• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi promosi pegadaian pada produk arrum haji

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "strategi promosi pegadaian pada produk arrum haji"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

GUNA MENARIK MINAT NASABAH STUDI KASUS DI PEGADAIAN UPC RUMAK, LOMBOK BARAT

Oleh : Siti Suhartina NIM 1502131466

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2019

(2)

GUNA MENARIK MINAT NASABAH STUDI KASUS DI PEGADAIAN UPC RUMAK, LOMBOK BARAT

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar

Sarjana Ekonomi

Oleh:

Siti Suhartina NIM 150213166

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM 2019

(3)
(4)
(5)
(6)

vii MOTTO:

“Kepuasan yang sebenarnya bukanlah ketika kita mendapatkan penghargaan atau piala, tetapi kepuasan yang sebenarnya adalah ketika kita dapat memberikan manfaat yang besar kepada orang lain.”

(7)

viii

Puji syukur Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT, sehingga kemudahan dan juga kelancaran bisa saya rasakan dalam penyusunan karya sederhana ini. Dengan penuh kerendahan hati saya persembahkan karya sederhana ini kepada:

1. Ayah dan Ibunda terkasih (Jaelani dan Hayati) yang tiada henti memberikan do’a, cinta, kasih sayang, dukungan dan motivasi, dan perngorbanan serta perjuangan yang luar biasa yang engkau berikan.

Semoga semua itu dibalas dan dicatat sebagai amal ibadah dan ladang pahala_Mu oleh Allah STW.Terimakasih telah membesarkan dan mendidikku dari kecil hingga desawa seperti ini dengan penuh ketulusan dan kasih sayang. Tiada yang bisa ku berikan selain do’a agar engkau senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang oleh Allah Swt sehingga engkau bisa melihat ku meraih kesuksesan yang engkau perjuangkan selama ini. Dan dengan rasa bersyukur dan bangga ku persembahkan skripsi ini buat kalian dan ini adalah hasil kalian.

2. Saudaraku (Atika Suryani dan M. Syukron Werdi) terimasikasih adik- adikku atas dukungan dan do’a kalian, mari kita saling bahu-membahu, saling dukung, dan saling memotivasi demi meraih kesuksesan untuk membahagiakan kedua orang tua kita. “Mari Sukses Bersama, Sukses Semuda Mungkin”.

3. Dosen pembimbingku Dr. H. Muhammad Said Ghazali, MA. sebagai pembimbing I dan Dahlia Bonang, M.S.I sebagai pembimbing II

(8)

ix

membimbingku. Terimakasih juga atas ilmu-ilmu yang kalian barikan sehingga skripsi ini bisa terselesaikan.

4. Teman-teman seperjuanganku angkatan 2015 khususnya kelas A Ekonomi Syariah, my best friends rumpi’s squard, dan orang-orang terdekatku terimakasih atas kebersamaan, motivasi serta dukungan kalian.

5. Nurul Kurnia teman pondokku yang telah banyak membantu.

6. Almamaterku tercinta Kampus UIN Mataram

(9)

x

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

HALAMAN PENGESAHAN ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

ABSTRAK ... xii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7

D. Ruang lingkup dan setting penelitian ... 7

E. Definisi operasional ... 8

F. Telaah Pustaka... 9

G. Kerangka Teori ... 13

H. Metode Penelitian ... 28

I. Sistematika Pembahasan ... 38

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum pegadaian UPC Rumak... 41

(10)

xi

2. Letak Geografis.. ... 42

3. Visi dan misi ... 43

4. Struktur Organsasi Pegadaian ... 44

5. Produk-Produk Pegadaian ... 46

B. Strategi Promosi Yang Dilakukan Pegadaian UPC Rumak ... 47

C. Kendala yang dihadapi ... 55

BAB III PEMBAHASAN A. Analisis strategi promosi yang dilakukan pegadaian guna menarik minat nasabah ... 58

B. Analisis kendala yang dihadapi dalam menarik minat nasabah.. 64

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 60

B. Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 71 LAMPIRAN-LAMPIRAN

(11)

xii

Nasabah Studi Kasus Di Pegadaian UPC Rumak, Lombok Barat.

Oleh:

Siti Suhartina 1502131466

Promosi merupakan salah satu bauran pemasaran yang wajib diterapkan pada kegiatan marketing mix terutama yang bersangkutan dengan tujuan memperkenalkan produk baru atau lama yang dihasilkan oleh suatu perusahaan kepada masyarakat atau konsumen. Karena tujuan perusahaan untuk menciptakan suatu produk adalah agar produk tersebut diminati bahkan laku dikalangan konsumennya. Tanpa promosi, masyarakat tidak akan mengenal barang yang dihasilkan oleh suatu perusahaan bahkan tidak akan diminati dan hal tersebut akan membuat perusahaan gagal untuk mendapatkan keuntungannya. Oleh karena itu promosi sangatlah penting karena dengan promosi masyarakat akan mengenal produk yang dihasilkan .

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan pegadaian UPC Rumak dalam menarik minat nasabah pada produk baru mereka yakni produk arrum haji dan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dalam proses promosi untuk mendapatkan nasabah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tehnik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Jenis data pada penelitian ini adalah data kualitatif data kuantitatif. Adapun sumber datanya yakni data primerdan data sekunder yang dikumpulkan peneliti dari hasil penelitian dan dari hasil lainnya. Tehnik analisis data yang digunakan triangulasi , penilaian teman sejawat dan kecukupan bahan refrensi.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi promosi yang dilakukan oleh pegadaian UPC Rumak untuk mempromosikan produk arrum haji terbilang cukup berhasil, karena produk ini baru diterbitkan pada tahun 2019 dan terhitung telah mendaptkan 10 nasabah pada produk ini. Hal ini menggambarkan dari segi promosi yang dilakukan cukuf efektif untuk menarik minat nasabah. Adapun kendala yang dihadapi berkisar pada keuangan nasabah karena produk ini merupakan produk yang memiliki harga tinggi dan dihususkan bagi nasabah yang mempunyai keuangan secara finansial.

Kata Kunci: promosi, pegadaian, minat nasabah.

(12)

1

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pegadaian merupakan tempat bagi konsumen untuk meminjam uang dengan barang pribadi konsumen sebagai jaminannya. Mengusung slogan “ Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”, forum pegadaian bahkan dinilai sebagai forum kerakyatan.1 Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa masyarakat kelas bawahpun bisa memanfaatka jasa gadai dalam pegadaian ini.

Pegadaian merupakan salah satu alternatif pendanaan yang sangat efektif karena tidak memerlukan persayaratan yang rumit yang dapat menyulitkan nasabah dalam pemberian dana.2Pegadaian adalah salah satu badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana kepada masyarakat atas dasar hukum Gadai.

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150 : Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang yang bergerak.

Jenis barang berharga yang dijadikan jaminan oleh forum pegadaian adalah barang elektronik (Televisi, Radio, Kulas, dll), Kendaraan (Mobil, Motor, Sepeda), Perhiasan ( Emas, Perak,

1 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, ( Yogyakarta: Ekonisia, 2003), hlm. 153

2Muhammad Firdaus NH, dkk, Mengatasi Masalah Dengan Pegadaian Syariah, (Jakarta:

Renaisan, 20015), hlm. 13

(13)

Berlian).3Produk-produk yang ada di Pegadaian UPC. Rumak adalah produk gadai, Kca, Krasida, Kreasi, dan pegadaian UPC Rumak saat ini juga menyediakan produk amanah dan arrum haji yang merupakan produk syariah.

Larangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama tentang produk talangan haji yang ada di perbankan syari’ah, disebabkan haji harus memiliki syarat mampu dalam hal finansial (keuangan). Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia, Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2013 Tentang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 6A yang berbunyi “BPS BPIH” dilarang memberikan layanan dana talangan haji baik secara langsung maupun tidak langsung”.4

Setelah adanya larangan yang dikeluarkan oleh Menteri Agama tersebut, Pegadaian Syari’ah memberikan solusi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin mendaftar porsi haji dengan dengan mengeluarkan produk arrum haji. Produk arrum haji merupakan produk pembiayaan baru yang diluncurkan pada pertengahan tahun 2016.5

Program Arrum Haji ini merupakan langkah strategis Pegadaian memanfaatkan peluang ditutupnya program dana talangan haji yang

3Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, ( Jakarta: Kencana, 2009), hlm.

404

4http://www.geogle.com/url?kemenag.go.id/download, diakses tanggal 21 maret 2019, pukul 11.34.

5Ahmad Ridho, “Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksanaan Produk Arrum Haji Pada Pegadaian Syariah Cabang Padang, ( Skripsi, FS UIN Padang, Padang, 2017), hlm. 2.

(14)

sebelumnya banyak digunakan masyarakat untuk mendaftar ibadah haji lebih cepat. Pegadaian Syariah berusaha menangkap peluang sebagai penawaran solusi bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji pasca Dana Talangan Haji ditutup.

Latar belakang kenapa ada Arrum Haji ini karena ini menjadi sebuah peluang untuk menjadikan transaksi gadai emas bisa menjadi lahan untuk membantu masyarakat untuk mewujudkan niatnya beribadah haji.6

Selain itu, ditutupnya Dana Talangan Haji yang sebelumnya banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan porsi haji menjadi alasan utama Pegadaian Syariah ingin membantu masyarakat yang telah mampu dan mau melaksanakan ibadah Haji. Kedua adalah karena ditutupnya dana talangan haji maka masyarakat akan berfikir, gimana cara mendapatkan biaya senilai yang dicukupkan untuk haji sehingga harapannya masyarakat berinisiatif untuk menggadaikan emasnya yang senilai 3,5 gram untuk mendapatkan pinjaman uang senilai 25juta.

Melalui program ini Pegadaian Syariah memiliki harapan besar agar Arrum Haji dapat dikenal dan mampu membantu masyarakat untuk memperoleh porsi haji lebih cepat.

Pada saat ini, pegadaian konvensional juga menggunakan produk Pegadaian Syariah yang baru saja dalam tahap pengembangan yaitu Arrum

6Https://www.google.com/amp/jogja.tribunnews.com/amp/2018/03/06/progam-dana- talangan-haji-ditutup-pegadaian-syariah-luncurkan-arrum-haji, diakses tanggal 22 maret 2019, pukul 11.22.

(15)

Haji dan amanah dengan mekanisme yang berlaku tetap berpedoman pada pegadaian syariah. Akan tetapi disini peneliti akan membahas tentang produk Arrum Haji. Produk arrum haji adalah sebuah produk yang diluncurkan oleh Pegadaian Syari’ah yang memberikan kemudahan pendaftaran dan pembiayaan haji.

Produk arrum haji diluncurkan pada tahun 2016 oleh Pegadaian Syari’ah. Produk ini bisa menjadi solusi untuk mempermudah pendaftaran haji.Sebelum lahirnya produk arrum haji dari Pegadaian Syari’ah, telah ada produk talangan haji yang dikeluarkan oleh Bank-Bank Syari’ah. 7

Dalam pelaksanaan produk arum. Pihak bank akan menyediakan sejumlah dana berupa pinjaman kepada nasabah yang kemudian nasabah wajib mengembalikan uang yang dipinjam itu dalam jangka waktu tertentu. Pihak pegadaian membebani nasabah dengan biaya-biaya saat transaksi dan dilakukan secara transaparansi. Biaya-biaya tersebut antara lain biaya akad, biaya barang jaminan , biaya administrasi dan lainnya.

Pegadaian Syari’ah memberikan pinjaman sebesar Rp 25.000.000 yang akan digunakan untuk pendaftaran porsi haji. Jangka waktu pembayaran pembiayaan Arrum Haji yang ditawarkan oleh Pegadaian Syari’ah beragam, yaitu selama 12, 24, 36, 48, dan 60 bulan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon nasabah adalah fotocopy KTP, emas senilai

7Ahmad Ridho, “Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Pelaksanaan Produk Arrum Haji Pada Pegadaian Syariah Cabang Padang, ( Skripsi, FS UIN Padang, Padang, 2017), hlm. 2.

(16)

3,5 gram sebagai barang jaminan dan biaya pembukaan rekening syariah Tabungan Haji Rp 500.000. Dalam pelaksanaan produk Arrum Haji, nasabah dibebankan untuk membayar mu’nah (biaya pemeliharaan barang jaminan). Besar mu’nah yang akan dibayar oleh nasabah sebesar Rp 252.806/bulan.8

Produk gadai yang sering ditemui di pegadaian adalah emas.Gadai emas merupakan produk pembiyaan atas jaminan emas sebagai salah satu alternative memperoleh pembiyaan cepat.9 Produk arrum haji merupakan produk dengan jaminan emas untuk proses pendaftaran nasabah padaa produk tersebut.

Pegadaian konvensional UPC.Rumak saat ini menerapkan produk syariah yakni Arrum Haji tersebut, pada pegadaian syariah produk arrum haji beroperasi pada tahun 2016, namun produk arrum haji pada pegadaian konvensional UPC Rumak baru beroperasi pada awal tahun 201910. Oleh karena itu menjadi daya tarik bagi penulis untuk mengetahui apa alasan pegadaian konvensional tersebut menerapkan produk pegadaian syariah serta bagaimana strategi promosi yang digunakan untuk menarik minat nasabah. Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti dan membahas permasalahan tersebut dalam bentuk sebuah skripsi yang berjudul Strategi

8Tri Suetarto, Wawancara, Rumak, 11 januari 2019.

9Fitri Diana, “ Studi Komporasi Strategi Promosi Produk Gadai Emas Pada Pegadaian Konvensional dan Syariah, ( skripsi,FEBI UIN Palembang, Palembang, 2017), hlm. 2.

10 Stefly Malkias Mooy, Wawancara, Rumak, 02 juli 2019.

(17)

Promosi Pegadaian Pada Produk Arrum Haji Guna Menarik Minat Nasabah

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah Strategi Promosi yang Dilakukan Pegadaian Pada Produk Arrum Haji?

2. Kendala-kendala Apa Saja yang Dihadapi Oleh Pegadaian Dalam Promosi Produk Arrum Haji Guna Menarik Minat Nasabah?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang dilakukan antara lain:

a. Untuk Mengatahui bagaimanakah promosi yang dilakukan pegadaian Pada produk Arrum Haji.

b. Untuk Mengatahui kendala apa saja yang dihadapi oleh pegadaian dalam menarik minat nasabah pada produk arrum haji.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat memuat uraian yang mempertegas bahwa masalah penelitian bermanfaat, baik dari segi teoritis maupun praktis. Sehingga hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat baik bagi peneliti maupun bagi pembaca, diantaranya sebagai berikut:

a. Manfaat Akademik

(18)

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan di bidang pegadaian khususnya mengenai strategi promosi yang dilakukan oleh pegadaian pada produk Arrum Haji guna menarik minat nasabah.

b. Manfaat Praktis 1. Bagi Masyarakat

Dari hasil penelitian ini, tidak menutup kemungkinan dapat berguna sebagai pedoman bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam meneliti yang sama.

2. Bagi Pegadaian

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan data-data yang diperoleh dapat menjadi bahan-bahan atau sumbangan pikiran yang dapat dipergunakan sebagai dasar pertimbangan bagi pihak pegadaian untuk meningkatkan sosialisasinya.

D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian

1. Dalam sebuah penelitian, tentunya terdapat batasan-batasan yang harus diketahui oleh peneliti agar penelitian yang dilakukan tidak melebar jauh dari fokus masalah yang diteliti. Oleh karena itu, ruang lingkup dalam penelitian ini terfokus strategi promosi pegadaian pada produk Arrum Haji guna menarik minat nasabah.

2. Adapun setting penelitian yang dilakukan peneliti berada atau berlokasi di Pegadaian UPC. Rumak. Adapun alasan peneliti memilih lokasi ini

(19)

sebagai tempat penelitian adalah karena berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di Pegadaian Rumak bahwa Pegadaian ini merupakan pegadaian yang menerapkan produk pegadaian syariah sedangkan pegadaian ini merupakan pegadaian konvensional, sehingga peneliti ingin mengetahui apa alasan pegadaian ini menerapkan produk syariah serta bagaimana promosi yang dilakukan.

E. Definisi Operasional

1. Pegadaian adalah salah satu badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana kepada masyarakat atas dasar hukum Gadai. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150 : Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang yang bergerak.11

2. Produk Arrum Haji : produk yang diluncurkan oleh Pegadaian Syari’ah pada pertengahan tahun 2016 yang memberikan kemudahan pendaftaran dan pembiayaan haji guna untuk mendapatkan porsi haji.12

3. Minat Nasabah adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut.13

11 http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pegadaian_(perusahaan), diakses tanggal 21 januari 2019, pukul 20.35.

12http://pegadaiansyariah.co.id/arrum-haji, diakses tanggal 21 januari 2019, pukul 21.00

13Nur Lailah, et al., Lembaga Keuangan Islam Non Bank, (Sidoarjo : IAIN Sunan Ampel Press, 2013), hlm. 40.

(20)

F. Telaah Pustaka

Telaah Pustaka adalah penelusuran terhadap karya-karya terdahulu yang terkait untuk menghindari duplikasi, pagiasi, repetisi dan menjamin keaslian dan keabsahan penelitian yang dilakukan atau sebagi pedoman penelitian lebih lanjut serta untuk mendapatkan data yang valid serta menghindari adanya duplikasi dan menjalin keaslian dan legalitas penelitian ini.

Pada telaah pustaka, penulis mengangkat beberapa penelitian terdahulu yaitu:.

1. Skripsi Mutmainnah dengan judul Analisis Pembiayaan Arrum PT Pegadaian (Persero) Syariah Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil (Studi Kasus pada Kantor Cabang PT Pegadaian (Persero) Syariah Sentral.

Penelitian ini membahas tentang Analisis Pembiayaan Arrum PT pegadaian (Persero) Syariah terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil dengan Studi Kasus pada Kantor Cabang PT Pegadaian (Persero) Syariah Sentral Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pembiayaan Arrum terhadap pengembanagan Usaha Mikro Kecil pada Kantor Cabang PT Pegadaian (Persero) Syariah Sentral Makassar.

Skripsi ini berbeda dengan yang diteliti peneliti. Perbedaanya adalah skripsi ini membahas tentang analisis pembiayaan sedangkan peneliti membahas strategi promosi yang digunakan dalam menarik minat

(21)

nasabah. Persamaanya adalah sama-sama meneliti lembaga keuangan yang sama.14

2. Skripsi Hikmah Fujiati dengan judul strategi pemasaran dana talangan haji dalam meningkatkan jumlah nasabah di pegadaian. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana Strategi Pemasaran dalam meningkatkan jumlah nasabah di Pegadaian Syariah.

Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diambil melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan cara penelitian lapangan yaitu dokumentasi dan wawancara dengan dengan Editing, Organizing, dan penemuan hasil di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh adalah strategi pemasaran yang dilakukan Pegadaian Syariah Cabang Blauran menggunakan marketing mix atau bauran pemasaran, strategi pemasaran yang digunakan Pegadaian Syariah menggunakan 4P, sedangkan efektif dan tidak efektifnya Impelementasi strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah nasabahnya, cukup efektif, dengan memberikan jaminan barang senilai Rp 7.000.000,- sudah mendapatkan porsi nomoer kursi. Dan optimalisasi strategi pemasaran lembaga memberikan

14Mutmainnah dengan judul Analisis Pembiayaan Arrum PT Pegadaian (Persero) Syariah Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil (Studi Kasus pada Kantor Cabang PT Pegadaian (Persero) Syariah Sentral, ( Skripsi, FEBI UIN Alaudin, Makassar, 2012), hlm. ii.

(22)

kemudahan terhadap masyarakat, dengan memberikan jemput bola serta kerja sama dengan pengajian dan beberapa KBIH dan travel.15.

Skripsi ini berbeda dengan yang diteliti peneliti. Perbedaanya adalah skripsi ini membahas tentang pemasaran sedangkan peneliti membahas strategi promosi yang digunakan dalam menarik minat nasabah.

Persamaanya adalah sama-sama meneliti strategi pemasaran.

3. Penelitian M kiholid Nawawi, dalam jurnal strategi pemasaran funding officer dalam meningkatkan minat nasabah di BPRS amanah ummah, vol.

6, No 2 (2015). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Pemasaran Funding Officer dalam menghimpundana, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan minat nasabah, dan bagaimana dampak Strategi Pemasaran terhadap peningkatan minat nasabah di BPRS Amanah Ummah. Keberadaan strategi sangat penting dalam memasarkan produk. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, yaitu suatu metode pendekatan yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data yang relevan yang diperoleh dari situasi alamiah. Desain penelitian tidak dapat dipastikan diawal mengingat data yang digunakan masih bersifat mentah sehingga peneliti tidak mengetahui dengan pasti kondisi di

15Skripsi Hikmah Fujiati dengan judul strategi pemasaran dana talangan haji dalam meningkatkan jumlah nasabah di pegadaian (Skripsi, FEBI UIN Surabaya, Surabaya, 201), hlm.

ii.8

(23)

lapangan. Proses pengumpulan data yang dilakukan antara lain berupa wawancara dengan Funding Officer (Fo Marketing) dan Nasabah, dokumentasi dan arsip BPRS Amanah Ummah. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan strategi pemasaran yang dilakukan oleh funding officer memberikan hasil yang baik, dari hasil yang dilakukan di lapangan, kepuasan, dan pelayanan yang baik, dan strategi marketing mix yang diterapkan berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran.Marketing mix terdiri dari Produk, Price, Place, Promotion dan Service. Semua ini diterapkan guna pencapaian peningkatan minat nasabah di BPRS Amanah Ummah dalam menabung maupun transaksi lainnya.16

Skripsi ini berbeda dengan yang diteliti peneliti. Perbedaanya adalah skripsi ini membahas tentang pemasaran sedangkan peneliti membahas strategi promosi yang digunakan dalam menarik minat nasabah.

Persamaanya adalah sama-sama meneliti tentang strategi pemasaran.

G. Kerangka Teori 1. Strategi

16http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/al-infaq/article/view/148, diakses tanggal 26 juni 2019, pukul 08.00.

(24)

Strategi adalah arah atau jalan yang akan ditempuh organisasi dalam rangka untuk menjalankan misinya untuk menuju pencapaian visi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI) , strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sember daya utuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang maupun damai. Secara eksplisit, strategi adalah rencana tindakan menjabarkan alokasi sumber daya dan aktivitas lain untuk menanggapi lingkungan dan membantu organisasi mencapai sasaran. Intinya, strategi adalah pilihan untuk melakukan aktivitas yang berbeda atau untuk melaksanakan aktivitas dengan cara yang berbeda dari pesaing.17

Strategi didefinisikan sebagai berbagai cara untuk mencapai tujuan ( ways to achieve ends). Strategi tidak didefinisikan hanya semata-mata berbagai cara untuk mencapai tujuan karena strategi dalam manajemen strategic mencakup juga penetapan berbagai tujuan itu sendiri (melalui berbagai keputusan) strategis yang dibuat oleh manajemen perusahaan yang diharapkan akan menjamin terpeliharanya keunggulan kompetitif perusahaan.

Strategi menunjukkan arahan umum yang hendak ditempuh oleh suatuorganisasi untuk mencapai tujuannya.Strategi ini merupakan rencana besar dan renvana penting.

Berikut ini adalah pengertian strategi menurut beberapa ahli:

17Djoko Muljono, Strategi Bisnis Koperasi Simpan Pinjam, ( Yogyakarta: C.V. Andi Offset, 2012), hlm. 5.

(25)

a. Alfred Chandler: Strategi adalah penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan tujuan itu.

b. Buzzel & Gale: Strategi adalah kebijaka dan keputusan kunci yang digunakan oleh manajement, yang memiliki dampah besar terhadap kinerja keuangan. Kebijakan dan keputusan ini biasanya melibatkan komitmen sumber daya yang penting dan tidak dapat diganti dengan mudah.

c. Kenneth Andrew: Strategi adalah pola sasaran, maksud atau tujuan dan kebijakan, serta rencana-rencana penting untuk menciptakan tujuan itu, yang dinyatakan seperti dengan cara seperti menetapkan bisnis yang sudah atau yang akan dianut oleh sebuah perusahaan, dan jenis atau akan menadi jenis apa perusahaan ini.18.

Jadi penulis menyimpulkan bahwa strategi merupakan jalan yang kan ditempuh oleh sebuah perusahaan untuk menjapai sasaran dari perusahaan tersebut. Strategi ini menyangkut sasaran, tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan serta langkah yang akan dihadapi.19 2. Promosi

a. Pengertian promosi

18Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), hlm. 338-339

19Ismail Solihin, Manajemen Strategik, (Bandung: Erlangga, 2012), hlm. 114

(26)

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, promosi adalah perkenalan dalam rangka memajukan usaha dagang.20 Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk.

Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk Definisi promosi penjualan menurut American Marketing Association (AMA) yang dikutip dari bukunya Sustina adalah: “Sales promotion is media and non media marketing pressure applied for a predetermined, limited period of time in order to stimulate trial, increase consumer demand, or improve product quality”.

Definisi di atas menunjukkan bahwa promosi merupakan upaya pemasaran yang bersifat media dan non media untuk merangsang coba- coba dari konsumen, meningkatkan permintaan dari konsumen atau untuk memperbaiki kualitas produk.21Promosi merupakan salah satu variable dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan

20Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, kamus umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai pustaka, 2005), hal. 898

21Sustina, Perilaku Konsumen Dan Komunikasi Pemasaran, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2003), hlm. 299.

(27)

dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Dari definisi lain promosi adalah bagian dari bauran pemasara (marketing mix). Sasaran promosi adalah merangsang pembelian ditempat (immediately stimulating purchase).22

Karna tanpa promosi nasabah tidak akan mengenal produk atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan konsumennya. Salah satu tujuan promosi perusahaan adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru. 23

Tujuan promosi antara lain:24

1) Menciptakan atau meningkatkan Volume Penjualan 2) Menarik pembeli potensial

3) Menambah repeat order

4) Menumbuhkan loyalitas pelanggan 5) Menambah utilitas/ kegunaan 6) Meningkatkan daya tarik

22Rhenald Kasali, Manajemen periklanan: konsep dan aplikasinya di Indonesia, ( Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti, 1992), hlm. 60

2323Kasmir, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: Kencana, 2012), hlm. 59.

24http://jurnal manajemen.Com/ strategi- promosi/ meningkatkan-volume-produksi -dan - penjualan, diakses tanggal 28 juni 2019, pukul 14.00.

(28)

b. Sifat-sifat Sarana Promosi

Menurut Indriyo Gitosudarmo terdapat beberapa sifat-sifat sarana promosi, antara lain:25

1) Periklanan (Advertising)

Iklan adalah sarana promosi yang digunakan guna menginformasikan, menarik, dan memengaruhi calon konsumennya. Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan berbagai media seperti lewat :

a) Percetakan brosur baik disebarkan di setiap cabang pembelanjaan

b) Pemasangan spanduk di lokasi tertentu yang strategis c) Pemasangan iklan melakui Koran

d) Pemasanagn iklan melalui majalah e) Pemasangan iklan melalui televise dll

Periklanan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

a) Memasyarakat (Public presentation)

Dengan iklan yang baik dan tepat akan dapat menjangkau masyarakat luas dengan cepat, dapat memberikan pengaruh terhadap barang yang ditawarkan oleh

25Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta: Prenada Media, 2004), hlm. 176-177.

(29)

penjual, karena pesan yang dirancang dalam iklan adalah sama untuk semua target audiens atau konsumen sehingga motivasi pembelian konsumen akan dikenal.

b) Kemampuan membujuk

Periklanan mempunyai daya bujuk yang tinggi (sangat persuasif), hal ini disebabkan periklanan dapat dimuat berkali-kali. Dengan demikian para calon pembeli dapat membanding- bandingkan dengan iklan yang dibuat pesaing.

c) Ekspresif (expressiveness)

Periklanan mempunyai kemampuan untuk mendramatisir produk sekaligus juga perusahaannya.Hal ini disebabkan periklanan menggunakan seni cetak, warna, suara dan format nya yang menarik.

d) Tidak terhadap orang tertentu saja (Impersonal)

Periklanan merupakan bentuk komunikasi yang hanya monolog, oleh karena itu konsekuensinya tidak dapat menanggapi respon atau tanggapan secara langsung dari pembaca iklan.

2) Promosi penjualan (Sales Promotion)

Promosi penjualan dilakukan untuk menarik pelanggan agar segera membeli produk atau jasa yang ditawarkan untuk

(30)

menarik pembeli , maka diperlukan promosi penjualan yang semenarik mungkin.

Bagi perusahaan promosi penjualan dapat dilakukan melalui:26 a) Pemberian harga khusus atau potongan harga (diskon) untuk

produk tertentu.

b) Pemberian undian kepada setiap pelanggan yang membeli pada jumlah tertentu.

c) Promosi penjualan lainnya

Promosi Penjualan mempunyai beberapa sifat, yaitu: 27 a) Komunikasi

Promosi penjualan mampu menarik informasi dan sikap konsumen terhadap perusahaan.

b) Insentif

Promosi penjualan dapat dengan jalan memberikan insentif. Insentif yang diberikan dapat berupa potongan harga, premi dan sebagainya, sehingga dapat menimbulkan motivasi yang kuat serta kesan yang positif bagi konsumen.

c) Mengundang

26 Kasmir, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: Kencana, 2012), hlm. 60.

27http://madelinda08.blogspot. com/2015/09 /sifat-sifat- bauran –promosi .html?m= 13, diakses tanggal

26 januari 2019, pukul 19.29.

(31)

Mampu mengundang konsumen dengan segera karena daya tarik nya yang tinggi, tetapi efeknya tidak dapat dalam jangka panjang

3) Publisitas (Publicity)

Publisitas merupakan kegiatan promosi yang bertujuan untuk memancing konsumen melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial serta kegiatan lainnya. Kegiatan publisitas dapat meningkatkan pamor perusahaan dimata para konsumennya.

Karena itu, publisitas perlu diperbanyak lagi.28 Publisitas mempunyai beberapa sifat, yaitu:29 a) Kredibilitasnya tinggi

Suatu berita, pernyataan ataupun komentar di media, baik media cetak ataupun media elektronik yang dapat dipercaya dan familier sangat berpengaruh besar bagi pembaca terhadap kesan perusahaan dan barangnya.

b) Dapat menembus batas perasaan ( tak disangka-sangka) Publisitas ini mampu menjangkau konsumen yang tidak menyukai iklan, karena kesan yang timbul dari

28 Ibid.,60

29http://madelinda08.blogspot.com/2015/09/sifat-sifat-bauran- promosi.html?m=13,diakses tanggal 26 januari 2019, pukul 19.29.

(32)

publisitas ini adalah berita yang bersifat bebas dan tidak memihak (non commercial promotion), lain halnya dengan iklan yang bersifat komersial.

c) Dapat mendramatisir

Publisitas juga mampu mendramatisir atau menyangatkan suasana, sebagaimana dengan iklan, tetapi pendramatisiran publisitas lebih dipercaya daripada iklan karena melakukannya bukan perusahaan yang bersangkutan.

4) Penjualan pribadi (Personal Selling)

Personal selling terjsdi ketika perusahaan mengirimkan selesman mereka untuk menjual atau menawarkan produk mereka dengan layanan langsung dan tatap muka langsung kepada konsumen. Dimana selesman yang melakukan personal selling harus dapat berkomonukasi secara persuatif sehingga dapat memungkinkan konsumen melakukan pembelian.30

Penjualan Pribadi mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

a) Perorangan (Personal)

30 Http://www. pahlevi.net/pengertian-personal- selling, diakses tanggal 7 maret 2019, pukul 11.08.

(33)

Personal merupakan alat promosi yang terlibat langsung, menanggapi dan berinteraksi secara langsung pula pribadi atau beberapa pribadi yang dihadapinya.

Pegadaian UPC. Rumak ini menggunakan menggunakan penjualan perorangan dari media sosial masing- masing pegawainya.

b) Tanggapan langsung (Direct Respons)

Karena personal selling mampu memberikan tanggapan atau reaksi kepada konsumen secara langsung.31 3. Minat

a. Pengertian

Minat dapat diartikan suatu keinginan yang timbul dari suatu perhatian seseorang terhadap barang, benda atau dapat juga dikatakan dorongan ingin melakukan kegiatan tertentu. Dibawah ini terdapat pengertian menurut beberapa para ahli:

Minat sama artinya dengan perhatian, antara minat dan perhatian pada umumnya dianggap sama/tidak ada perbedaan. Memang keduanya hampir sama dan dalam praktek selalu bergandengan satu sama lain. jika seseorang yang tertuju pada suatu obyek sebenarnya dimulai dengan adanya minat dalam hal tersebut.minat ialah sikap jiwa orang seorang termasuk ketiga fungsi jiwanya (kognisi, konasi, emosi),

31Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta: BPFE, 1997), hlm. 242- 245.

(34)

yang tertuju pada suatu dan dalam hubungan itu unsur perasaan yang terkuat”. Perhatian ialah keaktifan jiwa yang diarahkan kepada sesuatu obyek tertentu.Di dalam gejala perhatian, ketiga fungsi tersebut juga ada, tetapi unsur pikiranlah yang terkuat pengaruhnya. Antara minat dan perhatian selalu berhubungan dengan praktek. Apa yang menarik minat dapat menyebabkan adanya perhatian dan apa yang menyebabkan adanya perhatian kita terhadap suatu tentu disertai dengan minat.32

Jadi Minat adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut.

b. Macam-macam Minat

Minat dapat digolongkan menjadi beberapa macam, ini sangat tergantung pada sudut pandang dan cara menggolongkannya. minat dapat dibagi menjadi tiga macam (berdasarkan timbulnya, berdasarkan arahnya, dan cara mengungkapkanya) yaitu sebagai berikut:33

1) Berdasarkan timbulnya, minat dapat dibedakan menjadi minat primitif dan minat kultural. Minat primitif adalah minat yang timbul karena kebutuhan biologis atau jaringan-jaringan tubuh.

Sedangkan minat kultural atau minat social adalah minat yang timbul karena proses belajar.

32Abu Ahmadi, Psikologi Umum, (Jakarta: PT Rineka Cipta , 2003), hlm. 151

33http:// w.w.w.perpuskampus.com/macam-macam-minat-minat-dan-faktor-yang- mempengaruhi-timbulnya-minat,diakses tanggal 12 januari 2019, pukul 19.00.

(35)

2) Berdasarkan arahnya, minat dapat dibedakan menjadi minat intrinsik dan ekstrinsik. Minat intrinsik adalah minat yang langsung berhubungan dengan aktivitas itu sendiri.Minat ekstrinsik adalah minat yang berhubungan dengan tujuan akhir dari kegiatan tersebut.

3) Berdasarkan cara mengungkapkan, minat dapat di bedakan menjadi empat yaitu:

a. expressed interest; minat yang diungkapkan dengan cara meminta kepada subyek untuk kenyataan kegiatan yang disenangi maupun tidak, dari jawabannya dapat diketahui minatnya.

b. manifest interest; minat yang diungkapkan dengan melakukan pengamatan langsung,

c. tested interest; minat yang diungkapkan dengan cara menyimpulkan dari hasil jawaban tes objektif.

d. inventoried interest; minat yang diungkapkan dengan menggunakan alat-alat yang sudah distadarisasikan.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Minat

Cukup banyak faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya minat terhadap sesuatu, dimana secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu yang bersumber dari dalam diri individu yang bersangkutan (missal : bobot, umur, jenis kelamin, pengalaman, perasaan mampu, kepribadian), dan

(36)

yang berasal dari luar mencangkup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Sedangkan minat menurut Crow and Crow dalam bukunya Abdul Rahman Saleh berpendapat ada tiga faktor yang mempengaruhi timbulnya minat, yaitu: 34

1) Dorongan dari dalam diri individu, misal dorongan makan, rasa ingin tahu.

2) Motif sosial, dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu.

3) Faktor emosional, minat mempunyai hubungan yang erat dengan emosi.

4. Produk Arrum Haji

Produk Arrum Haji merupakan produk yang diluncurkan oleh Pegadaian Syari’ah pada pertengahan tahun 2016 yang memberikan kemudahan pendaftaran dan pembiayaan haji guna untuk mendapatkan porsi haji.35Produk arrum haji beroperasi pada pegadaian konvensional UPC Rumak pada awal tahun 2019.36

Adapun mekanisme Produk Arrum Haji dimulai dari nasabah datang ke Pegadaian Syariah dengan membawa syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya pihak pegadaian akan memproses

34 Http://w.w.w.Perpuskampus.com/macam-macam-minat-minat-dan-faktor yang mempengaruhi-timbulnya -minat, diaksestanggal 12 januari 2019, pukul 11.48.

35http://pegadaiansyariah.co.id/arrum-haji, diakses tanggal 21 januari 2019, pukul 21.00

36 Stefly Malkias Mooy, Wawancara, Rumak, 3 juli 2019.

(37)

seluruh dokumen yang diperlukan setelah itu dilaksanakan akad.

Barulah pihak pegadaian berkomunikasi dengan pihak bank agar membuatkan buku tabungan untuk memperoleh SBAPIH (Setoran Awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) dari bank untuk nasabah yang bersangkutan. Dalam hal ini bank yang bekerjasama dengan Pegadaian Syariah, yaitu Bank BNI Syariah, Bank Mega Syariah, dan Bank Panin Syariah. Setelah urusan dengan pihak bank selesai dan semua berkas sudah lengkap maka nasabah bisa langsung ke Kementerian Agama untuk mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji dan mendapatkan porsi haji. Selanjutnya nasabah menyerahkan SBPIH (Setoran Biaya Awal Penyelenggaraan Ibadah Haji), SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji), dan Buku Tabungan. Yang terakhir yaitu nasabah tinggal melunasi angsuran kepada pihak pegadaian sesuai dengan perjanjian awal sembari menunggu giliran antrian pemberangkatan untuk melaksanakan ibadah haji, nasabah hanya membayar cicilan perbulan kepada pegadaian. Jika cicilan telah lunas dibayarkan maka emas yang dijadikan jaminan dapat diambil kembali atau untuk dijual kemudian digunakan untuk membayar sisa biaya haji.

Dengan demikian, nasabah tinggal membayar kekurangan biaya haji.

Dari penjelasan di atas mengenai produk Arrum Haji dapat diketahui bahwa Pegadaian memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah haji dengan menggadaikan emas yang telah

(38)

ditentukan sehingga dari pinjaman pegadaian masyarakat bisa mendaftar haji.37

Jika kita melihat dari mekanisme dan operasional di atas maka dapat diketahui bahwa yang menjadi dasar hukum produk Arrum Haji ini adalah Fatwa DSN-MUI Nomor 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas dan Fatwa DSN-MUI Nomor 92/DSNMUI/IV/2014 tentang Pembiayaan yang Disertai Rahn. Fatwa DSN-MUI Nomor 25 Tahun 2002 tentang Rahn Emas menjadi landasan hukum produk ini karena dari segi objek yang digunakan sebagai jaminan adalah emas. Dari fatwa tersebut dapat diketahui bahwa gadai emas diperbolehkan dengan dasar pertimbangan-pertimbangan sebagaimana yang dicantumkan pada fatwa tersebut .Lebih lanjut, pada keterangan fatwa tersebut juga dijelaskan mengenai ongkos atau biaya penyimpanan (marhun) ditanggung oleh penggadai (rahin), serta ongkos yang dimaksud dilaksanakan berdasarkan akad ijarah. Dengan demikian produk Arrum Haji dengan menggunakan barang jaminan berupa emas seberat 15 gram telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI tersebut.

Keunggulan produk pembiayaan Arrum Haji adalah:

1) Untuk memperoleh nomer porsi haji.

2) Emas dan dokumen haji aman disimpan di pegadaian.

3) Biaya pemeliharaan barang jaminan terjangkau

37https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/azzarqa/artikel/download, diakses tanggaal 26 juni 2019, pukul 12.00.

(39)

4) Jaminan emas dapat dipergunakan untuk pelunasan biaya haji pada saat pelunasan pembiayaan produk arrum haji.

H. Metodologi Penelitian

Menurut Soerjono Soekanto, penelitian merupakan suatu usaha untuk menganalisis serta mengadakan konstruksi secara metodologis, sistematis dan konsisten.38 Metodologis artinya suatu penelitian dilakukan dengan mengikuti metode atau tatacara tertentu, sistematis artinya suatu penelitian harus mengikuti langkanh-langkah maupun tahap-tahap tertentu, dan konsisten berarti penelitian dilakukan secara taat asas.

1. Metode Penelitian

Dalam penelitiaan ini penulis menggunakan metode penelitian studi kasus. Adapun sasaran peneliti menggunakan metode ini adalah Pegadaian UPC.Rumak, Lombok Barat. Dengan menggunkan metode studi kasus ini penulis dapat mengambil populasi yang diteliti lebih terarah atau berfokus pada tertentu dan tidak berlaku umum.39Penelitian studi kasus menurut merupakan metode untuk menghimpun dan menganalisis data berkenan dengan suatu kasus. Suatu dijadikan kasus biasanya karena ada masalah, kesulitan, hambatan, penyimpangan, tetapi bias juga sesuatu dijadikan kasus meskipun tidak ada masalah akan tetapi karena

38 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta: UI,1986), h. 43.

39Moehar Danial, Metode Penelitian Sosial Ekonomi( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2002), hlm 116.

(40)

keunggulan atau kelebihannya.40Kelebihan studi kasus dari studi lainnya adalah, bahwa peneliti dapat mempelajari subjek secara mendalam dan menyeluruh.

2. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian merupakan merupakan cara berpikir yang diadopsi peneliti tentang bagaimana desain riset dibuat dan bagaimana penelitian akan dilakukan. Dalam riset sosial, pendekatan penelitian meliputi tiga jenis, yaitu kualitatif, kuantitaif, dan campuran atau gabungan yang juga dikenal dengan istilah mix method.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah.41

3. Tehnik Pengumpulan Data

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan. Dalam teknik pengumpulan data peneliti menggunakan beberapa cara:

a) Observasi

40Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan(Bandung:PT Remaja Rosdakarya Offset, 2011), hlm 77-78.

41Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm, 13.

(41)

Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Secara langsung adalah terjun ke lapangan terlibat seluruh panca indra. Secara tidak langsung adalah pengamatan yang dibantu melalui mediavisual/audiovisual.

Namun dalam penelitian kualitatif berfungsi sebagai alat bantu karena yang sesungguhnya observasi adalah pengamatan langsung pada

“natural setting” bukan setting natural yang sudah direkayasa. Dengan demikian pengertian observasi penelitian kualitatif adalah pengamatan langsung terhadap obyek untuk mengetahui keberadaan objek, situasi, konteks dan maknanya dalam upaya mengumpulan data penelitian.42

Teknik observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan mencatat data secara sistematik terhadap masalah yang terlihat pada pegadaian UPC Rumak.

Terdapat dua jenis observasi yakni:43

5) Observasi Partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi.

42Djam‟an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian, ((Bandung: Alfabeta, 2014), h. 105.

43Http//akbar-iskandar.blogspot.com/2011/05/jenis-observasi-partisipannon.04 html?m=1, diaksestanggal 5 febuari 2019, pukul 11.34.

(42)

6) Observasi Non Partisipan adalah dimana observer tidak ikut di dalam kehidupan orang yang akan diobservasi, dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat.

Peneliti menggunakan jenis observasi non partisipan dimana, dalam hal ini peneliti meninjau atau mendatangi secara langsung lokasi penelitian untuk melihat secara langsung kondisi dan keadaan pegadaian UPC Rumak tanpa mengambil bagian secara langsung dalam situasi kehidupan yang diobservasi, tetapi dapat dikatakan sebagai penonton, tidak sebagai pemain44.Dimana observasi pertama, peneliti menemukan bahwa pegadaian tersebut menerapkan produk syariah

b) Interview/Wawancara

Interview/wawancara adalah sebuah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai.45

Dalam penelitian wawancara ini, peneliti melakukan wawancara dengan 3 informan yakni pegawai pada pegadaian UPC Rumak tersebut. Dimana wawancara pada penelitian ini bersifat terstruktur dimana peneliti terlebih dahulu membuat pertayaan yang akan diajukan saat wawancara untuk mendapatkan Informasi bagaimana

44Http://soerya-yudhiswara.blogspot.com,diakses tanggal26januari 2019, pukul 12.50.

45 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan kebijakanpublik sekitar ilmu- ilmu Sosial Lainnya, ( Jakarta: Kencana, 2005), hlm. 136.

(43)

strategipromosi, serta alasan pegadaian Upc Rumak menggunakan produk syariah yakni Arrum Haji.

Peneliti menemukan bahwa alasan pegadaian konvensional menerapkan produk syariah yakni Arrum Haji adalah sebagai pembantu pegadaian syariah dalam mencari nasabah produk tersebut dikarenakkan pegadaian syariah masih sangat kurang di Lombok ini dan, pegadaian syariah dan konvensional sama-sama berasal dari satu induk walaupun cara kerja yang berbeda namun pada produk arrum haji, pegadaian syariahlah yang mengatur kegiatannya sementara pegadaiaan konvensional hanya sebagai pembantu mencari nasabah46. c) Dokumentasi

Dokumentasi, dari asal katanya dokumen yang berasal dari bahasa latin yaitu docere, yang berarti mengajar. Secara bebas dapat diterjemahkan bahwa dokumen merupakan rekaman kejadian masa lalu yang ditulis atau dicetak, dapat berupa catatan anecdotal, surat, buku harian, dan dokumen-dokumen.47Dokumentasi sering dicontohkan dengan foto-foto baik dalam acara tertentu maupum dalam penelitian.48

Dokumentasi yang dikumpulkan peneliti saat wawancara berlangsung berupa informasi tertulis yang berisikan jawaban dari

46Tri Sutarto, Wawancara, Rumak, 11 januari 2019.

47Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Alfabeta, 2014), hlm. 147.

48 http//www.konsistensi.com/2013/04/pengumpulan-data-penelitian-dengan.html,diakses tanggal 12 januari 2019, pukul 22.38.

(44)

pertanyaan yang dilontarkan peneliti, foto, serta rekaman suara yang berisi keterangan dan penjelasan yang menjawab pertayaaan peneliti saat wawancara berlangsung.

4. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

Data dibagi menjadi dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data kualitatif untuk memperoleh informasi mengenai jawaban atas pertanyaan peneliti.

1. Data Kualitatif

Jenis data ini kebanyakan digunakan pada penelitian kualitatif, penelitian deskriptif, penelitian historis dan penelitian pilosofi. Data kualitatif diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian-uraian, bahkan dapat berupa cerita pendek. Pada beberapa data tertentu, dapat menunjukkan perbedaan dalam bentuk jenjang atau tingkatan, walaupun tidak jelas batas-batasnya.49

2. Data Kuantitatif

Data ini lebih mudah dimengerti bila dibandingkan dengan data kualitatif. Data kuantitatif biasanya disimpulkan dengan angka- angka, data seperti ini biasanya hasil transpormasi dari data kualitatif

49Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi, (Jakarta: Penandamedia Group, 2013), h.124.

(45)

yang memiliki perbedaan berjenjang. Namun ada juga data kuantitatif murni yang sudah keadaannya dalam bentuk kuantitatif50. b. Sumber Data

Sumber data penelitian dibedakan menjadi dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data yanag digunakan pada penelitian ini adalah keduanya, dimana data primer didapatkan melalui wawancara secara langsung kepada informan, sedangkan data sekunder peneliti dapatkan dari referensi-referensi seperti buku, jurnal dan media lainnya.

1) Data Primer

Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsug dari sumber asli (tidak melalui media perantara).Data primer data berupa opini subyek (orang), secara individual atau kelompok, dan hasil pengujian.51

Sumber data primer yang didapati peneliti berasal dari hasil wawancara yang peneiti lakukan kepada pegawai pegadaian UPC Rumak. Dimana dari hasil wawancara tersebut peneliti menemukan jawaban dari permasalahan yang diteliti oleh peneliti.

50Ibid ., hlm. 126.

51Ibid., hlm, 128.

(46)

2) Data sekunder

Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain, bukan peneliti itu sendiri. Data ini biasanya diperoleh secara tidak langsung atau melalui pihak perantara.52 Adapun data sekunder yang dikumpulkan peneliti berasal dari buku, jurnal maupun informasi lainnya.

5. Tehnik Analisis Data

Tehnik analisis data adalah suatu fase penelitisan kualitatif yang sanagt penting karena melalui analisis data inilah dapat memperoleh wujud dari penelitian yang diakukannya. Analisis adalah suatu bagian untuk mengurai menjadi bagian-bagian, sehuingga sususnan suatu yang diurai itu tampak jelas dan karenanya bisa secara lebih terang ditangkap maknanya atau lebih jernih dimengerti.53

Dalam menganalisis data tersebut peneliti menggunakan analisis deskriftif yaitu dengan mengamarkan data dan menginterprestasikan data dan temuan-temuan yang diperoleh dilapangan beserta fakta-fakta yang ada.

52Indriano,N dan B Supomo, Metodologi Penelian Akuntansi dan Manajemen Kertas Kerja( Malang: Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, 1998), hlm. 146-147.

53 Cholid Narbuko dan H. Abu Achmad, Metodologi Penelitian, ( Jakarta: PT Bumi Aksara,2015), h. 83

(47)

6. Validasi Data

Untuk meningkatkan keabsahan data, dalam penelitian ini diperlukan pemeriksaan. Dimana, dalam hal ini peneliti menggunakan beberapa tehnik pemeriksaan diantaranya trigulasi dan teman sejawat a. Triangulasi

Triangulasi dapat diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu, berikut jenis-jenis triangulasi.

1) Triangulasi sumber, untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

2) Triangulasi teknik, untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

3) Triangulasi waktu, juga sering mempengaruhi kreadibilitas data.

Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar belum banyak masalah, akan memberikan data yang masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.54

54Sugiyono, Meetode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Alfabert, 2013), hlm. 369-371.

(48)

b. Pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi

Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Teknik ini mengandung beberapa maksud sebagai salah satu teknik pemeriksaan keabsahan data. Pertama, untuk membuat agar peneliti tetap mempertahankan sikap terbuka dan kejujuran. Kedua, diskusi dengan sejawat ini memberikan suatu kesempatan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menguji hipotesis kerja yang muncul dari pemikiran peneliti.

c. Kecukupan Bahan Refrensi

Bahan refrensi di sini maksudnya adalah adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Data tentang interaksi manusia, atau gambaran suatu keadaan perlu didukung oleh foto-foto. Alat-alat bantu perekam data dalam penelitian kualitatif, seperti camera, handycam, alat rekam suara sangat diperlukan untuk mendukung kredibilitas data yang telah ditemukan oleh peneliti.55

Dalam penelitian ini dari hasil yang didapat berupa hasil observasi, wawancara maupun data yang diperoleh dengan cara

55 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, ( Bandung: Pusat Bahasa Depdiknas )hlm. 476.

(49)

lainnya, dibandingkan tingkat kesesuainnya dengan tingkat refrensi yang telah ada, dalam hal ini yang berhubungan dengan strategi dan hambatan yang dilakukan pada proses produk arrum haji di pegadaian.

7. Sistematika Pembahasan

Untuk lebih terarah dan memudahkan dalam penulisan, penulis membuat sistematika dengan membuat-buat pokok permasalahan dalam beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut:

BAB I mengungkapkan konteks penelitian atau latar belakang masalah, dalam hal ini peneliti menggambarkan latar belakang beroperasinya produk arrum haji sebelum terciptanya produk tersebut dan alasan produk tersebut menggantikan produk dana talangan haji yang telah diberhentikan pengoperasiannya diseluruh lembaga keuangan karna pertetangan dari MUI serta undang-undang yang mengaturnya dan termaksud juga diantaranya rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian terhadap penelitian ini, telaah pustaka dan kerangka teori yang menjadi acuan dari penelitianlapangan. Kemudian bab ini berisikan juga sekumpulan tehnik atau metode dalam melakukan penelitian dan metode yang digunakan disini adalah metode deskriptif dengan tehnik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Termaksud di dalamnya juga da pendekatan penelitian , sumber dan jenis data dan tehnik analisis data.

(50)

BAB II berisikan paparan dan teuan hasil dilapangan, dibagian ini diungkapkan seluruh data ban temuan penelitian dan gambaran umum lokasi penelitian itu sendiri dan data yang terdapat di lapangan.

BAB III berisikan tentang analisa terhadap strategi promosi yang digunakan untuk menarik minat nasabah pada pegdaian UPC Rumak, Lombok Barat dalam mempromosikan produk mereka untuk menarik minat nasabah.

BAB VI penutup, bab ini berisikan kesimpulan dan saran.

Kesimpulan beriskan ringkasan dari seluruh materi kajian, sedangkan saran merupakan kontribusi/rekumendasi pemikiran peneliti terdapat penelitian yang dikaji.

(51)

40 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Pegadaian UPC Rumak

1. Sejarah Berdirinya

Seiring dengan perkembangan zaman, lembaga-lembaga ekonomi terlihat semakin marak. Hal ini terlihat dengan adanya bank, koperasi, maupun lembaga ekonomi lainnya di setisp kabupaten maupun di setiap kecamatan. Dengan melihat kehidupan sosial masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kegiatan ekonomi. Sehingga pada tahun 2012 dibentuklah Unit Pegadaian Cabang (UPC) Rumak ini, dengan harapan dapat membantu kegiatan ekonomi masyarakat dengan mudah dan cepat.

UPC Rumak ini secara resmi dibuka pada tanggal 6 febuari 2012 oleh pemerintah abupaten Lombok Barat. UPC Rumak berada dibawah naungan kanwil VII perum pegadaian denpasar sebagaimana cabang- cabang perum pegadaian lainnya yang ada di NTB.56

UPC Rumak ini merupakan unit pelayanan cabang dari Pegadaian Cabang (PC) Gerung. Dimana kantor utamanya ada di Gerung. Selain UPC Rumak, adapula UPC Kediri, UPC Kuripan, UPC Lembar, UPC Bengkel, dan UPC Kumbung yang berada satu naungan dengan UPC Rumak.57

56 Tri Soetarto, Wawancara, Rumak, 20 mei 2019.

57 Tri Soetarto, Wawancara, Rumak, 20 mei 2019.

(52)

2. Letal Geografis

Unit pegadaian cabang Rumak ini terletak di Jalan. Tgh. Abdul Karim No. 2011, Rumak, Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Unit pegadaian cabang ini berada di tempat yang strategis , yaitu berada di daerah keramaian.

Adapun batas-batasnya:

Sebelah Utara : toko bangunan Sebelah Selatan: toko bangunan

Sebelah Timur : pembuatan etalase dan salon Sebelah Barat : toko bangunan

3. Visi dan Misi Pegadaian

Visi Pegadaian adalah sebagai solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi market leader dan mikro berbasis fidusia selalu menjadi yang terbaik untuk masyarakat menengah kebawah.

Sedangkan misi pegadaian UPC Rumak adalah sebagai berikut:

a) Memberikan pembiayaan yang tercepat, termudah, aman dan selalu memberikan pembinaan terhadap usaha golongan menengah kebawah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

b) Memastikan pemerataan pelayanan dan infrastruktur yang memberikan kemudahan dan kenyamanan di seluruh Pegadaian dalam mempersiapkan diri menjadi pemain regional dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

(53)

c) Membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah dan melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya perusahaan.58

4. Struktur Organisasi Pegadaian UPC Rumak

Sebagaimana suatu lembaga atau organisasi, maka struktur lembaga atau organisasi tersebut harus ada sebagai pedoman atau gambaran dari koordinasi dan terorganisasikannya pembagia tugas dan wewenang dalam lembaga tersebut. begitu pula dengan Pegadaian UPC Rumak, dimana struktur mutlak dibutuhkan untuk mengaktifkan dan mengefesiensikan kinerja serta pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dan mempermudah proses pengoperasian.

58 Observasi, Rumak, 27 juli 2019.

(54)

Berikut Skema struktur organisasinya:

Adapun tugas dari masing- masing bagian yang tercantum dalam struktur diatas yakni:

a) Pimpinan cabang

Bertugas mengelola operasional dengan menyalurkan pinjaman uang secara hokum gadai dan melaksanakan usaha-usaha lainnya serta mewakili kepala perusahaan dalam hubungan dengan pihak lain atau masyarakat.

Pimpinan Cabang (I Made Alit)

Penaksir

(Stefly Malkias Mooy)

Kasir (Tri Soetarto) Pengelola Agunan

(Stefly Malkias Mooy)

Scurity

Ahmad Yani

(55)

b) Pengelola

Bertugas mempunyai fungsi untuk mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan operasional, mengawasi administrasi, keuangan, keamanan, ketertiban, serta membuat laporan kegiatan.

c) Penaksir

Bagian ini bertugas untuk menaksir barang jaminan, untuk menentukan mutu dan nilai barang sesuai dengan ketentuan yang berlakuda;am rangka menentukan penetapan uang pinjaman, serta mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi administrasi dan keuangan.

d) Kasir

Bagian ini bertugas melakukan penerimaan, penyimpanan, dan pembayaran serta pembelian sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk pelaksanaan operasi kantor.

e) Security

Bertugas untuk mengamankan pegadaian agar tertib dan sesuai dengan peraturan selama proses transaksi berlangsung, mengamankan keadaan pegadaian dari hal-hal yang dapat membahayakan, serta membantu nasabah atas rujukannya.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui diantara variabel-variabel promosi, yang terdiri dari biaya periklanan, promosi penjualan, personal selling dan publisitas manakah yang berpengaruh dominan

Dengan demikian bauran promosi yang terdiri dari periklanan, personal selling, publisitas, dan promosi penjualan secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap

Hasil uji F diperoleh bahwa biaya periklanan, promosi penjualan, personal selling dan publisitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan,

Hasil analisis dengan uji F diperoleh bahwa periklanan, promosi penjualan, personal selling dan publisitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan,

Dengan demikian bauran promosi yang terdiri dari periklanan, personal selling, publisitas, dan promosi penjualan secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi bauran promosi berdasarkan variabel iklan, promosi penjualan, publisitas, penjualan personal dan pemasaran

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bauran promosi meliputi periklanan advertising, promosi penjualan sales promotion, penjualan pribadi personal selling, publisitas, dan pemasaran

12 Berdasarkan data observasi awal di atas didapatkan bahwa strategi promosi berupa Periklanan Advertising, Penjualan Perseorangan Personal Selling, dan Promosi Penjualan Sales