• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Palembang melalui Event Mustika Musi

N/A
N/A
Vita Anarkiz

Academic year: 2025

Membagikan "Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Palembang melalui Event Mustika Musi"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI EVENT MUSTIKA MUSI OLEH DINAS PARIWISATA KOTA PALEMBANG DALAM UPAYA

MENARIK MINAT WISATAWAN

PROPOSAL PENELITIAN

Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom) Pada Fakultas Ilmu Sosial Dan Humaniora Universitas Bina Darma Palembang

Oleh : Jessi Kevita

211910004

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

2025

(2)

ii DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.2 Latar Belakang ... 1

1.2 Indentifikasi Masalah ... 7

1.3 Rumusan Masalah ... 7

1.4 Tujuan Penelitian ... 7

1.5 Manfaat Penelitian ... 8

1.5.1 Manfaat Teoritis ... 8

1.5.2 Manfaat Praktis ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Kajian Terdahulu ... 9

2.1.1 Penelitian Terdahulu ... 9

2.2 Kerangka Teoritis ... 16

2.3 Kerangka Konseptual ... 23

2.3.1 Komunikasi ... 23

2.3.2 Definisi Komunikasi Pemasaran ... 24

2.3.3 Strategi Komunikasi Pemasaran ... 26

2.3.4 Event...30

2.3.5 Event Marketing ... 32

2.3.6 Wisatawan ... 37

2.4 Kerangka pemikiran ... 39

BAB II METODE PENELITIAN ... 40

(3)

iii

3.1 Metode Penelitian ... 40

3.2 Objek dan Subjek Penelitian ... 40

3.2.1 Objek Penelitian ... 40

3.2.2 Subjek Penelitian ... 40

3.3.3 Informan Penelitian ... 41

3.3 Data dan Sumber Data ... 42

3.3.1 Data Primer ... 42

3.3.2 Data Sekunder ... 42

3..4 Teknik Pengumpulan Data ... 43

3.4.2 Wawancara ... 44

3.4.3 Studi Pustaka ... 44

3.5 Teknik Analisis Data ... 45

3.6 Tempat dan Waktu Penelitian ... 45

3.6.1 Tempat Penelitian ... 45

3.6.2 Jadwal Penelitian ... 45

DAFTAR PUSTAKA ... 47

(4)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang

Wisata musik atau music tourism merupakan salah satu bentuk kegiatan pariwisata yang tumbuh berdasarkan motivasi wisatawan untuk menikmati pengalaman terkait musik. Aktivitas ini dapat berupa kunjungan wisatawan ke suatu negara atau wilayah dengan tujuan menghadiri pertunjukan musik, konser, atau festival musik yang menarik perhatian mereka (Campbell, 2011). Namun, wisata musik tidak dapat berdiri sendiri sebagai entitas tunggal, melainkan beroperasi dalam sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai elemen pendukung. Ekosistem tersebut mencakup musisi dan komunitas musik, infrastruktur pariwisata, transportasi, dan akomodasi, serta hubungan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.

Di tingkat internasional, perkembangan wisata musik dan pertunjukan budaya telah lama menjadi daya tarik utama pariwisata di berbagai negara. Contohnya adalah festival legendaris seperti Woodstock di Amerika Serikat yang menjadi ikon gerakan budaya musik pada tahun 1969, serta Glastonbury Festival di Inggris yang hingga kini menjadi salah satu festival musik terbesar di dunia. Selain itu, pertunjukan budaya tradisional seperti opera di Italia atau kabuki di Jepang telah berhasil menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia dengan mengedepankan kekayaan warisan budaya mereka. (Satria 2018)

(5)

2 Indonesia, dengan beragam budaya dan potensi musik yang melimpah, tentunya memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata musik dan event budaya. Namun, dibandingkan dengan negara-negara tersebut, pengembangan wisata musik dan pertunjukan budaya. di Indonesia masih dalam tahap awal dan belum terintegrasi secara optimal. Hal ini mencerminkan perlunya strategi kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku industri musik, komunitas seni, dan sektor pariwisata, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan wisata musik secara berkelanjutan dan kompetitif.

Perkembangan potensi pariwisata selain membutuhkan merek sebagai identitas dari daerah tersebut, juga memerlukan suatu daya tarik dan objek wisata sebagai tujuan dari wisatawan. Menurut Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Menurut Mill (2000:26) atraksi adalah apa yang pertama kali menarik pengunjung ke sebuah kawasan atau, dalam artian pembangunan, cenderung dikembangkan lebih dahulu. Atraksi merupakan daya tarik wisata atau tempat tujuan wisata yang menyajikan karakteristik yang berbeda setiap daerahnya. Daya tarik daerah dapat berupa fenomena alam seperti (geografi, fauna dan flora) dan event yang memuat nilai budaya, agama, sportifitas maupun festival lainnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Higgins (2017) bahwa event pariwisata merupakan strategi pemasaran yang dilakukan pemerintah untuk menarik perhatian wisatawan dan untuk memperkenalkan destinasi wisata.

(6)

3

“event tourism is „the systematic planning, development and marketing of planned events as tourist attractions, and for their benefits to place marketing, image-making, and development”. Event pariwisata merupakan alat komunikasi perencanaan dan pemasaran yang dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat ataupun wisatawan serta dapat memperkenalkan kota atau daerah, destinasi wisata, budaya dan potensi yang dimiliki oleh kota atau daerah tersebut sehingga dapat mendorong wisatawan untuk berkunjung (Simanjuntak.2018)

Event merupakan salah satu dari kekuatan pemerintah kota Palembang untuk menarik wisatawan agar dapat berkunjung ke Kota Palembang. Pengembangan sektor pariwisata melalui salah satu event yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata kota Palembang yang bertajuk “Musik tiap pekan ditepian Musi”. Event pariwisata yang digelar berskala nasional dan internasional tersebut dirancang untuk memikat wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara dan membuat wisatawan untuk lebih sering berkunjung ke kota Palembang, terutama event-event yang diselenggarakan di kota Palembang.

Menurut Damster and Tassiopoulos (2005) event pariwisata dapat menciptakan citra yang menguntungkan bagi suatu destinasi, memperluas musim wisata tradisional, mengembangkan permintaan wisatawan lebih merata melalui suatu daerah dan untuk menarik pengunjung asing dan domestik. Dalam hal ini event pariwisata dapat menciptakan persepsi pada wisatawan sehingga dapat mempengaruhi keputusan berkunjung dan menciptakan rasa suka atau senang sehingga mendorong wisatawan untuk menjelajahi lebih lanjut mengenai pariwisata di Kota Palembang.

(7)

4 Kota palembang sebagai ibu kota sumatera selatan yang memiliki potensi kepariwisataan yang sangat besar. Dinas Pariwisata Kota Palembang mencatat adanya peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), sepanjang tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 30 persen wisatawan mengunjungi berbagai destinasi di kota ini, sementara pada tahun 2024 jumlah tersebut meningkat menjadi 32,7 persen.

Peningkatan ini didorong oleh banyaknya event yang diselenggarakan di Palembang.

Menurut Sulaiman, keberhasilan menarik wisatawan tidak terlepas dari berbagai strategi dan langkah yang telah diterapkan, sehingga mampu mencapai target kunjungan sebesar 2,1 juta wisatawan. (Sumber.detiksumbagsel).

Peningkatan jumlah wisatawan mendorong Dinas Pariwisata Kota Palembang untuk semakin aktif melakukan promosi demi mengembangkan sektor pariwisata.

Dalam melaksanakan promosi tersebut, diperlukan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan minat wisatawan mengunjungi suatu daerah. Strategi pemasaran menjadi elemen krusial bagi perusahaan di sektor industri, perdagangan, maupun jasa secara global, karena membantu mempermudah penawaran produk. Selain itu, komunikasi memiliki peranan yang sangat penting, sebab strategi pemasaran tidak akan berhasil tanpa adanya proses komunikasi yang efektif dari perusahaan. Pesatnya perkembangan dunia bisnis saat ini turut memengaruhi berbagai aspek, termasuk komunikasi pemasaran yang mendukung keberhasilan strategi pemasaran perusahaan. Dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat dan efektif, perusahaan dapat menghindari risiko resesi yang disebabkan oleh kurang efisiennya promosi yang dilakukan (Craven, 2006:5).

(8)

5 Selain aktif dalam mempromosikan destinasi wisata, Dinas Pariwisata Palembang juga aktif dalam mempromosikan berbagai agenda wisata seperti festival musik, festival jazz, dan berbagai perlombaan yang berkaitan dengan pariwisata.

Dengan menciptakan atraksi wisata melalui penyelenggaraan event berkualitas yang ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang memadai dan diberi sentuhan ekonomi kreatif. Event pariwisata seperti rangkaian festival, tradisi dan adat istiadat, dan kesenian lainnya merupakan salah satu bagian dari atraksi yang ingin disuguhkan kepada wisatawan. Salah satu event yang diselengarakan oleh dinas pariwisata dan bekerja sama dengan pemerintah kota palembang adalah mustika musi (musik tiap pekan ditepian sungai musi). Event mustika Musi merupakan sebuah kombinasi yang menyajikan musisi lokal dan pertunjukan tradisonal, dll.

Gambar1.1 Event Mustika Musi

Sumber : Instagram Dinas Pariwisata Kota Palembang

(9)

6 Mengacu pada Misdrinaya (2017), strategi pemasaran haruslah melibatkan komunikasi yang baik, agar suatu institusi dapat menyampaikan pesan kepada konsumen dengan baik. Strategi pemasaran tidak bisa dipisahkan dengan komunikasi. Setiap strategi pemasaran perlu perencanaan komunikasi atau media dengan baik, agar kegiatan pemasaran dapat terlaksana secara efektif. Sama halnya dengan strategi pemasaran pariwisata, terkhusus terkait dengan acara Event Mustika Musi di Kota Palembang. Dalam rangka memberitahukan, membujuk, memperkenalkan serta meningkatkan minat masyarakat terhadap pariwisata, serta meningkat kunjungan wisatawan ke kota palembang, Dinas Pariwisata Kota Palembang perlu menggunakan komunikasi yang baik.

Komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan, membujuk, atau mengingatkan konsumen, secara langsung atau tidak langsung, tentang produk atau merek yang dijualnya. Komunikasi pemasaran mencakup beberapa bauran yaitu periklanan, pemasaran langsung, promosi, penjualan pribadi, pemasaran interaktif, dan hubungan masyarakat. Tujuan dari bauran komunikasi pemasaran adalah untuk meningkatkan kesadaran merek.

Kesadaran merek adalah kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat suatu merek, seperti nama, logo, dan slogan tertentu yang digunakan merek untuk mengiklankan produknya.

Keberhasilan suatu event tidak terlepas dari komunikasi pemasaran. Menurut prariset yang dilakukan, penulis tertarik mengetahui bagaimana dinas pariwisata kota palembang melakukan komunikasi pemasaran pada event yang diselenggarakan untuk menarik minat wisatan berkunjung ke kota palembang dan memperkenalkan

(10)

7 budaya lokal. Berdasarkan latar belakang pemikiran diatas penulis mengambil judul

“STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI EVENT MUSTIKA MUSI OLEH DINAS PARIWISATA KOTA PALEMBANG DALAM UPAYA MENARIK MINAT WISATAWAN ”

1.2 Indentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, identifikasi masalah pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Upaya penyelenggaraan Event Mustika Musi sebagai alat untuk meningkatkan minat wisatawan ke kota palembang

2. Implementasi strategi komuniksi pemasaran dalam event Mustika Musi untuk memperkenalkan budaya lokal dalam meningkatkan kunjungan wisatwan.

1.3 Rumusan Masalah

Dari pokok permasalahan diatas maka peneliti menemukan rumusan masalah yang akan diteliti. Adapun rumusan masalahnya, yaitu : Bagaimana strategi komunikasi pemasaran melalui event mustika musi oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang dalam upaya menarik minat wisatawan.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini yaitu: Untuk Mengetahui strategi komunikasi pemasaran melalui event mustika musi oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang dalam upaya menarik minat wisatawan.

(11)

8 1.5 Manfaat Penelitian

1.5.1 Manfaat Teoritis

Penulis berharap penelitian ini dapat memberi pengetahuan, wawasan serta pengalaman tentang strategi pemasaran pariwisata bagi siapapun yang membacanya. Selain itu, penulis berharap dengan adanya penelitian yang dilakukan penulis dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya yang memiliki relevansi topik terkait komunikasi pemasaran pariwisata.

1.5.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis sebagai berikut:

1. Bagi penulis, hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk menambah wawasan serta pengetahuan tentang tradisi bekarang dan mampu memahami manfaat dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya.

2. Penulis berharap penelitian ini bisa menjadi arsip bagi Dinas Pariwisata Provinsi Kota Palembang dan dijadikan bahan evaluasi dalam peningkatan strategi komunikasi pemasaran dalam event-event berikutnya yang berguna untuk menarik lebih banyak wisatawan baik lokal maupun wisatawan mancanegara berkunjung ke kota Palembang.

(12)

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Terdahulu 2.1.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian ini berdasarkan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu yang mengkaji beberapa aspek yang berkaitan dengan komunikasi pemasaran. Berikut ini penelitian terdahulu yang dapat mendukung penelitian ini:

1. Febrianty Dwi Ramadhani, pada tahun 2017 Universitas Hasanuddin Makassar, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Ilmu Komunikasi. Dengan Judul Strategi Integrated Marketing Communication Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Meningkatkan Pariwisata Kota Palu (Studi Kasus Festival Pesona Palu Nomoni). Sumber tersebut dijadikan salah satu referensi oleh penulis karena kemiripan objek penelitian berupa sebuah festival atau sebuah acara yang menjadi daya tarik wisatawan dan marketing yang dilakukan oleh dinas terkait. Perbedaan skripsi ini dengan penelitian yang akan dilakukan penulis adalah dimana objek acaranya, lokasinya dan tentu strategi komunikasi yang digunakan dimana Dinas Pariwisata kota Palu menetapkan perencanaan dan pelaksanaan menyesuaikan keadaan pasar dan telah melalui analisis keadaan konsumen sehingga menghasilkan rebranding festival daerah. Persamaan penelitian ini dapat dilihat dari penggunaan subjek dan metode, yaitu metode

(13)

10 penelitian kualitatif dan sama-sama membahas tentang strategi komunikasi pemasaran di Dinas Pariwisata.

2. Suci Aulia Aditia, pada tahun 2019 dengan judul “Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang digunakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas pemasarannya, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi tidak menggunakan semua bentuk marketing mix. Unsur promotion menjadi elemen yang lebih diutamakan dalam menyebarkan informasi. Adapun bentuk kegiatan promosi yang dilakukan antara lain melakukan kegiatan personal selling melalui para pelaku wisata, berperan sebagai humas, membuat iklan dan memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk melakukan promosi dari mulut ke mulut. Perbedaan dari penelitian milik Suci Aulia Aditia dengan penelitian milik penulis terletak pada objek penelitian dimana objek penelitian yang diteliti penulis adalah Event Mustika Musi, sedangkan objek penelitian Suci adalah pariwisata kota Bukittinggi. Persamaan penelitian ini dapat dillihat dari teori yang digunakan, yaitu terkait komunikasi pemasaran.

3. Muthia Misdrinaya pada tahun 2017 dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar mengikuti Studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Ilmu

(14)

11 Komunikasi. Judul pada riset tersebut adalah Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Kota Makassar ini merupakan sebuah skripsi yang dimana didalamnya terdapat pembahasan mengenai standar-standar atau cara tertentu agar sebuah destinasi wisata bisa meningkat jumlah pengunjungnya terutama turis mancanegara. Pada penelitian ini, memfokuskan kepada destinasi wisata yang terletak di Makassar serta strategi komunikasi pemasaran dari Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar pada peningkatan perjalanan para wisatawan mancanegara di Kota Makassar. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa strategi dasarnya lebih bersifat mengacu pada agenda, Sebagai suatu cara atau pola yang dirancang untuk merespon isu strategis yang dihadapi. Namun ada juga beberapa faktor penghambat dalam mempromosikan kota makassar beberapa diantaranya adalah isu sara, unjuk rasa, dan bencana alam. Penulis akan menjadikan skripsi ini salah satu rujukan untuk melihat bagaimana strategi- strategi komunikasi pada skripsi tersebut bisa diimplementasikan pada penelitian yang disusun oleh penulis.

4. Fatika Bella Ayunda, Krisna Megantari dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo judul pada riset terbut adalah Analisis manajemen event Reyog Jazz sebagai salah satu strategi komunikasi pemasaran budaya dan wisata Kabupaten Ponorogo hasil dari riset tersebut Pemerintah Kabupaten Ponorogo sedang melakukan upaya untuk memasarkan atau mempromosikan potensi yang ada di Ponorogo agar dikenal oleh masyarakat dari lokal, nasional ataupun internasional. Salah satunya yakni dengan menggunakan event, seperti event

(15)

12 Reyog Jazz yang dibuat sebagai strategi komunikasi pemasaran budaya dan wisata Kabupaten Ponorogo. Hasil dari penelitian ini menunjukan bagaimana tim Reyog Jazz merencanakan event sampai dengan penerapannya. Dan jika dilihat, tim Reyog Jazz sudah menerapkan manajemen event dengan cukup baik meskipun pada implementasinya masih terdapat beberapa evaluasi. Penulis akan menjadikan penelitian ini salah satu rujukan untuk melihat bagaimana strategi- strategi komunikasi pada skripsi tersebut bisa diimplementasikan pada penelitian yang disusun oleh penulis.

5. Penelitian kelima oleh Amalliah, Katry Anggraini, pada tahun 2023 dari Universitas Bina Sarana Informatika, dan Univertias Pemulung, judul pada riset tersebut adalah Strategi Komunikasi Pemasaran Penyelengaraan Event Dan Festival Pariwisata Di Kabupaten Banyuwangi. Hasil dari penelitian ini Strategi komunikasi terpadu atau IMC dalam pelaksanaan mempromosikan Banyuwangi Festifal 2022 yang hanya mengambil kategori atau indikator periklanan dan event , mampu memajukan pariwisata tersebut daerah kabupaten Banyuwangi, jika semua indikator pada IMC di laksanakan akan bisa memaksimalkan pariwisata Banyuwangi yang tentu akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat. Penulis akan menjadikan penelitian ini salah satu rujukan untuk melihat bagaimana strategi-strategi komunikasi pada skripsi tersebut bisa diimplementasikan pada penelitian yang disusun oleh penulis.

(16)

13 Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti Judul Penelitian Hasil Perbedaan Persamaan

Febrianty Dwi Ramadhani, tahun 2017, Universitas Hasanuddin Makassar,

Strategi Integrated

Marketing Communication Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam

Meningkatkan Pariwisata Kota Palu (Studi Kasus Festival Pesona Palu Nomoni).

Adapun pelaksanaan promosi yang dilakukan oleh Disbudpar dalam acara ini tidak efektif hanya terpaku pada media massa,media lini bawah dan sales promotion. Seperti

pemasaran melalui televisi nasional dan lokal, beriklan di media massa, dan pemasangan iklan melalui beberapa media lini bawah, yaitu flyer, brosur, dan pemasaran langsung.

Peneliti ini meneliti dalam studi kasus Festival Pesona Palu Nomoni

Meneliti tentang Strategi Komunikasi Marketing

Suci Aulia Aditia, tahun 2019

Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas pemasarannya, Dinas Pariwisata, Pemuda dan

Olahraga Kota Bukittinggi tidak menggunakan semua bentuk marketing mix. Unsur promotion menjadi elemen yang lebih

Peneliti ini meneliti objek penelitian pariwisata kota Bukittinggi, dan menggunakan marketing Mix

Sama-sama bertujuan meningkatkan daya tarik wisatawan

(17)

14 diutamakan dalam menyebarkan

informasi. Adapun bentuk kegiatan promosi yang dilakukan antara lain melakukan kegiatan personal selling, membuat iklan dan memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk melakukan promosi dari mulut ke mulut.

Muthia Misdrinaya, tahun

2017,Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas

Pariwisata Pemerintah Kota Makassar dalam

meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Kota Makassar

Hasil penelitian ini menunjukkan strategi dasar lebih bersifat mengacu pada agenda, Sebagai suatu cara atau pola yang dirancang untuk merespon isu strategis yang dihadapi. Namun ada juga beberapa faktor penghambat dalam mempromosikan kota

makassar beberapa diantaranya adalah isu sara, unjuk rasa, dan bencana alam.

Peneliti ini meneliti tentang meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Kota Makassar

Meneliti tentang Strategi Komunikasi Marketing

Fatika Bella Ayunda, Krisna Megantari, tahun 2021

Analisis manajemen event Reyog Jazz sebagai salah satu strategi komunikasi pemasaran budaya dan wisata Kabupaten Ponorogo

Hasil dari penelitian ini menunjukan bagaimana tim Reyog Jazz

merencanakan event sampai dengan penerapannya. Dan jika dilihat, tim Reyog Jazz sudah menerapkan manajemen event dengan cukup baik meskipun pada implementasinya masih terdapat beberapa evaluasi.

Peneliti ini meneliti tentang rezog jazz di kabupaten ponorog, dan menngunakan teori manajemen event dari Goldblatt.

Kedua penelitian fokus pada promosi budaya dan wisata melalui penyelenggaraan event. sama-sama berupaya menggali peran event dalam memasarkan potensi lokal.

(18)

15 Sumber: Olahan Data 2025

Amalliah, Katry Anggraini, Tahun 2023, Universitas Bina Sarana Informatika, dan Univertias Pemulung

Strategi Komunikasi Pemasaran Penyelengaraan Event Dan Festival

Pariwisata Di Kabupaten Banyuwangi

Hasil dari penelitian ini Strategi komunikasi terpadu atau IMC dalam pelaksanaan mempromosikan Banyuwangi Festifal 2022 yang hanya mengambil kategori atau indikator periklanan dan event.

Peneliti ini hanya membahas dua elemen IMC, yaitu periklanan dan event.

Meneliti tentang Stragi Komunikasi

Pemasaran

(19)

16 2.2 Kerangka Teoritis

2.2.1 IMC (Integrated Marketing Communications)

Integrated Marketing Communication (IMC) atau Komunikasi Pemasaran Terpadu merupakan perpaduan antara berbagai elemen promosi dan kegiatan pemasaran lain yang berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dengan pelanggan.

Terence A. Shiimp (2010) menyatakan bahwa integrated marketing communication (IMC) merupakan sebuah proses pengintegrasian dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan. Tujuan IMC adalah memengaruhi atau memberikan efek langsung kepada perilaku khalayak sasaran yang dimilikinya. IMC menganggap seluruh sumber yang dapat menghubungkan pelanggan atau calon pelanggan dengan produk atau jasa dari suatu merek atau perusahaan sebagai jalur potensial untuk menyampaikan pesan di masa depan.

IMC menggunakan semua bentuk komunikasi yang relevan serta dapat diterima oleh pelanggan dan calon pelanggan. Dengan kata lain, proses IMC berawal dari pelanggan atau calon pelanggan, kemudian berbalik kepada perusahaan untuk menentukan strategi komunikasi.

Pada dasarnya, IMC adalah penerapan pesan merek yang konsisten di seluruh saluran pemasaran tradisional dan non-tradisional. Jurnal Komunikasi Pemasaran Terpadu dari Sekolah Jurnalisme Medill di Universitas Northwestern dalam ( Zinaida, R.S 2015) menyebut IMC sebagai "proses pemasaran strategis yang dirancang khusus untuk memastikan bahwa semua pesan dan strategi komunikasi disatukan di semua saluran dan berpusat pada pelanggan." IMC

(20)

17 digunakan secara praktis untuk memungkinkan kelemahan satu media diimbangi oleh kekuatan media lain, dengan elemen-elemen yang disinergikan untuk saling mendukung dan menciptakan dampak yang lebih besar.

Model komunikasi pemasaran terintegrasi mencoba untuk mengintegrasikan semua unsur bauran promosi yang ada dengan asumsi bahwa tidak ada satu unsur pun yang terpisah dalam mencapai tujuan pemasaran yang efektif. Komunikasi pemasaran yang baik dalam pelaksanaannya akan berdampak pada persepsi positif (kepercayaan) terhadap merek yang disampaikan, begitu juga sebaliknya kepercayaan merek akan memperlancar komunikasi pemasaran terintegrasi.

Eileimein promosii dan peimasaran laiinnya teirseibut diiseibut deingan bauran komuniikasii peimasara yang teirdiirii darii :

1. Peiriiklanan (Adveirtiisiing)

Iiklan meirupakan seitiiap beintuk komuniikasii non peirsonal teintang produk yang diihasiilkan oleih peirusahaan, baiik barang maupun jasa.

Peirusahaan pada umumnya meingeiluarkan biiaya yang beisar dalam meilaksanakan keigiiatan peimasaran peiriiklanan meilaluii meidiia peiriiklanan, baiik yang beirsiifat onliinei maupun offliinei.

2. Peimasaran Langsung (Diireict Markeitiing)

Diireict markeitiing meirupakan bagiian darii program komuniikasii peimasaran (markeitiing communiicatiion). Peimasaran langsung meirupakan suatu hubungan yang sangat deikat deingan targeit markeit dan meimungkiinan proseis two ways communiicatiion. Peimasaran langsung bukanlah seikeidar

(21)

18 keigiiatan meingiiriim surat (diireict maiil), meingiiriim katalog peirusahaan keipada peilanggan. Peimasaran langsung meincakup beirbagaii aktiiviitas teirmasuk peingeilolaan data, teileimarkeitiing, dan iiklan tanggapan langsung deingan meinggunakan beirbagaii saluran komuniikasii.

3. Promosii Peinjualan (Saleis Promotiion)

Promosii peinjualan meirupakan salah satu cara yang diigunakan peirusahaan dalam meiniingkatkan volumei peinjualan. Promosii beirasal darii kata promotei yang dapat diipahamii seibagaii meingeimbangkan atau meiniingkatkan.

Promosii meincakup seimua alat-alat yang ada dii dalam bauran peimasaran (markeitiing miix) yang peiran utamanya adalah leibiih meingadakan komuniikasii yang siifatnya meimbujuk. Promosii meirupakan seigala macam beintuk komuniikasii peirsuasii yang diirancang untuk meingiinformasiikan peilanggan teintang produk atau jasa dan untuk meimpeingaruhii meireika agar meimbeilii barang atau jasa yang diihasiilkan oleih peirusahaan.

4. Peinjualan Peirsoalan (Peirsonal Seilliing)

Peinjualan peirsonal atau peirsonal seilliing meirupakan suatu beintuk komuniikasii langsung antara peinjual deingan calon peimbeiliinya (peirson-to- peirson communiicatiion). Dalam hal iinii, peinjual beirupaya untuk meimbantu atau meimbujuk calon peimbeilii untuk meimbeilii produk yang diitawarkan.

Peirsonal seilliing meirupakan alat promosii yang beirbeida darii peiriiklanan kareina peinjualan peirsonal meinggunakan orang atau iindiiviidu dalam peilaksanaannya.

Deingan deimiikiian, komuniikasii yang diilakukan orang seicara iindiiviidu dapat

(22)

19 leibiih fleiksiibeil. Hal iinii adalah kareina teirjadii iinteiraksii peirsonal langsung antara seiorang peimbeilii.

5. Peimasaran Iinteiraktiif (Iinteiractiivei Markeitiing)

Seijak meimasukii abad kei-21 kiita meinyaksiikan peirubahan yang seimakiin diinamiis dan reivolusiioneir darii keigiiatan peimasaran peimasaran.

Peirubahan iinii diidorong oleih keimajuan teiknologii komuniikasii yang meimungkiinkan diilakukannya komuniikasii seicara iinteiraktiif meilaluii meidiia massa, dalam hal iinii yang utama iinteirneit. Meidiia iinteiraktiif meimungkiinkan teirjadiinya arus iinformasii tiimbal baliik yang meimungkiinkan peingguna dapat beirpartiisiipasii dan meimodiifiikasii beintuk dan iisii iinformasii pada saat iitu juga.

Seilaiin beirfungsii seibagaii meidiia promosii, iinteirneit juga diipandang seibagaii suatu iinstrumeint komuniikasii peimasaran yang beirsiifat mandiirii

6. Hubungan Masyarakat (Publiic Reilatiions)

Jiika suatu organiisasii meireincanakan dan meindiistriibusiikan iinformasii seicara siisteimatiis dalam upaya untuk meingontrol dan meingeilola ciitra seirta publiisiitas yang diiteiriimanya, maka peirusahaan iitu teingah meilakukan tugas hubungan masyarakat humas meimiiliikii kaiitan eirat deingan manajeimein.

Diimana humas beirfungsii meimbantu manajeimein dalam meineintapkan suatu tujuan yang heindak diicapaii seirta untuk meinyeisuaiikan diirii deingan liingkungan yang beirubah.

Iinteigrateid markeitiing communiicatiion (IiMC) meimiiliikii seijumlah ciirii yang meileikat, yaiitu meimpeingaruhii peiriilaku; beirawal darii peilanggan dan calon peilanggan (prospeict); meinggunakan satu atau seigala cara untuk

(23)

20 meilakukan „kontak‟; beirusaha meinciiptakan siineirgii; seirta meinjaliin hubungan.

IiMC meincakup eimpat focus utama yang teirdiirii darii peirtama, aspeik fiilosofiis, mulaii darii viisii yang diijabarkan jadii miisii hiingga diirumuskan meinjadii sasaran korporat yang jadii peidoman seimua fungsii dalam peirusahaan; keidua, meinyangkut keiteirkaiitan keirja antara fungsii, yaknii opeirasii, sumbeir daya manusiia, peimasaran, diistriibusii dan peinjualan; keitiiga, meinjaga keiteirpaduan atau iinteigrasii beirbagaii fungsii teirseibut untuk meiwujudkan tiiga hal, yaiitu konsiisteinsii posiitiioniing untuk meiraiih reiputasii yang diiharapkan, meimeiliihara iinteiraksii seihiingga teirjaliin iikatan hubungan yang kokoh, dan meineirapkan peimasaran beirbasiis miisii untuk meindongkrak niilaii tambah dii mata stakeiholdeirs; dan keieimpat, meimantapkan jaliinan hubungan untuk meimbiina loyaliitas dan meimpeirkuat eikuiitas meireik (produk dan korporat) teirhadap stakeiholdeir.

2.3.1 Analisis STP

Phillip Kotler (1980) mengatakan bahwa kegiatan proses pemasaran yang berhasil terdiri dari serangkaian langkah yang saling berkaitan dan terdiri atas tiga tahap yaitu segmentasi, targeting, dan positioning. Segmentasi, targeting dan positioning tentunya sangat saling berkaitan karena pada dasarnya segmentasi merupakan suatu strategi untuk memahami struktur konsumen, targeting merupakan bagaimana suatu proses memilih, menyeleksi, dan menjangkau konsumen, kemudiansuatu perusahaan juga harus melakukan positioning agar bisa memasuki jendela otak konsumen.

(24)

21 A. Segmentasi

Segmentasi pasar adalah suatu konsep yang sangat penting dalam proses pemasaran. Eric Berkwitz (2000) mendefinisikan bahwa segmentasi pasar dibagi menjadi beberapa kelompok yang memiliki kebutuhan yang sama dan memberikan respons yang sama terhadap suatu tindakan pemasaran. Dengan demikian, segmentasi pasar adalah suatu kegiatan untuk membagi-bagi atau mengelompokan konsumen ke dalam kotak-kotak yang lebih homogen.

Konsumen umum memiliki sifat yang sangat heterogen sehingga menyulitkan perusahaan untuk melayani semua konsumen. Segmentasi diperukan agar perusahaan dapat melayani konsumen secara lebih baik, melakukan komunikasi yang lebih persuasive dan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Segmentasi terdiri dari:

1. Segmentasi demografis, segementasi ini adalah segmentasi yang didasarkan pada peta kependudukan, misalnya usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis pekerjaan, penghasilan, agama, suku. Segmentasi konsumen berdasarkan demografi dibutuhkan untuk mengambil keputusan manajerial perusahaan.

2. Segmentasi geografis, segmentasi ini membagi pasar kedalam beberapa unit geografis yang berbeda yang mencakup suatu wilayah Negara, provinsi, kabupaten, kota hingga lingkungan perumahan.

3. Segmentasi psikografis, segmentasi ini merupakan segmentasi berdasarkan gaya hidup dan kepribadian hidup manusia. Gaya hidup

(25)

22 mencerminkan bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan uangnya yang dinyatakan dalam aktivitas, minat dan opininya.

B. Targeting

Targeting atau target pasar adalah memilih satu atau memilih beberapa segmentasi konsumen yang akan menjadi fokus kegiatan - kegiatan pemasaran maupun kegiatan promosi. Targeting disebut juga dengan selecting karena audiensinya harus diseleksi. Perusahaan harus menentukan tujuan dan sasaran berdasarkan target pasar yang sudah dipilih serta apa yang diharapkan di pasar akan tercapai.

Pemilihan target pasar tempat perusahaan akan berkompetisi merupakan bagian penting dari strategi pemasaran ketika akan melakukan kegiatan iklan ataupun promosi. Pemilihan suatu segmen pasar hendaknya dilakukan berdasarkan riset yang memadai dengn memperhatikan pertimbangan – pertimbangan yang matang.

C. Positioning

Positioning adalah strategi komunikasi yang berhubungan dengan bagaimana khalayak menempatkan suatu produk, merek atau perusahaan sehingga khalayak dapat memiliki penilaian tertentu. Positioning harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan langkah yang tepat.

Perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memproses infomasi, menciptakan pesepsi dan bagaimana persepsi mempengaruhi pengambilan keputusan.

(26)

23 Positioning sangat penting bagi perusahaan karena tingkat kompetisi yang sangat tinggi. Suatu produk harus memiliki pernyataan positioning yang memiliki hubungan erat dengan strategi merebut konsumen dan harus bisa mewakili citra atau persepsi yang hendak dicetak dalam benak konsumen. Citra itu harus berupa suatu hubungan asosiatif yang mencerminkan karakter suatu produk (Morissan 2010:72)

2.3 Kerangka Konseptual 2.3.1 Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memengaruhi pengetahuan dan perilaku sesorang. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berintraksi dengan individu maupun kelompok lain disekitarnya, Salah satu syarat interaksi adalah dengan adanya komunikasi. Dengan adanya komunikasi maka antara satu individu atau kelompok lainya akan mengetahui maksud yang ingin disampaikan dan akan mendapatkan reaksi. Oleh karena itu peran komunikasi menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia, suatu proses komunikasi tidak akan bias berlangsung tanpa dukungan oleh unsur-unsur , pengirim (source), pesan (message), saluran/media (chanel), penerima (receiver), dan akibat/pengaruh (effect). Dapat dikatakan juga bahwa komunikasi adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dimana komunikasi adalah proses social yang sangat begitu mendasar dan juga sangat vital.

Menurut Rogers bersama D. Lawrence Kincaid dalam Cangara Hafied, (2011) mendefinisikan komunikasi merupakan suatu proses dimana dua orang

(27)

24 atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba saling pengertian yang mendalam.

Selama ini kendala dalam bahasa merupakan salah satu kendala bagi para pembisnis tidak dapat mengembangkan bisnisnya. Bahasa merupakan alat komunikasi lisan manusia dimana hal tersebut sangat penting karena lisan merupakan alat komunikasi media pertama saat kita melakukan komunikasi.

Bahasa inggris tentunya Sudah tidak asing lagi didengar oleh kita semua dalam berkomunikasi bahkan kebanyakan orang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua baik dalam acara formal maupun non formal. Di era globalisasi saat ini akan semakin banyak perkembangan yang terjadi, sehingga masyarakat secara tidak langsung dituntut untuk dapat menguasai bahasa Inggris, hal tersebut menjadi sebuah keharusan agar dapat mengikuti perkembangan zaman saat ini dalam bidang sains maupun teknologi sebagai bekal bagi para siswa untuk mempersiapkan diri dalam dunia kerja nantinya. Komunikasi organisasi terjadi didalam suatu organisasi dimana bersifat formal dan informal, juga berlangsung dalam jaringan yang lebih besar.

2.3.2 Definisi Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran adalah suatu scape yang menantang dan informasi internal (perusahaan) sampai dengnan sistem pengambilan keputusan konsumen. Termasuk di dalamnya pesan dan citra produk yang dipresentasikan oleh perusahaan kepada konsumen potensil maupun stakeholders lainnya. (Kotler, 2008:8)

(28)

25 Menurut Soemanagara (2008:3) komunikasi pemasaran adalah kegiatan pemasaran dengan menggunakan teknik-teknik komunikasi yang ditujukan untuk memberikan informasi kepada orang banyak dengan harapan agar tujuan perusahaan tercapai, yaitu terjadinya peningkatan pendapatan (laba) sebagai hasil penambahan penggunaan jasa atau pembelian produk yang ditawarakan.

Dalam (Kennedy dan Soemanagara, 2009:12), komunikasi pemasaran dapat juga dinyatakan sebagai kegiatan

komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga harapan perubahan, yaitu : perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang dikehendaki.

Dari beberapa pendapat dari para ahli mengenai definisi komunikasi pemasaran diatas, penulis menyimpulkan bahwa komunikasi pemasaran merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan dalam rangka memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen dengan menggunakan sejumlah media dan berbagai saluran dengan harapan agar tujuan perusahaan tercapai.

Dalam sebuah perusahaan komunikasi pemasaran sangat berpengaruh penting terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Tanpa adanya komunikasi pemasaran yang baik, perusahaan tidak akan mampu mengenalkan dan mempromosikan produknya kepada konsumen. Melalui komunikasi pemasaran perusahaan terbantu dalam menghadapi pasar sasarannya/ konsumennya.

(29)

26 Banyak cara sebagai bentuk komunikasi pemasaran yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam menghadapi konsumennya. Sebagai contoh kegiatan komunikasi pemasaran yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan yaitu melalui promosi atau iklan. Dengan ini perusahaan akan mudah menjangkau konsumennya baik promosi secara langsung ataupun promosi menggunakan media cetak maupun media elektronik. Selain itu dengan adanya komunikasi pemasaran maka konsumen akan terbantu dalamhal mendapatkan pengetahuan baru tentang suatu produk atau jasa.

2.3.3 Strategi Komunikasi Pemasaran

Strateigi peimasaran adalah logika peimasaran dimana unit bisnis beirharap untuk meinciptakan nilai dan meindapatkan keiuntungan dari hubungannya deingan konsumein. Strateigi komunikasi peimasaran yang dikeimbangkan meiliputi 4P yang teilah dijeilaskan seibeilumnya yang peineirapannya bisa meileibar pada speiktrum yang leibih luas.

Dalam proseis meingkomunikasikan produk kei pasar sasaran, sangat peirlu dipeirhatikan oleih peimasar yaitu teima dan isi peisan yang harus disampaikan.

Peirsoalan ini meinjadi sangat peinting kareina beirkaitan deingan bagaimana meimposisikan produk dimata konsumein dan ini akan meineintukan posisi produk di mata konsumein.

Adapula lima langkah beisar dalam meinyusun strateigi komunikasi peimasaran:

1. Meineintukan keiseimpatan komunikasi peimasaran

(30)

27 Langkah awal dalam peingeimbangan strateigi baru adalah meingeinal seirta meingeivaluasi peirubahan-peirubahan baru dari luar dan dalam peirusahaan.

Deingan deimikian, peirusahaan dapat meingambil langkah-langkah yang seisuai.

Seilain itu, peirusahaan dapat meineintukan keiseimpatan pasar yang ada seirta meineintukan keiseimpatan peimakaian sumbeir-sumbeir yang seisuai.

2. Meinganalisa sumbeir-sumbeir komunikasi peimasaran

Beirtujuan untuk meimanfaatkan sumbeir-sumbeir yang ada dalam peirusahaan seihingga eifisiein dan beirdaya guna.

3. Meingatur komunikasi peimasaran yang objeiktif.

Objeiktivitas dilihat dari keibijaksanaan masa deipan peirusahaan yang teirdiri dari keirja sama yang objeiktif, peimasaran yang objeiktif, peinjualan yang objeiktif dari peiriklanan yang objeiktif.

4. Meingeimbangkan dan meingeivaluasi strateigi alteirnatif.

Jika objeiktivitas dikeimbangkan, maka strateigi juga harus dikeimbangkan lalu meingeivaluasi beiragam strateigi lain yang mungkin dapat beirhasil meincapai objeiktivitas, seipeirti peingeiluaran, reiaksi peisaing, dan reisiko yang keimungkinan ada.

5. Meindata tugas-tugas komunikasi peimasaran.

Seiteilah reincana teilah dipilih, seiorang manajeir harus dapat meimbuat keiputusan yang peinting meinyangkut masalah peingeimasan, peiriklanan, harga, teimpat peinjualan seirta produk.

Dalam peilaksanaan Markeiting Strateigy Impleimeintation, teirdapat tiga strateigi peinting, yaitu :

(31)

28 1. Pull Strateigy, yaitu peirusahaan meimiliki dan harus meingeimbangkan keikuatan untuk meinarik keikuatan publik. Hal ini dilakukan deingan jalan meimbeiri sponsor ataupun meinawarkan produk-produk yang meinguntungkan dan beirdampak positif bagi masyarakat.

2. Push Strateigy, yaitu peirusahaan meimiliki keikuatan untuk meindorong beirhasilnya peimasaran. Dilakukan deingan meimasang iklan di beirbagai meidia, seirta meilakukan promosi peinjualan teirbaik keipada calon kliein/peilanggan ataupun masyarakat luas.

3. Pass Strateigy, yaitu peirusahaan meimiliki keikuatan untuk meimpeingaruhi dan meinciptakan opini publik yang meinguntungkan deingan diadakannya eiveint-eiveint meinarik.

Strateigii komuniikasii peimasaran adalah iistiilah yang diigunakan untuk meineirangkan arus iinformasii teintang produk darii peimasaran sampaii keipada konsumein. Peimasaran meinggunakan iiklan, publiisiitas, peimasaran langsung, promosii peinjualan, dan peinjualan langsung untuk meimbeiriikan iinformasii yang meireika harapkan dapat meimpeingaruhii keiputusan peimbeiliian oleih konsumein.

Seibaliiknya, konsumein meinggunakan dalam proseis peimbeiliian untuk meinghiimpun organiisasii teintang ciirii dan manfaat produk. Hal meindorong miinat untuk meimbangun peiriiklanan seijeilas mungkiin, jiika peiriiklanan rancu dan meimbiingungkan, peirseipsii konsumein akan salah. (Mahmud Machfoeidz, 2010 )

Konseip strateigii komuniikasii peimasaran tiidak teirleipas darii markeitiing miix kareina diidalamnya teirdapat unsur yang dapat diiseibut seibagaii salah satu darii strateigii komuniikasii peimasaran. Unsur teirseibut adalah unsur promosii.

(32)

29 Konseip yang seicara umum seiriing diigunakan untuk meinyampaiikan peisan adalah apa yang diiseibut seibagaii bauran promosii (promotiional miix). Diiseibut bauran promosii kareina biiasanya peimasar seiriing meinggunakan beirbagaii jeiniis promosii seicara stiimulan dan teiriinteigrasii dalam suatu reincana promosii produk.

Teirdapat 5 jeiniis promosii yang biiasa diiseibut seibagaii bauran promosii (promotiional miix) yaiitu Peiriiklanan (Adveirtiisiing), Peinjualan Tatap Muka (Peirsonal Seilliing), Promosii Peinjualan (Saleis Promotiion), Hubungan Masyarakat (Publiic Reilatiion), seirta Peimasaran Langsung (Diireict Markeitiing).

Teireincei A.Shiimp juga beirpeindapat bahwa tujuan-tujuan darii komuniikasii peimasaran iialah :

1. Meimbangkiitkan keiiingiinan akan suatu kateigorii produk.

2. Meinciiptakan keisadaran akan meireik.

3. Meindorong siikap posiitiif teirhadap produk dan meimpeingaruhii niiat (iinteitiions).

4. Meimfasiiliitasii peimbeiliian.

Seidangkan peiranan komuniikasii peimasaran yaiitu, komuniikasii peimasaran meirupakan promosii meingeinaii peirusahaan dan produk yang diitawarkan dan seibagaii peinghubung antara peirusahaan dan konsumein yang arus iinformasiinya beirjalan dua arah. Kareina iitu komuniikasii peimasaran meimeigang peiranan yang sangat peintiing bagii peimasar. Tanpa komuniikasii, konsumein maupun masyarakat seicara keiseiluruhan tiidak akan meingeitahuii keibeiradaan produk dii pasar.

(33)

30 2.3.4 Event

Menurut Belch 2009 dalam Ikhsan (2017), Event adalah sebuah tipe lain dalam promosi yang dalam promosi yang dalam tahun-tahun belakangan ini sering digunakan dalam pemasaran. Event adalah tipe promosi yang sering digunakan perusahaan atau menghubungkan sebuah merek pada suatu acara atau sebuah pesta yang tematik yang mana dikembangkan dengan tujuan untuk menciptakan suatu pengalaman bagi konsumen dan mempromosikan suatu produk atau jasa tersebut. Para pemasar sering melakukan event marketing untuk mengasosiasikan produk mereka dengan aktivitas yang populer seperti acara olahraga, konser, bazar, atau festival. Namun biar bagaimanapun juga para marketer tetap menyelenggarakan event mereka sendiri dengan tujuan promosi.

inti definisi dari event adalah memberikan konsumen sebuah pengalaman menarik yang berhubungan dengan suatu produk tertentu. Event yang diselenggarakan harus memiliki pengaruh serta memberikan kesan mendalam kepada setiap peserta yang mengikuti event sehingga dapat mengingat pengalaman yang menyenangkan. Event juga merupakan salah satu alat promosi bagi perusahaan dalam menguatkan merek produk dalam sebuah perusahaan.

Shone dan Parry mengemukakan pendapatnya bahwa event terbagi menjadi empat kategori atau unsur :

a. Leisure event

Telah berkembang sejak Bangsa Roma menyelenggarakan kegiatan gladiator. Pada saat, leisure event yang berkembang banyak berdasarkan pada kegiatan keolahragaan. Kegiatan yang sama memiliki unsur pertandingan

(34)

31 didalamnya dan mendatangkan banyak pengunjung pada event tersebut.

Perkembangan teknologi telah memberi warna baru pada leisure event, misalnya pada setiap empat tahun sekali penyelenggaraan Olympiade selalu muncul ide baru setiap tahunnnya, seperti tempat penyelenggaraan yang disesuaikan dengan tema kegiatan yang sedang berlangsung.

b. Personal event

Merupakan unsur lain yang membentuk special event , yang termasuk didalamnya segala bentuk kegiatan yang terlibat anggota keluarga atau teman.

Personal event antara lain , pesta ulang tahun, pernikahan dan perayaan – perayaan pribadi lainnya.

c. Culture event

Menjadi unsur yang membangun special event. Budaya selalu identik dengan upacara adat dan tradisi yang memiliki nilai sosial tinggi dalam tatanan masyarakat, sehingga penyelenggaraannya saat ini menjadi sangat penting.

d. Organizational event

Merupakan kegiatan besar pada setiap organisasi. Pada unsur ini, bentuk event yang diselanggarakan tentunya disesuaikan dengan tujuan organisasi , misalnya konferensi yang diselanggarakan oleh organisasi politik, bisa juga berupa eksibisi yang diselenggarakan oleh perusahaan seperti pameran telepon genggam atau berupa pameran dagang bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk terbarunya.

(35)

32 2.3.5 Event Marketing

Menurut Kennedy (2009) dalam (Rita & Nabilla, 2022) berpendapat bahwa event merupakan sebuah kurun waktu kegiatan yang dilakukan oleh perusahan yang mendatangkan orang ke sebuah tempat yang dimana bertujuan untuk memperoleh informasi atau pengalaman yang berharga atau bertujuan lain yang diharapkan oleh penyelenggara, sedangkan secara konseptual menurut Getz (1997) dalam (Wijaya, Ph.d., Kristanti, Ph.D., Thiio, & Jokom, M.Sc., 2020) berpendapat bahwa event merupakan sebuah peristiwa yang terjadi sesekali diluar aktivitas manusia yang pada umum nya. Namun menurut Allen (2022) dalam (Wijaya,Ph.d., Kristanti, Ph.D., Thiio, & Jokom, M.Sc., 2020) memiliki pendapat bahwa event adalah sebuah kegiatan pertunjukkan, selebrasi, atau upacara yang memang direncanakan dengan baik dan matang agar dapat menandai sebuah peristiwa khusus, baik peristiwa budaya, sosial, ataupun tujuan korporasi. Sedangkan menurut Hoyle, pada Saronto dan Rosita (2013) dalam (Meitasari & Setiawati, 2020) berpendapat bahwa setap event akan sangat bergantung kepada pemasaran nya dalam melaksanakan prinsip tiga E, yang dimana dalam pemasaran event, yaitu entertainment (hiburan), excitement (berkesan) dan enterprise (keberanian).

Inti dari kegiatan event marketing merupakan komunikasi langsung dilapangan yang dimana hari dimanfaatkan sebaik mungkin terhadap segmen pasar yang dituju yang menjadikan target pasar. Event Marketing dapat dikatakan sukses apabila menerapkan sebuah konsep yang unik, kreatif, menari, orisinil, dengan hasil yang lancar dan tentu mampu sesuai yang direncanakan

(36)

33 dari awal secara nyata dan bisa langsung mendatangkan target kelompok yang sesuai dengan perencanaan awal secara nyata dalam mendatangkan awal yang secara nyata dalam mendatangkan target pengujung sesuai yang diharapkan.

Menurut Boonc dan Kurtz dalam (Meitasari & Setiawati, 2020) pertumbuhan dan peningkatan event marketing tidak lepas dari factor berikut yaitu :

a. Terdapat Batasan bagi sejumlah produk terbatas dalam mengiklankan produknya,

b. Biaya periklanan dapat meningkat, menyebabkan perusahaan mencari alternatif promosi yang jauh lebih terjangkau,-

c. Aktifitas yang menarik biasanya dapat menarik perhatian banyak orang ataupun diliput media sehingga tentunya perusahaan mendapatkan keuntungan karena identitas perusahaan dikenal oleh banyak orang.

Didalam memasarkan sebuah event terdapat konsep 5P dalam memasarkan sebuah event yang dimana sebuah usaha yang berfungsi untuk mempengaruhi dan menarik minat konsumen tersebut dilakukan dengan menggunakan konsep yang dikenal marketing mix event (bauran pemasaran event) yang terdiri dari 5p yaitu: product (produk), price (harga), promotion (promosi), place (tempat), public relation (hubungan masyarakat). Oleh karena itu pemasar, bauran pemasaran itu dikelola dan dikendalikan secara seksama agar dapat menghasilkan tanggapan yang diinginkan (Goldblatt, 2002) dalam (Natoradjo, 2011).

(37)

34 1. Produk event

Produk merupakan pusat di setiap kegiatan yang bertemakan pemasaran, karena strategi untuk menarik minat customer melalui 4P yang lain price (harga), place (lokasi), promosi, public relation /PR dan positioning yang dimana baru bisa dilakukan jika produk nya sudah ditentukan, karena walaupun punya keterampilan namun siapapun tidak akan bisa memasarkan sebuah produk terlebih dahulu memahami dan mempunyai pengetahuan tentang produk itu sendiri. Pada event, produk itu berupa seperti:

a) Event pendidikan, (seminar, konvensi, konferensi),-

b) Event pemasaran, seperti: peluncuran produk baru, promosi,- c) Reuni sekolah, peringatan 100 tahun kebangkitan nasional,- d) Pameran eksposisi, festival, pekan raya,-

e) Event olahraga, kesenian dan sebagainya.

Pada sebuah produk di perusahaan, pemasar dapat mempengaruhi konsumen lewat produk, yang dimana misalnya memlalui bentuk fisik, kualitas atau bahkan desain kemasannya, sedangkan pada event, produk yang ditawarkan adalah jasa yang dimana tidak bisa dilihat, dipegang atau bahkan tidak bisa diraba. Namun akan menjadi nyata pada saat hari H. Oleh karena itu pemasar harus bisa menonjolkan 3 aspek produk event tersebut agar dapat menarik pengujung dan peserta, yaitu:

a) Latar belakang penyelenggaraan acara,- b) Manfaat produk bagi khalayak sasaran event,- c) Keunikan produk.

(38)

35 2. Price (harga)

Dari sudut pandang customer atau pengunjung event, harga merupakan prioritas kedua setelah nilai manfaat dari sebuah produk, karena harga merupakan jumlah uang yang harus dibayar oleh pengujung untuk hadir pada sebuah event.

Untuk menetapkan harga dari sebuah produk, pembisnis pada umumnya memperhitungkan baik faktor internal maupun eksternal dari perusahaan tersebut karena situasi pasar merupakan keadaan persaingan yang dihadapi, kondisi sosial ekonomi dan daya beli masyarakat pada umumnya merupakan salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi penetapan harga pada sebuah produk oleh perusahaan. Faktor internal merupakan biaya dan keadaan keuangan dari perusahaan itu sendiri. Dibanding dengan industri lain, faktor internal atau falsafah keuangan event itu lebih dominan bagi penyelenggara untuk menetapkan harga event.

Setiap event yang dilaksanakan memiliki tujuan yang berbeda dengan keuangan yang berbeda, karena event konvensi yang dilaksankan oleh sebuaah organisasi contohnya, tidak dilaksanakan yang bertujuan untuk menghadirkan keuntungan secara langsung, namun lebih kepada sebuah biaya bisnis yang berguna untuk meningkatkan kinerja anggotanya, namun kondisi keuangan event konvensi ini merupakan impas biaya, oleh karena itu sejak awal diselenggarakan tidak boleh memikirkan tentang "laba" pada saat menetapkan pada suatu harga produk event, karena harga akan ditetapkan sekecil mungkin

(39)

36 bagi anggota atau menimbulkan kesadaram dan atau dukungan khalayak pada organisasi.

3. Place (lokasi)

Lokasi atau tempat yang dimana event dilaksanakan akan menjadi sangat berpengaruh pada usaha pemasaran dan strategi yang akan dilaksanakan tentunya bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Apabila lokasi atau tempat pelaksanaan event berlokasi di perdesaan bukan nya tidak mungkin akan banyak kendala bagi pemasar dalam melakukan promosi atau menjual event kepada orang banyak karena memiliki keterbatasan promosi atau menjual event kepada target pasar yang dituju. Namun, sebaliknya jika lokasi nya dekat keramaian kota tentunya dengan infranstruktur yang lengkap dan memadai seperti akses fasilitas umum, pertokoan, mall, busway, hotel, atau bahkan tempat parkir yang luas tentu nya akan menarik lebih banyak pengujung yang datang dibandingkan dengan lokasi yang fasilitas fasilitas tersebut belum tersedia.

Lokasi dan tempat diselnggerakan event, bila dipasarkan secara pintar maka dapat menambah nila jual dari sebuah event, namun lokasi dan tempat event saja belum cukup untuk mewakili citra dan gaya event, namun juga ditentukan dengan tipe orang yang akan diajak untuk mengikuti event tersebut.

Oleh karena itu, lokasi dan tempat event harus sangat dipertimbangkan oleh penyelenggaran dan atau pelaksana event, mulai dari merencanakan event sehingga dapat digunakan sebagai Unique Selling Point.

4. Hubungan masyarakat

(40)

37 Public relation merupakan sebuah unsur penting dan utama dalam konsep 5P didalam pemasaran event, karena lalui kegiatan public relations pemasar dapat mengarahkan pikiran dan persepsi orang banyak secara keseluruhan tentang event sehingga dapat memberikan kredibilitas lebih terhadap iklan. Tugas pemasar di sektor ini merupakan mengarahkan, membimbing, dan membujuk khalayak sasaran dengan berbagai taktik dan cara agar "membangkitkan" minat kepesertaan khalayak pada event.

5. Penentuan posisi

Positioning merupakan kunci keberhasilan rencana pemasaran produk event (Hoyle, 2006) dalam (Natoradjo, 2011). Positioning merupakan segala upaya usaha yang dilakukan pengusahaan agar bisa menepatkan produk nya pada posisi yang prima dalam ingatan konsumen yang dimana bertujuan agar dapat bersaing dengan produk lain dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Kothler dan Amstrong (2001) dalam (Natoradjo, 2011) mempunyai arti posisi produk sebagai tempat yang diduduki produk dalam ingatan konsumen dibanding dengan produk pesaing. Penempatan itu diartikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting dari produk tersebut dalam memenuhi kebutuhan.

2.3.6 Wisatawan

Menurut Pitana, katawisatawan (tourist) merujuk kepada seseorang.

Secara umum wisatawan menjadisubset atau bagian dari traveller atau visitor.

Untuk dapat disebut sebagaiwisatawan, seseorang haruslah seorang traveller atau seorang visitor. Seorangvisitor adalah seorang traveller, tetapi tidak semua

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang di dapat adalah dalam merumuskan sebuah strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surabaya dalam mensosialisasikan event cross culture festival

Kesimpulan hasil pengamatan ini adalah strategi pemasaran pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta dalam memasarkan pariwisata Kota

Strategi komunikasi Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar untuk menciptakan Kota Makassar sebagai destinasi pariwisata dunia dengan meningkatkan kunjungan

Tujuan penelitian ini untuk menguraikan strategi komunikasi pemasaran oleh event Jakcloth yang menggunakan proses komunikasi pemasaran secara langsung serta tatap muka dalam

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi menambahkan wawasan dan refrensi tentang komunikasi pemasaran Kompas TV Palembang dalam menarik minat

Media komunikasi pemasaran apa saja yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan dalam memasarkan Kota Medan sebagai kota wisata.. Jawab: Media tersebut

Judul Skripsi : Aktivitas komunikasi pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo dalam meningkatkan kunjungan wisatawan (Studi deskriptif kualitatif

Faktor pendukung dari strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rokan Hulu dalam meningkatkan kunjungan wisatawan yaitu objek