• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENYELESAIAAN NON PERFORMING FINANCING DI PT. BPRS METRO MADANI KC UNIT II

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "STRATEGI PENYELESAIAAN NON PERFORMING FINANCING DI PT. BPRS METRO MADANI KC UNIT II "

Copied!
110
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dari data tersebut, jumlah nasabah dengan pembiayaan bermasalah terbanyak tercatat pada tahun 2015, yaitu sebanyak 10. Selain itu, pembiayaan bermasalah juga dapat terjadi karena kesalahan nasabah sendiri, dimana nasabah tidak mau memenuhi kewajiban pembayaran kembali. pembiayaan yang disediakan oleh BPRS Metro Madani.

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai strategi penyelesaian pembiayaan bermasalah. Secara praktis, peneliti berharap penelitian ini dapat dijadikan referensi atau informasi bagi para praktisi PT BPRS Metro Madani mengenai strategi penyelesaian pembiayaan bermasalah.

Penelitian Relevan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah di PT BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung. Perbedaan penelitian ini terletak pada pembahasan produk yang mengacu pada produk murabahah, sedangkan penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui strategi penyelesaian pembiayaan bermasalah, pembiayaan bermasalah pada BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang. menemukan. Bawang, Lampung.

LANDASAN TEORI

Pembiayaan

  • Pengertian Pembiayaan
  • Unsur-Unsur Pembiayaan
  • Kolektabilitas Kredit atau Pembiayaaan

Perbedaan antara Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah sebagai berikut: 28. Kecenderungan pendirian Bank Umum Syari'ah setelah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 (Konsep, Pengaturan dan Pelaksanaan), Yogyakarta: BPFE Yogayakrta .

Analisa Pembiayaan

  • Faktor Sumber Daya Manusia
  • Faktor Analisis Data
  • Teknis Analis
  • Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
  • Penilaian 5C

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah

  • Pengertian Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
  • Tinjauaan dan Karakteristik BPR Syariah
  • Kegiatan Usaha BPR Syariah
  • Pembiayaan di BPR Syariah

Sebelum lahirnya BPR Syari'ah di Indonesia, masyarakat terlebih dahulu mengetahui keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Trend Pembentukan Bank Umum Syariah Sesuai UU No. 21 Tahun 2008 (Rancangan, Peraturan dan Pelaksanaannya), Yogyakarta: BPFE Yogayakrta, 2009, h. Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Bank Umum Syariah mengatur secara khusus keberadaan Bank Syariah di Indonesia.

21 Tahun 2008, Bank Syariah terdiri dari Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Ada beberapa tujuan yang diinginkan dalam pendirian BPR Syariah dalam perekonomian, yaitu sebagai berikut: Menyediakan produk atau menjalankan kegiatan usaha Bank Syariah lainnya yang sesuai dengan prinsip Syariah berdasarkan persetujuan Bank Indonesia.

Kegiatan usaha BPR Syari'ah secara teknis operasional berkaitan dengan produknya berdasarkan pasal 2 dan pasal 3 PBI No.

Pembiayaan Bermasalah

  • Pengertian Pembiayaan Bermasalah
  • Sebab-Sebab Pembiayaan Bermasalah
  • Strategi Penyelamatan Pembiayaan Bermasalah

Non Performing Loan (NPF) atau kredit bermasalah merupakan salah satu indikator kunci untuk menilai kinerja suatu bank. Pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan yang pembayaran angsuran dan/atau bagi hasil telah melewati 90 hari setelah tanggal jatuh tempo, atau pembiayaan yang pembayarannya sangat diragukan tepat waktunya. Selain itu, pembiayaan bermasalah juga dapat diartikan sebagai pinjaman yang mengalami kesulitan pembayaran karena faktor internal yang disengaja dan atau karena faktor eksternal yang berada di luar kendali nasabah peminjam.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kredit macet adalah utang yang harus dibayar, tetapi mengalami kesulitan atau keterlambatan pembayaran, atau bisa juga disebut kewajiban yang tidak dapat dipenuhi oleh nasabah. Kita juga dapat mengidentifikasi penyebab pembiayaan bermasalah, antara lain perubahan kebijakan dan peraturan perundang-undangan, deregulasi sektor riil, keuangan dan ekonomi. Pemecahan pembiayaan bermasalah atau (restrukturisasi pembiayaan) merupakan istilah profesional yang sering digunakan di kalangan perbankan untuk upaya dan langkah yang dilakukan bank dalam mengatasi pembiayaan bermasalah42.

44Nurjannah, “Strategi Penyelamatan Pembiayaan Bermasalah Pada Pembiayaan Murabahah di Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokerto,” Jurnal Ekonomi Islam No. 1 Januari – Juni.

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data

Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan Kepala Bagian dan Account Officer Marketing PT BPRS Metro Madani KC Unit II. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pendanaan Bermasalah Pada PT BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung. BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung KC Unit II Tulang Bawang Lampung.

BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung, penyidik ​​melakukan wawancara langsung dengan pihak bank. BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung. Dalam hal ini, apabila nasabah menunggak 1 bulan, maka BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung akan menerbitkan surat peringatan (SP). Apabila keterlambatan pembayaran melebihi 2 bulan maka akan diterbitkan surat peringatan (SP) 2 dan seterusnya apabila nasabah mengalami keterlambatan pembayaran sampai dengan 3 bulan maka BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung akan menerbitkan surat peringatan (SP) ) 3 .

Dengan menggunakan beberapa strategi tersebut BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung dapat meminimalisir atau mengurangi kerugian yang terjadi akibat pemberian pembiayaan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat BPRS Metro Madani
  • Visi dan Misi Bank Metro Madani
  • Struktur Organisasi BPRS Metro Madani
  • Produk dan Jasa PT BPRS Metro Madani

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Metro Madani (BPRS Metro Madani) Lembaga keuangan yang menggunakan prinsip Syariah Islam dalam operasionalnya. BPRS Metro Madani mulai beroperasi pada tanggal 20 September 2005, didirikan berdasarkan akta notaris Hermazulia, SH di Bandar Lampung no. Saat ini BPRS Metro Madani telah melayani lebih dari 11.500 investor dan lebih dari 2.000 nasabah UMKM yang menggunakan layanan pembiayaan BPRS Metro Madani.

Tabungan Metro Madani Syariah (TSMM) merupakan tabungan yang dapat ditarik kapan saja sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dalam hal ini BPRS Metro Madani melayani masyarakat dengan berbagai produk melalui penghimpunan dan penyaluran dana melalui produk simpanan dan pembiayaan. BPRS Metro Madani juga melayani tagihan listrik, telekomunikasi dan transfer antar bank secara online yang memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Faktor-faktor penyebab masalah pendanaan pada PT BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung.

Faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah

Jaminan harus melebihi jumlah pembiayaan yang diberikan oleh jaminan dan juga harus diperiksa keabsahannya agar jaminan yang disetorkan dapat digunakan sesegera mungkin jika timbul masalah. Dalam menilai pendanaan, kondisi ekonomi dan politik saat ini dan masa depan juga harus dinilai oleh industri, serta prospek bisnis dari industri tempatnya beroperasi. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Enda Suhendra selaku Kepala Dinas di BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung, faktor penyebab pembiayaan bermasalah di wilayah Unit II Tulang Bawang tahun 2015 dapat dilihat, komoditi atau mata pencaharian utama masyarakat disana adalah karet.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Syarif Husin mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab pembiayaan bermasalah yaitu pembiayaan bermasalah dapat terjadi karena kesalahan yang tidak disengaja dalam melakukan analisa pembiayaan dan kurang telitinya dalam pemasaran saat menghitung ada tidaknya unsur niat untuk menguntungkan diri mereka sendiri dan merugikan bank. Dimana nasabah dengan sengaja tidak mengembalikan pembiayaan yang diterima dari pembiayaan tersebut, padahal mereka dapat melunasinya. Kemudian ada unsur kebetulan, dimana nasabah ingin mengembalikan pembiayaan tetapi tidak mampu membayar karena kesulitan keadaan ekonomi nasabah, seperti kondisi ekonomi yang tidak dapat diprediksi di tahun-tahun mendatang atau jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada perusahaan. dari pelanggan.

Strategi Penyelesaiaan Non Performing Financing

Jika tidak melakukan pembayaran karena faktor-faktor di luar kendali klien, bank syariah secara moral berkewajiban untuk menjadwal ulang (reschedule) debitur tersebut bahkan melakukan restrukturisasi terhadap debitur tersebut. Untuk mengetahui Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah pada PT. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Patlas Bruri Nugraha sebagai kepala cabang baru di BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung Produk yang tersedia di BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang adalah produk penggalangan dana yang meliputi: tabungan wadiah, tabungan haji azzamani, tabungan Walimah, tabungan qurban dan tabungan pendidikan. Jika nasabah kemudian terlambat, bank senantiasa mengingatkan untuk membayar kewajiban nasabah agar nasabah tidak sampai pada tingkat wanprestasi.

Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Sarif Husin selaku Marketing di BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung bahwa analisa pembiayaan dilakukan dengan menggunakan analisa 5C yaitu melihat karakter orang tersebut baik atau tidak, cara melihat karakter nasabah dapat dilakukan dengan cara bertanya. Jika nasabah membayar dalam hitungan hari, bank akan mengingatkan nasabah melalui SMS atau telepon dan menanyakan apakah kendala yang dihadapi nasabah adalah tidak dapat membayar kewajibannya. Kemudian pihak bank akan memberikan solusi, jika nasabah terlambat maka pihak bank akan mendatangi rumahnya dan memberikan surat peringatan (SP).

Strategi penyelesaian masalah pembiayaan dapat dilakukan dengan mengecek setiap nasabah agar ketika mulai mandek dalam mencicil, dekati hati (sharing).

Analisis Strategi Penyelesaiaan Non Performing Financing

Pembiayaan bermasalah atau pembiayaan buruk di lembaga keuangan bukanlah hal baru untuk didengar. Sementara itu, strategi untuk menangani pembiayaan bermasalah merupakan tugas terpenting yang harus dilakukan oleh lembaga keuangan dalam melaksanakan pembiayaan. 63 Nurjannah dan Dewi Laela Hilyatim, “Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Dalam Analisis Pembiayaan Penerapan Akad Qard Wal Ijarah Dalam Pembiayaan Operasi Penyelamatan Haji Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokwrto” Vol.

Dalam hal ini, langkah yang dilakukan BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung yaitu dengan memberikan keringanan berupa perubahan jangka waktu pembiayaan, misalnya memperpanjang jangka waktu dari enam bulan menjadi satu tahun, agar nasabah yang mengalami pembiayaan bermasalah dalam pembayaran pembiayaan memiliki waktu yang lama untuk mengembalikan pembayaran pembiayaan. Bagi Bagian Account Officer atau Bagian Marketing agar lebih cermat dan teliti dalam menganalisa calon nasabah yang akan diberikan pembiayaan dengan tujuan untuk meminimalisir kemungkinan pembiayaan bermasalah 2. Strategi penyelamatan pembiayaan bermasalah pada pembiayaan Mudharabah di Bank Syariah Mandiri Purwokerto Cabang, “Jurnal No. 1 Januari-Juni.

Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah dalam Pembiayaan Analisis Penggunaan Akad Qardh Wal Ijarah dalam Pembiayaan Solusi Haji Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Purwokwrto” Vol.

PENUTUP

Kesimpulan

Pembiayaan bermasalah dapat didefinisikan secara luas sebagai pembiayaan yang pembayarannya terhenti dan tidak memenuhi syarat minimum untuk pembiayaan yang sulit dilunasi atau bahkan tidak dapat ditagih. Faktor penyebab pembiayaan bermasalah adalah unsur kesengajaan yaitu untuk menguntungkan diri sendiri atau nasabah tidak mau mengembalikan pembiayaan, padahal nasabah mampu. Kemudian ada unsur kebetulan, yaitu ketika nasabah ingin mengembalikan pembiayaan tetapi tidak mampu membayar karena kesulitan kondisi ekonomi nasabah yang semakin hari semakin menurun.

Strategi penyelesaian pembiayaan bermasalah pada BPRS Metro Madani KC Unit II Tulang Bawang Lampung dilakukan dengan berbagai cara, semua tergantung keseriusan atau keseriusan permasalahan yang dihadapi, antara lain: penagihan intensif, pendekatan hati-hati, pemberian surat peringatan atau peringatan , rescheduling (penjadwalan pengembalian), Renovasi (feedback requirements), Restrukturisasi (rearrangement), Mengajukan gugatan ke pengadilan umum/agama dan lelang jaminan.

Saran

Heri Sudarsono, Bank Syari'ah dan Lembaga Keuangan Deskripsi dan Ilustrasi Edisi Pertama, Yogyakarta: EKONESIA, 2003, hlm. Hukum Perbankan Syari'ah Titik Temu Hukum Islam dan Hukum Nasional, Jakarta: PT Rajagrafindo persada.

Referensi

Dokumen terkait

Pegadaian Cabang Sibolga sudah menggunakan prinsip, dimana jika barang jaminan nasabah sudah jatuh tempo pihak pegadaian memberitahukan kepada pihak nasabah