Umur Penduduk Desa Tapong  Umur Penduduk  Jumlah
Tabel 3.3 Jumlah Penduduk  Jumlah laki-laki  513 orang  Jumlah perempuan  499 orang
Tabel 3.5 Data Periode 2022
+2

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan luas pekarangan di Kecamatan Paciran dan Laren, dilihat melalui ketersediaan lahan pekarangan yang dimiliki setiap rumah. b) Pemanfaatan tanaman pekarangan

Peran AC.. Melalui grafik perbandingan diatas, kita dapat melihat bahwa penurunan luas peak sampai sekitar t =50 menit memiliki nilai yang hampir serupa walaupun panel

3e.pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang yang ada disitu tiada dengan setahunya atau

Sgm, Dengan tidak terbuktinya unsur dilakukan diwaktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya dipersidangan maka terdakwa tidak dapat

Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba memiliki masalah mendasar yang dihadapi terkait bagaimana mengelolah sumber daya manusia untuk melakukan

Rumah tangga yang memiliki lahan pekarangan menghasilkan sampah organik yang lebih banyak bila dibandingkan dengan rumah tangga yang tidak memiliki lahan pekarangan,

Sebagian besar rumah di Kampung Purwodinatan merupakan rumah permanen dan tidak memiliki pekarangan padahal menurut RTRW Kota Semarang 2011-2031 KDB Kampung Purwodinatan paling tinggi

Hasil dari pekarangan sebagian besar hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri corak usahatani subsisten Potensi dan Hambatan dalam Pemanfaatan Pekarangan Secara umumdi wilayah