RS Melania PROSEDUR PERAWATAN PERALATAN MEDIS No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Daftar Inventaris Peralatan Medis adalah daftar yang berisi nama
alat, data teknisi, jumlah, susunan dan tahun alat dibeli, dibuat oleh spv atau kepala bagian tekhnik elektromedis dan dicantumkan ke daftar riwayat mesin.
Jadwal Perawatan adalah Formulir yang dibuat oleh SPV atau kepala bagian tekhnik sesuai dengan frekuensi dan kontribusi seperti jadwal perawatan.
Laporan Perawatan adalah form yang berisi perawatan harian, minggu, bulanan dan tahunan yang diisi oleh staf di bagian masing masing.
TUJUAN Mencegah kecelakaan bagi petugas, pasien dan pengunjung rumah sakit.
Menjamin kesiagaan utilitas atau keperluan bangunan
Agar alat medis selalu siap dipakai.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR Diagram alir (Flow Chart)
UNIT TERKAIT 1. Bagian IPSRS
2. Ahli Elektromedis (ATEM)
RS Melania PROSEDUR PERAWATAN PERALATAN MEDIS No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman
RS Melania PERBAIKAN PERALATAN MEDIS DAN NONMEDIS No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Perbaikan seluruh peralatan yang ada di ruang rawat jalan rawat
inap baik medis maupun non medis
TUJUAN Agar perbaikan peralatan baik medis maupun non medis di rawat inap dan rawat jalan dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai dengan standar
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Kepala ruangan rawat jalan dan rawat inap mengisi order perbaikan alat dan melaporkan kerusakan peralatan non medis dan peralatan medis ke kepala Instalasi IPSRS.
2. Kepala Instalasi IPSRS akan melakukan pengecekan
peralatan tersebut masih bisa diperbaiki atau tidak, termasuk masalah biaya yang diperlukan dan kemungkinan perlu menunjukkan pihak luar untuk pelaksaan perbaikan selanjutnya.
3. Bila kegiatan perbaikan tersebut memerlukan biaya, kepala bagian sarana dan prasarana terlebih dahulu melaporkan kepada Spv Umum RS Melania Bogor Untuk mendapatkan persetujuan.
4. Spv Umum akan memberikan pertimbangan tentang perbaikan alat tersebut, apakah dapat dilakukan perbaikan oleh bagian pemeliharaan RS Melania Bogor atau perbaikan dengan pihak ketiga.
5. Petugas (IPSRS / Pihak luar) segera melakukan perbaikan peralatan di ruangan yang mengalami kerusakan.
6. Jika alat yang rusak akan dibawa oleh petugas IPSRS maka petugas Inventaris akan membuat catatan bahwa alat sedang dalam perbaikan.
7. Setelah Selesai perbaikan petugas IPSRS segera
mengembalikan alat yang sudah diperbaiki ke ruangan dan meminta tandatangan kepala ruangan sebagai bukti bahwa perbaikan alat sudah selesai dilakukan.
RS Melania PERBAIKAN PERALATAN MEDIS DAN NONMEDIS No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman
UNIT TERKAIT
1. Spv Umum 2. Rawat jalan 3. Rawat Inap 4. IPSRS
RS Melania PEMELIHARAAN RUTIN PERALATAN MEDIS No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Proses pemeliharaan secara rutin seluruh peralatan medis baik dari
bahan kaca, karet, logam dan plastik
TUJUAN Agar pemeliharaan peralatan medis baik dari bahan kaca, karet, logam, plastik dapat dilakukan secara rutin dan sesuai standar KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Kepala ruang menugaskan dan dibantu oleh petugas
inventaris dan seluruh perawat untuk membersihkan seluruh alat medis yang kotor setiap hari pada awal shift dinas.
2. Perawat dengan dibantu dengan petugas eletromedis harus membersihkan kembali seluruh peralatan medis yang kotor setiap kali melakukan tindakan.
3. Sebelum dibersihkan dibawah air mengalir alat medis harus direndam terlebih dahulu dengan menggunakan desinfektan.
4. Alat medis dari bahan kaca, karet dan plastic cukup direndam dalam cairan disinfektan, dicuci di bawah air mengalir.
UNIT TERKAIT Ahli Elektromedis (ATEM)
RS Melania KALIBRASI ALAT No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Sesuatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai
penunjukan alat ukur dan / atau bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukurannya serta evaluasi ketidakpastian pengukuran yang tertelusur ke standar nasional Dan atau internasional.
TUJUAN Untuk menjamin kebenaran nilai keluaran atau kinerja dan keselamatan
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Kriteria alat yang dikalibrasi
a. Belum mempunyai sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
b. Sudah berakhir jangka waktu sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
c. Diketahui penunjukkannya atau keluarganya (safety) atau kinerjanya (performance) atau keamanannya (safety) tidak sesuai lagi walaupun sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
d. Telah mengalami perbaikan, walaupun sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
e. Telah dipindah bagi yang memerlukan instalasi, walaupun sertifikat dan/ atau tanda masih berlaku.
2. Cara Kerja
a. Data alat yang akan dikalibrasi sesuai dengan kriteria b. Buat surat permintaan penawaran alat – alat yang akan
dikalibrasikan pihak ketiga.
c. Pihak ketiga menjawab persetujuan kalibrasi dan rincian biaya yang harus dibayar Rumah Sakit.
d. Pihak Ketiga memberi jadwal kalibrasi
e. Petugas Pihak Ketiga datang ke Rumah Sakit. Petugas memberikan laporan tentang alat alat yang lulus kalibrasi dan tidak lulus kalibrasi.
UNIT TERKAIT 1. Rawat Inap
2. Rawat Jalan
3. Ahli Elektromedis (ATEM)
RS Melania PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN ALAT NEBULIZER No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Sesuatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai
penunjukan alat ukur dan / atau bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukurannya serta evaluasi ketidakpastian pengukuran yang tertelusur ke standar nasional Dan atau internasional.
TUJUAN Untuk menjamin kebenaran nilai keluaran atau kinerja dan keselamatan
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Kriteria alat yang dikalibrasi
a. Belum mempunyai sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
b. Sudah berakhir jangka waktu sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
c. Diketahui penunjukkannya atau keluarganya (safety) atau kinerjanya (performance) atau keamanannya (safety) tidak sesuai lagi walaupun sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
d. Telah mengalami perbaikan, walaupun sertifikat dan / atau tanda masih berlaku.
e. Telah dipindah bagi yang memerlukan instalasi, walaupun sertifikat dan/ atau tanda masih berlaku.
2. Cara Kerja
a. Data alat yang akan dikalibrasi sesuai dengan kriteria b. Buat surat permintaan penawaran alat – alat yang akan
dikalibrasikan pihak ketiga.
c. Pihak ketiga menjawab persetujuan kalibrasi dan rincian biaya yang harus dibayar Rumah Sakit.
d. Pihak Ketiga memberi jadwal kalibrasi
e. Petugas Pihak Ketiga datang ke Rumah Sakit. Petugas memberikan laporan tentang alat alat yang lulus kalibrasi dan tidak lulus kalibrasi.
UNIT TERKAIT 1. Rawat Inap
2. Rawat Jalan
3. Ahli Elektromedis (ATEM)
RS Melania PENARIKAN ATAU PENGEMBALIAN ALAT MEDIS No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Penarikan alat rumah sakit adalah suatu kegiatan penarikan alat
rumah sakit akibat tidak berfungsinya alat atau tidak bekerja sempurna.
TUJUAN Tidak terganggunya pelayanan rumah sakit.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Work Oder
2. Isi formulir serah terima alat
3. Siapkan alat pengganti jika ada, agar tidak terganggunya pelayanan
4. Pastikan waktu pelaksana UNIT TERKAIT Seluruh Unit
RS Melania PENGAWASAN PERALATAN KADALUARSA No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Laryngoscope adalah alat yang memberikan penerangan pada saat
tindakan melalui mulut dan tenggorokan. Laryngoscope dapat digunakan untuk pemasangan ETT.
TUJUAN Sebagai pedoman dalam pemakain alat Laryngoscope guna mempelancar tindakan.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Cek ukuran alat yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pasien.
2. Pasang lampu Laryngoscope terhadap gagangnya.
3. Siapkan pasien dalam keadaan terlentang dengan posisi bagian kepala sedikit ekstensi, bukakan mulut dan tekan epigtologis.
4. Masukkan alat, bagian lampu diarahkan ke bagian tengah.
UNIT TERKAIT 1. ISPRS
2. Instalasi rawat inap
RS Melania PENGAWASAN PERALATAN KADALUARSA No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Mekanisasi dari rumah sakit mengenai prosedur pengawasan
peralatan kadaluarsa.
TUJUAN Melindungi keselamatan pasien dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan alat yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan atau keamanan.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Petugas dari masing-masing bagian RS Melania yang memakai alat kesehatan melakukan pemeriksaan fisik jumlah dan tanggal kadaluarsa alat kesehatan setiap minggu.
2. Jika ditemukan peralatan kesehatan yang rusak, akan kadaluarsa atau tidak pernah dipakai lagi, maka peralatan kesehatan tersebut dikumpulkan ke bagian Teknik
Elektromedik.
3. Petugas bagian Teknik Elektromedik RS Melania akan mengembalikan peralatan kesehatan yang rusak, ke IPSRS RS Melania.
4. Petugas IPSRS RS Melania menerima dan memeriksa alat kesehatan.
5. Jika hasil pemeriksaan terhadap peralatan kesehatan menunjukkan peralatan kesehatan tersebut rusak, akan kadaluarsa atau tidak pernah dipakai lagi, petugas IPSRS RS Melania memilih dan memisahkan peralatan kesehatan tersebut, apakah akan dimusnahkan atau dikembalikan ke distributor alat kesehatan terkait.
6. Jika Alat kesehatan di IPSRS RS Melania bisa dikembalikan ke distributor, maka petugas IPSRS RS mengembalikan alat kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
7. Jika peralatan kesehatan tersebut tidak bias dikembalikan ke distributor, maka alat kesehatan tersebut dimasukkan ke lokasi rusak atau expire oleh petugas rumah tangga RS Melania
RS Melania PENGAWASAN PERALATAN KADALUARSA No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2
UNIT TERKAIT 1. IPSRS
RS Melania PENARIKAN KEMBALI ALAT MEDIS (RECALL) No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Penarikan atau pengembalian alat medis adalah segala tindakan
tindakan yang dilakukan manajemen, Produsen, Importir atau distributor alat medik untuk menarik dari pelayanan atau memperbaiki alat, atau memperingatkan pemelik dan pengguna tentang kecacatan atau potensial kecacatan setelah menemui hal-hal terkait seperti :
- Adanya potensi bahaya terhadap pasien dan pengguna - Adanya potensial gagal memenuhi kriteria keefektifan,
manfaat kinerja atau keselamatan dari prudusen / distributor.
TUJUAN 1. Tersedianya peralatan medic yang aman dan dapat diandalkan bagi pelayanan kesehatan.
2. Tersedianya acuan bagi system manajemen perakatan medik di lingkungan RS Melania.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Pelaporan insiden oleh pengguna kepada bidang fasilitas medic keperawatan tentang adanya potensi bahaya kesehatan dari :
a. Hasil audit alat medic yang menyatakan fungsi alat terganggu atau rusak.
b. Hasil keluaran penggunaan alat medic yang mencurigakan.
2. Pelabelan “Do Not Use” berwarna merah pada tersangka alat medic agar tidak digunakan untuk pelayanan dalam 1 X 24 jam sampai pada keputusan investigasi dari komiter
keselamatan kesehatan kerja.
3. Pencatatan detail laporan oleh Ka Sie Monitoring dan evaluasi BidFasMedJep meliputi data pasien. Keterangan masalah keterangan tersangka alat medic, data pelaporan awal dan data distributor/ importer dalam waktu 3 hari setelah diterima laporan.
4. Penyerahan rekapan laporan lengkap insiden oleh Bidfasmedkep kepada komite K3 selama 1-2 minggu.
5. Penyimpanan rekomendasi hasil investigasi oleh komite K3 kepada direktur RS Melania.
a. Bila hasil penilaian menyatakan tidak ada resiko kesehatan maka proses selesai.
b. Bila hasil penilaian menyatakan terdapat resiko minor, maka
RS Melania PENARIKAN KEMBALI ALAT MEDIS (RECALL) No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2 perlu dilakukan pemberitahuaan variable kepada pengguna, pemberitahuan secara tertulis kepada Kemenkes, distributor dan Produsen, serta koreksi berupa tindakan perbaikan atau penyetelan ulang sistem.
UNIT TERKAIT Seluruh Unit
RS Melania PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN VENTILATOR GALILEO
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Tata cara penggunaan dan pemeliharaan Ventilator secara umum
untuk single mode dasar volume atau pressure mode.
TUJUAN 1. Upaya menggunakan dan memelihara ventilator secara benar.
2. Alat ventilator harus dalam keadaan siap pakai.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
Tentang Kebijakan Manajemen Fasilitas dan keselamatan RS Melania Bogor
PROSEDUR
1. Periksa kabel listrik ke sumber listrik dan pastikan tegangan listrik yang sesuai, hubungan ke sumber listrik.
2. Nyalakan mesin switch pada posisi.
3. Nyalakan ventilator dan atur demikian rupa sehingga parameter Ventilator atau layar monitor mudah dan jelas terlihat (pada ventilator dengan layar monitor digital).
4. Pilih mode off Ventilator : controlled, pilih single mode;
volume atau pressure.
5. Tentukan volume tidal atau minute volume bila menggunakan mode volume dan tentukan level / tinggi pressure (cmh20) bila menggunakan mode pressure.
6. Tentukan PR (Respiration rate) 7. Tentukan Inspiratory (I: E) ratio
8. Tentukan fraksi oksigen inspirasi (FiO2) 9. Jalankan Mesin Ventilator.
10. Perhatikan gerakan pada test – lung (kembang – kempis) 11. Periksa apakah humidifikasi berfungsi baik, hangat dan beruap
air.
RS Melania PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN VENTILATOR GALILEO
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2 12. Atur dan periksa untuk :
Alarm pressure bila menggunakan mode volume
Alarm volume bila menggunakan mode pressure.
Alarm untuk obstruksi dan kebocoran.
Alarm untuk Fi02
Alarm untuk apnea
13. Pertimbangan menggunakan mode tambahan bilamana perlu seperti PEEP (Positive end Expiratory pressure)
14. Hubungan Ventilator dengan pasien.
Pemeliharaan
1. Bersihkan badan ventilator dengan kain yang lembut dan alcohol.
2. Lepaskan breathing sirkuit dan filter dari konektornya kemudian cuci dengan detergen hingga bersih, selanjutnya dikeringkan untuk filter itu sendiri.
3. Selanjutnya filter dan brething sirkuit di set kembali ke Ventilator kemudian ujung.
4. Setelah dingin filter dan breathing sirkuit diset kembali ke Ventilator kemudian ujung.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi rawat khusus
RS Melania MENYALAKAN, MEMATIKAN, MEMINDAHKAN DAN MEMELIHARA USG VOLUSON
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Cara Menyalakan, mematikan, memindahkan adan memelihara
USG Voluson sebelum digunakan TUJUAN 1.Agar USG Voluson selalu terawat.
2.Agar USG selalu dalam kondisi siap pakai.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania PROSEDUR a. Cara menyalakan USG Volusion
1.) Masukkan kabel UVS ke stopkontak, pastikan sebelumnya kabel USG sudah terpasang ke UVS.
2.) Tekan tombol on / off bagian belakang, pastikan lampu yang di depan uvs nyala hanya satu saja, kemudian tekan tombol on/off yang berada diatas lampu nyala sampai dengan nyalanya menjadi dua (2).
3.)tekan tombol on/off printer
4.)Tekan tombol on /off USG yang berada disebelah kiri bawah.
5.)Nyalakan Monitor TV yang berada di atas tempat tidur pasien 6.)Tunggu beberapa menit sampai monitor USG siap digunakan lalu tekan tombol freeze.
b.Cara mematikan USG Voluson
1.)Pastikan proof dalam keadaan bersih dari jelly
2.)Tekan tombol gambar orang berdua yang ada tanda silang kemudian tekan Freeze.
3.)Tekan tombol sebelah kiri bawah sampai dengan bunyi USG mati (Bunyinya jegleg)
RS Melania MENYALAKAN, MEMATIKAN, MEMINDAHKAN DAN MEMELIHARA USG VOLUSON
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2 PROSEDUR 4.)Tekan tombol UVS bagian depan, setelah baru tombol on/off
UVS bagian belakang.
5.) cabut kabel UVS dari stop kontak.
Pemeliharaan
1.)Proff yang habis dipakai dibersihkan dengan handuk lembab, sesudah bersih proff dimasukan ke dalam tempat yang sudah tersedia.
2.)Kabel proff dirapikan dan digantungkan pada tempat yang sudah tersedia.
3.)Hasil foto di ambil , kemudia diberikan kepada dokter yang memberikan ekspertis.
4.)Bersihkan alat- alat di bagian luar peralatan dan kabel menggunakan lap yang lembut dan bersih.
5.)Lakukan Kalibrasi.
UNIT TERKAIT 1.Instalasi Radiologi 2.Instalasi Rawat Jalan 3.Instalasi Rawat Inap 4.Instalasi Rawat khusus 5.Instalasi Kamar Operasi 6.Instalasi Kamar Bersalin.
RS Melania PROSEDUR
MENGGUNAKAN DAN MEMELIHARA EKG No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Adalah tetalaksana yang mengatur penggunaan dan memelihara
EKG.
TUJUAN 1. Menjaga agar alat dalam kondisi baik dan siap pakai.
2. Penggunaan dan pemeliharaannya diatur pleh penggunaan jawab ruangan.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania PROSEDUR Persiapan Alat – Alat
1.Mesin EKG yang dilengkapi dengan kabel sebagai berikut a. Satu kabel untuk listrik
b. Satu kabel untuk bumi
c. Satu kabel untuk pasien (terdiri dari kabel yang diberi tanda / warna
2.Plat Elektroda yaitu
a. Elektrode ekstremitas dikaitkan dengan ban pengikat khusus.
b. Electrode dada dengan balon penghisap.
3. “jelly”
4. Kertas EKG 5. Kertas “Tissue”
Cara menempatkan electrode
1. Elektrode ektremitas atas dipasang pada pergelangan tangan kanan dan kiri searah dengan telapak tangan.
2. Pada Ekstremitas bawah pada pergelangan kaki tangan dan kiri sebelah dalam.
3. Posisi pada pergelangan bukanlah mutlak, bila diperlukan dapat dipasang sampai ke bahu kiri atau kanan dan pangkal paha kiri dan kanan. Kemudian kabel – kabel dihubungkan :
Merah (RA) lengan kanan
Kuning (LA) lengan kiri
RS Melania PROSEDUR
MENGGUNAKAN DAN MEMELIHARA EKG No. Dokumen
SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN SYRING PUMP
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2 PENGERTIAN Adalah tatalaksana yang mengatur tentang pemakaian dan
pemeliharaan Syring Pump.
TUJUAN Memberikan dosis obat dengan dalam satuan kecil
Mengatur jumlah obat dalam satuan millimeter dalam satuan waktu tertentu
Agar alat dalam kondisi siap pakai KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania PROSEDUR 1. Siapkan alat (Set Infusse Pump ) yang siap pakai.
2. Hubungkan alat ke stop kontak listrik.
3. Tentukan spuit yang akan digunakan (2-50 cc) dan lakukan pengecekan ke syring pump, jika tidak sesuai maka tekan alat tersebut ke angka sesuai dengan ukuran spuit.
4. Pasang ekstension tube ke spuit yang telah diisi obat sesuai dengan dosis pengeceran.
5. Buka kunci alat kearah kanan dan kiri untuk mengunci, dan Tarik jepitan pada spuit untuk melepas kemudia spuit dilepaskan dari alat.
6. Pasang spuit dan ekstension tube ke line infuse atau CVP pasien dengan menggunakan three way.
7. Hidupkan alat dan tunggu sampai lampu menyala kuning kedip- kedip beberapa saat dibagian layar alat, kemudia tekanan dan atur angka sesuai dengan kebutuhan.
8. Lampu akan menyala hijau jika dalam kondisi baik.
9. Perhatikan tanda alarm, jika terjadi peringatan kepada petugas.
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN MONITOR BOSTRON
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Adalah tatalaksana yang mengatur tentang pemakaian dan
pemeliharaan alat monitor Boston
TUJUAN Agar alat siap pakai sewaktu – waktu di butuhkan
Menghindari kerusakan dini.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania
PROSEDUR 1. Memastikan alat monitor berfungsi dengan baik, berada di tempat yang aman, terfiksasi dengan baik, dengan posisi sedemikian rupa sedemikian rupa sehingga layar monitor dapat terlihat dengan jelas dan mudah.
2. Hubungkan alat monitor dengan sumber listrik, kemudian monitor dihidupkan / posisi standby
3. Pastikan kabel-kabel sudah terpasang dengan baik pada alat monitor.
4.Memasang probe EKG, probe saturasi, mancet tekanan darah, dan atau probe CO2, pada pasien.
5.Alat monitor dihidupkan, masing – masing modalitas pemantauan di atur sesuai dengan kebutuhan seperti lead EKG, interval pengukuran tekanan darah, setting alarm.
6. Melakukan pencatatan hasil monitoring pada status anatesia bila akan mematikan alat monitor, matikan dulu layar monitor, selanjunta kabel kabel probe dan manset yang melekat pada pasien dapat dilepas.
7.Kabel – kabel tersebut dirapikan pada tempatnya.
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN MONITOR BOSTRON
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 2
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN DAN PEMELIHARAAN MONITOR BOSTRON
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2
PROSEDUR Pemeliharaan
1. Alat dimatikan bila sudah tidak digunakan
2. Rapikan kabel – kabel penghubung electrode, saturasi O2,
temperature, blood pressure dengan cara :
a. Lap dengan air bersihkan kabel – kabek tersebut.
b. Gantungkan kabel – kabel tersebut pada tempatnya yang telah disediakan.
c. Cuff dicuci kemudian dikeringkan di charge, jika battery penuh segera dicabut kabel penghubung ke listrik.
UNIT TERKAIT 1.Instalasi Rawat Khusus 2.Instalasi Kamar Operasi 3.Instalasi Gawat Darurat
RS Melania PROSEDUR PEMELIHARAAN TABUNG OKSIGEN
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Adalah tatacara melakukan pemeliharaan alat tabung oksigen agar
alat dalam kondisi terawat.
TUJUAN 1. Menjaga agar alat kondisi siap pakai.
2. Mencegah terjadinya infeksi nonsokomial KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania
PROSEDUR 1. Lepaskan / pisahkan tabung suction dari selangnya.
2. Buang isi tabung, kemudian bilas dengan cairan desinfektan 10 % dan rendam 15 menit.
3. Sikat tabung suction dan cuci dengan air mengalir sampai bersih.
4. Tabung suction bersih segera disambungkan kembali dengan selang suction sudah siap pakai.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Khusus 2. Instalasi Rawat Inap 3. Instalasi Rawat jalan 4. Instalasi Gawat darurat.
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN ALAT BLUE LIGHT TERAPI
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Adalah tatacara melakukan pemeliharaan alat humidifier oksigen
agar alat dalam kondisi terawat.
TUJUAN 1. Menjaga agar alat siap pakai
2. Mencegah tidak terjadi infeksi nosocomial KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania PROSEDUR 1. Cek keadaan botol humidifier.
2. Pastikan tabung berisi aqua steril sesuai batas (tanda) 3. Setelah digunakan pasien, dicuci kembali untuk dipakai
kembali pada pasien berikutnya.
4. Matikan drap monitor terlebih dahulu bila sudah tidak dipakai.
5. Bila alat rusak (bocor) laporkan ke petugas tehnisi (pemeliharaan alat medis) agar segera diperbaiki.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat khusus 2. Instalasi Rawat Inap 3. Instalasi Rawat Jalan 4. Instalasi Gawat darurat
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN ALAT BLUE LIGHT TERAPI
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Adalah tatacara melakukan pemeliharaan alat blue lihjt therapy agar
alat dalam kondisi terawatt.
TUJUAN 1. Menjaga agar alat blue light therapy kondisi siap pakai.
2. Mencegah terjadi infeksi nosokomial KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania
PROSEDUR 1. Persipkan dan pastikan alat blue light therapy dengan baik dan sambungkan dengan sumber listrik.
2. Bayi diberi pelindung mata dan kondisi telanjang (hanya pakai pampers) sebelum penyinaran.
3. Letakkan bayi ke dalam Box bayi, posisi dirubah setiap ½ jam sekali (telungkup dan terlentang)
4. Nyalakan powernya sampai sinar lampu menyala.
Pemeliharaan
1. Bersihkan alat bagian luar dengan lap kani lembut dan bersih.
2. Letakkan kabel listrik dan rapikan / digantung pada standar alat.
3. Simpanlah alat dan terlindungi dari benturan.
4. Masa berlaku blue light 1000 (seribu) jam.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Khusus 2. Instalasi Rawat Inap
RS Melania PROSEDUR PEMAKAIAN ALAT BLUE LIGHT TERAPI
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
RS Melania PROSEDUR PENGGUNAAN DC SHOCK
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Adalah tatacara melakukan pemeliharaan alat DC Shock agar alat
dalam kondisi terawat.
TUJUAN Efek yang diharapkan dari DC Shock dapat dicapai secara optimal.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Melania
PROSEDUR 1. Persiapan
a. Satu Unit DC Shock / defbrilator lengkap.
b. Jelly.
c. Kalin lap / tissue.
2. Pelaksanaan
a. Sambungkan Mesin DC Shock dengan aliran listrik.
b. Hidupkan mesin DC Shock.
c. Pilih paddle pada epeks dan sternum sesuai petunjuk pada peddle
d. Oleskan jelly pada paddle.
e. Letakkan paddle pada epeks dan sternum sesuai petunjuk pada paddle.
f. Nilai irama monitor apakah masih CF/ FT tanpa nadi.
g. Tekan tombol pengisi energy (Charge) pada paddle apeles atau unit defibrillator.
h. Setelah energy yang diharapkan tercapai, berikan aba- aba dengan suara yang jelas agar tidak ada orang lain yang masih menyentuh pasien, penyentuh tempat tidur atau peralatan lain di sekitar pasien.
i. Berikan tekanan kurang lebih 10 -12 joule pada kedua paddle.
j. Nilai kembali irama pada monitor, apakah masih VF/VT tanpa nadi, tekan tombol discharge pada kedua paddle dan tahapan tadi dapat diulang dengan energy 200 – 300 dan kemudian 360 joule.
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Khusus 2. Instalasi Gawat Darurat.
RS Melania PENARIKAN KEMBALI ALAT MEDIS (RECALL)
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Penarikan atau pengembalian alat medis adalah segala tindakan
tindakan yang dilakukan manajemen, Produsen, Importir atau distributor alat medik untuk menarik dari pelayanan atau memperbaiki alat, atau memperingatkan pemelik dan pengguna tentang kecacatan atau potensial kecacatan setelah menemui hal-hal terkait seperti :
- Adanya potensi bahaya terhadap pasien dan pengguna - Adanya potensial gagal memenuhi kriteria keefektifan,
manfaat kinerja atau keselamatan dari prudusen / distributor.
TUJUAN 1. Tersedianya peralatan medic yang aman dan dapat diandalkan bagi pelayanan kesehatan.
2. Tersedianya acuan bagi system manajemen perakatan medik di lingkungan RS Melania.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
Tentang Kebijakan Manajemen Fasilitas dan keselamatan RS Melania Bogor, mengenai penggunaan produk dan peralatan yang dalam proses penarikan.
PROSEDUR 1. Pelaporan insiden oleh pengguna kepada bidang fasilitas medic keperawatan tentang adanya potensi bahaya kesehatan dari :
c. Hasil audit alat medic yang menyatakan fungsi alat terganggu atau rusak.
d. Hasil keluaran penggunaan alat medic yang mencurigakan.
2. Pelabelan “Do Not Use” berwarna merah pada tersangka alat medic agar tidak digunakan untuk pelayanan dalam 1 X 24 jam sampai pada keputusan investigasi dari komiter
keselamatan kesehatan kerja.
RS Melania PENARIKAN KEMBALI ALAT MEDIS (RECALL)
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1 PROSEDUR 3. Pencatatan detail laporan oleh Ka Sie Monitoring dan
evaluasi BidFasMedJep meliputi data pasien. Keterangan masalah keterangan tersangka alat medic, data pelaporan awal dan data distributor/ importer dalam waktu 3 hari setelah diterima laporan.
4. Penyerahan rekapan laporan lengkap insiden oleh Bidfasmedkep kepada komite K3 selama 1-2 minggu.
5. Penyimpanan rekomendasi hasil investigasi oleh komite K3 kepada direktur RS Melania.
a. Bila hasil penilaian menyatakan tidak ada resiko kesehatan maka proses selesai.
b. Bila hasil penilaian menyatakan terdapat resiko minor, maka perlu dilakukan pemberitahuaan variable kepada pengguna, pemberitahuan secara tertulis kepada Kemenkes, distributor dan Produsen, serta koreksi berupa tindakan perbaikan atau penyetelan ulang sistem.
UNIT TERKAIT Seluruh Unit
RS Melania PENGAWASAN PERALATAN KADALUARSA
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 1 Desember 2017
Ditetapkan oleh, Direktur
dr. Oktavia Nurdiani, M.Kes PENGERTIAN Mekanisasi dari rumah sakit mengenai prosedur pengawasan peralatan
kadaluarsa.
TUJUAN Melindungi keselamatan pasien dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan alat yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan atau keamanan.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur RS Melania Bogor No
PROSEDUR 1. Petugas dari masing-masing bagian RS Melania yang memakai alat kesehatan melakukan pemeriksaan fisik jumlah dan tanggal kadaluarsa alat kesehatan setiap minggu.
2. Jika ditemukan peralatan kesehatan yang rusak, akan kadaluarsa atau tidak pernah dipakai lagi, maka peralatan kesehatan tersebut dikumpulkan ke bagian Teknik
Elektromedik.
3. Petugas bagian Teknik Elektromedik RS Melania akan mengembalikan peralatan kesehatan yang rusak, ke bagian Maintance RS Melania.
4. Petugas Maintance RS Melania menerima dan memeriksa alat kesehatan.
5. Jika hasil pemeriksaan terhadap peralatan kesehatan menunjukkan peralatan kesehatan tersebut rusak, akan kadaluarsa atau tidak pernah dipakai lagi, petugas Maintance memilih dan memisahkan peralatan kesehatan tersebut, apakah akan dimusnahkan atau dikembalikan ke distributor alat
kesehatan terkait.
6. Jika Alat kesehatan di IPSRS RS Melania bisa dikembalikan ke distributor, maka petugas IPSRS RS mengembalikan alat kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
7. Jika peralatan kesehatan tersebut tidak bias dikembalikan ke distributor, maka alat kesehatan tersebut dimasukkan ke lokasi rusak atau expire oleh petugas Maintance RS Melania
RS Melania PENGAWASAN PERALATAN KADALUARSA
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 2 / 2 UNIT TERKAIT Seluruh Unit
RS Melania PENGAWASAN PERALATAN KADALUARSA
No. Dokumen SPO/(Unit kerja)/(Bulan)/
(Tahun)/No
No. Revisi 0
Halaman 1 / 1