• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Sensitif Rasa Sakit di Kepala

N/A
N/A
Sophia Laurent

Academic year: 2024

Membagikan "Struktur Sensitif Rasa Sakit di Kepala"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

TUTORIAL B7

BMS1-Pc1

(2)

Pain sensitive structure di kepala

Sabina

(3)

A. Intracranial - Sinus Venosus

- Arteri Meningen anterior dan middle - Dural arteries and parts of dura

- Saraf Trigeminus (V), Glossopharyngeal (IX), dan Vagus (X)

- Bagian proksimal A.Carotid Interna dan percabangannya yang disekitar circle of Willis

- Gray matter periaqueductal batang otak - Nukleus sensori di thalamus

A. Extracranial

- Periosteum pada tulang tengkorang - Kulit, otot, fascia

- Arteries of skull - Otot leher

- Cervical Nerve 2 dan 3

- Mata, Telinga, Gigi, Sinus Paranasal

- Orofaring dan Membran mukosa di rongga hidung

(4)

Sinus Venosus Arteri Meningen Media

Gray matter preaqueductal

A. carotid interna & circle of willis Sensory Nuclei in thalamus

(5)

Periosteum

Otot kepala dan leher

Cervical nerve 2,3

Arteries of skull

Sinus Paranasal

Mukosa Hidung

(6)
(7)

The dura mater is composed of two layers: the periosteal/endosteal layer and the meningeal layer.

Ga usah ditulis ya

The dura mater receives vascular supply from the following branches:

Internal carotid artery

Maxillary artery

Ascending pharyngeal artery

Occipital artery

Vertebral artery

Periosteum adalah selubung jaringan ikat fibrosa yang menutupi permukaan tulang.

Struktur otak, termasuk korteks somatosensori primer, korteks somatosensori sekunder, korteks cingulate anterior (ACC), korteks prefrontal (PFC), korteks insular, amigdala, talamus, serebelum, dan PAG, telah diidentifikasi sebagai daerah yang terkait dengan persepsi nyeri. 15,16,17,18]. Area tegmental ventral (VTA) dan NAc, struktur yang terdiri dari sirkuit hadiah mesolimbik, terlibat dalam nyeri kronis.

Wilayah prefrontal dan sistem limbik (ACC, amigdala, VTA, dan NAc) berhubungan dengan aspek afektif nyeri dan mengatur respon emosional dan motivasi [16,17,25].

Daerah otak ini tidak diaktifkan secara terpisah; mereka terhubung secara fungsional dan berkontribusi secara gabungan untuk pemrosesan nyeri. Perubahan isyarat emosional dan motivasional dapat memengaruhi intensitas dan derajat pengalaman nyeri

(8)

Patofisiologi nyeri secara umum

Samuel

(9)

Kerusakan jaringan, karena : Mekanikal (benda tajam) Suhu

Chemical (inflamasi)

Aδ fibres: myelinated,inisiatif “sharp, fast” feeling C fibres: unmyelinated, delayed, “dull, burning” feeling

(10)

Referensi

https://www.slideshare.net/CatatanMedis/lecture-notes-9-patogenesis-nyeri-dan-gatal https://calgaryguide.ucalgary.ca/acute-somatic-pain/

(11)

Patofisiologi nyeri kepala

Jhon

(12)

Rangsangan nyeri diterima nosiseptor meningeal dan neuron trigeminal sentral

Pada inervasi sensoris pembuluh darah intrakranial mengandung:

CGRP (Calcitonin Gene Related Peptide)

Substance P Nitric oxide Bradikinin Serotonin

Transmisi dan Modulasi nyeri di Batang Otak

Periaquaductal grey matter Nucleus Raphe Magnus Formasio Reticularis

Ransangan dihantarkan menuju cornu dorsalis cervical

(13)

Thalamus (persepsi nyeri)

Hipothalamus

(respon perilaku emosional terhadap nyeri)

Korteks somatosensoris (mengetahui lokasi dan derajat

intensitas nyeri)

(14)

Referensi

http://eprints.undip.ac.id/56222/3/SyifaSabillaJatmiputri_22010113120106_Lap.KT I_Bab2.pdf

https://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/3457/neurologi-hasan.pdf

?sequence=1&isAllowed=y

(15)

Kondisi penyebab nyeri kepala (Secara ilmiah)

Dinda

(16)

Secara Ilmiahnya,no 6 gausah ditulis gapaham

(17)

Ni gosah

Sakit kepala disebabkan oleh aktifnya saraf nyeri di kepala, baik akibat gangguan di kepala maupun akibat penyakit atau kondisi tertentu. Aktifnya saraf nyeri ini bisa dipicu oleh aktivitas zat kimia di otak, gangguan pada otot di kepala dan leher, atau gangguan pada pembuluh darah di kepala.

Beberapa perilaku yang dapat memicu timbulnya sakit kepala adalah:

Konsumsi minuman beralkohol

Konsumsi minuman berkafein secara berlebihan

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang atau mengenakan helm yang sempit

Perubahan pola tidur atau kurang tidur

Postur leher yang buruk, misalnya akibat terlalu banyak menunduk melihat ponsel

Kebiasaan makan terlambat atau tidak teratur

Kebiasaan merokok

Olahraga berlebihan, terutama yang dilakukan di dataran tinggi atau ketika cuaca sedang panas

(18)

Ni gosah semua

Sementara itu, kondisi-kondisi yang dapat mengakibatkan keluhan sakit kepala di antaranya:

1. Penyakit di otak, seperti:

Stroke

Tumor otak

Radang otak

Perdarahan subarachnoid

Meningitis

Hidrosefalus

Peradangan atau kelainan bentuk pembuluh darah otak 2. Penyakit di area wajah, antara lain

Sinusitis

Infeksi telinga

Penyakit trigeminal neuralgia

Sakit gigi

Flu

Gangguan penglihatan, seperti rabun jauh, glaukoma, dan astigmatisme

(19)

Ni gosah semua

3. Penyakit di jantung, misalnya penyakit jantung koroner.

4. Gangguan mental, meliputi:

Gangguan panik

Serangan panik

Gangguan cemas

Gangguan tidur

Depresi

Selain penyakit di atas, ada juga kondisi lain yang dapat menyebabkan atau memicu sakit kepala, seperti:

Stres

Dehidrasi

Hipertensi

Berat badan berlebih

Keracunan zat kimia

Cedera kepala

Konsumsi pil KB

Menstruasi

(20)
(21)

Anamnesis nyeri kepala

Anas

(22)

Anamnesis Bds. OLDCARTS

Sudah berapa lama sakit kepala?

Sakitnya tiba-tiba atau sedikit demi sedikit?

O/D

Sakitnya di bagian kepala mana? Seluruh kepala, satu sisi aja, atau gimana? → Suruh pasiennya nunjuk area yang sakit

L

Bisa deskripsikan sakitnya seperti apa? Eg:

nyut-nyutan, kek dipukul, kek ditekan benda berat, kek ditusuk, etc

C

Adakah hal-hal yang memperberat rasa sakitnya?

Eg: konsumsi kafein, stres, abis batuk/bersin, pindah posisi dari berdiri → baring vice versa, makanan tertentu, konsumsi alkohol, pola tidur, penggunaan gadget

A

Adakah hal-hal yang meringankan rasa sakitnya? Eg:

abis istirahat/tidur, perubahan posisi tubuh, abis minum air, abis stop liat gadget

R

(23)

Anamnesis Bds. OLDCARTS

Dalam satu hari, sakitnya terus menerus atau ada berhentinya?

Dalam satu hari, biasanya berapa lama sakitnya?

Boleh deskripsikan dalam menit/jam

Paling sakit pas pagi, siang, sore, atau malam?

T

Dari skala 1 – 10, deskripsiin seberapa rasa sakit kepalanya

S

Riwayat trauma kepala

Riwayat penggunaan obat

Masa Lalu Anjay

(24)

Anamnesis Bds. Key Symptoms Kalo Lupa OLDCARTS

Mual muntah → tanda kenaikan tekanan intrakranial

Gangguan penglihatan → migraine aura / ada lesi / ada yang nekan dalam kepala

Fotofobia → migraine / pendarahan dalam kepala

Kaku leher → meningitis / masalah muskuloskeletal

Demam → infeksi

Ruam kulit → sepsis akibat mikroba

Penurunan BB → malignansi

Gangguan tidur

Gangguan sensorik/motorik

(25)

Faktor pencetus nyeri kepala

Jessi

(26)

Nyeri Kepala Primer

● Stress

● Menstruasi

● Kurang/kelebihan tidur

● Mengonsumsi obat-obatan

● Berhenti mengonsumsi kopi

● Cahaya terang

● Alkohol

● Aktivitas berat yang berlebihan

(27)

Nyeri Kepala Sekuder

● Hipertensi

● Infeksi sinus

● Trauma/cedera

● Masalah pada pembuluh darah: iskemik, ruptur, dll

● Flu

● Demam

(28)

Primer

(29)

Klasifikasi nyeri kepala menurut ICHSD 3

Meimei

(30)
(31)

Skala Nyeri

Alifa

(32)

Visual Analog Scale (VAS)

Pasien memberi tanda di antara titik awal dan titik akhir.

Jika menggunakan penggaris, pasien memposisikan penggeser sesuai dengan nyeri yg dirasakannya.

NCBI: Pain Assessment https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3454549/pdf/586_2005_Article_1044.pdf

(33)

Verbal Rating Scale (VRS)

Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan intensitas nyeri.

Pasien menandai kata sifat sesuai dengan nyeri yg dirasakannya.

NCBI: Pain Assessment https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3454549/pdf/586_2005_Article_1044.pdf

(34)

Numeric Rating Scale (NRS)

Pasien melingkari angka sesuai dengan intensitas nyeri yg dirasakannya.

Bisa diaplikasikan secara verbal.

Hanya untuk evaluasi nyeri yg dialami kurang dari 24 jam atau intensitas nyeri rata-rata.

PainScale: Numeric Rating Scale https://www.painscale.com/article/numeric-rating-scale-nrs

(35)

N R S

M

I

G

R

A

I

N

(36)

Wong-Baker Faces Pain Rating Scale

Self-assessment tool → Pasien harus sadar dan memahami scale dengan baik.

Pasien memilih sesuai dengan nyeri yang dirasakannya.

Hanya untuk nyeri, tidak bisa diaplikasikan untuk mengukur status mental atau emosi.

Wong-Baker FACES Foundation: https://wongbakerfaces.org/

(37)

Klasifikasi migrain menurut ICSD 3

Meimei

(38)
(39)

Patofisiologi migrain

(40)

FASE MIGRAIN

Migrain triggers → activate hypothalamus (fungsi

feeding, sleep-wake cycle, thrist, dll.) → gejala (fatigue, mual muntah, food craving)

PRODROMAL

Cortical Spreading Depression (CSD): eksitasi aktivitas otak yang dilanjutkan dengan inhibisi aktivitas otak. Kerja secara lambat di korteks oksipital (penglihatan) → timbul AURA

→ juga activate & sensitisasi TRigeminovascular System

AURA

(41)
(42)

FASE MIGRAIN

- Allodynia → stimulus yg biasanya normal akan terasa sakit (misal disentuh dikit tapi kesakitan)

ICTAL/HEADACHE

(43)

- Mirip fase prodromal gejalanya - Patofiso belum jelas

POSTDROMAL

- Fase diantara serangan migrain

- Dikatakan bahwa ada hal2 yg masih teraktivasi padahal serangan udh selesai, one of them is hypersensitivitas lobus tepiral & pain processing network

INTERINCTAL

(44)

INTINYA DARI YG KUPAHAMI

- Fase aura itu ada kalau migrain with aura aja, kalo ga yaudah CSD nya cuma aktivasi & sensitisasi TRigeminovascular system aja

- Neuropeptide peran banyak, terutama si CGRP - Liat video disini cukup membantu

https://www.scienceofmigraine.com/pathophysiology/phases-of-migraine

(45)

Kriteria diagnosis migrain

Anas

(46)

Kriteria Diagnosis Migraine bds. ICHD-3

● Setidaknya ada 5 serangan

● Durasi serangannta sekitar 4 – 72 jam

(at least terpenuhi 2 dari 4 kriteria ini) Karakteristik nyeri: unilateral, berdenyut, intensitas sedang–berat, makin parah karena aktivitas

fisik/nyebabin si px menghindari aktivitas fisik

(at least terpenuhi 1 dari kriteria ini) Mual &/ muntah, fotofobia &/ fonofobia

(47)
(48)

Kalo Ditanya Dokternya “kok kek dari alomedika?”

(49)

Tatalaksana migrain

Grace

(50)

https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2018/0215/p243.html

for moderate-severe migraine for mild-moderate migraine

(51)

Tatalaksana Preventif

→ bertujuan untuk mengurangi frekuensi, durasi, dan keparahan dari serangan.

Tindakan preventif yang pertama adalah menghindari faktor presipitan dan melakukan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup untuk penderita migrain dapat disingkat sebagai SEEDS (sleep, exercise, eat, diary, stress).

(seeds nya ringkas aj)

1. Sleep: Kualitas tidur yang baik dapat dicapai dengan manajemen obstructive sleep apnea, mengoptimalkan sleep hygiene, dan melakukan restriksi tidur pada pasien dengan komorbid insomnia.

2. Exercise: olahraga seperti berjalan kaki, lari, atau bersepeda bisa dimulai perlahan-lahan dengan target 3-5 kali olahraga berdurasi 30-50 menit setiap minggunya

(52)

Tatalaksana Preventif

3. Eat: tidak ada diet khusus untuk migrain. Pasien disarankan untuk makan

makanan sehat secara rutin 3x sehari dan minum 7-8 gelas perhari dengan target mencapai berat badan optimal. Konsumsi kafein bisa dibatasi <200 mg/hari.

4. Diary: Diari berisikan frekuensi dan intensitas serangan, pemicu, penggunaan obat abortif, dan dampak migrain terhadap fungsi sehari-hari pasien. Pencatatan ini dapat membantu proses diagnosis dan penyesuaian terapi pasien dengan migrain.

5. Stress: stres dan kecemasan dapat memicu terjadinya migrain sehingga pasien dapat disarankan untuk melakukan cognitive behavioral therapy, terapi

mindfulness, biofeedback, dan teknik relaksasi.

https://jphv.ub.ac.id/index.php/jphv/article/download/241/40

(53)

https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/pence gahan-migrain

https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/penan ganan-migrain

(54)

SKDI migrain

Sabina

(55)

SNPPDI 2019

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini, maka dibuat penelitian tentang hubungan derajat cedera kepala dalam skala skor Glasgow Coma Scale (GCS) terhadap keluhan nyeri kepala pada pasien trauma kepala di

GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT, AKTIF, BUGAR &amp; PRODUKTIF Nyeri menurut International Association for Study of Pain (IASP), adalah merupakan pengalaman sensoris subyektif

1) Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian atau referensi mengenai cara penurunan nyeri kepala dengan metode masase kepala pada klien Hipertensi sebagai

Penelitian dan perancangan Program Pemilihan nyeri kepala dengan Fuzzy MADM menggunakan metode AHP ini, memberikan hasil bahwa program SPK dapat digunakan untuk

Migren atau nyeri kepala tipe tegang kronis dapat berkembang menjadi nyeri kepala kronis harian (NKKH) yang merupakan sindrom klinis yang didefinisikan sebagai

Yang lebih tidak umum, nyeri kepala mungkin dapat ditimbulkan dari struktur tulang atau jaringan lunak ddi sekitar leher, yang lebih dikenal dengan nyeri kepala

Migren atau nyeri kepala tipe tegang kronis dapat berkembang menjadi nyeri kepala kronis harian (NKKH) yang merupakan sindrom klinis yang didefinisikan sebagai

Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien selama HD mengalami nyeri kepala intensitas sedang, faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri kepala adalah lama HD, Quick of