PERILAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK

26  21  Download (0)

Teks penuh

(1)

KONFLIK

Perilaku individu dalam kelompok Ö tindakan

terhadap orang lain bisa positif atau negatif

Menolong

(helping)

Kerja sama

(cooperation)

Kompetisi

(competition)

(2)

PERILAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK

(COOPERATION, COMPETITION)

a

COOPERATION : dua orang atau lebih, bekerja sama untuk

meningkatkan hasil yang akan mereka (masing-masing) terima

a

COMPETITION :

a

Terjadi bila tujuan yang sama-sama diinginkan (oleh dua orang

atau lebih), tidak bisa dibagi-bagi

a

Masing-masing pihak akan berupaya semaksimal mungkin untuk

bisa mencapai tujuan tersebut, kalau perlu dengan mengorbankan

pihak yang lainnya

(3)

PERILAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK

(COOPERATION, COMPETITION)

a

KECENDERUNGAN UNTUK KOMPETISI/KERJASAMA DIPENGARUHI

OLEH :

a

1.

RECIPROCITY

: bilamana orang lain bersikap kompetitif/kerjasama, kita akan cenderung membalasnya secara sama

a

2.

REACTING TO MOTIVES AND INTENTIONS OF OTHERS

:

terlebih dahulu meneliti latar belakang dari tingkah laku seseorang terhadap kita

a

3.

EFFECTIVE COMMUNICATION

: baik/buruknya komunikasi yang terjadi antar pihak-pihak yang terlibat

a

4.

GROUP COHESIVENESS

: kelompok yang kohesif cenderung membangkitkan kerjasama

a

5.

INDIVIDUAL DIFFERENCES

: ada 3 tipe orang (“cooperator”, “competitor”, “individualist”)

(4)

PERILAKU INDIVIDU

DALAM KELOMPOK

(HELPING)

° Manusia punya kecenderungan untuk menolong orang lain ° Adanya prinsip “reciprocity”

Kecenderungan untuk menolong dipengaruhi oleh :

1. MODEL (contoh) : helping can be quite contagious - mengingatkan pada “social responsibility”

2. MOOD (suasana hati) : positive feeling is a basis for helping

Bisa dipengaruhi oleh kondisi fisik (panas, bising, dll.) atau “mood” atasan 3. TANGGUNG JAWAB

Kekaburan tanggung jawab menghambat kecenderungan menolong 4. PENILAIAN MASYARAKAT

(5)

PERILAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK

(COOPERATION, COMPETITION)

a

COOPERATOR :

`menolak segala bentuk persaingan

`menyadari adanya “individual differences”

`berhasrat untuk meningkatkan keuntungan diri dan rekan kerjanya `memilih untuk bekerja sama, bilamana memungkinkan

a

COMPETITOR :

`memandang semua orang sebagai “competitor”

`memandang setiap interaksi sebagai suatu kancah untuk mengalahkan

pesaing/lawannya

`berhasrat untuk memaksimumkan keuntungan dirinya sendiri (relatif

(6)

PERILAKU INDIVIDU DALAM KELOMPOK

(COOPERATION, COMPETITION, CONFLICT)

a

INDIVIDUALIST :

`mengutamakan pencapaian hasil diri pribadi

`sedikit sekali perhatian terhadap hasil orang lain

`fleksibel untuk bersaing/bekerjasama, tergantung hasil yang akan

dicapai bagi dirinya

a

BEDA KOMPETISI DENGAN KONFLIK :

`Kompetisi terjadi dalam situasi dimana 2 orang atau lebih mencari

tujuan yang sama, yang tidak dapat di bagi-bagi

`Konflik terjadi dalam situasi dimana seseoarng memandang orang lain sebagai ancaman (baik nyata, ataupun potensial)

`Kompetisi (yang murni) bersifat seru/ramai, dengan “positif feeling” `Konflik menimbulkan emosi negatif, amarah, benci, dendam

(7)

KONFLIK

(1)

STUDI :

Manajer menggunakan 21 % dari waktu kerjanya untuk menangani masalah konflik

CONFLICT POSITIVE :

Pekerja Ö encourage innovation, creativity, adaptation, anthusiasm,

better decision, self evaluation, improve ideas through the exchange and clarification of individual thoughts

Ö “

FUNCTIONAL CONFLICT”

“conflict that supports the goals of group and improves its performance

(8)

KONFLIK

(2)

Pen Central Railroad :

Too much harmony Ö lack of conflit, tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan

CONFLICT NEGATIVE :

Pekerja Ö reduce productivity, lower morale, dissatisfaction, increase tension, stress

Ö

DYSFUNCTIONAL CONFLICT

“conflict that hinders group performance”

Manager Ö learn to create functional conflict and manage dysfunctional conflict

(9)

PROSES KONFLIK

(ROBBINS, 1993)(1)

a

I. POTENTIAL OPPOSITION OR INCOMPATIBILITY

a

KOMUNIKASI

: gangguan dalam komunikasi (encode, saluran,

decoding, dll.)

a

STRUKTUR

: ukuran beban kerja, aturan, tipe kepemimpinan, reward systems, tingkat ketergantungan antar kelompok, dll.

(10)

PROSES KONFLIK

(ROBBINS, 1993)(2)

a

II. COGNITION AND PERSONALIZATION

a

Output dari tahap I Ö

NEGATIVE

a

PERCEIVED CONFLICT

: Awareness by one or more parties of the existence of conditions that create opportunities for conflict to arise

a

FELT CONFLICT

: emotional involment in a conflict creating : anxiety, tenseness, frustation or hostility

(11)

PROSES KONFLIK

(ROBBINS, 1993)(3)

a

III. INTENTIONS

: Decisions to act in a given way in a conflict episode

a

5 DIMENSIONS OF CONFLICT HANDLING INTENTIONS

:

integrating, obliging, dominating, avoiding, compromising

a

IV. BEHAVIOR

a

CONFLICT

: became visible, behavior stage Ö statements, actions,

reactions

(12)

KONFLIK

(DEFINISI)

“All kinds of opposition or antagonistic interaction”

(ROBBINS)

Based on scarcity of power, ressource or social position and

differing of value systems

Perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi

“A processes that begins when one party perceives that another

party has negatively affected or is about to negatively affect,

(13)

PEMIKIRAN TERHADAP KONFLIK

TRADISIONAL

(1930-1940s)

a

Manajemen Ilmiah : FW. TAYLOR

a

CONFLICT

: bad, violonce, destruction, irrationality Ö negative

(dysfunctional outcome) Ö must be avoided or quickly resolved

a

Adanya konflik merupakan pertanda :

`Organisasi mengandung kelemahan

`Pimpinan gagal menerapkan prinsip manajemen yang baik

`Pimpinan gagal berkomunikasi dengan karyawan

(14)

PEMIKIRAN TERHADAP KONFLIK

HUMAN RELATION

(1940-1970s)

a

CONFLICT :

natural Ö can not be eliminated

a

Kadang-kadang

potential to be positive force

Ö

`menunjukkan adanya persoalan

`berperan dalam mencari permasalahan

(15)

PEMIKIRAN TERHADAP KONFLIK

INTERACTION

(1970s)

a

CONFLICT Ö not only positive force, but absolutely necessary to

perform effectively

a

FUNCTIONAL CONFLICT : harmony, peaceful, tranquil Ö

change, innovation, creative, self-critical

a

POSITIVE and NEGATIVE OUTCOMES

tergantung dari

type of

conflict, nature, intensity

(16)

JENIS KONFLIK

(1)

a

1.

INTRA-PERSONAL CONFLICT

a

Role Conflict

a

Goal Conflict

`Approach - approach conflict `Avoidance - avoidance conflict

`Approach - avoidance conflict (double approach - avoidance)

a

Affective conflict

: emosi Ö increase stress, decrease productivity and

satisfaction

(17)

JENIS KONFLIK

(2)

a

2.

INTER-PERSONAL CONFLICT

: two individual disagree about issues, actions, goals, perceptions, orientations, status

a

JOHARI WINDOWS

: Open Self, Hidden Self, Blind Self, Undiscovered Self

a

3.

INTRA-GROUP CONFLICT

: konflik beberapa orang di dalam kelompok

a

Substantive Conflict

(Cognitive Conflict) Ö based on intellectuel

disagreement

(18)

JENIS KONFLIK

(3)

a

4.

INTER-GROUP CONFLICT

: antar kelompok Ö perbedaan tujuan, kepentingan, prioritas

a

5.

INTRA-ORGANIZATIONAL CONFLICT

: antara fungsi dalam organisasi

a

Vertical Conflict

: hierarchical conflict

a

Horizontal Conflict :

functional conflict

a

Diagonal, Line Conflict

: allocation of ressources, etc

.

a

Formal vs Informal Group Conflict

a

6.

INTER-ORGANIZATIONAL CONFLICT

: antar organisasi (competitors, suppliers, customers)

(19)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(1) (THOMAS, 1976 & RAHIM, 1985)

a

I. INTEGRATING

(PROBLEM SOLVING, COLLABORATION)

a

DASAR

: Terjadi konflik Ö Biasa (natural)

a

SYARAT

: Saling percaya dan jujur, memberi semangat terhadap sikap

a

TUJUAN :

Kepuasaan semua pihak (win-win solution) melalui strategi “integrative solution”

a Sesuai untuk “complex issues”, tidak “opposing value systems”

a

KELEMAHAN

: very time comsuming

(20)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(2) (THOMAS, 1976 & RAHIM, 1985)

a

II. OBLIGING

(SMOOTHING, ACCOMODATING)

a Mengabaikan keinginan diri sendiri dengan memuaskan keperluan orang

(kelompok) lain Ö “smoothing”

a Satu kelompok Ö playing down differences, self sacrificing dengan tujuan : mencapai harmony, stability, staisfies others

(21)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(3) (THOMAS, 1976 & RAHIM, 1985)

a

III. DOMINATING

(FORCING, COMPETING)

a I win, you lose tactics

a Formal authority, strategi untuk keadaan darurat

a

IV. AVOIDING

a Menarik diri (aktif) terhadap permasalahan, situasi konflik a Kepuasan tidak terjadi pada diri individu atau kelompok

a

AVOIDERS

Ö tend to avoid from rules, regulations, policies

a Sesuai untuk “masalah kecil dengan biaya tinggi”, tidak “difficult &

(22)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(4) (THOMAS, 1976 & RAHIM, 1985)

a

V. COMPROMISING

a Equal power : sharing of position

a Each party is required to give up something (value), sharing occurs a Third party intervention Ö NEGOTIATION, VOTING (NO CLEAR

WINNER OR LOSER)

(23)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(5)

a

A. CONFRONTATION MEETING

a

“ONE DAY MEETING”

Ö share the problems, offer the solution

a

EFEKTIF,

bila :

`Komitmen

`Ketersediaan waktu

(24)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(6)

a

B. ORGANIZATIONAL MIRROR

(FRENCH & BELL, 1978)

a “A set of activities in which a particular organizational group, the host

group, gets feedback from representatives of several organizational, groups about how it is perceived and regarded”

a

PERSYARATAN

: komitmen dari top manajemen

a

C. THIRD PARTY INTERVENTIONS

a

FUNGSI

: mediator, arbitrator, fact finder

(25)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(7)

a

BLAKE & MUTTON

(1984)

a

1. INTERPERSONAL-FACILITATOR APPROACH

a

TUGAS FASILITATOR

: bekerja secara aktif Ö “solution proposer”

a

2. INTERFACE CONFLICT-SOLVING APPROACH

a

ORANG KETIGA

: Moderator (buat aturan main) Ö mengarahkan posisi kunci untuk memecahkan masalah, berdiskusi, identifikasi masalah,

(26)

MANAGEMENT OF CONFLICT

(8)

a

WALTON

(1969)

a

PERSYARATAN :

`Professional expertise `Personal relationships `Conflit-resolution methodology `Control the situation

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :