PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGARA (IAIN) ADAB DAN DAKWAH PAREPARE. Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare.
METODE PENELITIAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
PENUTUP
DAFTAR LAMPIRAN
Latar Belakang
Hal ini menyebabkan gejala gugup dan gelisah. Kecemasan adalah emosi tidak menyenangkan yang ditandai dengan gejala seperti khawatir dan rasa takut. Diasumsikan bahwa kecemasan merupakan suatu campuran yang berbeda-beda menurut situasi dan waktu, misalnya seseorang merasakan ketakutan, kesusahan, dan kemarahan merupakan campuran yang disebut “kecemasan”. Kecemasan dianggap sebagai campuran emosi dasar dan bawaan, yang masing-masing berubah seiring pembelajaran dan pengalaman.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian .1 Kegunaan Teoretis
Tinjauan Penelitian Tertentu
Sehingga hipotesis yang diajukan diterima maka dapat dikatakan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan rasa takut menghadapi ujian skripsi.5. 5Dewi Kusuma Wardhani, “Hubungan Self-Efficacy dengan Kecemasan Ujian Esai Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.”
Tinjauan Teoritis .1 Pendekatan REBT
- Tujuan Rational Emotive Behavior Therapy
- Teknik-teknik Rational Emotive Behavior Therapy
- Langkah-langkah Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) Untuk mencapai tujuan Langkah-langkah Rational Emotive Behaviour
- Kecemasan
Rational Emotive Behavior Therapy menggunakan berbagai teknik kognitif, afektif dan perilaku yang disesuaikan dengan kondisi klien. Teknik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam model sosial yang diharapkan dengan cara melakukan mutasi (meniru), mengamati dan menyesuaikan diri serta menginternalisasikan norma-norma dalam sistem model sosial dengan permasalahan tertentu yang disiapkan oleh konselor. 3) Teknik pemodelan langsung.
Tinjauan Konseptual
- Kecemasan
- Aspek-Aspek yang Memengaruhi Kecemasan
- Macam Kecemasan
- Tingkatan Kecemasan
- Strategi Mengatasi Kecemasan Coping
Koping yang berfokus pada masalah memungkinkan individu membuat rencana dan tindakan lebih lanjut, berusaha menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi untuk memperoleh apa yang telah direncanakan dan diinginkan sebelumnya. Koping yang berfokus pada masalah digunakan untuk mengendalikan apa yang terjadi antara individu dan lingkungan melalui pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan tindakan langsung. Mengatasi masalah yang terfokus dapat diarahkan pada lingkungan atau pada diri sendiri.33 PFC juga dapat berbentuk pembuatan rencana.
Selain mengkategorikan coping ke dalam coping yang berfokus pada emosi dan coping yang berfokus pada masalah, ia juga mengkategorikan coping menjadi dua jenis, yaitu coping instrumental dan coping paliatif. Strategi coping yang berfokus pada emosi merupakan upaya untuk mengendalikan konsekuensi emosional dari peristiwa yang menimbulkan stres atau berpotensi menimbulkan pemicu stres yang dianggap kurang dapat dikendalikan. Emotion-focused coping adalah upaya mengendalikan respons emosional terhadap situasi yang sangat menekan.36 Emotion-focused coping cenderung terjadi ketika individu tidak mampu atau tidak mau mengubah kondisi stres, yang dilakukan individu adalah menyesuaikan emosinya.
Koping yang berfokus pada emosi memungkinkan individu untuk melihat sisi baik dari suatu peristiwa, mengharapkan simpati dan pengertian dari orang lain, atau berusaha keras. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi coping mempunyai dua bentuk, yaitu problem-focused coping yang lebih mengarah pada pemecahan masalah secara langsung, PFC dapat diarahkan pada lingkungan atau pada diri sendiri. Orang yang memiliki sumber daya sosial cenderung menggunakan strategi coping yang berfokus pada masalah dan menghindari strategi coping penghindaran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.43.
Bagan Kerangka Pikir
Apabila seseorang dapat memanfaatkan perilaku copingnya dengan baik maka ia juga dapat melakukan penyesuaian sosial dengan baik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa hal yaitu jenis penelitian, pendekatan, lokasi dan waktu penelitian, fokus penelitian, jenis dan data yang digunakan, teknik pengumpulan data dan analisis data 44 Untuk mengetahui metode penelitian dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :.
Jenis Penelitian
Metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk menyelidiki keadaan benda-benda alam, (berlawanan dengan eksperimen) dimana penelitian merupakan alat kuncinya, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasilnya kualitatif. penelitian menekankan signifikansi daripada generalisasi.47. Penelitian ini merupakan suatu bentuk penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan, merangkum, berbagai kondisi, seperti situasi atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada dalam masyarakat yang dijadikan objek penelitian, dan berupaya untuk menggambarkannya. . realitas yang dipermukaan sebagai ciri, watak, sifat, model, tanda atau gambaran mengenai kondisi, situasi atau fenomena tertentu.
Lokasi dan Waktu Penelitian .1 Lokasi penelitian
Fokus Penelitian
Strategi mengatasi kecemasan (Studi pada mahasiswa peserta seminar proposal Adab dan Dakwah Fakultas Ushuluddin IAIN Parepare). Judul penelitian ini adalah “Strategi Mengatasi Kecemasan (Studi Pada Mahasiswa Peserta Seminar Proposal Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah) IAIN Parepare”.
Jenis dan Sumber Data yang digunakan 3.4.1 Jenis Data
Teknik Pengumpulan Data
Metode wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara tatap muka, pernyataan dilakukan secara lisan dan tanggapan juga diberikan secara lisan. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam yaitu pengumpulan data atau informasi secara langsung dengan bertatap muka langsung dengan informan untuk memperoleh data yang lengkap dan mendalam untuk mengumpulkan data tentang “Strategi mengatasi kecemasan (Studi pada siswa partisipan). dalam seminar Fakultas Ushuluddin, Adab dan Proposal Dakwah ) IAIN Parepare”.
Teknik Analisis Data
Teknik pendekatan deskriptif kualitatif adalah suatu proses menggambarkan keadaan sasaran sebenarnya, penelitian apa adanya, sejauh mana yang diperoleh peneliti dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.51. Jika data sudah diubah ke dalam bentuk transkripsi, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengelompokkan data mentah ke dalam kelompok-kelompok tema tertentu, yang dibagi dalam rangkaian diskusi. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang mempertajam, mengkategorikan, mengarahkan, menghilangkan data yang tidak perlu dan mengorganisasikannya sedemikian rupa sehingga dapat diambil kesimpulan akhir.
Peneliti mengelola data berdasarkan teori untuk memperjelas suatu pertanyaan, baik data yang ditemukan di lapangan maupun data yang ditemukan dalam literatur. Penyajian datanya bersifat induktif, yaitu setiap permasalahan dalam permasalahan penelitian dijelaskan dengan penjelasan yang bersifat umum kemudian dengan penjelasan yang khusus. Langkah terakhir dalam analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan dari data verifikasi, setiap kesimpulan dan verifikasi, setiap kesimpulan awal masih merupakan kesimpulan sementara yang berubah jika diperoleh data baru dalam pengumpulan data selanjutnya.
Kesimpulan yang diambil di lapangan diverifikasi pada saat penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan kembali dan merevisi catatan lapangan sehingga dapat diambil kesimpulan.
Gambaran perasaan cemas ketika ingin seminar
Kecemasan dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Perasaan deg-degan, sedikit cemas dan khawatir ketika akan menghadiri seminar. Informan mengatakan, ketika menginginkan proposal seminar, semuanya sangat tidak mendukung dan hal-hal kecil pun tidak ada artinya. Sehingga proposal yang diperiksa langsung teringat tidak. Terlebih lagi, nafsu makan terganggu dan suhu tubuh kurang baik sehingga menyebabkan informan mengalami demam menjelang seminar proposal.
Perasaan saya ketika ingin melakukan seminar adalah saya merasa senang, saya sudah sampai pada titik dimana saya ingin mengadakan seminar proposal, namun ada juga perasaan khawatir, takut salah saat seminar, perasaan tidak enak. rasa malu. ketika aku melakukan kesalahan Pikiran saya mulai khawatir apakah workshop proposal saya akan berjalan dengan lancar, pertanyaan-pertanyaan apa yang akan muncul pada saat workshop proposal, apakah saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut atau tidak, apakah peserta yang datang akan banyak atau tidak. Cemas menghadapi orang lain pada saat seminar proposal, juga cemas terhadap nilai yang akan diberikan oleh pengawas dan cemas dalam menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh peserta seminar.
Kecemasan yang dirasakan jantungnya berdebar kencang namun berlangsung lama karena informan berusaha memberikan sugesti pada dirinya sendiri untuk mengurangi rasa cemas yang dirasakannya karena informan sudah mengetahui baik buruknya usulan tersebut. Yang mendominasi adalah rasa cemas yang dirasakan informan saat ditanya pertanyaan dari partisipan, dan saat memberikan penjelasan serta menatap mata partisipan, akan membuat informan kurang fokus. Kecemasan juga merupakan ketakutan/kekhawatiran, ketegangan, atau perasaan tidak nyaman yang timbul karena antisipasi terhadap bahaya yang sebagian besar sumbernya tidak diketahui atau tidak diketahui. Kecemasan adalah perasaan tidak menyenangkan yang ditandai dengan ekspresi kekhawatiran, kekhawatiran, dan ketakutan, terkadang dialami dalam derajat yang berbeda-beda.
Strategi mengatasi kecemasan mahasiswa
- Kesimpulan
- Saran
Tindakan instrumental merupakan upaya langsung individu untuk mencari solusi permasalahan dan merumuskan langkah-langkah yang harus diambil 3) negosiasi merupakan salah satu taktik PFC yang ditujukan langsung kepada orang lain atau mengubah pendapat orang lain guna mendapatkan sesuatu positif dari situasi, masalahnya. Rasa percaya diri merupakan keyakinan bahwa seseorang mampu menangani suatu keadaan dengan sebaik-baiknya dan dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi orang lain. Percayalah bahwa kamu mampu mengatasi suatu permasalahan dengan sebaik-baiknya dan dapat memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
Mencari dukungan sosial emosional merupakan salah satu aspek coping yang terfokus secara emosional, strategi ini dimana individu berusaha memperoleh dukungan emosional dan sosial dari orang lain atau dukungan sosial sebagai persepsi seseorang terhadap potensi dukungan yang diterima dari lingkungannya, dukungan sosial mengacu pada kesenangan yang dirasakan sebagai penghargaan atas kepedulian dan bantuan dalam konten yang ramah. Dukungan sosial merupakan persepsi seseorang terhadap dukungan yang diberikan oleh orang lain dalam jaringan sosialnya (orang tua, teman dekat, dan sebagainya). Umumnya ditujukan pada kenyamanan, perhatian, penghargaan, atau bantuan yang diberikan kepada seseorang oleh orang atau kelompok lain.
Informan mengatakan bahwa untuk meredakan rasa cemas yang dirasakan, informan memilih untuk bersikap lebih tenang dan berpikir positif, hal ini disebabkan oleh faktor eksternal yang membuat informan merasa cemas, seperti pendapat atau cerita orang lain tentang pengalaman teman yang pernah melamar sebelumnya. seminar yang menjelaskan bahwa atasan mereka adalah seorang pembunuh. Perilaku yang baik, konstruktif, dan harmonis dengan orang lain dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengendalikan dirinya. Pengendalian diri dapat mengarahkan individu untuk menunjukkan perilaku yang sesuai dengan tuntutan lingkungannya agar tidak menimbulkan kesusahan dalam hubungannya dengan orang lain.
Pengendalian kecemasan merupakan suatu proses dimana seseorang mampu menyadari kecemasan yang ada dalam dirinya, dan mampu mengendalikannya tanpa bantuan orang lain. Mengatasi masalah yang terfokus (PFC) adalah strategi mengatasi masalah secara langsung melalui tindakan yang bertujuan menghilangkan atau mengubah sumber stres; 1) countousness, yaitu individu berpikir dan mampu mempertimbangkan berbagai pemecahan masalah serta mengevaluasi strategi yang ada. telah melakukannya sebelumnya. atau meminta pendapat orang lain, 2). Tindakan instrumental merupakan upaya langsung individu untuk mencari solusi permasalahan dan merumuskan langkah-langkah yang akan diambil. 3) Negosiasi merupakan salah satu taktik dalam PFC yang diarahkan langsung pada orang lain atau perubahan pemikiran orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang positif dari permasalahan tersebut. situasi. masalah.
BIOGRAFI PENULIS