• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spesifikasi Teknis Pekerjaan Arsitektur

N/A
N/A
Salsa Bila Gordon

Academic year: 2024

Membagikan "Spesifikasi Teknis Pekerjaan Arsitektur"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTUR

I. LINGKUP PEKERJAAN

1. Meliputi : pengadaan bahan, peralatan, pengetesan, tenaga kerja dan lain sebagainya untuk finishing pekerjaan arsitektur sesuai Dokumen..

Pekerjaan tersebut diuraikan secara rinci sebagai berikut:

2. Konstruksi bangunan meliputi:

- Pekerjaan Beton Non Struktur - Pekerjaan Pasangan Batu Kali - Pekerjaan Pasangan Batu Bata - Pekerjaan Kusen, Pintu Dan Jendela - Pekerjaan Plasteran dinding

- Pekerjaan Langit-langit / Plafond

- Pekerjaan Penutup Lantai& Dinding / beton non struktur - Pekerjaan Alat Penggantung Dan Pengunci

- Pekerjaan Pengecatan - Pekerjaan Penutup Atap

- Dan lain-lain pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaan arsitektural

A. PEKERJAAN BETON NON STRUKTUR PERSYARATAN BAHAN

a) Semen Portland

Harus memakai mutu yang terbaik dari satu jenis merk atas persetujuan Direksi dan harus memenuhi NI-8. Semen yang telah mengeras sebagian atau seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan.

Penyimpanan semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan ditumpukkan sesuai dengan syarat penumpukan semen.

b) Pasir Beton

Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan organis, lumpur dan sebagainya: dan harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang dicantumkan dalam SNI 1726 ; 2019, SNI 2847;2013, SNI 2847;2019 Koral Beton / Split

Digunakan koral yang bersih, bermutu baik, tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat SNI 1726 ; 2019, SNI 2847;2013, SNI 2847;2019 Penyimpanan / penimbunan pasir koral beton harus dipisahkan satu sama lain, hingga kedua bahan tersebut dijamin mendapatkan perbandingan adukan beton yang tepat.

c) Air

Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam, alkali dan bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10. Apabila dipandang perlu Direksi Pekerjaan dapat minta kepada penyedia supaya air yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan atas biaya penyedia.

(2)

d) Besi Beton

Digunakan mutu U-24. Besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas dari cacat seperti serpih-serpih. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan SNI 1726 ; 2019, SNI 2847;2013, SNI 2847;2019). Bila dipandang perlu penyedia diwajibkan untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya penyedia.

Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan:

e) Peraturan-Peraturan/Standar Setempat Yang Biasa Dipakai.

• Peraturan Beton Bertulang Indonesia SNI 1726 ; 2019, SNI 2847;2013, SNI 2847;2019

• Peraturan Semen PortlandIndonesia 1972, NI-8

• Peraturan Pembangunan Pemerintah daerah setempat

• Ketentuan-kententuan Umum untuk pelaksanaan PenyediaPekerjaan Umum (AV) No.9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No.1457

• Petunjuk-petunjuk dan peringatan peringatan lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi.

(3)

II. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a) Mutu Beton

Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-300 dan harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SNI 1726 ; 2019, SNI 2847;2013, SNI 2847;2019.

b) Pembesian

• Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokan, sambungan kait-kait dan pembuatan sengkang (ring), persyaratannya harus sesuai PBI-1971.

• Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar konstruksi.

• Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi tersebut tidak berubah tempat selama pengecoran, dan harus bebas papan acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan ketentuan dalam PBI-1971.

• Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari Direksi.

c) Cara Pengadukan

1. Cara pengadukan harus menggunakan beton molen.

• Takaran untuk Semen Portland, pasir dan koral harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi.

• Selama pengadukan kekentalan adukan beton harus diawasi dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran baru. Pengujian slump, minimum 5 cm dan maksimum 10 cm.

d) Pengecoran Beton

• Penyedia diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh, pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian, pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.

• Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan Direksi.

• Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan sarang- sarang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.

• Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hati berikutnya maka tempat pemberhentian tersebut harus disetujui oleh Direksi.

e) Pekerjaan Acuan/Bekisting

• Acuan harus sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan / yang diperlukan dalam gambar.

• Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan, sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya selama pengecoran dilakukan.

• Acuan harus rapat (tidak bocor), permukaannya licin bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji), potongan kayu, tanah/lumpur dan sebagainya, sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa merusak beton.

(4)

• Penyedia harus memberikan contoh-contoh material (besi, koral/split, pasir dan Semen Portland) kepada Direksi Pekerjaan, untuk mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan dilakukan.

• Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat penyimpanan yang aman, sehingga mutu bahan dan mutu pekerjaan tetap terjamin sesuai persyaratan.

• Kawat pengikat besi beton/rangka adalah dari baja lunak dan tidak disepuh seng, diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0,40 mm.

Kawat pengikat besi/beton rangka harus sesuai dengan PBI 1971, NI-2.

• Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi penguapan cepat. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan harus diperhatikan.

• Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah pengecoran.

f) Contoh Bahan

• Sebelum pelaksanaan pekerjaan, penyedia harus memberikan contoh- contoh material misalnya

• besi, koral, pasir, PC untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi.

• Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Direksi, akan dipakai sebagai standar / pedoman untuk memeriksa /menerima material yang dikirim oleh penyedia ke site.

g) Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan

• Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus masih di dalam kotak/kemasan aslinya yang masih tersegel dan berlabel pabriknya.

• Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik.

• Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.

• Penyedia bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. Bila ada kerusakan, penyedia wajib mengganti atas bebas penyedia.

h) Pengujian Mutu Pekerjaan

• Sebelum dilaksanakan pemasangan, penyedia diwajibkan untuk memberikan pada Direksi “Certificate Test” bahan besi dari produsen/pabrik.

• Bila tidak ada “Certificate Test”, maka penyedia harus melakukan pengujian atas besi/kubus beton di laboraturium yang akan ditunjuk kemudian.

• Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh penyedia dengan mengambil benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat / ketentuan PBI-1971. Pembuatannya harus disaksikan oleh Direksi. Jumlah dan frekuensi pembuatan kubus beton serta ketentuan lain harus sesuai PBI-1971.

• Penyedia diwajibkan membuat “Trial Mix” terlebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan beton.

• Hasil pengujian dari laboraturium diserahkan kepada Direksi secepatnya.

(5)

• Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut, menjadi tanggung jawab Penyedia.

i) Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan

• Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran.

• Beton dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan-pekerjaan lain.

• Bila terjadi kerusakan, penyedia diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia.

• Bagian beton setelah di cor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 (satu) minggu atau lebih sesuai ketentuan PBI-1971.

B. PASANGAN BATU KALI a. LINGKUP PEKERJAAN

Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan semua pondasi batu kali atau bagian-bagian lain yang menggunakan batu kali, sesuai dengan gambar dan persyaratan pekerjaan ini harus sesuai dengan SNI 1726 ; 2019, Adukan yang dipakai campuran 1 PC : 4 pasir

C. PEKERJAAN PEMASANGAN BATU BATA a. LINGKUP PEKERJAAN

a) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan

dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

b) Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar kecuali telah ditentukan dalam bab ini meliputi

c) Pasangan kedap air (1 PC : 2 PS)

Semua pasangan bata dimulai di atas sloof sampai setinggi 30 cm di atas lantai.

• Pasangan dinding saluran keliling bangunan

• Pasangan dinding WC setinggi 1,80 cm di atas permukaan lantai

• Pasangan dinding septicktank

• Pasangan bak kontrol.

• Pasangan bata yang terbenam pada tanah urug

• Pasangan bata seperti gambar dengan mengikuti notasi yang ada

d) Pasangan bata dengan adukan 1 PC : 3 PS pada ruang

e) Pasangan bata dengan adukan 1 PC : 4 PS berada di atas pasangan kedap

f) Ketebalan pasangan bata untuk semua type adk menggukan ketebalan ½ bt (setengah bata), ¾ bt (tiga perempat bata), 1 bt (satu bata) dan 1½ bt (satu setengah bata) dijelaskan pada gambar.

(6)

D. PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA a. PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA

a) PERSYARATAN BAHAN.

Bahan : Dari bahan kusen Pintu dan jendela menggunakan Kayu b) KUNSEN PINTU DAN JENDELA

bahan kusen Pintu dan jendela menggunakan kayu, material bouven menggunakan kayu dengan penutup kawat, terpasang juga glass blok pada beberapa bagian

c) DAUN KUSEN PINTU DAN JENDELA

Bahan daun kusen Pintu dan jendela menggunakan kayu d) KACA

Terdiri bouven menggunakan jarring kawat dan sirkulasi cahaya lain meggunakan kaca bening

E. PEKERJAAN PLASTERAN DINDING a. LINGKUP PEKERJAAN

Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlkan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik.

Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.

b. PERSYARATAN BAHAN

• Adukan 1 PC : 2 Pasir dipakai untuk plesteran kamar mandi / wc

• Adukan 1 PC : 4 pasir dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya

• Seluruh permukaan plesteran difinish acia dari bahan PC

• Semen Portland harus sesuai NI-8 (dipilih dari satu produk untuk seluruh pekerjaan).

• Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 ayat 2

F. PEKERJAAN LANGIT a. LINGKUP PEKERJAAN

Penyediaan bahan (gybsum bahan finishing termasuk list/) tenaga kerja dan peralatan. Penyiapan rangka / penggantung dengan konstruksi sesuai dengan gambar

Pemsangan lembar tersebut pada rangka /penggantungnya di ruang- ruang sesuai dengan yang tertera dalam rencana

b. PERSYARATAN BAHAN

Bahan yang digunakan adalah “gypsum” dengan ukuran 244 cm x 122 cm tebal 9 mm dan lisplafon mengunakan gybsum sesuai ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Penggantung langit-langit pada lantai beton di atasnya dengan ramset kecuali pada rangka atap baja menggunakan besi O 6 mm atau dinabolt.

(7)

rangka plafond menggunakan metal furring 4x4 cm.

G. PEKERJAAN

a PENUTUP LANTAI

a) LINGKUP PEKERJAAN.

Yang termasik dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

Meliputi pengadaan, pemasangan, pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada penutup lantai dan dinding yang disebutkan/ditentukan dalam gambar.

b) PERSYARATAN BAHAN

• Semua hardware dalam pekerjaan ini, dari produk yang bermutu baik, seragam dalam pemilihan warnanya sesuai dari bahan- bahan yang telah disetujui Direksi.

• Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar.

• Pada pekerjaan penutup lantai terdiri dari tiga jenis material yaitu pasangan kermaik 40x40, serta lantai rabat dengan finising aci.

H. PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI a LINGKUP PEKERJAAN.

• Yang termusuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

• Meliputi pengadaan, pemasangan, pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang dipasang pada daun pintu dan pada daun jendela serta seluruh detail yang disebutkan/ditentukan dalam gambar.

b PERSYARATAN BAHAN

• Semua hardware dalam pekerjaan ini, dari produk yang bermutu baik, seragam dalam pemilihan warnanya sesuai dari bahan-bahan yang telah disetujui Direksi.

• Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan gambar.

• Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal terbuat dari pelat aluminium yang tertera nomor pengenalnya. Pelat ini dihubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel. Untuk anak- anak kunci harus disediakan sebuah almari anak kunci dengan dilengkapi kaitan-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan nomor- nomor pengenal.

• Kunci jendela menggunakan ram buncis

(8)

• Setiap pintu mengunakan engsel cesment sedangkan pada tiap jendela mengunakan engsel lipat.

• Kunci tanam, harus terpasang kuat pada rangka daun pintu.

I. PEKERJAAN PENGECATAN a LINGKUP PEKERJAAN.

• Meliputi pekerjaan peralatan dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan pengecatan sesuai dengan gambar kerja.

• Pekerjaan pengecatan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, hasil pekerjaan tidak menggelombang, mengelupas dan cacat lainnya.

• Jika terjadai cacat seperti tersebut pada butir 1.2 penyedia harus melakukan perbaikan (pengecatan ulang) hingga disetujui oleh Direksi.

• Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan pengecatan dinding (cat dinding yang tidak dilapisi dengan bahan pelapis apapun), cat langit- langit expose dan ruang, peralatan pipa instalasi, alat (mesin) dll yang seperti dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar.

b PERSYARATAN BAHAN.

• Pada permukaan bahan/dinding harus dalam keadaan bersih dari kotoran

• Pada permukaan dinding/bahan waktu akan dicat harus dalam keadaan bersih dari bahan (minyak dan kotoran) yang bereaksi terhadap bahan pelapis.

• permukaan dinding tembok PH yang diizinkan maks.8 PH dan kadar airnya maks. 15 %

• Pada semua bagian dinding harus diamplas, dari karat (untuk bahan logam).

• Untuk dinding dalam, langit-langit, pada ruang tertentu sesuai gambar, cat yang digunakan adalah jenis Emulsi

• Untuk dinding luar, dan interior cat yang akan digunakan adalah jenis weather shield

• Untuk logam cat yang digunakan adalah Epoxy

J. PEKERJAAN PENUTUP ATAP

Penutup atap menggunakan Spandek dengan kerangka Baja Ringan Canal C 75 mm kemingiran 5 derajat

Referensi

Dokumen terkait

terima pekerjaan Jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan Spesifikasi teknis dan brosur yang ditawarkan Tenaga Teknis/terampil sesuai dengan

BAB VII SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN ALAT LABORATORIUM BALAI POM GORONTALO DIPA TAHUN ANGGARAN 2012. NAMA BARANG DAN

Spesifikasi Pekerjaan Pengadaan Peralatan Akses Mobile Phone untuk Server Email.. No Uraian

Rekayasa Sistem Manajemen Ahli Perencanaan Produksi Karet Spesifikasi Teknis Gambar 5 Perancangan Arsitektur JST untuk Prakiraan Ketersediaan Bahan Baku Input Data Dari 3 Subsistem

Spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi untuk pemeliharaan Kantor BPT Soasio Tidore pada tahun anggaran

Dokumen tersebut berisi tentang spesifikasi teknis pekerjaan pondasi tiang pancang dan pondasi

Spesifikasi teknis pekerjaan lantai screed konvensional dalam

Kecamatan Selaawi Volume Pekerjaan 1 Paket Uraian Pekerjaan Laptop 3 buah, PC 2 Buah, Printer 2 Buah, CCTV 1 Paket Spesifikasi Pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis Produk Dalam