• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi Inovatif untuk Kesehatan dan Lingkungan

N/A
N/A
38. Eni Hajar Musarofah

Academic year: 2024

Membagikan " Solusi Inovatif untuk Kesehatan dan Lingkungan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

EKONOMI KREATIF PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN CUCI DAN LILIN AROMATERAPI

Dr. Hendra Setyawan, S.Pd.Jas., M.Or. 1, Eni Hajar Musarofah2

Universitas Negeri Yogyakarta

Email: 1[email protected] 2[email protected]

ABSTRAK

Pemanfaatan minyak goreng dalam proses penggorengan tahu di Dukuh Karangsari tentu tidak dapat dipakai secara terus menerus dan tidak pada frekuensi yang melebihi batas aturan.

Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pemanfaatan minyak jelantah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan meminimalisir limbah yang dihasilkan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap dampak penggunaan dan pembuangan minyak jelantah bagi kesehatan tubuh dan lingkungan melalui suatu sosialisasi pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasarnya.

Jenis metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk sosialisasi dan penjabaran informasi mengenai minyak jelantah. Berdasarkan hasil sosialisasi, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat akan dampak penggunaan dan pembuangan minyak jelantah serta peningkatan keterampilan dalam pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yaitu sabun dan lilin aromaterapi. Pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya menyelamatkan lingkungan tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik.

Kata kunci: minyak jelantah, sabun, lilin aromaterapi

PENDAHULUAN

Dukuh Karangsari, Desa Pandeyan secara territorial masuk ke dalam wilayah Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Mata pencaharian warga dukuh Karangsari sangat beraneka ragam. Di Dukuh Karangsari terdapat beberapa industri skala rumah tangga yang mempunyai kapasitas produksi tinggi. Salah satu diantaranya adalah industri pembuatan tahu goreng.

Pembuatan tahu goreng pada pabrik tahu di Karangsari menggunakan bahan minyak goreng untuk menggoreng tahu agar siap dipasarkan secara matang. Minyak goreng berbahan dasar kelapa secara optimum bisa digunakan maksimal selama 4 kali penggorengan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan minyak yang berulang-ulang dengan pemanasan tinggi

mengakibatkan kenaikan asam lemak bebas yang sangat berbahaya pada Kesehatan seperti meningkatkan kolesterol LDL, meningkatkan siste tumor necrosis factor (TNF) dan C- reactive protein, bahkan menyebabkan manusia berisiko tinggi terkena penyakit jantung coroner dan diabetes [ CITATION Nov23 \l 1033 ].

Pemanfaatan minyak goreng dalam proses penggorengan tahu tentu tidak dapat dipakai secara terus menerus dan tidak pada frekuensi yang melebihi batas aturan pemakaian minyak goreng. Selain dapat menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh manusia, minyak jelantah juga dapat mencemari lingkungan Ketika membuangnya secara sembarangan.

Oleh karena itu, perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak goreng ini (minyak jelantah) dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan.

(2)

Pemanfaatan minyak jelantah ini dapat dilakukan melalui proses pemurnian agar dapat digunakan kembali sebagai sebagai bahan baku produk yang ramah lingkungan yang bernilai ekonomis seperti sabun cuci piring padat dan lilin aroma terapi. Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan noda yang dihasilkan dari proses hidrolisis lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol dan dilanjutkan dengan proses saponifikasi. Lilin aromaterapi merupakan lilin yang dibuat dari minyak dan asam stearat sebagai bahan utama dan ditambahkan bahan pewangi sehingga memiliki berbagai manfaat seperti mengurangi stress, mengatasi insomnia bahkan mengatasi tekanan dan nyeri pada otot.

Berdasarkan hal tersebut, sebagai upaya untuk mengatasi masalah limbah minyak jelantah, dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa sosialisasi dan workshop pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasarnya. Kegiatan sosialiasi dan workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap dampak penggunaan dan pembuangan minyak jelantah bagi kesehatan tubuh dan lingkungan.

METODE PEMBERDAYAAN

Kegiatan sosialisasi dan workshop ini dilakukan pada kelompok ibu-ibu di dukuh Karangsari dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Tahapannya terdiri dari sosialisasi mengenai dampak Kesehatan penggunaan minyak jelantah, dilanjutkan dengan pengenalan tentang pemanfaatan minyak jelantah, serta pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci dan lilin aroma terapi pelatihan. Materi mengenai pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasarnya diambil dari hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Berikut uraian materi sosialisasi yang diberikan:

1. Bahan pembuatan sabun cuci dan lilin aromaterapi

Untuk pembuatan sabun cuci, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:

a. Minyak jelantah b. Soda api

c. Fragrance oil d. Air

Untuk pembuatan lilin aromaterapi, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:

a. Minyak jelantah b. Paraffin

c. Fragrance oil d. Pewarna buatan

2. Prosedur pembuatan sabun cuci a. Pada tahap awal, minyak

jelantah dimurnikan terlebih dahulu menggunakan arang aktif dari arang kayu untuk kemudian didiamkan selama 1 malam. Saring minyak jelantah yang sudah dimurnikan

b. Dalam wadah yang berbeda, siapkan air kemudian masukan soda api ke dalam air. Pada proses ini, suhu air akan meningkat dan akan timbul

percikan, sebaiknya

menggunakan sarung tangan agar terlindungi dari larutan ini.

c. Setelah suhu normal, masukkan minyak jelantah yang sudah disaring secara perlahan

d. Masukkan fragrance oil. Aduk sampai larutan sabun berubah tekstur menjadi seperti jus alpukat

e. Masukkan ke dalam cetakan, dsan diamkan di bawah suhu ruang selama 3-4 hari

f. Setelah sabun menjadi padat, kemudian lepaskan dari

(3)

cetakan dan sabun sudah bisa digunakan.

3. Prosedur pembuatan lilin aromaterapi

a. Pada tahap awal, minyak jelantah dimurnikan terlebih dahulu menggunakan arang aktif dari arang kayu untuk kemudian didiamkan selama 1 malam.

b. Saring minyak jelantah yang sudah dimurnikan

c. Siapkan semua bahan

d. Pindahkan minyak jelantah ke dalam panci

e. Nyalakan api untuk

memanaskan minyak jelantah dengan api kecil

f. Masukan paraffin yang sudah disiapkan

g. Aduk hingga paraffin meleleh dan menyatu dengan minyak jelantah

h. Masukkan fragrance oil dan pewarna buatan

i. Aduk hingga merata dan tunggu mendidih, lalu matikan api kompor

j. Siapkan gelas sloki dengan sumbu yang terikat dengan tusuk gigi

k. Masukkan larutan ke dalam gelas sloki

l. Dinginkan pada suhu ruangan sampai lilin kering dan siap untuk digunakan.

Gambar 1. Sosialisasi mengenai minyak jelantah

(4)

Gambar 1. Workshop pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah

Gambar 3. Workshop pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil kegiatan sosialisasi dan workshop terkait pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci dan lilin aromaterapi adalah sebagai berikut:

1. Sosialisasi dampak Kesehatan penggunaan minyak jelantah

Kegiatan penyuluhan diawali dengan sosialisasi dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan dari penggunaan minyak jelantah. Menurut [ CITATION Han21 \l 1033 ] penggunaa n minyak jelantah tidak diperbolehkan melebihi dari 3 kali penggorengan karena akan mengalami perubahan fisika dan kimia yang akan mengakibatkan gangguan kesehatan.

Melalui sosialisasi tersebut diharapkan ibu-ibu mulai menyadari tentang pentingnya kesehatan terlebih terkait dengan penggunaan minyak jelantah dalam mengolah makanan sehari-hari.

Dari hasil sosialisasi, ibu-ibu menyatakan jika masih banyak hal yang tidak diketahui tentang bahaya penggunaan jelantah yang dilakukan berulang kali. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini, sangat membantu pemahaman ibu-ibu terkait dampak dari penggunaan jelantah secara terus menerus.

2. Pengenalan tentang pemanfaatan minyak jelantah

Setelah sosialisasi dampak kesehatan dan lingkungan yang ditimbulkan dari penggunaan minyak jelantah selesai, kegiatan selanjutnya adalah pengenalan cara pembuatan sabun dan lilin aroma terapi yang dibuat dari bahan dasar minyak jelantah kepada masyarakat.

Pengenalan produk ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa minyak jelantah yang dianggap sebagai limbah tenyata masih dapat diolah kembali menjadi

produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis yang tinggi [ CITATION Han20 \l 1033 ].

Selain itu, ibu-ibu juga diajarkan untuk mengaktifkan Kembali minyak jelantah menggunakan arang kayu aktif dan didiamkan selama satu malam agar minyak jelantah dapat dinetralisir dan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan sabun dan lilin. Dengan ini, ibu-ibu merasa sangat teredukasi dan ingin mencobanya di rumah dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah yang dimilikinya.

3. Pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci dan lilin aromaterapi

Kegiatan ini meliputi demonstrasi kepada masyarakat bagaimana proses pembuatan sabun dan lilin aroma terapi.

Pada kegiatan tersebut dibawa contoh sabun dan lilin yang telah dibuat dari limbah minyak jelantah. Sehingga ibu- ibu langsung bisa mencoba menggunakan sabun dan lilin tanpa harus menunggu hingga proses pemadatan keduanya selesai.

Perhatian dari peserta pelatihan khususnya ibu-ibu dukuh Karangsari terhadap sosialisasi dan workshop ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme dan rasa ingin tahu melalui banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta pelatihan terhadap proses pembuatan sabun dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Adapun Tingkat keberhasilan praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah ini sebesar 90%. Hasil pengolahan minyak jelantah dapat diolah menjadi sabun cuci batangan dan lilin aroma terapi yang selanjutnya dapat dikemas dan dipasarkan sehingga menjadi peluang berwirausaha bagi masyarakat. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Dukuh Karangsari, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten tersebut diharapkan dapat berkelanjutan

(6)

agar tercipta lingkungan sehat, kreativitas, dan kemandirian ekonomi.

SIMPULAN

Pada kegiatan sosialisasi dan workshop penbuatan sabun cuci dan lilin aromaterapi dari minyak jelantah terlihat bahwa mayoritas masyarakat memberikan respon positif.

Banyaknya masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut dan banyaknya pertanyaan yang disampaikan. Kegiatan sosialisasi dan workshop penbuatan sabun cuci dan lilin

aromaterapi ini selain meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat juga berguna untuk membantu masyarakat agar memiliki keterampilan baru dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah sehingga peluang usaha baru berbasis kepedulian lingkungan dapat tercipta melalui penjualan produk yang bernilai ekonomis.

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, K., Kanedi, M., Farisi, S., & Setiawan, W. A. (2021). Pembuatan Sabun Cuci Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Rumah Tangga. JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TABIKPUN, 55-62.

Hanjarvelianti, S., & Kurniasih, D. (2020). Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Sosialisasi Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Pada Masyarakat Desa Sungai Limau Kecamatan Sungai Kunyit- Mempawah. Buletin Al-Ribaath , 26-30.

Novitasari, Sururie, R. W., Hidayat, Y., Nurhayat, D., Saefurrachman, M., & Abdirazak. (2023).

Edukasi Peningkatan Nilai Ekonomis Limbah Minyak Jelantah Melalui Pembuatan Sabun dan Lilin Aromaterapi di Desa Panjalu. REKA KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 21-26.

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian yang telah dilakukan, didapat kes- impulan bahwa limbah minyak jelantah dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembuatan sabun cuci

Pada proses evaluasi, terlihat kemampuan peserta meningkat dalam pelatihan pembuatan sabun menggunakan minyak jelantah guna mengurangi pencemaran lingkungan, terlihat

Pembuatan cokelat dengan limbah kulit buah-buahan merupakan metode inkuiri untuk menjelaskan materi perubahan fisika dan pembuatan sabun cair dari minyak jelantah

Tujuan dilaksanakannya pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah ini, diharapkan para warga Padukuhan Sembuhan Lor, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman terutama

Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci untuk Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK di Bandar Lampung Short Training On Processing Minyak Jelantah Into Loundry Soap For Housewives

Tahapannya terdiri dari sosialisasi mengenai dampak kesehatan penggunaan minyak jelantah, dilanjutkan dengan pengenalan tentang pemanfaatan minyak jelantah, pelatihan pengolahan limbah

Saran Semoga, dengan adanya proyek ini dapat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat umum tentang cara pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin yang dapat

Foto Bersama Tim Kukerta dan Ibu PKK pada Kegiatan Sosialisasi Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan sosialisasi dalam pembuatan sabun