Apabila pernyataan diatas terbukti salah, saya sendiri akan menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya. Akhir kata penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan artikel ilmiah ini. Penulis berharap semoga penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat untuk memberikan wawasan bagi penulis dan bermanfaat bagi pembaca.
Seperti yang anda ketahui, pemberat merupakan salah satu alat kestabilan kapal yang sangat mempengaruhi berat suatu kapal, dapat menstabilkan dan mencegah kapal terbalik atau membantunya pulih kembali. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menuliskan rumusan masalah tentang cara kerja optimasi penggunaan ballast untuk menjaga stabilitas kapal, yang bertujuan untuk mengetahui upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan ballast dalam menjaga stabilitas kapal. stabilitas. Begitu pentingnya pengetahuan dalam menghitung kestabilan kapal khususnya pengaruh balast bagi keselamatan kapal, oleh karena itu setiap awak kapal yang bersangkutan atau bahkan calon awak kapal harus dibekali dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kestabilan kapal sehingga keselamatan dan kenyamanan kapal dapat tercapai. dicapai.
Berdasarkan fakta yang penulis temukan pada kapal MV Meratus Gorontalo, maka dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan ballast untuk menstabilkan kapal masih belum maksimal, dan sebatas saran yang penulis berikan maka pihak perusahaan menyediakan sebagai sebisa mungkin kebutuhannya. kapal dengan baik, sehingga awak kapal dapat memperbaiki atau merawatnya dengan baik, jika tidak segera. Kerusakannya dikhawatirkan semakin parah atau tidak bisa diperbaiki. Seperti yang anda ketahui, pemberat merupakan salah satu alat kestabilan kapal yang sangat mempengaruhi berat suatu kapal, sehingga dapat membuatnya stabil dan mencegahnya terbalik atau membantunya untuk tegak kembali. Berdasarkan hasil penelitian, penulis telah menuliskan rumusan masalah bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pemberat untuk menjaga stabilitas kapal, yang bertujuan untuk mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pemberat untuk menjaga stabilitas kapal. stabilitas kapal.
Based on the facts that the author has found on the MV Meratus Gorontalo ship, it can be concluded that the optimization of the use of ballast to stabilize the ship is still not optimal, and there are suggestions from the author as much as possible, as the company provides for the ship's needs properly, so that the ship's crew can repair or maintain it properly, if this is not done immediately for fear of the damage becoming worse or irreparable.
PENDAHULUAN
RUMUSAN MASALAH
BATASAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
MANFAAT PENELITIAN
Berdasarkan kasus dan uraian di atas masih disimpulkan bahwa penggunaan pemberat belum optimal untuk menyeimbangkan kapal.
LANDASAN TEORI
- Pengertian Optimalisasi
Sub bab ini membahas tentang pengertian umum, manajemen ballast, komponen sistem ballast. 2012) pemberat adalah pemberat yang dibawa pada perahu berlambung tunggal agar stabil, yaitu untuk mencegah terbalik atau untuk membantu membelok ke kanan. Agar pedoman ini diterapkan secara standar dan seragam, semua operator kapal negara dan pemangku kepentingan harus menerapkan pedoman ini. dan prosedur perawatan, berdasarkan informasi yang terkandung dalam petunjuk ini. Pemerintah didorong untuk memasukkan pengetahuan tentang tugas-tugas pengendalian pencemaran laut oleh organisme akuatik dan patogen berbahaya dalam persyaratan pelatihan mereka untuk sertifikasi. Setiap kapal yang membawa pemberat harus dilengkapi dengan rencana pengelolaan pemberat untuk membantu meminimalkan perpindahan organisme akuatik dan patogen berbahaya.
Tata cara pencatatan dan pelaporan: (1) Tata cara kapal. a) jika otoritas negara pelabuhan memerlukan prosedur pemberat khusus dan pilihan pengolahan untuk dilakukan, dan karena cuaca, kondisi laut atau ketidakpraktisan operasional tindakan tersebut tidak dapat dilakukan, nakhoda harus melaporkan hal ini kepada otoritas negara pelabuhan sesegera mungkin . dan, bila perlu, sebelum memasuki laut yang berada di bawah yurisdiksinya; Perwira angkatan laut yang terlibat dalam pertukaran pemberat di laut harus dilatih dan dibiasakan dengan hal-hal berikut: .. a) rencana pemompaan kapal, yang harus menunjukkan susunan pompa pemberat, posisi pipa udara dan pipa suara, posisi semua kompartemen dan tangki hisap serta pipa yang menghubungkannya dengan pompa pemberat kapal dan, dalam hal menggunakan metode pertukaran pemberat aliran-melalui, bukan yang digunakan untuk mengalirkan air dari atas tangki bersama-sama dengan fasilitas pembuangan ke laut; Ballast ditempatkan di tangki lambung kapal depan dan belakang untuk melayani kondisi keselarasan kapal yang diinginkan.
Tangki pemberat mempunyai beberapa tipe sebagai penopang untuk mengoptimalkan kestabilan dan menjaga agar muatan tidak tercampur serta keselamatan jika terjadi benturan agar tidak tercampur antar muatan yang didalamnya, antara lain : .. merupakan semua tangki yang ditempatkan di dekat pelat samping kapal. ; .. apakah semua tangki berada pada sisi memanjang dengan penutup kedap air; .. adalah semua tangki yang dirancang khusus untuk menampung cairan yang digunakan untuk tangki pengering, untuk mencuci, atau untuk semua cairan yang dicampur dengan minyak;. Jadi pompa servis umum ini mempunyai kapasitas sebesar 85% dari kapasitas pompa ballast untuk mampu menangani sistem ballast yaitu 85% dari kapasitas pompa Ballast – Fire. Kapal ukuran besar, sedang atau kecil dengan sistem instalasi pengolahan dari mesin induk semuanya terletak di ruang mesin, sesuai peraturan dari Biro Klasifikasi, bagian struktur yang disebut sea chest harus dipasang di lambung kapal. kapal selam.
Di antara kotak laut dan sistem yang memerlukan bekalan air laut disambungkan dengan menggunakan paip yang berbeza saiz mengikut kegunaannya. Pada paip terdapat injap yang berfungsi sebagai membuka dan menutup aliran air laut. Manakala kestabilan dinamik dikhaskan untuk kapal yang bergoyang atau terumbang-ambing atau apabila mereka banyak bertumit.
Keadaan dimana titik G berada diatas titik M, sehingga kapal yang mempunyai kestabilan stabil pada saat mengangkang harus mempunyai kemampuan untuk membetulkan dirinya sendiri; Keadaan kestabilan dimana titik G berimpit dengan titik M sehingga momen bidik kapal yang mempunyai kestabilan netral sama dengan nol, atau bahkan tidak mempunyai kemampuan lurus ketika mengangkang. Kondisi kestabilan dimana titik G berada diatas titik M, sehingga kapal yang mempunyai kestabilan negatif ketika menyebar tidak mempunyai pilihan untuk tegak kembali, bahkan sudut serangnya akan bertambah sehingga menyebabkan kapal terjungkal lagi bahkan mungkin jungkir balik.
Menurut Hindu (1967), titik-titik penting kestabilan antara lain pusat gravitasi (G), titik mengambang (B) dan titik M. 1) Pusat gravitasi. Pusat daya apung dikenal sebagai titik B kapal, yang merupakan titik penangkapan gaya resultan yang mendorong ke atas dari bagian kapal yang terendam.
KERANGKA PEMIKIRAN
Satu periode gulungan penuh adalah waktu yang diperlukan sejak kapal tegak, miring ke kiri, tegak, miring ke kanan, hingga tegak kembali. Ada permukaan bebas di dalam bejana jika ada permukaan zat cair yang bergerak bebas. Jika kapal terguling di laut dan cairan di dalam tangki bergerak, akibatnya pusat gravitasi cairan tersebut tidak lagi berada di tempat semula.
Oleh karena itu, perlu dilakukan koreksi terhadap nilai GM yang dihitung dari pertambahan titik berat semu zat cair pada saat kapal bergoyang, sehingga diperoleh nilai GM yang efektif. Penelitian kuantitatif didasarkan pada asumsi-asumsi berikut (Nana Sudjana dan Ibrahim, 2001; Del Siegle, 2005, dan Johnson, 2005).
LOKASI PENELITIAN
JENIS DAN SUMBER DATA
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
TEKNIK ANALISIS DATA