JURNAL PENELITIAN
Judul: Strategi Penataan Ruang Terbuka Hijau dalam Mendukung Kota Resilient dan Adaptif terhadap Bencana: Studi Kasus Taman Vatulemo, Kota Palu
Penulis: [Nama Penulis]
Institusi: [Nama Universitas/Program Studi]
Email: [Alamat Email Penulis]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penataan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Palu dengan studi kasus pada Taman Vatulemo dalam mendukung kota yang tangguh (resilient) dan adaptif terhadap bencana. Kota Palu merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, sehingga penataan RTH menjadi elemen penting dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap risiko bencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan stakeholder terkait, observasi lapangan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Vatulemo memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka multifungsi untuk mitigasi bencana, tetapi masih menghadapi kendala dalam aspek perencanaan, pemeliharaan, dan partisipasi masyarakat.
Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Resilient, Adaptif, Bencana, Kota Palu
Abstract
This study aims to analyze green open space (GOS) planning strategies in Palu City, using Vatulemo Park as a case study, to support a resilient and disaster-adaptive city. Palu is a disaster-prone area, making GOS management a crucial element in mitigating and adapting to disaster risks. The study uses a descriptive qualitative method with a case study
approach. Data were obtained through in-depth interviews with relevant stakeholders, field observations, and document analysis. The results show that Vatulemo Park has great potential as a multifunctional open space for disaster mitigation, yet faces challenges in planning, maintenance, and community involvement.
Keywords: Green Open Space, Resilient, Adaptive, Disaster, Palu City
1. Pendahuluan
Kota Palu merupakan wilayah yang memiliki potensi risiko bencana alam yang tinggi, seperti gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. Peristiwa besar pada tahun 2018 menjadi titik balik penting dalam perencanaan tata ruang, khususnya dalam pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak hanya berfungsi estetika, tetapi juga sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana (BNPB, 2019). Taman Vatulemo sebagai salah satu RTH utama di pusat Kota Palu memiliki potensi besar untuk dioptimalkan dalam mendukung ketangguhan kota.
2. Tinjauan Pustaka
Menurut UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, ruang terbuka hijau (RTH) adalah area yang memanfaatkan lahan sebagai ruang terbuka publik atau privat yang ditumbuhi tanaman dan tumbuhan untuk mendukung keseimbangan lingkungan. Studi oleh UNISDR (2015) menyatakan bahwa elemen hijau di perkotaan berperan penting dalam membentuk kota yang tangguh terhadap bencana, terutama dalam menyerap air hujan, meredam suhu, serta menyediakan ruang evakuasi darurat. Miles & Huberman (2014) menekankan pentingnya pendekatan kualitatif dalam menilai dinamika sosial dan kelembagaan yang mempengaruhi pengelolaan ruang publik. Dalam konteks Palu, DLH (2023) menyoroti pentingnya revitalisasi taman kota agar dapat menjawab tantangan lingkungan pascabencana.