PENDAHULUAN 1
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui adanya senyawa merkuri pada sabun pemutih badan yang dijual online. Untuk mengetahui kadar merkuri pada sabun pemutih badan yang dijual secara online.
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui apakah kadar yang terkandung dalam sabun pemutih badan yang dijual secara online memenuhi syarat cemaran logam berat pada kosmetik yang ditetapkan oleh Kepala BPOM RI No.
TINJAUAN PUSTAKA
Kosmetik
- Pengertian Kosmetik
- Penggolongan Kosmetik
- Kosmetik Dekoratif
- Persyaratan Kosmetik
Berdasarkan bahan yang digunakan dan cara pengolahannya, kosmetik dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu kosmetik tradisional dan kosmetik modern (Retno Traditional Cosmetics. Kosmetik modern adalah kosmetik yang diproduksi di pabrik (laboratorium) yang telah dicampur dengan bahan kimia. zat yang dapat mengawetkan kosmetika tersebut, agar dapat bertahan lama, dan tidak cepat rusak (Retno, 2012).
Sabun
- Pengertian Sabun
- Fungsi Sabun
- Sifat – Sifat Sabun
Karena adanya rantai hidrokarbon, molekul sabun secara keseluruhan tidak larut sempurna dalam air. Molekul sabun mempunyai rantai hidrogen CH3(CH2)16 yang berperan sebagai ekor hidrofobik (tidak menyukai air) dan larut dalam zat organik, sedangkan COONa+ berperan sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air.
Merkuri
- Pengertian Merkuri
- Toksisitas Logam
- Sifat-sifat Merkuri
- Sumber Logam Merkuri
- Persyaratan Cemaran Merkuri dalam Kosmetik
- Dampak Kosmetik Bermerkuri
- Mekanisme Kerja Merkuri Menyebabkan Gangguan
- Efek Negatif Kosmetik Mengandung Merkuri
- Analisis Kualitatif Merkuri
Radiasi ultraviolet merupakan penyebab penting kanker kulit. Radiasi sinar UV akan menimbulkan radikal bebas pada kulit yang akan merusak sel (Frank, 1995). Merkuri merupakan unsur yang sangat langka di kerak bumi dan relatif terkonsentrasi di beberapa daerah vulkanik dan endapan mineral bijih dan logam berat. Pencemaran lingkungan akibat merkuri dan logam lainnya tentunya umumnya bersumber dari aktivitas gunung berapi, rembesan air tanah melalui area merkuri dan endapan logam lainnya, serta aktivitas pertambangan yang menyebabkan tingginya konsentrasi merkuri pada air tanah dan air permukaan di area pertambangan.
Kosmetika yang diproduksi dan/atau diedarkan harus memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu serta memenuhi persyaratan cemaran mikroba dan logam berat, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. Reaksi negatif pada kulit terjadi setelah penggunaan kosmetik berulang kali, terkadang bahkan setelah bertahun-tahun, karena kosmetik mengandung bahan-bahan yang membuat sebagian orang alergi, sementara yang lain mungkin tidak. Beberapa kosmetik pelembab yang sangat berminyak dan lengket di kulit, seperti yang ditujukan untuk kulit kering di iklim dingin, dapat menimbulkan jerawat jika digunakan pada kulit berminyak, terutama di negara tropis seperti Indonesia, karena kosmetik tersebut cenderung menyumbat pori-pori kulit. kotoran dan bakteri.
Flek hitam pada kulit menjadi pucat (seolah memudar) dan jika dihentikan pemakaiannya bisa/akan muncul kembali dan bertambah parah (menyebar).
Destruksi Sampel
- Destruksi Basah
- Destruksi Kering
Merkuri jika direaksikan dengan NaOH akan menghasilkan endapan berwarna kuning jingga jika senyawanya berupa ion merkuri divalen, sedangkan jika berupa ion merkuri dapat memberikan warna hitam. Larutan asam yang umum digunakan adalah asam nitrat pekat, asam sulfat pekat, dan asam perklorat pekat. Asam nitrat pekat merupakan asam yang paling efektif dan paling sering digunakan dalam pencernaan basah karena dapat memecah sampel menjadi senyawa yang mudah terurai, dan larutan asam nitrat pekat sulit untuk diuapkan.
Asam nitrat digunakan sebagai oksida utama untuk proses dekomposisi bahan organik dan dapat digunakan dengan berbagai teknik pemanasan, seperti penggunaan pemandian listrik. Asam sulfat dan asam perklorat merupakan asam lain yang digunakan untuk pencernaan, biasanya digunakan bersama dengan asam nitrat untuk menyelesaikan proses penghancuran yang dilakukan oleh asam perklorat, kemudian dipanaskan hingga suhu 200°C–300°C. Proses yang terjadi pada pencernaan kering adalah penguapan air, penguapan bahan yang mudah menguap, dan oksidasi residu yang tidak mudah menguap hingga seluruh bahan organik hancur (Anderson, 1999).
Spektrofotometri Serapan Atom
- Penyimpangan Hukum Lambert Beer
- Instrumentasi SSA
- Jenis-jenis Gangguan pada Analisis SSA
- Analisis Kuantitatif dengan SSA
- Kelebihan dan Kekurangan SSA
Atom-atom tersebut menyerap radiasi dari sumber cahaya yang dipancarkan lampu katoda (Hollow Cathode Lamp) yang mengandung unsur yang akan ditentukan. Larutan sampel disemprotkan ke dalam nyala api dalam bentuk aerosol dan unsur-unsur dalam sampel diubah menjadi uap atom sehingga nyala api tersebut mengandung atom-atom unsur yang dianalisis. Lampu ini mempunyai dua elektroda, salah satunya berbentuk silinder dan terbuat dari elemen yang sama dengan elemen yang dianalisis.
Gangguan spektrum terjadi ketika panjang gelombang (garis atom) unsur yang diteliti bertepatan dengan panjang gelombang atom atau molekul lain yang terkandung dalam larutan uji. Dalam SSA, interferensi ini hampir tidak ada karena sumber cahaya yang digunakan khusus untuk elemen yang bersangkutan. Interferensi ini biasanya dapat dikurangi dengan menggunakan nyala api yang sesuai atau dengan menambahkan unsur yang lebih mudah terionisasi secara berlebihan.
Proses atomisasi yang sempurna saat ini sulit dicapai, ada beberapa unsur yang tidak mudah mengalami atomisasi sehingga memerlukan suhu yang tinggi (Khopkar, 1990).
Validasi Metode Analisis
- Uji Presisi
- Uji Linearitas
- Batas Deteksi
- Batas Kuantisasi
Setelah dilakukan penelitian mengenai analisa kandungan merkuri (Hg) pada sabun pemutih badan yang diperjualbelikan secara online dengan menggunakan spektrofotometri serapan atom, diperoleh hasil sebagai berikut. Dalam penelitian ini digunakan 3 sampel sabun pemutih badan yang diperjualbelikan secara online melalui rekening berinisial S. Dari hasil analisa kualitatif yang dilakukan untuk pengujian merkuri pada seluruh sampel sabun pemutih badan merk A, B, C , hasilnya negatif (-) dengan menggunakan pereaksi KI dan NaOH.
Dari hasil penelitian yang dilakukan berupa analisis kandungan merkuri (Hg) pada sabun pemutih badan yang dijual secara online, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sabun pemutih badan yang dijual tidak memenuhi peraturan Kepala BPOM RI No. Penentuan Kandungan Merkuri (Hg) Pada Sabun Pemutih Menggunakan Kurva Kalibrasi Larutan Standar SSA pada Panjang Gelombang 253,7 nm dengan Lampu Katoda Hollow Hg dengan Pencernaan Basah.
Pengukuran kandungan merkuri pada sabun pemutih badan yang dibeli dan dijual secara online menggunakan metode pencernaan basah.
PELAKSANAAN PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Alat dan Bahan
- Alat
- Bahan
Sampel (Sabun pemutih terdiri dari 3 merk yang dipesan online), asam nitrat pekat p.a (Merck), kalium iodida p.a (Merck), natrium hidroksida pa (Merck), asam sulfat pekat p.a (Merck), kalium permanganat 5%.
Pelaksanaan Penelitian
- Pengambilan Sampel
- Pembuatan Reagensia, Pembuatan Larutan Standar
- Penyiapan Sampel dengan Cara Destruksi Basah
- Analisis Kualitatif
- Pengukuran Serapan Larutan Standar
- Pengukuran Kadar Logam Merkuri
Dari larutan standar 10 ppm Hg, masukkan 1 ml dengan pipet ke dalam labu takar 100 ml, setelah itu ditambahkan aquades sampai tanda batas. Sampel ditimbang sebanyak 1,0 gram, dimasukkan ke dalam labu destruksi, ditambahkan 5 ml H2SO4 pekat, 2,5 ml HNO3 pekat dan 15 ml larutan KmnO4 5%, ditunggu selama 15 menit (jika warna ungu hilang, ditambahkan KmnO4 sampai warna ungunya tidak hilang). Tambahkan larutan Hidroksilamina-NaCl 10% secukupnya untuk mengurangi kelebihan KmnO4 lalu tambahkan 5 ml SnCl2 10% ke dalam larutan hingga menjadi larutan bening.
Larutan seri standar merkuri diukur, mulai dari konsentrasi rendah hingga konsentrasi tinggi ppb) dengan Spektrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang (λ) Hg = 253,7 nm. Larutan destruksi yang dihasilkan dimasukkan ke dalam labu destruksi 50 ml dan ditepatkan dengan air suling hingga tanda tera. Konsentrasi larutan sampel dihitung berdasarkan kurva kalibrasi larutan standar, sehingga kadar logam merkuri (Hg) pada masker pemutih (merek A, B, C) yang dipesan secara online dapat dihitung menggunakan rumus.
Validasi Metode
- Batas Deteksi
- Batas Kuantisasi
- Linearitas
- Uji Presisi
Dari hasil serapan larutan standar Hg, persamaan regresi linier dapat dihitung dengan mencari koefisien korelasi (r), koefisien regresi (b) dan nilai intersep (a). Pengujian presisi dilakukan pada tingkat keterulangan dengan mengukur kadar larutan standar merkuri dengan konsentrasi 4 ppb, 16 ppb, 64 ppb pada 3 waktu berbeda dalam sehari (intraday) dengan masing-masing 3 kali pengulangan dan mengukur larutan merkuri dengan waktu yang sama. konsentrasi pada 3 hari berturut-turut (intermediate day) dengan 3 kali pengulangan tiap kali.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil perhitungan kadar merkuri dan kadar rata-rata pada sampel merek A sebesar 1,8654mg/kg, sampel merek B sebesar 0,3581mg/kg dan sampel merek C sebesar 0,3590mg/kg (Lampiran 10).
Pembahasan
Hasil pengukuran serapan rangkaian larutan standar merkuri(II) nitrat untuk membuat kurva kalibrasi pada panjang gelombang 253,7 nm dengan SSA. Pelaksanaan pekerjaan diawali dengan penelitian kualitatif untuk mengetahui keberadaan Hg pada sabun pemutih, yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif. Oleh karena itu, pada penelitian ini juga dilakukan studi kuantitatif sabun pemutih merk A, B dan C menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom karena dapat menentukan kadar logam dengan sensitivitas tinggi yaitu kurang dari 1 ppm.
Jenis spektrofotometri serapan atom yang digunakan untuk mengetahui kadar merkuri adalah spektrofotometri serapan atom uap dingin. Batas deteksi dan batas kuantisasi dapat dihitung secara statistik melalui garis regresi linier pada kurva kalibrasi. Berdasarkan perhitungan kadar merkuri diperoleh rata-rata kadar sampel sabun pemutih badan merek A sebesar 1,8654 mg/kg, sampel sabun pemutih badan merek B sebesar 0,3581 mg/kg, dan sampel sabun pemutih badan merek C. sampel adalah 0,3581 mg/kg sama dengan 0,3590 mg/kg dan kadar tertinggi diperoleh pada sampel merek A.
Rata-rata kadar ketiga sampel sabun pemutih menunjukkan bahwa sampel sabun pemutih tersebut mengandung merkuri sehingga sampel tersebut tidak aman untuk digunakan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada uji presisi ini, serapan setiap konsentrasi diukur dalam dan antar hari selama 3 hari berturut-turut, kemudian dihitung koefisien variasi (CV) masing-masing konsentrasi. Pada pengujian intra dan antar hari dengan konsentrasi 4 µg/L pada hari pertama dan hari ketiga memenuhi kriteria presisi yang dipersyaratkan namun hanya pada kriteria presisi rata-rata dengan nilai CV ≤ 5% dan untuk konsentrasi 4 µg/L pada hari kedua. sepenuhnya memenuhi kriteria uji akurasi yang dipersyaratkan kriteria, sedangkan konsentrasi 16 µg/L dan 64 µg/L pada hari pertama, kedua dan ketiga juga memenuhi kriteria akurasi yang dipersyaratkan yaitu kriteria satu nilai sangat tepat CV ≤ 2 %.
Saran
17 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa syarat pencemaran merkuri pada kosmetik tidak boleh lebih dari 1 mg/kg. Identifikasi dan penentuan kadar merkuri (Hg) pada krim pemutih kosmetik herbal menggunakan spektrofotometri serapan atom (SSA). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi. Analisis kandungan Sn, Zn dan Pb pada susu kental manis yang diawetkan menggunakan spektrofotometri serapan atom.
Analisis kandungan merkuri (Hg) pada krim pemutih di berbagai klinik kecantikan di kota Padang menggunakan spektrofotometer serapan atom. Penentuan kandungan merkuri (Hg) pada krim pemutih bermerek dan tidak bermerek yang dijual di pasar Kodim Pekan Baru. Hasil pengukuran serapan larutan standar merkuri(II) nitrat pada panjang gelombang 253,7 nm dengan lampu katoda hollow Hg.
Hasil perhitungan kalibrasi larutan standar merkuri (II) nitrat pada panjang gelombang 253,7 nm dengan lampu katoda hollow Hg. Xi = rangkaian konsentrasi larutan standar merkuri (II) nitrat Yi = serapan dari daerah larutan standar merkuri (II) nitrat ̂ = serapan yang ditentukan dari persamaan regresi Kemiringan = koefisien regresi (b). Spektrofotometer Serapan Atom GBC tipe AA-932 dan Spektrofotometer Uap Dingin GBC Hg 3000 tipe 3000.