• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOSIAL KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SOSIAL KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS MAKASSAR"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Kepuasan Pasien

Sistem Jaminan Sosial merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28 H ayat (1 buah. (2) dan ayat (3) dan Pasal 34 ayat (2) dalam undang-undang – Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor. Pembentukan Undang-Undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Undang-undang ini merupakan implementasi dari pasal 5 ayat (1) dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem. Jaminan nasional yang mengamanatkan pembentukan badan penyelenggara jaminan sosial dan transformasi kelembagaan PT ASKES (Persero), PT JAMSOSTEK (Persero), PT TASPEN (Persero) dan PT ASABRI (Persero) menjadi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS).

Bahwa Program Jaminan Sosial Nasional merupakan program nasional yang bertujuan untuk memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat; bahwa untuk mewujudkan tujuan jaminan sosial nasional, perlu dibentuk suatu badan penyelenggara keamanan yang berbentuk badan hukum berdasarkan asas gotong royong, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, tanggung jawab, pengalihan, wajib partisipasi . Dana perwalian dan hasil pengelolaan dana jaminan sosial seluruhnya didedikasikan untuk pengembangan program dan kepentingan terbaik rakyat. karena berdasarkan alinea pertama Pasal 5 dan Pasal 52 UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dengan undang-undang membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang merupakan transformasi keempat Badan Usaha Milik Negara untuk mempercepat penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menyelenggarakan sistem jaminan sosial nasional berdasarkan prinsip kemanusiaan, kemanfaatan, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai badan hukum publik, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Memperoleh sumber daya tindakan pelaksanaan program yang bersumber dari dana jaminan sosial dan/atau sumber lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengaruh strategi promosi dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pengguna BPJS di RSUD SAM Ratulangi Tondano. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi dan kualitas pelayanan secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan strategi promosi dan kualitas pelayanan secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat di Desa Sambirejo Semarang. Hal ini terbukti pada analisis statistik dimana nilai koefisien regresi kualitas pelayanan (b1) sebesar 0,322 dan t angka (6,766) > t tabel (1,984) atau sig t 0,000 <.

0,05 maka H1 diterima dari tabel t. Pengaruh motivasi terhadap kepuasan masyarakat di Desa Sambirejo Semarang sebesar 6,766. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien pada dimensi responsiveness, jaminan dan bukti langsung dengan nilai p<0,05, sedangkan loyalitas pasien pada dimensi bukti langsung memiliki nilai p<0,05 dan loyalitas pasien. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas pelayanan yang terdiri dari keandalan, tangibilitas, daya tanggap, jaminan, empati berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien sebesar 74,5%.

Tabel 2.1 Tinjauan Empiris
Tabel 2.1 Tinjauan Empiris

Kerangka Pikir

Hipotesis

METODE PENELITIAN

  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Definisi Operasional Pengukuran
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
    • Analisis Deskriptif
    • Analisis Regresi Linear Sederhana
    • Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas
    • Analisis Koefisien Determinasi ( R 2 )

Kategori responden mengenai penilaiannya terhadap interior Rumah Sakit Pendidikan Unhas Makassar dapat dilihat pada Tabel 4.7 sebagai berikut. Dari Tabel 4.17 diatas terlihat jawaban responden mengenai kebersihan di RS Pendidikan Unhas Makassar. Terdapat pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kesehatan di RS Pendidikan Unhas Makassar.

“Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan di Rumah Sakit Pendidikan UNHAS Makassar.”

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Visi ,Misi, dan Motto Perusahaan

Menyelenggarakan pelayanan kesehatan terpadu dengan pendidikan dan penelitian berstandar internasional tanpa melupakan fungsi sosial.

Struktur Organisasi

Selain itu, Direktur Jenderal dibantu oleh 4 orang Direktur yang membawahi Direktorat Pelayanan Kesehatan dan Keperawatan, Direktorat Sarana Penunjang dan Kerjasama, Direktorat Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian serta Direktorat Administrasi Umum, Sumber Daya Manusia dan.

Analisis Deskriptif

Berdasarkan tabel 4.1 diatas terlihat responden terbanyak yang berusia <30 tahun sebanyak 32 responden dengan persentase sebesar 27,12%, sedangkan responden yang paling sedikit berusia >69 tahun yaitu sebanyak 6 responden dengan persentase sebesar 5,08%. . Data diatas menunjukkan bahwa mayoritas pasien pengguna BPJS di RS Unhas berusia <30 tahun, dengan gambaran sebagai berikut responden berusia antara 30-39 tahun sebanyak 28 responden dengan persentase 23,73%, responden antara usia dari 40-49 tahun. sebanyak 22 responden dengan persentase 18,65%, dan responden berusia 60-67 tahun sebanyak 11 responden dengan persentase 9,32%. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 118 responden, diketahui terdapat responden yang jenis kelaminnya secara lengkap dapat dilihat pada tabel 4.2.

Berdasarkan tabel 4.2 diatas terlihat mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 50 responden. Hal ini menunjukkan bahwa pasien rawat jalan yang menggunakan BPJS di RS Unhas mayoritas adalah pasien perempuan. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 118 responden, diperoleh informasi bahwa terdapat responden yang memiliki pekerjaan penuh dapat dilihat pada tabel 4.3.

Dari Tabel 4.3 di atas, responden yang paling banyak bekerja sebagai wirausaha sebanyak 31 responden dengan persentase 26,3%, sedangkan jenis responden yang paling sedikit bekerja sebagai karyawan sebanyak 11 responden dengan persentase 9,3%. Data di atas menunjukkan bahwa sebagian besar pasien rawat jalan pengguna BPJS RS Unhas berprofesi sebagai wirausaha, dengan gambaran mahasiswa sebanyak 19 responden dengan persentase 6,1%, responden yang. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 118 responden, diperoleh informasi bahwa terdapat responden yang berjenjang BPJS, rincian selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Berdasarkan tabel 4.4 diatas terlihat responden dengan level BPJS tertinggi sebanyak 47 responden yaitu golongan 3 dengan persentase sebesar 39,83%, dan responden dengan level BPJS terendah masing-masing level 1 terdapat 30 responden dengan persentase 39,83%. Hal ini menunjukkan bahwa level BPJS yang paling banyak diminati oleh responden RS Unhas adalah BPJS level 3.

Deskriptif Variabel Penelitian

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden mengenai daya tanggap di Rumah Sakit Pendidikan Unhas Makassar, dari pembagian kuesioner yang diberikan kepada 118 responden yang berisi pertanyaan. Oleh karena itu, keluhan pasien dan harapan kesembuhan di RS Unhas baik. Oleh karena itu, kepedulian pihak rumah sakit untuk memahami kebutuhan pasien di RS Unhas sudah baik.

Berdasarkan data yang diperoleh dari responden tentang kenyamanan di RS Pendidikan Unhas Makassar, dibagikan kuesioner kepada 118 responden yang dilengkapi pertanyaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari responden biaya di Rumah Sakit Pendidikan Unhas Makassar, dari kuesioner yang dibagikan kepada 118 responden yang dilengkapi pertanyaan.

Tabel 4.25 Hasil Uji Validitas Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien
Tabel 4.25 Hasil Uji Validitas Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pasien

Analisis Regresi Linear sederhana

Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disiapkan benar-benar mampu mengukur apa yang ingin diukur. Berdasarkan data pada tabel 4.25 menggambarkan bahwa seluruh item pernyataan untuk variabel kualitas pelayanan dan kepuasan pasien yang digunakan dalam penelitian mempunyai nilai (r) hitung lebih besar dari 0,30, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan valid yang diindikasikan. berdasarkan nilai setiap item pernyataan Berdasarkan kolom korelasi item-total yang dikoreksi, nilai koefisiennya bertanda positif dan lebih besar dari 0,30.

Uji Reliabilitas

  • Analisis koefisien Determinasi ( R 2 )

Berdasarkan tabel 4.26 yaitu hasil olahan data mengenai pengujian reliabilitas kualitas pelayanan dengan 10 item pernyataan yang dimasukkan dalam pengujian mempunyai nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,733, karena nilai Cronbach’s alpha diatas 0,60 maka dapat dikatakan demikian. kualitas pelayanannya reliabel, dan untuk variabel kepuasan pasien yang berjumlah 8 item pernyataan dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,719 maka dapat dikatakan kepuasan pasien juga reliabel. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas kualitas pelayanan sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan pasien. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa 9,907 merupakan nilai konstanta yang artinya jika .

Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kesehatan di RS Pendidikan Unhas Makassar. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sharon, L.G., dan Santoso S.B., 2017 yang meneliti “Analisis pengaruh kualitas pelayanan, fasilitas, citra rumah sakit, kepuasan pasien terhadap peningkatan loyalitas pasien”. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kesehatan.

Artinya semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan maka akan semakin baik pula kepuasan pasien di rumah sakit tersebut, sehingga akan memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan mempunyai peranan penting terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS. Kualitas pelayanan memegang peranan penting terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kesehatan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan yang baik kepada pasien pengguna BPJS kesehatan untuk memberikan kepuasan pada pasien pengguna BPJS.

Kami berharap kepada seluruh jajaran RS Pendidikan Unhas Makassar untuk meningkatkan ketepatan waktu dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien dan agar pihak rumah sakit lebih memperhatikan biaya pengobatan. Disarankan bagi peneliti yang tertarik untuk menyelidiki kualitas pelayanan untuk melakukan survei untuk menguji variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS di Rumah Sakit Rehabilitasi Medis Kabupaten Aceh Timur.

Perawatan rawat inap kelas III terhadap kepuasan pasien di Rsui Kustati Surakarta. Tesis kesehatan kerja tidak dipublikasikan. Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien peserta BPJS di RSUD Tingkat II Udayana Denpasar. Bagaimana tanggapan pihak rumah sakit jika Anda mengeluh sakit dan ingin sembuh.

Bagaimana tindakan rumah sakit dalam memberikan informasi mengenai pengobatan dan pemulihan seperti yang dijanjikan? Bagaimana pendapat Anda mengenai biaya yang ditetapkan, apakah sesuai dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit.

Gambar

Tabel 2.1 Tinjauan Empiris
Gambar 2.1  Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Tabel 3.2 Keadaan Populasi
+3

Referensi

Dokumen terkait

Ethnic Bloc Voting and the Challenge of National Integration: Lessons from Nigeria’s 2015 General Elections ABUBAKAR OLADEJI Nigerian Institute of Social and Economic Research