TUGAS TUTORIAL I
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN
N o
Tugas Tutorial Skor Maksima
l 1 Jelaskan karakteristik umum negara sedang berkembang! 20 2 Jelaskan tiga hal yang menyebabkan perbedaan tingkat
kesejahteraan masyarakat! 20
3 Jelaskan faktor utama yang mendorong perubahan teori dan paradigma pembangunan dari masa ke masa menurut Adelman!
20
4 Jelaskan teori pertumbuhan endogen menurut romer! 20
5 Jelaskan rangsangan pertumbuhan menurut liebenstein! 20
JAWABAN TUGAS KE-1
ESPA4229/Teori Ekonomi Makro
Prodi : Ekonomi Pembangungan Oleh:
Nama : M. AMIN NIM : 048703542
1. karakteristik umum Negara Sedang Berkembang (NSB) menurut Todaro & Smith (2014),
Standar Hidup yang Rendah:
o Pendapatan per kapita yang rendah: Mengindikasikan daya beli masyarakat yang terbatas.
o Kemiskinan yang kronis: Sebagian besar penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
o Kondisi perumahan yang tidak memadai: Fasilitas perumahan yang kurang layak dan sering kali padat.
o Sarana kesehatan yang terbatas: Akses terhadap layanan kesehatan yang baik sangat kurang.
o Tingkat pendidikan yang rendah: Tingkat literasi dan pendidikan formal yang masih rendah.
o Tingkat kematian bayi yang tinggi: Menunjukkan masalah kesehatan dan gizi yang serius.
o Tingkat harapan hidup yang rendah: Dampak dari kondisi kesehatan dan gizi yang buruk.
o Perasaan tidak aman dan putus asa: Refleksi dari ketidakstabilan ekonomi dan sosial.
Tingkat Produktivitas yang Rendah:Khususnya pada tenaga kerja, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya investasi dalam pendidikan dan pelatihan.
Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban Tanggungan yang Tinggi: Tingkat kelahiran yang tinggi dan struktur umur yang muda mengakibatkan beban tanggungan yang besar pada kelompok usia produktif.
Tingginya Tingkat Pengangguran:
o Pengangguran terselubung (underemployment): Tenaga kerja yang bekerja kurang dari kapasitasnya atau di bawah keterampilan yang dimiliki.
o Pengangguran terbuka (open unemployment): Tenaga kerja yang sama sekali tidak memiliki pekerjaan.
Ketergantungan pada Produksi Pertanian dan Ekspor Produk Primer: Ekonomi yang sangat bergantung pada sektor pertanian dan ekspor bahan mentah atau produk dasar.
Dominasi, Ketergantungan, dan Vulnerabilitas dalam Hubungan Internasional:
NSB sering kali berada dalam posisi yang lemah dalam perdagangan internasional dan rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.
2. Ada tiga hal yang menyebabkan perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat meskipun tingkat pendapatan per kapitanya secara nominal relatif sama:
1) Pola pengeluaran masyarakat, adanya perbedaan pada pola pengeluaran
masyarakat menyebabkan dua negara dengan pendapatan per kapita yang sama belum tentu menikmati tingkat kesejahteraan yang sama. Misalnya, kita asumsikan ada dua orang dengan tingkat pendapatan relatif sama, namun salah seorang di antaranya harus mengeluarkan ongkos angkutan yang lebih tinggi untuk pergi ke tempat kerja, harus berpakaian necis maka tidak dapat dikatakan bahwa kedua orang tersebut mempunyai tingkat kesejahteraan yang sama tingginya.
2) Perbedaan iklim, adanya perbedaan iklim juga memungkinkan timbulnya perbedaan pola pengeluaran masyarakat di negara-negara maju dan NSB.
Masyarakat di negara maju harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk mencapai suatu tingkat kesejahteraan yang sama dengan di NSB. Seperti kita ketahui, sebagian besar negara maju beriklim dingin dan sebagian besar NSB beriklim tropis. Oleh karena itu, penduduk negara-negara maju sering kali harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar untuk dapat menikmati "iklim tropis" seperti yang biasa dinikmati oleh penduduk NSB.
3) Struktur produksi nasional, adanya perbedaan yang mencolok pada komposisi sektoral juga akan memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Suatu
masyarakat akan menikmati tingkat kesejahteraan yang lebih rendah jika proporsi pendapatan nasional (pengeluaran) yang digunakan untuk anggaran pertahanan dan pembentukan modal (capital formation) lebih tinggi dibandingkan di negara lain yang memiliki tingkat pendapatan per kapita yang relatif sama.
3. Adelman (1961) mengidentifikasi ada tiga faktor utama yang mendorong perubahan teori dan paradigma pembangunan dari masa ke masa, yaitu:
Pertama, adanya perubahan ideologi. Setiap generasi pemikir ekonomi mempunyai basis ideologi sendiri-sendiri serta memiliki rujukan teoretis dan rekomendasi kebijakan (policy prescriptions) yang berlainan. Apabila terjadi perubahan basis ideologi maka otomatis akan membawa perubahan pada kerangka teori dan rekomendasi kebijakan tersebut.
Kedua, adanya revolusi dan inovasi teknologi. Aktivitas ekonomi kini mengalami perubahan sangat fundamental akibat sukses besar revolusi teknologi informasi dan komunikasi. Revolusi teknologi yang berlangsung spektakuler itu membawa implikasi luas dan pengaruh kuat pada perkembangan teori dan paradigma pembangunan. Contoh, lahirnya paradigma perekonomian berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) adalah produk revolusi teknologi tersebut.
Ketiga, adanya perubahan lingkungan internasional sebagai dampak globalisasi ekonomi yang berlangsung sangat intensif, yang tercermin pada kian
terintegrasinya kegiatan ekonomi antarbangsa.
4. Menurut teori pertumbuhan endogen, faktor teknologi memegang peranan penting dalam pertumbuhan dalam jangka panjang. Namun, Romer (1994) menyatakan bahwa akumulasi modal tetap memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dalam artian yang lebih luas, yakni dengan memasukkan unsur modal ilmu pengetahuan (knowledge capital) dan modal manusia (human capital) ke dalam model. Selain itu, perubahan teknologi merupakan bagian dari proses pertumbuhan ekonomi yang berasal dari dalam (endogenous), bukan sebagai faktor yang berasal dari luar (exogenous).
5. Leibenstein membedakan rangsangan pertumbuhan ke dalam dua jenis, yaitu:(1) rangsangan zero-sum yang tidak meningkatkan pendapatan nasional namun hanya bersifat upaya distributif; dan (2) rangsangan positive-sum yang berarti terdapat upaya oleh pengembangan pendapatan nasional. Menurut Leibenstein meskipun kegiatan positive- terga sum yang dinilai mampu menghasilkan pembangunan ekonomi, tetapi kondisi yang ada mutandi NSB sering kali hanya mendorong para pengusahanya untuk terlibat dalam kegiatan- kankegiatan yang bersifat zero-sum.