- ,'il
hrrrihi
C rrti
.- --J r
sNt 01-3555-1988
,i
i
i
,rif'i$'
s$
#
,#,s
s1S
r['ft
s
I:
$
',$,;$
$
{, ]F
*
s.*#
r#G .Hff
t&
ig'{
i&
dsffi ,#r'
.wffi
Efr
&
.tlt iffiffi
i[
ffirru,1*
s&
il
'tr mtrWffi
,m'ff
s
wGara uji minyak dan lemak
Badan Standardlsasl Naslonal
Daftar
isiDaftar
isi ....
I
Ruang lingkup2
Penyiapan contoh3 Definisi ...
4
Kadarair
...5
Bilangan peroksida ... ..6
Bilanganiod
...7
Bilangan penyabunan ... ..8
Bilangan asam/asam lemak/derajat asam .9
Bilangan reihert meissell0
Bilangan plenskel1
Ketetapan12
LampiranHalaman
i
I
1
2 J 8 13
l6
19
))
25 27 31
sM
0l-3555.1998Cara uji minyak dan lemak
1
Ruanglingkup
Standar
ini meliputi
penyiapan contoh serta carauji
minyak dan lemak yangterdiri
dari kadar air, bilangan peroksida, bilanganiod,
bilangan penyabunan, bilangan asam/asam lemak bebas/derajat asam, bilangan Reichert Meissell dan bilangan Polenske.2
Penyiapan contoh2.1 Contoh berbentuk
cairan,jernih
dantanpa
sedimenKocok
contoh dengan cara membalik-balikan wadahberulangkali. Untuk
beberapajenis
penetapan yang dapat dipengaruhioleh
adanyaair
dalam contoh seperti halnya penetapan bilanganiod,
pisahkanairnya
dengan cara penambahanI
sampai2
gramNazSOq anhidrat
ke
dalaml0
gram minyak atau lemak dan biarkan dalam oven pada temperatur 50o C, kemudian aduk dan saring.2.2 Contoh berbentuk cairan, keruh atau
bersedimenMasukkan wadah
minyak ke
dalam pemanasair
atau pada suhu 50oC
dan biarkan sampai suhu contoh sama dengan suhu pemanasair
atau kemudian angkat dan kocok dengan cara membalik-balik wadah berulang kali.Apabila setelah pemanasan dan pengocokan, contoh tidak
jernih,
saring minyak tersebut dengan kertas saring pada waktu masih berada dalam penangas air atau pada suhu 50oC.2.3 Contoh berbentuk padat
Lelehkan contoh dengan cara memanaskan
di
dalam pengering atau pemanasair
pada snrhu l0o C di atastitik
leleh contoh, apabila setelah pemanasan contoh menjadi jernih,I
dari3l
sNr
0l-3555-1998lakukan pengerjaan sesuai
butir
1 dan apabila keruh atau mengandung sedimen lakukan pengerjaan sesuaibutir
2,3 Definisi
3.1
Kadar air adalah bahan yang menguap pada pemanasan dengan suhu dan waktu tertentu.3.2 Bilangan peroksida
adalahjumlah peroksida yang terdapat dalam
contoh, dinyatakan denganistilah
miliekivalen oksigenaktif
per kg, yang mengoksidasi kalium iodida pada kondisi perlakuan seperti yang dijelaskan pada cara kerja.3.3 Bilangan iod dari lemak dan minyak
adalah banyaknyagram hologen
yang diserap oleh 100 gram lemak dan dinyatakan dalam berat iod.3.4
Bilangan penyambungan adalahjumlah
mg kaliunr hidroksida yang diperlukan untuk menyabunkanI
gram lemak.3.5 Bilangan
asam/asam lemak bebas/derajat asam3.5.1
Bilangan asam adalah banyaknya mgKOH
yang diperlukanuntuk
menetralkanI
gram lemak.3-5.2 Asam lemak
bebas adalahkadar
asam-asamlemak
bebasyang
terkandung dalam lemak.3.5.3
Derajat asam adalah banyaknyaml
larutan basa (NaOH atauKOH)
0,1N,
yangdiperlukan untuk menetralkan 100 gram lemak.
2 dari3l
sNI
0l-3555-1998Keterangan:
fabel I
Jenis asam
lemak
bebas berdasarkanjenis minyak
No. Jenis minyak Dihitung sebagai Bobot molekul
1.
)
J.
4.
5.
6.
7.
Minyak
kelapaMinyak
sawitMinyak
ikanMinyak
kedelai Minyak jagungMinyak wijen
Minyak
kacang tanahAsam laurat Asam palmirat Asam arakhidonat
Asam oleat Asam oleat Asam oleat Asam oleat
200 256 304 282 282 282 282
3.6
Bilangan Reichert Meissel adalahjumlah
larutanalkali
0,1N
yang dibutuhkan untuk menetralkait asam-asam yang menguap yang larut dalamair
yang disolasi dari 5gram contoh minyak atau lemak dengan perlakuan yang sesuai seperti dijelaskan dalam cara kerja
di
bawah ini.3.7
Bilangan Polenske adalahjumlah
larutanalkali 0,1 N
yang dibutuhkan untuk menetralkan asam-asam yangtidak larut
dalamair
yang disolasidari 5 gram
contoh minyak atau lemak dengan perlakuan yang sesuai seperti dijelaskan dalam cara kerja di bawah ini.4 Kadar air
4.1
Motede oven4.1.1 Acuan
Standar Nasional Indonesia, SNI 01-2891-1992, Cara
uji
makanan dan minuman.3 dari 31
sNI
0l-3555.19984.1.2 Prinsip
Kehilanjan bobot
pada pemanasanl05o C
dianggap sebagai kadarair yang
terdapat dalam contoh.4.1.3 Peralatan
a)
Neraca. analitikb)
Oven pengering dengan pemanaslistrik
c) Botol
timbangaluminium
bertutup dengan diameter8-9
cm, dalamnya4 - 5
cm,dasar rata.
d)
Desikator4.1.4 Cara kerja
a)
panaskan botol timbang berisi pasir laut kering (kuarsa/kertas saring berlipat) dan pengaduk pada oven dengan suhu 105o C selama 1 (satu) jam'b)
Dinginkan dalam clesikator selama t/z jam.c)
lalu timbang dan catat bobotnYad)
Timbangminyak
atau lemak sebanyak5
gram padabotol timbang yang
sudah didapat bobot konstannYa.e)
Panaskan dalam oven pada suhu l05o C selama 1 jam.D
Dinginkan dalam desikator selama Yziam (30 menit).g)
Timbanglah botol timbang yang berisi cuplikan tersebut'h)
Ulangi pemanasan dan penimbangan sampai diperoleh bobot tetap.4.1.5 Perhitungan
Kadar air
dinyatakan sebagai persenbobot per bobot, dihitung
sampaidua
desimal {engan menggunakan rumus :4 dari
3l
sNl
0l-3555-1998ITlr
-
lIlZKadar air
= x
100 %l1I1
Keterangan:
rn1
= bobot cuplikanrn2
= bobot cuplikan setelah pengeringan4.2 Metoda
destilasi4.2.I
Acuan : SNI 01-2891-1992, Carauji
makanan dan minuman.4.2.2 Prinsip
Pemisahan azeotrapik air dengan pelarut organik.
4.2.3
PereaksiXylol,
toluene4.2.4 Peralatan
a) Alat
aufhauser, berukuran 5 ml.b)
Pemanas listrik.c)
Neraca analitik.4.2.5 Cara kerja
a)
Timbang dengan seksama 5-10 gram cuplikan, masukkan ke dalam labu didih dan tambahkan 300ml xylol
serta batu didih.b)
Sambungkan dengan alat aufhauser dan panaskan di atas penangaslistrik
selama satu jam dihitung sejak mulai mendidih. Setelah cukup satujam
matikan penangaslistrik
dan biarkan alat auftrauser mendingin.5 dari
3l
c) d) e)
sNI
01-355s-1998Bilas alat pendingin dengan
xylol
murni/toluene.baca jumlah volume air.
Hitung
kadar air dalam contoh4.2.6 Perhitungan:
V Kadarair =
-
xl00%o
w
Keterangan:
W =
bobotcuplikan, dalamgramV :
volume air yang dibaca pada alat aufttauser, dalam ml.a.3 Metode Karl
Fischer4.3.1
Helrich,K, official
methods of analysis of the associatiort offficial
analyticaldnmists, I5'hed., arlington,
Virginis, USA, 1990.432 Prinsip
Tftrasi air yang terkandung dalam contoh dengan pereaksi yang sesuai.
{-33
Pereaksie) Alat
titrasiKarl
Fischer, manual ataupun otomatis, beserta pengaduk.b)
Neraca analitik.6 dari
3l
sNI
0l-3s55-19984.3.4
Pereaksia)
PereaksiKarl
yang telah distabilkan denganHzo/ml
yang setara dengan kira-kira 5 mgHzo/ml
pereaksi :-
Larutkan 133 gram iod dalam 425 peridin kering dalam bobot g-
s kering dantambahkan 425 ml etilena
glikol
monoetil eter.-
Dinginkan sampai mencapai suhudi
bawah 4o dalam penangas es dan alirkan 102-
105 gram SOz.Kocok
dan biarkan selama 12 jam. Pereaksiini
stabil, tetapi harus distandardisasi setiapkali
pakaian.-
StandardisasiStandardisasikanlah dengan
natrium tartrat 2HzA I ml Na-tartral.
2HzO = 0,1566 mg HzO.Sebagai
pilihan,
standardisasilah denganHzO
dalam metanolyang
dihitung sebagai berikut :Timbang 50 mg HzO dan masukkan ke dalam wadah penitar dan
titar.Hitunglah C
=
mg HzO/ml pereaksi.Pengencer larutan
Karl
Fischer, 2 metoksietanol,piridin (4:l).
Pelarut
cintoh
:CHC[
anhidrat : CHrOH(l:l)
atau (2:1).{3.5 Cara kerja
a) Timbang
denganketelitian 0,01 gram,
sebanyak5 - 25 gram contoh
yangdiperkirakan mengandung
kira-kira
100 mg H2Oke
dalam wadah larutkan dalam CHCIr anhidrat-metanol.b) Titar
dengan pereaksikarl
Fischeryang belum
ataupunyang
sudah diencerkan(l:1)
sampaititik
akhir.c)
lakukan penetapan blanko.d)
Hitung kadar air dalam contoh, b)c)
7 dari
3l
sNI
0l-3s55-199843.6 Perhitungan
Kadar air dinyatakan sebagai
persen, menggunakan rumus :dihitung sampai dua desimal
dengan(VxC)
IGdar
air,Yo =Wx
10Kcterangan:
V :
volume pereaksiW -
bobotcontohC :
banyaknya mg HzO/ml pereaksi (lihatbutir
3.4.3.a.3)Bilangan
peroksida5.f
AcuanStandar
Nasional
Indonesia,SNI 0l-3555-1994, Cara uji minyak dan lemak
(cara pertama).Pquot,
C,IUPAC,
stondard methodsfor the analysis of oils,fat
and derivates,6'h
ed,Pergamon, 1979. (cara kedua).
A2 Prinsip
Iarutan
contoh dalam asam asetat glasial, dankloroform
direaksikan dengan larutanKI.
Iodium yang dibebaskan dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat.
8 dari
3l
sM
01-3s55-199853
ReaksiOz
f:?- -->
HH
Iz +
2NarSzOg,zo r
_C_C-+ZLil
tl ->-c --c tt +Hzo tlz
HH HH
+ 2NaI
+ NazSq0e!t4
Perealisi$ Kloroform
pro analisisb)
Asam asetat glasial, pro analisisc) Kalium
iodida, pra kristalO
Etanol 95%-
Pembuatan larutan standar natriumtiosulfat lN.
Timbang
248 gram
natriunrtiosulfat
NazSzOr5HzO, larutkanke
dalam labuukur I liter
dengan air suling bebas COr kernudian tera dan impitkan.-
Pembuatan larutan standar natrium tiosulfat0,I
N.Encerkan 100 ml larutan standar natrium tiosulfat
ini
ke dalam labuukur I liter
lalu isi dan tera labu ukur sampai tanda garis dengan air suling bebas COz.-
Larutan natrium tiosulfat 0,02 NLarutkan 20
rnl
larutan natrium tiosulfat 0,1N
(dengan pipet) dalam labu ukur 100ml lalu isi
dan tera labuukur
sampai tanda garis denganair
suling bebas COz.Air
suling bebas COz.Didihkan air suling
selama20
rnenit, kemudiandinginkan
dalam sebuah wadahyang dilengkapi alat proteksi COz yang berupa tabung penyerap
yang mengandung campuran NaOH dan CaO.9 dari
3l
sNI
0r-3555-19980 Air
suling bebas COzDidihkan 0,5 gram serbuk kanji dengan 100 ml air suling.
Catatan : tambahkan sedikit HgO kristal untuk pengawetan.
5.5
Peralatanr)
Neraca analitik, ketelitian 0,1 mg, terkalibrasib)
Erlenmeyer bertutup asah 250-
300 mld
Pipet gondok 20 ml, terkalibrasi.{ Iabu ukur
100 ml, terkalibrasid Buret l0
dan 50 ml, terkalibrasiO
Gelas ukur 50 ml dan 100 ml.1f,5 Cara kerja
Itr.r Cara pertama
-
Timbang ke dalam Erlenmeyer 300 ml, sebanyak 0,3-
5,0 gram contoh.Tabel2
Bobot cuplikan berdasarkan perkiraan nilai
peroksida contohPerkiraan nilai peroksida (mil igram ekivalen oksigen/kg)
Bobot cuplikan (g)
o-t2 n -24
20
-30 30-50 50-90
5,0
-2,0
2,0
-
1,21,2
-
0,90,8
-
0,50,5
-
0,3l0
dari 31sNI
01-3555-1998Tambahkan
30 ml
campuranlarutan
dari20 ml
asam asetat glasial,25
ml etanol 95Yo dan 55 ml kloroform.Tambahkan
I
gram kristal kalium iodida dan simpan ditempat gelap selama 30 menit.Tambahkan 50 ml air suling bebas COz.
Titrasi dengan larutan standar natrium
tiosulfat
0,02N
dengan larutan kanji sebagai indikatotr.Lakukan penetapan blanko.
Hitung bilangan peroksida dalam contoh.
l'52 Cara
keduaa)
Timbang ke dalam Erlenmeyer 300 ml, sebanyak 0,3-
5,0 gram contoh.Bobot cuplikan berdnsark.:il;tan nilai
peroksida contohPerkiraan nilai peroksida
(miligram
ekivalen oksigen/kg)Bobot cuplikan (e)
0-12
12
-20 20-30 30-50 50-90
5,0
-2,0
2,0
-
L,21,2
-
0,80,8
-
0,50,5
-
0,3I
I
dari3l
sNI
01-3555-1e98b)
Tambahkan 10 mlkloroform
dan larutkan contoh dengan cara menggoyangkan Erlenmeyer dengan kuat.c)
Tambahkan 15 ml asam asetat glasial dariI
ml larutkan kalium iodida jenuh.d)
Tutuplah segera Erelenmeyer tersebut dan kocok selamaI
menit,kemudian simpan selama
kira-kira
5 menit ditempat gelap pada suhu 15-
250 C.
e)
Tambahkan 75 ml air suling dan kocok dengan kuat.0 Titar
dengan larutan standar natrium tiosulfat 0,02N
dengan larutan kanji sebagai indikator.Lakukan penetapan blanko.
Lakukan penetapan duplo.
Hitung bilangan peroksida dalam contoh.
5.7 Perhitungan
Bihngan
peroksida dapat dinyatakair dalamO Miligram
ekivalen dari oksigen aktif per kkg dihitung sampai dua desimal contoh&rgan
menggunakan rumus :Bilangan peroksida (mgreVkg) =
(Vr-Vo)xT
t)
Dinyatakan dalam mg oksigen aktif per kg.(Vr-Vo)xTx8
Bilangan peroksida (mgrek/kg) =
x
1000s)
h)i)
x
1000 ataum
12
dan3l
sNI
01-3555-1998Keterangan:
Vo
= Volume dari larutan natrium tiosulfat untuk blanko, dalam ml.Vl
= Volume(ml)
larutan natrium tiosulfat untuk contoh.T
= Normalitas larutan standar natrium tiosulfat yang digunakanm :
Berat contoh dalam gram.6 Bilangan
iod6.1
Acuan : Paquout, C. IUPAC, standar methodsfor the analysis of oils,fat
andderivates, dh ed., Pergamon, 1979.
5.2 Prinsip
Penambahan
larutan iodium monoklorida
dalam campuran asam asetat, dan karbonretraklorida ke dalam contoh.
Setelah melewatiwaktu tertentu dilakukan
penetapan halogen yang dibebaskan dengan penambahankalium
iodida(KI).
Banyaknya iod yang dibebaskan dititrasi dengan larutan standar natriumtio
sulfat dan indikator kanji.53
ReaksiHH tl
-C=C-
+ikdan
rangkap deri lemak12
+
NazSzOl2 | Cl -*-+
----.+2NaI +
NazSqOocl cl
(- 'tl C tl -
CHH
-) +
Iz13 dari
3l
6.4 a) b)
sNI
0r-3555-1998Pereaksi
Karbon
tetraklorida, pro analisi.Larutan kalium iodida
(KI)
20%.Larutkan 2Q gram kalium iodida, pa dalam 100 ml air suling.
Larutan natrium
tio
sulfat 0,1 N.Pembuatan
I N
standar natrium tiosulfat.Timbang
248
gram natriumtiosulfat. Larutkan
denganair
suling bebas COz dan masukkan ke dalam labuukur I
liter kemudian tera dan impitkan.Encerkan 100
ml
larutan natriumtiosulfat I N
ke dalam labuukur I liter
dan tera labuukur
sampai tanda garis dengan air suling bebas COz.Indakator larutan
kanji
0,5Yo0,5Yo grarn serbuk kanji dididihkan dengan 100 ml air suling.
Larutan
Wijs
Pembuatan:Timbang
l3
gram iod dilarutkan kedalam I liter
asam asesat pekat lalu alirasi gasklor
(tidak boleh berlebihan ), hingga sejumlahklor
yang terikat serata dengan iod yaitu diperlukan 3,6 gram khlor.Untuk mengetahui apakah jumlah tersebut sudah
cukup,
Erlenmeyer berisi larutanasiam asetat ditimbang
sebelumdan
sesudahdialiri gas klor atau
dengan memperhatikan perubahan warna dari coklat tua menjadimenjadi
coklat kekuning-luningan. Larutan wijs
dimasukkan kedalambotol
berwarnadan
disimpan ditempat gelap pada suhu < 30o C.
Keterangan
:
LarutanWijs
dapat juga dipeloreh dalam keadaan siap pakai.Pcralatan.
Neraca analitik, ketelitian
minimal *
0,1 mg terkalibrasi.Erlenmeyer 500 ml bertutup asah.
Pipet gondok 25 ml, terkalibrasi.
c)
d)
e)
4.5
tl *
s
14 dari 3 I
a)
sNI
0l-3555-1998d)
Buret 50 ml, ketelitian 0,1, terkalibrasi.6.6 Cara kerja
Timbang
denganteliti
sejumlahcontoh
berdasarkanbilangan iod dari
contoh tersebut kedalam Erlenmeyer 500 ml, bertutup asah.Tabel penimbangan contoh disesuaikan dengan bilangan iod dari contoh :
Tabel4
Bobot
contoh berdasarkanbilangan iod dari
contoh Bilangan iod Bobot contoh (g)5
5-
202t -
505r -
100101 -
150l5l -
2003,50 g 1,00 g 0,40 g 0,20 g
l,13
g0,10g
Tambahkan 15
ml
karbontetraklorida
dengan menggunakan gelasukur
untuk melarutkan lemak.Tambahkan dengan tepat 25
ml
larutanWijs
dengan menggunakan pipet gondok [angan dipipet dengan mulut), kemudian tutuplalr Erlenmeyer tersebut.Simpan selama L
- 2
jam dalam tempat/ruang gelap.(untuk lemak yang
mempunyaimilai bilangan iod di bawah 150,
simpan ditempat gelap selamal' jam. Untuk
lemak yang emmpunyainilai
bilangan ioddi
atas 150 simpan ditempat gelas selama2 jam).Tambahkan Tambahkan
l0 ml
larutanKI
20Yo dan 100 ml air suling.s
o
d
15 dari
3l
titar
sNI
0l-3555-1998dengan
larutan
natrium0 s)
h)Tutup Erlenmeyer dengan
segera,kocok
dan tiosulfat 0,1N
dan larutan kanji sebagai indikator.Kerjakan penetapan duplo.
Kerjakan blanko.
Hitung bilangan iod dalam contoh.
6.7 Perhitungan
Bilangan
iod dinyatakan sebagai gram iod yang diserap per desimal dengan menggunakan rumus :100 g dihitung sampai dua
12,69xTx(Vr-V4)
Bilangan iod =
T :
Normalitas larutan standar natrium tiosulfat 0,1N
Yr :
Volume larutantio.0,l
N yang diperlukan pada penitaran blanko (mL)Ya
= Volume larutantio
0,1 N yang diperlukan pada penitaran contoh (mL)I :
Bobot contoh (gram)? Bilangan
penyabunan'tl
AcuanC. IUPAC,
stanbdar methodsfor
the analysisof
oils,fat and
derivates, 6thPergamon, 1979,
16
dari3l
sNI
0l-3555-19987.2 Prinsip
Penyabunan contoh dengan larutan
kalium
hidroksida dalam etanol dibawah pendingin tegak dan penitaran kelebihankalium
hidroksida dengan asam khlorida dengan adanya indikator fenolftalein7.3
ReaksiII2
CO-
P
c-R
o
til
HCO-C_R o
lt
H2
CO- C-R
KOH
Kelebihan7.4
Perenksi+
3KOH
-->
HCI --_> KCI +
HzOH2C
-
OHI
3R-C-OK + HC-OH
I Iu,b - oH
Kalium hidroksida 0,5
N
dalam etanol 95%.Timbang
KOH
sebanyak kira-kira 40 gram dan dilarutkan dengan 25 ml air suling, kemudian encerkan denganetanol 95%
sampailiter dan simpan dalam
botol coklat.Asam klorida,
HCl0,5 N
larutkan
41,5 ml(HCl37% bj I,l9)
menjadiI liter
dengan air suling.Indikator larutan fenolftalein O,5yo.
Lanrtkan 0,5 g fenolftalein dalam alkohol 95o/oke dalam labu
ukur
100 ml.17 dari 31
sNI 0r-3555-r998
Pcralatan
Ncraca analitik, dengan ketelitian 0,1 mg terkalibrasi Erlenmeyer 300 ml
Pendingin tegak yang panjangnya
I
mPipet volum etri 25 ml, terkalibrasi
hret
50 ml dengan ketelitian 0,01 ml, terkalibrasi Penangas air atau pemanaslistrik.
Cara kerja
fimbang kira-kira 2
gram contoh ketelitian 0,0001 gram dan masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 ml.Tambahkan 25 ml
KOH
alkohol 0,5 dengan menggunakan pipet dan beberapabutir
batu didih.Hubungkan Erlenmeyer dengan pendingin tegak dan didih
di
atas penangas air atau pemanaslistrik
selamaI
jam.Tambahkan 0,5
-
1 ml fenolftalein ke dalam larutan tersebut dan titar dengan asam klorida HCI 0,5N
sampai warna indikator berubah menjadi tidak berwarna.Kerjakan penetapan duplo.
Kerjakan penetapan blanko.
Ifitung
bilangan penyabunan dalam contoh.TJ Perhitungan
Bilengan penyabunan dinyatakan sebagai miligram
KOH
per gram lemak dihgitungryai
satu desimnal dengan menggunakan rumus :56,lxTx(Vo-Vl)
o
d
o
d
llhnganpenyabunan :
m
18 dari
3l
sNI
0l-3555-1998Keterangan :
Vo =
VolumeHCI
0,5N
yang diperlukan pada penitaran blanko (mL)Vl =
VolumeHCI
0,5N
yang diperlukan pada penitaran contoh (mL)T =
NormalitasHCI
0,5N
M =
Bobot contoh dalam gram.Bilangan
asam/asam lemak bebas/derajat asam8.1
AcuanPaquot, C,
IUPAC,
standard methodfor
the analysisof
oils,fat
and derivates, dh ed, Pergamon, 1979.8,2 Prinsip
Pelarutan
contoh
lemalc/minyak dalam pelarutorganik
tertentu(alkohol 95%
netral) dilanjutkan dengan penitaran dengan basa (NaOH atau KOH).8.3
ReaksiTN
COOCRH
COOCRILU
COOCRILemak
R
COOHHz
+ 3NaOH --->
3RCOONa +
H HzNaOH RCOONa +
HzOCOH
I
COH
I
COH
19 dari 31
sNl
0l-3555-19986.4
Perealisia)
Larutan alkohol 95o/o netralMasukkan
alkohol
9504 sebanyak yang diperlukanke
dalarn llrelenmeyer, tetesi dengan beberapatetes indikator fenolftalein kemudian dititrasi
dengan larutan standar NaOH0,lN
sampaiterbentuk warna mearah muda.b)
Indikator fenolftalein (PP) 0,5%Larutkan 0,5 gram fenolftalein dalam 100
ml
etanal95Yo.c)
Larutan standar NaOH 0,1-
Pembuatan larutan NaOH 50% (larutan Sorensen)Larutkan
100 gram NaOH dalam air suling bebas COz sebanyak 100 ml.-
Pembuatan larutan standar NaOH0,lN
Larutkan
5,26ml NaOH
50% (19N)
ke dalam labuukur
1000ml
dan ditera sampai tanda garis denganair
suling bebas COz. Tetapkan normalitas larutan tersebut.8.5 Peralatan
a)
Neracaanalitik
ketelitian minimal 0,1 mg, terkalibrasi.b)
Erlenmeyer 250 ml, terkalibrasic) Buret
10ml
atau 50 ml, terkalibrasi.8.6 Cara kerja
8.6.1 Cara pertama
a)
Timbang dengan seksama 2- 5
gram contoh ke dalam Erlenmeyer 250 ml.b)
Tambahkan 50 ml etanol 95Yo netralc)
Tambahkan 3-
5 indikator PP dantitar
dengan standar NaOH 0,1N
hingga warna merah muda tetap (tidak berubah selama 15 detik).20
dari3l
sNI
0l-3555-1998d)
Lakukan penetapan duplo.e)
Hitung bilangan aamlkadar aam lemak beba#derajat asam dalam contoh.8,6.2 Cara
keduaa)
Timbang sejumlah contoh berdasarkan perkiraan bilangan asam dalam contoh tersebut (lihat tabel) dan masukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml.Tabel5
Bobot
contoh berdasarkanperkiraan bilangan
asamdari
contohPerkiraan bilangan keasaman
Bobot penimbangan (g) Ketelitian penimbangan (g)
I
l-4 4-15
15 -
7520 10 2,5 0,5 0,1
0,50 0,20 0,01 0,001 0,0002
b)
Tambah 150ml
campuran etanol 95o/ovlv
dandietileter (l:l v/v)
dan larutkan dengan cara menggoyangkan Erelenmeyer.c)
Tambahkan 3-
5 tetes indikator PP dantitar
dengan larutan NaOH 0,1N
hingga warna merah muda tetap (tidak berubah selamal5
detik).d)
Lakukan penetapan duplo.e)
Hitung bilangan asam/kadar asam lemak bebas/derajat asam dalam contoh.2l
dari3l
sNr
0l-3555-19988.7
Perhitungan
a)
Bilangan asam dinyatakan sebagai mg KOFVgram lemak, dihitung sampai2
(dua) desimal dengan menggunakan rumus :VxTx56,1
m
b)
Asam lemak bebas dinyatakan sebagaipersen asam lemak, dihitung sampai 2 (dua) desimal dengan menggunakan rumus :MxVxT
l0m
c) Derajat
asam dinyatakan sebagaimiliekivalen/l00 g lemak, dihitung
sampai 2(dua) desimal dengan mengggunakan rumus :
l00xVxT
m Keterangan :
V =
volume NaOH yang diperlukan dalam penitaran dalam(ml)
T =
Normalitas NaOHm :
Bobot contoh, dalam gramM
= Bobot melekul asam lerrak9 Bilangan reichert
meissel9.1 Acuan
paquot, C,
IUPAC,
StandardMethodfor
the Analysis of oils,Fat
and Derivates, dh ed, Pergamon, 197922 dari3l
sNI
0l-3555-19989.2 Prinsip
Penyabunan lemak dalam larutan gliserol kemudian
diikuti
pelarutan dengan air dan pembebasan asam-asam lemak bebas oleh asam sulfat.9.3
Reaksio
I
I
Lemak + NaOH -*----*> gliserol + R-
C - OHao
2 R-C'ONa +HzSO4 ----> NazSOe +
asamlemakbebas destilasiAsam lemak
bebas --->
asam yang menguapCq
CrqLarut (C+dan Co)
Asam yang
menguap +
HrOTidaklarut (Cr Cra)
9.4
Pereaksia)
Gliserolnetral 98o/o
(BJ
1,26) b)
Larutan natrium hidroksida, NaOH 50%c)
Larutan asam sulfat , HzSO+ e[cerd)
IndikatorFenolftalaine)
Larutan natrium hidroksida,NaOH 0, I N
0
NatriumSulfat,
NazSo+ anhidrat.23
dari3l
sNl
0l-3555-19989.6
Peralatana)
Neraca analitik , dengan ketelitian minimal 0,1 mg terkalibrasib)
Labu berdasar rata 300 ml'c)
Gelasukur
100 mld)
Bubuk batu apung dengan ukuran 1,4-Zmm'
e) Alat
destilasi.f)
Kertas saring diameter 90 mm'g)
Labu berskala 100/110 ml.23,4 Cara Kerja
a)
Timbang denganteliti
5,0 gram contoh darihasildari
penyaringanke
dalam labu berdasar rata 300 ml.b)
Tambahkan20
gram(lebih kurang 16ml) gliserol
dan2 mlNaoH
50%
(gunakan buret), kemudian kocok sampai contoh tersabunkan seluruhnya dan laruian benar- benar jernih.c)
Panaskan sampai lebih kurang 90"C.d)
Tambahkan 93ml air
suling yang sudah didihkan dan kocok. Larutan harus tetapjernih, bila
larutan tidakjernih
(penyabunantidak
sempurna) atau warnanya lebih gelapdari
kuningjernih
(pemanasan berlebihan).Ulangi
proses penyabunanini
dengan contoh Yang baru.e)
Tambahkan 0.1 gram sebuk batu apung dan 50 ml larutan HzSOq encer'0
Flubungkan labu dengan alat destilasi'g)
Panaskan dengan hati-hati sampai asam lemak bebas mencair semua'h) Atur
nyala api dan tampung destilasi sebanyak 110 ml dalam labu ukur dalam waktul9-21
menit.i)
Tutup labuukur
dan masukkan dalam penangasair
15uC sedemikian rupa sehingga batasll0
ml terletak 1 cmdi
bawah garisair
penangas, diamkan selamal0
menit.Setelah 10 menit labu dibolak-balikkan 4
-
5 kali (tanpa terkocok),24 dat'.3r
sNI
0l-3555-1998j)
Saring larutan dengan kertas saring dimanafiltrat
dan tambahkan 5 ml indikator PP kemudian titrasi dengan larutan NaOH. Kerjakan juga penetapan blanko'23.5 Perhitungan
RM = llxNx(a-b) RM =
Reichert Meissela =
Jumlah NaOH yang digunakan untuk penitaran contoh (ml)b =
Jumnlah NaOH yang digunakan untuk penitaran blanko (ml)N =
Normalitas10 Bilangan
Plenske10.1
Acunnpaquout,
c. IUPAC,
slutftcJar ntethocl'sfor
the curulysisof
oils,.fat antl derivales'
6thecli liort, Pergamon, 1979.
10.2
PrinsiPPenyabunan lemak mentega dalam
gliserol
dengan basakuat
dengan cara volumetri' Bilangan Polenske untuk menentukan asam lemak yang menguap dantidak
larut dalam air.10.3
Pereaksia)
Gliserol netral 98% (BJ 1,26)b)Larutannatriumhidroksida,NaoH50%(b/b)yangsudahjernih.
o)
Asam sulfat, Hu SO+ encerd)
Indikator PP (Fenolftalein)25 dari
3l
sM
0l-3555-1998e)
Larutan natrium hiclroksicla, NaOH 0,1N.
atau kalium hidroksida,KoH
0,1 N.0 Air
suling yang telah dididihkan 15 menit untuk membebaskan COz'g)
Etanol 95%(vlv)
10.4
Peralatana)
Neraca analitik dengan ketelitian minimal 0,1 mg terkalibrasib)
Gelas Piala 25 mlc)
Labu berskala 100/100 mld)
Coronge)
Kertas saring0 Alat
destilasig)
Bubuk batu apung dengan ukuran partikel 1,4-
2 mlh)
Bureti)
Gelasukur
100 mlj)
Labu berdasar rata 300 ml'10.5 Cara kerja
a)
Setelkah penetapan bilangan Reichert Meisel, cuci pendingin denganl5
ml air suling yang telah didinginkan.b)
Tampung air pembilas pada gelas piala 25 ml. Bilas labu berskala 100/100 ml dengan air pembilasini,
kemudian saring' Ulangi pekerjaanini
masing-maslng dengan 15ml
air suling.c)
Kumpulkan air pembilas terakhir dalam wadah terpisah dan netralkan dengan alkali.Bila
larutan pembilas ini pada penetralannya dibutuhkan kurang 1 tetes alkali, bilasan ini tidak dipergunakan.cuci
pendingin dengan 15 mletanol95%
(v/v).
Kumpulkan etanol pencuci dalam gelas piala 25 ml dan gunakan untuk membilas labu ukur, kemudian saring.ulangi ini
dua kali.26 drr3l
sNI 0l-35ss-1998
d)
Tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein (PP) ke dalam etanol pembilas (a5ml)
dan
titar
dengan larutan NaOH atauKOH'
e)
Lakukan penetapan blanko'0
Hitung bilangan Polenske dalam contoh'10.6 Perhitungan
BilanganPolenske = l0
xN
x(Vl -VZ)
Vl
= Jumlah NaOH atauKOH
yang digunakan untuk contoh(ml)
V2 :
Jumlah NaOH atauKOH
yang digunakan untuk blanko (ml)N
= Normalitas NaOH atauKOH
11 Ketetapan
I
l.I
Validitas metodeuji
bilangan peroksida (cara pertama)ini
dilakukan dengan menganalisis contoh yang sama dengan menggunakan metode yang berbeda di laboratorium yang berbeda. Data statistik yang diperoleh adalah :Standar
deviasi :
1,881Koefisien
variasi
:37,02Repitibilitas
-
Nilai dugaan
: 0,684-
Nilai ketidakpastian
:0,21Reprodusibilitas
27
dari3l
...-
sNI 0l-3s55-1998
-
Mlai
dugaan-
Nilai
ketidakpastianStandar deviasi Koefisien variasi Repitibilitas -
Nilai
dugaan- Nilai
ketidakpastian l{eprodusibilitas- Nilai
dlrgaan-
Nilai
ketidakpastian: 5,343
:1,64
tr.2 Validitas
metodeuji
bilanganiod ini dilakukan
dengarr rnenganalisis contohyang
sama dengan menggunakan metodeyang
berbedadi
laboratoriurn yang berbeda. Data statistik yang diperoleh adalah ::
2,64:
1,92. LrZ)
:
0,81:
7,64,, 2,7
11.3 Validitas .motode uji bilangan
penyabunandilakukan
clengan rnenganalisis contoir yang sama dengan nrenggunakan metodeyang
berbcclatli
laboraroriunr vnng berbeda. Data statistik yang diperoleh adalah :Standar deviasi Koefisien Replitibiliras -
Nilai
dugaan -Nilai
ketidakpastian Reprodusibilitas -Nilai
dugaan -Nilai
ketidakpastian"
4,04:
2,11:
3,15:
1,2:
11,64:4
28 dari 31
sNI
0t-3s55-1998ll.4 Validitas
metodertji
bilangan asam/asamlemak
bcbas/clcrajatlsam
dilakukan dengan menganalisis contoh yang sama dengan menggunakan nrctode yang berbeda di laboratorium yang berbeda. Data statistik yang diperoteh adalah :Standar deviasi Koefisien variasi Repitibilitas -
Nilai
dugaan-
Nilai
ketidakpastian Relx'otlusibilitas -Nilai
dugaan -Nilai
kctidakpastian0,04 20,97
0,15 0,03
0,
l3
0,03
t2
I,:tnrpirnn
l2.l
Starrrlarrlisnsilanrttn nntriunr tio sulfat
0,02 Na) 'firnbarlg 0,05
gram- 0,1
gramkaliurn iodat (KlO3) kcrirrr, lartrrkrn ke
<lalarrrIlrlennreyer 250 nrl dengan air suling sebanyak 50 ml.
b)
'farnlrahkanl0 ml kalium
iodida 20o/o dan2,5 ml FI('l 4 N, iorl vln!.
dit)cblsk;rndititar
dengan natriunt tiosulfht 0,1N
sampai larutan bcrrvarrra kurril_u.c)
'farnbahkan 2-
3ntl
larutan kartji dan titrasi rlilanjutkan sarrrpai\\,lnlil biru
hilarrq.Kerjakan
penetapanduplo. Hitung
normalitasnatriurn
riosatrll;rr0,1
samgrai 4 dcsirnal dengan ntenggunakan rumus :m
N (grek/l)
=VxEq
29
dari3l
sNI
0l_3555_1998Keterangan:
m
adalah berat kalium iorlat dalam mgV
adalah volume larutan natrium thiosulfat yang digunakanultuk
titrasaiEq
adalah berat ekivalen dari kalium iodatApabila perbedaan antara kedua penetapan lebih dari 0,0004, lakukan penetapan triplo.
12.2
Standardisasilarut:rn HCI0r5
Na)
'firnbangkira-kira 0J5
granr boraks ("analytical grade") durqan ketelitian 0,001 g, dalam kacaarloji'
kenttrdian pindahkan dalam Ertenmeyer 2.i0 rrrl larutkan dengan air suling dan gelas kaca arlojinya.b)
'l'arnbahkan3
tetes pcnunjuk merahmetil (0,1)
grarnrlalarn
100rnl
etanol 70o/otitar dgrgan HCI 0,5
N
hingga warna larutan nrenjadi nrsralr 'rurla.c)
l-akukan penetapan duplo.d) Ilitung
nornralitas larutan standarHCl.
:
l)erhiturrgarr :
Norrtralitas lartttan standar [-ICl clapat dihitung sampai
4 desirnll
rlcngarr rncpqgullrklrr rurnus sebagai trerikut :N=
190,6
x A
Keterangan :
W
adalah berat boraks dalanr rng.A
adalah HCI yang dipakai dalam penitaran30 dari 3 I
sNr
0r_3555_1998Catatan :
Perbcdaan hasil diantara dua penetapan
tidak boleh lebih
tJari 0,0004,bila lebih
dari 0,0004 lakukan penetapan triplo,12.3
Penetnpannormalitns larutan standar NaOtI
0,1 Na)
Timbang sebanyak 0,1 gram asam oksalat, larutkan denga^air s'ring,
kernucliarr ditetesi 3-
5 indikator fenolftalein dandititar
dengan lanrran srandar rraol-l0,1
N yang akan digunakan sampai terbentuk warna merah mu<Jab) Lak'rkan
penetapan crupro.Hitung normaritas
rarutarrN*oH
dcsimal dengan men_egunakan rumus :
m .t\ =
Vx
63Keterangan:
m
adSlah berat asam oksalat dalam mgV
adalah volurne lanrtan NaOl.{0,I
N yang digunakan,Apabila perbedaan antara kcdua penetapan lebih dari 0,0004 rak,kan penctapan tripro