• Tidak ada hasil yang ditemukan

Slide tentang Peradaban Islam Indonesia

N/A
N/A
Sapto priyo w

Academic year: 2024

Membagikan "Slide tentang Peradaban Islam Indonesia"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

Peradaban Islam Indonesia

Dr.Drs.H.Rozihan.,SH.MAg

(2)

Materi

Pendekatan

Islam dan Dekolonisasi di Indonesia

Islam dan Modernisasi di Indonesia

Islam dan Demokratisasi di Indonesia

Islam dan Globalisasi di Indonesia

(3)

Islam dan Dekolonisasi

Pembentukan Identitas Nasional

Pembentukan Negara Republik Indonesia

Pertarungan Ideologi

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

(4)

Islam dan Modernisasi

Modernisasi ummat Islam

Represi terhadap politik Islam

Mobilitas Sosial Ummat Islam

Perubahan basis politik Islam

Akomodasi politik ummat Islam

(5)

Islam dan Demokratisasi

Islam sebagai kekuatan demokrasi

Kebangkitan politik Islam

Diaspora politik Islam

Akomodasi konstitusional

(6)

Islam dan Globalisasi

Lompatan teknologi informasi dan telekomunikasi

Perubahan geo-politik global

Kebangkitan Islam global / transnasional

(7)

Literatur

Syed Muhammad Naquib Al-Attas, ISLAM DALAM SEJARAH DAN KEBUDAYAAN MELAYU (Mizan, 1990)

Kuntowijoyo, DINAMIKA SEJARAH UMAT ISLAM INDONESIA (Shalahudin Press,1994)

Kuntowijoyo, PARADIGMA ISLAM: INTERPRETASI UNTUK AKSI (2008)

Herbert Feith & Lance Castles, PEMIKIRAN POLITIK INDONESIA 1945- 1965 (LP3ES, 1988)

Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942 (LP3ES, 1982)

Dennys Lombard, NUSA JAWA Jilid 1-3 (Gramedia, 2008)

Kusuma, RM. A.B., LAHIRNYA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 (2004)

Ahmad Mansur Suryanegara, API SEJARAH 1-2 (2009)

Syamsudin Arif, ISLAM DI NUSANTARA: HISTORIOGRAFI DAN

METODOLOGI (2011)

(8)

Pendekatan

 Teori otochtoni yang digunakan oleh Syed Muhammad Naquib

Al-Attas

 Teori tahap kesadaran ummat Islam Indonesia dari

Kuntowijojo

(9)

Teori Otoktoni

Teori otoktoni menyatakan bahwa dalam suatu kebudayaan terdapat unsur asli yang bersifat tetap sekalipun datang pengaruh kebudayaan lain.

Di Eropa teori ini melahirkan gerakan Rennaisance yang peradaban Eropa kepada warisan Yunani Romawi. Sementara agama Kristen dipandang sebagai kebudayaan asing yang menyebabkan terjadinya zaman kegelapan di Eropa

(10)

Teori Otoktoni

Menurut teori otoktoni, kebudayaan asli Indonesia tidak berubah sekalipun Islam menjadi agama mayoritas. Kebudayaan Islam adalah kebudayaan asing yang menempel tipis pada permukaan kebudayaan asli Indonesia

Analog dengan otoktoni di Eropa, agar peradaban Indonesia maju maka bangsa Indonesia harus kembali kepada kebudayaan asli yang dipandang pernah melahirkan kejayaan Sriwijaya dan Majapahit

(11)

Teori Otoktoni

Teori ini digunakan oleh pemerintah Hindia-Belanda untuk melahirkan lapisan Indonesia baru yang terbaratkan melalui pendidikan bagi para priyayi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Tujuan strategisnya adalah untuk menciptakan kelompok sosial baru yang mampu melawan kekuatan subversif para ulama dan penguasa Islam

(12)

Teori Otoktoni

Teori otoktoni ini berhasil mengkonstruksi pengetahuan baru tentang Indonesia yang berwatak nasionalistik dan anti-Islam

Tetapi secara politis tidak sepenuhnya berhasil untuk menciptakan para

loyalis kolonial karena dari kalangan para priyayi terbaratkan itupun muncul gerakan nasionalis yang anti-kolonial

(13)

Tahap Kesadaran Ummat Islam

Berdasarkan basis pengetahuan, ummat Islam mengalami perkembangan tahap kesadaran :

1. Tahap mitos –didasarkan pada kepercayaan mistis-relijius → kerajaan utopia (Ratu Adil)

2. Tahap ideologi – didasarkan pada formulasi normatif-rasionalistik → negara Islam

3. Tahap ide – didasarkan pada basis ilmu-

pengetahuan dan teknologi → peradaban

Islam

(14)

Tahap Kesadaran Ummat Islam

Berdasarkan tahap kesadaran itu, ummat Islam Indonesia mengalami perkembangan kesadaran :

1. Sebagai kawula (abdi) dalam sistem patrimonialisme kerajaan Islam

2. Sebagai wong cilik (rakyat kecil) dalam masyarakat kolonial yang terindustrialisasi

3. Sebagai ummat dalam pergerakan nasional kemerdekaan Indonesia

4. Sebagai warga negara dalam negara RI

(15)

Tahap Kesadaran Ummat Islam

Basis Pengetahuan Tahap Kesadaran

MITOS Kawula

IDEOLOGI Wong Cilik Ummat

IDE Ummat

Warga Negara

(16)

Islam dan Dekolonisasi

Pembentukan Identitas Nasional

Pembentukan Negara Republik Indonesia

Pertarungan Ideologi

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

(17)

Pembentukan Identitas Nasional

 Secara umum identitas nasional terbentuk sebagai reaksi dan

perlawanan atas warisan dan nilai- nilai kolonialisme Barat

 Identitas nasional Indonesia sangat dipengaruhi oleh tiga paham utama, yakni Islam, nasionalisme, dan

marxisme

(18)

Aliran Pemikiran Politik Indonesia (Feith & Castle)

(19)

Pembentukan Identitas Nasional

 Islam mengacu pada nilai-nilai Islam tradisional maupun modern

 Nasionalisme mengacu pada nilai-nilai tradisi dan sekularisme politik.

Nasionalisme adalah perwujudan teori otoktoni

 Marxisme mengacu pada kesadaran

kelas dan nilai-nilai keadilan sosial.

(20)

Pembentukan Identitas Nasional

 Islam merupakan faham pertama yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional melalui peran para ulama yang diperkuat dengan organisasi Islam

 Kemunculan nasionalisme dan marxisme

tetap dipengaruhi secara dialektis oleh

ajaran Islam yang merupakan ideologi

tempatan, sehingga muncul konflik dan

akomodasi dalam kedua ideologi tersebut

(21)

Pembentukan Identitas Nasional

 Pembentukan identitas nasional adalah bagian dari proses dekolonisasi dengan tujuan untuk mengubah struktur kolonial menjadi struktur nasional

 Tetapi, bagi ummat Islam pembentukan identitas nasional juga merupakan proses dekolonisasi pengetahuan dari struktur

pengetahuan sekuler menjadi struktur

pengetahuan islami

(22)

Pembentukan Negara Indonesia

 Pembentukan negara Indonesia secara formal melibatkan dua kekuatan utama, yakni Islam dan nasionalis baik di BPUPK dan PPKI

 Sementara kekuatan sosialis pimpinan St Sjahrir berperan dalam mendesak

Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan

kemerdekaan RI tgl 17 Agustus 1945

(23)

Pembentukan Negara Indonesia

Setelah kemerdekaan, kelompok sosialis mengambil alih kekuasaan dari kaum nasionalis dan Islam pada KNIP (parlemen) dan menggeser kedudukan Presiden Soekarno hanya sbg Kepala Negara

Sementara itu kekuatan tentara tetap dikuasai oleh kaum nasionalis dan Islam yang melancarkan perlawanan bersenjata thd Belanda

(24)

Pembentukan Negara Indonesia

Pada awal kemerdekaan terjadi perbedaan strategi antara kaum nasionalis dan Islam vis-à-vis kaum sosialis

Kaum nasionalis dan Islam yang sudah terlatih secara militer oleh Jepang memilih jalan perjuangan bersenjata, selain perjuangan politik di

pemerintahan

Kaum sosialis yang anti-fasisme Jepang memilih jalan diplomasi

(25)

Pembentukan Negara Indonesia

 Jalan diplomasi kaum sosialis melalui

Perjanjian Linggarjati dan Renville gagal mempertahankan integritas negara

Indonesia.

 Kegagalan tsb dipulihkan oleh perjuangan bersenjata yang banyak melibatkan ummat Islam, tetapi kegagalan itu juga mendorong pembentukan DI / NII di wilayah yang

berdasarkan Perjanjian Renville dikuasai

oleh pemerintah Belanda

(26)

Pembentukan Negara Indonesia

 Keberhasilan perjuangan bersenjata mendorong persetujuan KMB yang

menghasilkan penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kpd Republik Indonesia Serikat

 Berdasarkan KMB, Kerajaan Belanda

menyerahkan seluruh wilayah Hindia-Belanda dengan kompensasi ekonomi dan keuangan

(pelunasan utang Belanda, perlindungan

perusahaan 2 swasta Belanda, dan kewajiban

tunduk pada aturan IMF dan Bank Dunia)

(27)

Pembentukan Negara Indonesia

 Pembentukan negara Republik Indonesia akhirnya ditentukan oleh peran pemimpin Islam, Mohammad Natsir, yang mengajukan mosi integral dan berhasil mengembalikan mempersatukan negara Indonesia dalam wadah NKRI

 Mosi integral menutup perjuangan revolusi kemerdekaan dalam rangka membentuk

negara NKRI yang berdaulat sepenuhnya

(28)

Pembentukan Negara Islam

 Keterlibatan secara formal dalam penyusunan UUD di BPUPK dan PPKI membuat ummat Islam berperan besar dalam pembentukan konsepsi dasar dan sistem ketatanegaraan Indonesia

 Keterlibatan ummat Islam dalam perjuangan

bersenjata dan pemerintahan awal kemerdekaan memberikan legitimasi historis yang utuh bagi

peran ummat Islam dalam pembentukan negara RI

(29)

Pertarungan Ideologi

Keterlibatan pemimpin Islam dalam penyusunan UUD di BPUPK dan PPKI memungkinkan ummat Islam mengungkapkan konsepsi ideologi dan negara secara formal

Secara umum konsepsi ideologi dan negara disusun sebagai bentuk dekolonisasi terhadap konsepsi negara kolonial Hindia-Belanda, sekalipun tetap

mempertahankan struktur dasar pemerintahan Hindia-Belanda

(30)

Pertarungan Ideologi

 Berkenaan dengan konsepsi dan struktur formal negara terjadi kesepakatan antara

Islam dan nasionalis, tetapi dalam hal ideologi negara terjadi perbedaan diametral

menyangkut peran agama dalam kehidupan negara.

 Kaum nasionalis menghendaki negara bersikap netral thd agama, sementara pemimpin Islam menghendaki negara RI merepresentasikan

mayoritas penduduk yang beragama Islam

(31)

Pertarungan Ideologi

 Pada BPKUK terjadi kesepakatan ideologis berupa Piagam Jakarta 22 Juni 1945 yang dirancang sebagai disain bagi pernyataan kemerdekaan RI dan preambule UUD.

 Tetapi, setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 terjadi perubahan konstelasi yg mengakibatkan kaum nasionalis

melakukan manuver politik yang

memanfaatkan ‘kegentingan situasi’ yang membuat para pemimpin Islam gagal

mempertahankan kesepakatan awal dan

terpaksa menerima kesepakatan baru

(32)

Pertarungan Ideologi

Selama masa revolusi kemerdekaan, pertarungan ideologi antara Islam dan nasionalis tidak mencuat, tetapi mulai muncul konflik keras antara Islam dan nasionalis vis-à-vis komunis yang memberontak di Madiun

Pertarungan ideologi muncul kembali setelah revolusi kemerdekaan, terutama di dalam Konstituante

(33)

Pertarungan Ideologi

Sama halnya pada waktu BPUPK dan PPKI, secara umum terdapat kesepakatan di antara annggota Konstituante soal konsep negara Indonesia, tetapi terjadi perbedaan mendasar tentang ideologi negara; antara ideologi Islam dan

Pancasila

Konflik ideologi itu ditengahi oleh Presiden Soekarno dengan mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1945 yang di dalamnya secara formal mengakui

eksistensi Piagam Jakarta 22 Juni 1945

(34)

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

Para pemimpin Indonesia (Islam, nasionalis, sosialis) sepakat bahwa dekolonisasi sosial-ekonomi harus dilakukan setelah dekolonisasi politik selesai. Karena itu selama revolusi kemerdekaan 1945-1949 revolusi sosial- ekonomi tidak dapat dilaksanakan

Dekolonisasi sosial-ekonomi bertujuan untuk mengubah struktur sosial-

ekonomi kolonial menjadi struktur sosial-ekonomi nasional, termasuk yang terdapat dalam kesepakatan KMB

(35)

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

 Upaya dekolonisasi sosial-ekonomi sudah

dimulai sejak Kabinet Hatta yang membentuk Komisi Ahli Siasat Ekonomi.

 Tetapi, secara formal dan terencana,

dekolonisasi mulai disusun pada Kabinet NKRI pertama, yaitu Kabinet Natsir, yang menyusun Rencana Urgensi Ekonomi yang kemudian

disusul dengan penyusunan Repelita, sekalipun

baru diselesaikan pada tahun 1958

(36)

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

 Pada masa Orde Lama, ummat Islam tidak dilibatkan secara formal dalam dekolonisasi sosial-ekonomi. Arah dekolonisasi sosial-

ekonomi dikendalikan oleh PKI yang terbukti gagal.

 Tetapi, tanpa disadari hasil dekolonisasi

sosial-ekonomi yang dilakukan sejak kabinet

Natsir telah melahirkan lapisan ummat Islam

baru yang terdidik.

(37)

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

 Lapisan ummat Islam terdidik itu merupakan hasil dari program pendidikan dasar pada 1950-an

melalui pembentukan Sekolah Rakyat dan

integrasi pelajaran agama ke dalam pendidikan umum (desekulerisasi)

 Program ini mengakibatkan terjadi mobilitas

sosial ummat Islam ke dalam sektor modern yang

mengubah formasi sosial masyarakat Indonesia

pada tahun 1970-an

(38)

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

 Mobilitas sosial ummat Islam hasil

pendidikan nasional membuat perubahan penting dalam tahap kesadaran ummat Islam dari tahap ideologis menjadi tahap ilmu.

 Ummat Islam terdidik itu merupakan modal sosial penting bagi proses

modernisasi yang dilakukan oleh Orde

Baru

(39)

Dekolonisasi Sosial-Ekonomi

 Dekolonisasi sosial-ekonomi membentuk kesadaran baru ummat Islam sebagai

warga negara yang aktif

 Kesadaran sebagai warga negara ini secara perlahan mendorong integrasi ke dalam

struktur negara RI sehingga pada

penghujung Orde Baru mulai menggeser

kedudukan politik kaum elit lama yang

terdidik Belanda

(40)

Islam dan Modernisasi

Modernisasi dan Pembangunan

Modernisasi ummat Islam

Represi terhadap politik Islam

Mobilitas Sosial Ummat Islam

Perubahan basis politik Islam

Akomodasi politik ummat Islam

(41)

Modernisasi dan Pembangunan

 Pada 1970-an terjadi proses modernisasi di Indonesia lewat program pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan dan stabilitas politik

 Program pembangunan didukung Barat lewat IMF dan Bank Dunia untuk melawan gelombang

komunisme di Asia Tenggara

 Tetapi pada awal Orde Baru, Islam merupakan kekuatan politik yang tidak diterima karena

formasi sosial-politik masih dikuasai oleh elit lama

yang sekular

(42)

Modernisasi Ummat Islam

Pada awal tahun 1970-an ummat Islam yang sudah relatif terdidik adalah modal sosial penting bagi keberhasilan program modernisasi (pembangunan) Orde Baru

Dengan modal sosial ummat Islam itu, proses modernisasi dapat menjangkau hingga ke pelosok desa yang mayoritas dihuni oleh kalangan ummat Islam

(43)

Modernisasi Ummat Islam

 Pada awal Orde Baru proses modernisasi masih dikendalikan oleh kaum terdidik lama yakni

teknokrat Kristen-Katholik dan sosialis yang bekerjasama dengan militer-nasionalis (ABRI) sebagai penguasa politik

 Di bawah kendali ketiga kekuatan itu, ummat Islam dimobilisasi untuk terlibat dalam proses

modernisasi, tetapi secara politis dihambat untuk

berpartisipasi dalam kehidupan politik

(44)

Mobilitas Sosial Ummat Islam

Sekalipun secara politik terhambat, tetapi modernisasi semakin memperluas lapisan sosial ummat Islam yang terdidik

Lapisan ummat Islam terdidik tsb kemudian melakukan mobilitas sosial ke dalam struktur modern, baik di pemerintahan maupun swasta

Mobilitas sosial ini menghasilkan akomodasi sosial-politik negara thd ummat Islam

(45)

Represi thd Ummat Islam

Tujuan stabilitas politik serta dominasi kaum Kristen-Katholik-sosialis-militer nasionalis menyebabkan terjadinya represi terhadap ummat Islam

Represi tersebut dilakukan melalui fusi-partai Islam yang diikuti dengan kebijakan asas tunggal Pancasila

Represi semakin meningkat setelah muncul kekuatiran atas pengaruh Revolusi Iran (1979) dan perang Afghanistan (1980-1989)

(46)

Respons Politik Ummat Islam

 Karena secara sosial terjadi mobilitas tetapi

terhambat secara politis, ummat Islam pada era Orde Baru memberikan dua respons utama:

Respons akomodatif yang diungkapkan oleh Nurcholish Madjid sebagai “Partai Islam No, Islam Yes”

Respons konfrontatif yang diungkapkan dengan berbagai perlawanan baik terbuka (spt. Peristiwa Tanjung Priok, Ustad Abu) maupun tertutup (gerakan dakwah

kampus / LDK / Tarbiyah / Usrah)

(47)

Respons Politik Ummat Islam

 Respons akomodatif menyebabkan terjadinya

akomodasi negara terhadap ummat Islam. Setelah reformasi respons akomodatif ini menciptakan

politik diaspora (menyebar ke semua kekuatan politik)

 Respons konfrontatif berperan untuk memelihara ideologi dan basis politik Islam. Setelah reformasi respons konfrontatif melahirkan partai-partai

Islam

(48)

Perubahan Basis Politik Ummat

 Modernisasi telah mengubah basis politik ummat Islam yang semula didominasi oleh kaum santri (petani-

tradisional dan pedagang) meluas kepada kaum birokrat dan profesional

 Di satu pihak, perubahan basis ini mengakibatkan Islam terakomodasi oleh negara dan menguasai posisi penting di pemerintahan, tetapi di pihak lain menyebabkan

ummat Islam dependen thd negara dan tidak mandiri

 Sikap politik ummat Islam pun berubah cenderung

menjadi lebih pragmatis dibandingkan ideologis

(49)

Akomodasi Ummat Islam

 Perubahan terpenting pada masa Orde Baru adalah akomodasi ummat Islam oleh negara

 Akomodasi ini terjadi karena mobilitas ummat Islam serta perubahan politik di tingkat nasional dan global

 Perubahan lingkungan politik nasional terjadi setelah Soeharto mengalihkan basis dukungan politik kpd ummat Islam dan Golkar setelah

pemerintah AS mempersiapkan PANGAB Jendral

Beni Moerdani yang Katholik sebagai Presiden

menggantikan Soeharto

(50)

Akomodasi Ummat Islam

 Pada saat bersamaan, mobilitas politik ummat Islam di pemerintahan telah semakin luas sehingga Soeharto dengan mudah mengalihkan basis politik kepada

ummat Islam dan Golkar

 Setelah itulah terbentuk ICMI, Soeharto naik haji, pergantian Pangab oleh Jendral Faisal Tanjung yang berasal dari santri, disetujuinya UU Peradilan Agama, dibukanya bank syariah, kompilasi hukum Islam,

Soeharto menjadi Ketua OKI, dll

(51)

Akomodasi Ummat Islam

 Akomodasi ummat Islam menyebabkan pendukung lama Orde Baru (Kristen-Katholik, sosialis, militer- nasionalis) tersingkir dari pusat pemerintahan dan mengambil sikap sebagai oposisi sejak awal 1990- an.

 Oposisi pendukung lama Orde Baru ini

mengelompok dalam berbagai LSM, pers, dan gerakan sosial-budaya yang didukung oleh

jaringan luas di negara-negara Barat

(52)

Akomodasi Ummat Islam

 Pada saat bersamaan, selepas Komunisme Eropa Timur runtuh, dukungan Barat thd Orde Baru

melemah yang menyebabkan kekuatan oposisi

semakin kuat dan akhirnya berhasil menumbangkan rezim Orde baru pada 1998.

 Namun, pada akhir Orde Baru kekuatan sosial dan politik ummat Islam relatif sudah kokoh sehingga

tidak dapat digeser kembali oleh kekuatan lama Orde Baru

 Implikasinya, muncul konflik antara Kristen-Katholik-

sosialis vis-à-vis Islam

(53)

Islam dan Demokratisasi

Islam sebagai kekuatan demokrasi

Demokrasi pasca-Orde Baru

Kebangkitan politik Islam

Diaspora politik Islam

Akomodasi syari’ah

(54)

Islam sebagai Kekuatan Demokrasi

 Sejak zaman pergerakan Islam adalah kekuatan demokrasi yang konsisten

 Gagasan demokrasi berkembang di kalangan para pemimpin ummat Islam dan diperjuangkan secara

konkrit dalam pemerintahan sejak awal kemerdekaan

 Tetapi, demokrasi yang diperjuangkan ummat Islam adalah demokrasi-sosial-berketuhanan (theo-sosio-

demokrasi) yang bertolak belakang dengan demokrasi-

liberal-kapitalistik atau demokrasi-sosial-marxistis

(55)

Islam sebagai Kekuatan Demokrasi

 Pada masa Orde Lama dan Orde Baru, Islam adalah kekuatan utama yang konsisten

memperjuangkan demokrasi di Indonesia. Contoh:

Pembelaan Sungkar dan Baasyir.ppt

 Pada masa reformasi, Islam menjadi kekuatan

utama dalam proses demokratisasi di Indonesia

sehingga Indonesia menjadi negara demokrasi

muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi

ketiga terbesar di dunia setelah India dan AS

(56)

Demokratisasi Pasca-Orde Baru

Namun, demokrasi pasca-Orde Baru bukan hanya desain ummat Islam,

melainkan juga hasil perjuangan kaum oposisi yang memperoleh bantuan dana dari pemerintah AS.ppt

Konsekuensinya, pasca-Orde Baru berlaku sistem demokrasi yang berwatak neo-liberal yang melahirkan perlawanan dari sebagian ummat Islam, termasuk dengan jalan kekerasan bersenjata

(57)

Kebangkitan Politik Islam

 Sistem demokrasi memungkinkan ummat Islam membentuk partai politik Islam secara formal dan mengikuti proses pemilu demokratis

 Kebangkitan partai politik Islam mematahkan slogan “Partai Politik No, Islam Yes” pada masa Orde Baru

 Hanya saja perubahan basis politik Islam era-

Orde Baru telah menyebabkan partai Islam

kehilangan basis ideologis sehingga tidak

berhasil memperoleh suara mayoritas

(58)

Kebangkitan Politik Islam

Namun, keberadaan partai politik Islam sangat berperan untuk

mempertahankan ideologi Islam yang berfungsi sebagai standar politik secara ideal bagi ummat Islam

Keberadaan partai Islam memberikan ruang artikulasi bagi ummat Islam untuk memperjuangkan kepentingan agama Islam secara terbuka dalam bingkai

demokrasi

(59)

Diaspora Politik Islam

 Pragmatisme politik ummat Islam yang terbentuk selama Orde Baru menyebabkan terjadinya

diaspora politik Islam ke dalam berbagai partai

politik, terutama partai nasionalis-relijius, seperti Partai Demokrat, Golkar, PKB, PAN, Gerindra,

Hanura.

 Diaspora politik Islam ini menyebabkan terjadinya peleburan antara paham nasionalisme Indonesia dan Islam, sehingga melahirkan ideologi

nasionalis-relijius yang berbeda dengan ideologi nasionalis-sekular seperti yang dianut PDI

Perjuangan

(60)

Diaspora Politik Islam

Diaspora politik Islam dan partai Islam dua lini perjuangan ummat Islam di Indonesia

Secara politis, diaspora politik Islam memungkinkan ummat Islam menguasai pemerintahan dan menggerus basis ideologi nasionalis-sekuler

Diaspora politik Islam ini merupakan keberhasilan slogan “Partai Islam No, Islam Yes”

(61)

Akomodasi Syari’ah

 Dua lini perjuangan politik Islam berhasil

mendorong akomodasi syari’ah dalam sistem hukum nasional, di antaranya : pengakuan

peradilan agama dalam amandemen UUD 1945, otonomi bagi Aceh untuk menerapkan syari’ah

Islam, legislasi perbankan dan lembaga keuangan Islam, perluasan wewenang Peradilan Agama

untuk memeriksa sengketa ekonomi Islam,

berbagai perda bernuansa syari’ah, dll

(62)

Islam dan Globalisasi

Lompatan teknologi informasi dan telekomunikasi

Perubahan geo-politik global

Gerakan Islam global / transnasional

(63)

Tahap-tahap Peradaban

Nama Tokoh Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 August Comte Mitos Metafisik Positivis

Van Peursen Mitis Ontologis Fungsional

Dissanayake Pertanian Industri Informasi

Alvin Toffler Otot Modal Informasi

Ziauddin Sardar Sejarah Kesadaran Umran

(64)

Lompatan Teknologi

Informasi dan Telekomunikasi

 Setelah tahun 1970-an terjadi lompatan teknologi informasi dan telekomunikasi yang melahirkan

suatu dunia tanpa batas (the borderless world)

 The borderless world ditandai oleh lalu lintas

informasi, barang, manusia, dan modal tidak lagi dibatasi oleh batas-batas negara

 Akibatnya, negara-bangsa (the nation state)

kehilangan relevansi dan bergeser ke arah negara-

kawasan (the regional state), spt Uni Eropa dan

Masyarakat ASEAN

(65)

Lompatan Teknologi

Informasi dan Telekomunikasi

 Ajaran Islam yang berintikan pada pesan (message) sangat sesuai dengan kemajuan

teknologi info-telkom sehingga dengan cepat diadopsi oleh ummat Islam untuk

mengembangkan dakwah Islam

 Revolusi Islam Iran adalah peristiwa politik

pertama yang menggunakan teknologi telkom,

yakni tape-recorder, untuk menyebarkan pesan-

pesan revolusi Imam Khomeini

(66)

Perubahan Geo-politik Global

Lompatan teknologi informasi-telekomunikasi mendorong kehancuran komunisme di Eropa Timur yang menandai berakhirnya perang-dingin

Demokrasi liberal dan kapitalisme Barat menjadi pemenang dan menciptakan hegemoni di seluruh dunia yang diwujudkan melalui demokratisasi dan

liberalisasi perdagangan internasional

(67)

Perubahan Geo-politik Global

 Tetapi, hegemoni Barat memperoleh tantangan dari Islam dan China, sehingga terjadi benturan peradaban antara Barat vs Islam-China

 Islam menjadi kekuatan perlawanan karena berhasil melawan dominasi militer Barat,

sedangkan China berhasil melawan dominasi ekonomi Barat

 Bagi negara-negara Barat, Islam dan China akan sangat berbahaya bila keduanya berhasil

mengembangkan kerjasama ekonomi dan militer

(68)

Gerakan

Islam Global / Transnasional

 Perkembangan teknologi info-telkom telah melahirkan gerakan transnasional pada tahun 1970/80-an berupa Transnasional Corporation / Multinational Corporation (TNC/MNC) dan LSM / NGO internasional

 Tetapi, selepas berakhirnya perang dingin muncul gerakan transnasional baru, yaitu gerakan Islam

transnasional (mujahidin internasional, Hizb al-Tahrir, Ikhwan al-Muslimun) yang semakin berkembang

dengan perkembangan teknologi info-telkom

(69)

Gerakan

Islam Global / Transnasional

 Gerakan Islam transnasional ini juga berpengaruh pada gerakan Islam di Indonesia

 Gerakan tersebut sudah dirintis sejak

tahun 1980-an seiring dengan Revolusi Iran dan perang Afghanistan

 Setelah reformasi semakin artikulatif seiring dengan liberalisasi dan

demokratisasi politik di Indonesia

(70)

Gerakan

Islam Global / Transnasional

 Gerakan Islam transnasional berperan untuk mendorong kesadaran sebagai ummat Islam dengan peradaban agung, sehingga tidak lagi tunduk pada hegemoni Barat

 Kesadaran untuk membangun peradaban Islam akan mendorong penguasaan atas ilmu

pengetahuan serta sumber daya strategis lainnya

yang dimiliki ummat Islam di seluruh dunia

(71)

SEKIAN

Referensi

Dokumen terkait