• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR KEPRIBADIAN SIGMUND FREUD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STRUKTUR KEPRIBADIAN SIGMUND FREUD"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

S T R U K T U R K E P R I B A D I A N

S I G M U N D F R E U D

(2)

2 TEAM MOTIVATION

Click here to add the text, the text is the extraction of your thought, please try to explain the point of view as succinctly as possible.

Tokoh pendiri Psikoanalis atau disebut aliran Psikologi Dalam (depth psychology) ini secara skematis menggambarkan jiwa sebagai sebuah gunung es. Bagian yang muncul dipermukaan air adalah bagian yang terkecil, yaitu puncak dari gunung es itu. Yang dalam hal kejiwaan adalah bagian kesadaran(consciousness). Agak di bawah permukaan air adalah bagian yang disebutnya prakesadaran (subconsciousness atau preconsciousness). Isi dari prakesadaran ini adalah hal-hal yang sewaktu-waktu dapat muncul kekesadaran. Bagian terbesar dari gunung es itu berada dibawah permukaan air sama sekali dan hal jiwa merupakan alam

ketidaksadaran (unconsciousness). Ketidaksadaran ini berisi dorongan-dorongan yang ingin muncul ke permukaan atau ke kesadaran. Dorongan-dorongan ini mendesak terus ke atas, sedangkan tempat di atas sangat terbatas sekali. Tinggalah “ego” (aku) yang memangmenjadi pusat dari kesadaran yang harus mengatur dorongan-dorongan mana yang harus tetap tinggal di ketidaksadaran. Sebagian besar dari dorongan-dorongan yang berasal dari ketidaksadaran itu harus tetap tinggal di ketidaksadaran, tetapi mereka ini tidak tinggal diam, melainkan mendesak terus dan kalau “ego” tidak cukup kuat menahan desakan ini akan terjadilah kelainan-kelainan kejiwaan seperti psikoneurose atau psikose.

Struktur Kepribadian

(3)

2 Alam bawah sadar

Alam bawah sadar, ini memuat semua elemen yang tidak

disadari, tetapi bisa muncul dalam kesadaran dengan cepat.

Isi alam bawah sadar ini

datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar.

Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu

singkat, akan segera masuk kedalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian beralih kepemikiran lain.

3 Alam Sadar

Elemen-elemen yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang dapat kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui agar dapat masuk kedalam alam sadar. Pintu pertama adalah melalui sistem kesadaran perseptual, yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar. Dengan kata lain, hal- hal yang kita rasakan melalui indera dan tidak sanggup mengancam, masuk ke dalam alam sadar.

1 Alam tidak sadar

Alam tidak sadar menjadi tempat segala dorongan,

desakan, maupun insting yang tak disadari tetapi ternyata

mendorong perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita yang nyata, sering kali kita menyadari proses mental yang ada dibalik perilaku tersebut.

Tiga elemen dasar dalam pembentukan mental

(4)

2 Sebagai teknik analisa kepribadian

3 Sebagai metode terapi (penyembuhan) 1

Sebagai teori kepribadian

Teori psikoanalisa dari Freud dapat berfungsi

sebagai tiga macam teori

(5)

2 SUPEREGO

Superego mewakili aspek-aspek moral dan ideal dari kepribadian serta dikendalikan oleh prinsip- prinsip moralitas dan idealis.

Dorongan dorongan seksual dan agresif melalui prosesrepresi.

Superego memang tidak bisa

memproduksi represi sendri namun superego dapat memperintahkan ep untuk melakukan hal tersebut, superego mengawasi ego dengan ketat sertamenilai tindakan tersebut dan nilai tersebut dari ego

3 EGO

Ego adalah satu-satunya yang memiliki kontak dengan realita. Ego

merupakan sebuah jembatan atau penengah antara id dan superego. Ego menjadi sumber seseorang

berkomunikasi dengan dunia luar. Ego dikendalikan oleh prinsip kenyataan.

1 ID

Id memiliki prinsip untuk memperoleh kesenangan, sehingga id biasa disebut prinsip kesenangan. Bayi baru lahir merupakan perwujudan dari id

yang bebas dari hambatan ego maupun superego.

Psikoanalisa mengatakan jiwa terdiri dari tiga

sistem

(6)

Sembilan mekanisme pertahanan diri yang dikemukakan oleh Freud

1. Represi adalah suatu hal yang pernah dialami dan menimbulkan ancaman bagi ego atau ketidak nyamanan ketika sedang mengalami sesutu hal yang tidak

sesuai dengan keinginanindividu.

2. Pembentukan Reaksi , seseorang bereaksi justru sebaliknya dari yang

dikehendendakinya demi tidak melanggar dari superego. Misalnya seorang ibu membenci anaknya, karenaanak ini hampir merenggut jiwanya saat proses

persalinan, tetapi superego tidak membenarkan perbuatan itu. Karena itu, ibu

bertindak sebaliknya, yaitu dengan menyayangi sang anak secara berlebih-

lebihan.

(7)

3. Proyeksi , karena superego seseorang melarang ia mempunyai suatu perasaan atau sikap tertentu terhadap orang lain, maka ia berbuat seolah-olah orang lain, itulah yangmempunyai sikap atau perasaan tertentu terhadap dirinya.

4. Penempatan yang keliru , kalau seseorang tidak dapat melampiaskan

perasaan tertentuterhadap orang, maka ia akan melampiaskannya kepada pihak ke tiga.

5. Rasionalisasi , dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh superego namundicarikan penalaran sedimikian rapat. Sehingga seolah- olah

dapat dibenarkan.

(8)

6. Supresi berbeda dengan represi , maka hal yang ditekankan dalam supresi adalah hal-hal yang datang dari ketidaksadaran sendri dan belum pernah

muncul dalam kesadaran.

7. Sublimasi adalah dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh superego tetapidilakukan juga dalam bentuk yang lebih sesuai dengan

tuntutan masyarakat.

8. Kompensasi usaha untuk menutupi kelemahan disalah satu bidang atau organ dengan membuat prestasi yang tinggi diorgan lain atau bidang lain. Dengan demikian, maka egoterhindar dari ejekan atau rasa rendah diri.

9. Regresi untuk menghindari kegagalan-kegagalan atau ancaman terhadap

ego, individu mundur kembali ketaraf yang lebih rendah, misalnya ia menjadi

kekanak-kanakan.

(9)

2 Fase Anal

pada usia kira kira 2 tahun, daerah kepuasan seksual anak berpindah ke anus dan anak mendapat kepuasan dengan

menikmati duduk dipispot sampai lama

3 Fase Phalic

terdapat pada anak usia 6-7 tahun, dimana anak

memiliki kenikmatan

seksnya pada alat kelamin, namun berbeda dengan ora ng dewasa yang tujuan pen gembangan keturunan.

4 Fase Latent

di mulai pada usia 7-8 tahun sampai ia menginjak awal masa remaja, seolah- olah tidak ada aktivitas seksual. Oleh karena itu, masa ini disebut masa latent(tersembunyi).

5 Fase Genital

di mulai pada saat masa remaja, segala kepuasan seks terutama berpusat padaalat-alat kelamin.

1 Fase Oral

pada fase ini kepuasan seksual terutama terdapat disekitar mulut.

Perbuatan bayi menyusu pada ibunya atau

memasukan benda-benda kedalam mulutnya.

Tahap Perkembangan

(10)

THANKS

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan bahwa di dalam Superego Totto- chan menjadi lebih mudah untuk mendapatkan kepercayaan dari Kepala Sekolah Kobayashi, bahwa apa yang dilakukan

Permasalahan lain datang dari beragamnya informasi yang muncul dilapangan banyak ditemukan perbedaan dalam hal penyampaian informasi yang didapat oleh mahasiswa

Kesadaran akan poin-poin Pancasila dapat dilaksanakan oleh seluruh aspek masyarakat, dalam hal ini pemuda sebagai calon penerus bangsa haruslah memiliki pemahaman dengan baik

Pada kutipan dialog yang dipaparkan diatas pada saat di peternakan Zhōu línlín awalnya tidak tahu jika Fāng yǔ kě takut kepada bulu.. FREUD Apabila Fāng yǔ kě tidak

Unsur-unsur pembangun cerita tersebut merupakan unsur yang paling dibutuhkan untuk mendukung penelitian terkait struktur kepribadian dan mekanisme pertahanan ego tokoh

Secara praktis, penelitian ini dapat bermanfaat (a) bagi peneliti sesudahnya, untuk dapat dijadikan referensi dalam penyusunan skripsi, khususnya yang berkaitan dengan jiwa dan

Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) -112/PMK.03/2022 mengenaiNPWP Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib PajakInstansi Pemerintah yang merupakan pelaksanaan amanat Undang-UndangHarmonisasi Peraturan Perpajakan yang mengatur bahwa Nomor Pokok WajibPajak (NPWP) orang pribadi yang merupakan penduduk Indonesia menggunakanNomor Induk Kependudukan (NIK).Menggunakan metode Pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Cawang mengenai PMK –112. PkM dilakukan oleh beberapa dosen dari prodi manajemen pajak dengan menggandeng Kantor Kecamatan Cawang sebagai mitra Universitas dan Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Jakarta Timur dan juga menggunakan kuisioner.Pengisian kuisioner oleh 60 responden, sebagian besar responden berjenis kelamin wanita danmemiliki usia 41 hingga 50 tahun, dengan penghasilan dibawah Rp 5.000.000,-dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dan mayoritas pernah mengikuti penyuluhan/sosialisasi perpajakan. Untuk pemahaman peraturan perpajakan terutama PMK -112 terlihat banyak peserta yang masih banyak yang belum paham mengenai peraturan perpajakan.tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam hal melakukan kewajibannya dalam pelaporan terhadap surat pemberitahuan (SPT) Tahunan yang dimiliki berada pada tingkat yang masih rendah, sehingga perlu adanya sosialisasi yang lebih intens lagi baik yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak maupun pihak

Narasi keegosentrisan tersebut muncul serta direpresentasikan dalam beberapa hal dalam setiap judul, di antaranya seperti 1 narasi keegosentrisan akibat dorongan id dalam diri individu