• Tidak ada hasil yang ditemukan

studi kasus di pengadilan agama wilayah sumatera selatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "studi kasus di pengadilan agama wilayah sumatera selatan"

Copied!
160
0
0

Teks penuh

AGUNG RI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA MEDIASI DI PENGADILAN (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA WILAYAH SUMATERA SELATAN). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberlakuan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Pada Peradilan Agama Wilayah Sumatera Selatan.

Rumusan Masalah

Berdasarkan Tabel 2 di atas, perkara yang diterima Pengadilan Agama Tingkat I di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Palembang dalam kurun waktu lima tahun terakhir berjumlah 35.903 perkara, dan jumlah perkara tersebut setiap tahunnya mengalami peningkatan kecuali tahun 2014. Oleh karena itu, perkara yang Kajian ini penting dilakukan untuk melihat implementasi PERMA Nomor 1 Tahun 2016 tentang proses mediasi di pengadilan khususnya pada peradilan agama di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Palembang, sekaligus melihat efektivitas PERMA Nomor 1 Tahun 2016 setelah perpanjangan PERMA Nomor 1 Tahun 2008.

Tujuan Penelitian

Kajian Teori dan Kajian Pustaka

  • Kajian Teori
  • a. Teori Sistem Hukum dan Teori Penegakan Hukum
  • b. Teori Konflik dan Teori Integrasi Medisi di Pengadilan
  • Kajian Pustaka

Salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa (konflik) yang sedang dikembangkan di Indonesia dan diadopsi serta diintegrasikan ke dalam proses penyelesaian sengketa di pengadilan adalah mediasi. Penyelesaian perkara secara peradilan hanya dilakukan di pengadilan dan dilakukan oleh hakim yang sama yang akan mengadili perkara tersebut.

Metode Penelitian

Collin English Dioctinarray dan Thesaurus dengan jelas menyatakan bahwa mediasi adalah kegiatan menjembatani antara dua pihak yang bersengketa untuk mencapai kesepakatan (Agreement). Dengan demikian, dari berbagai definisi yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa mediasi adalah suatu proses mencapai kesepakatan antara para pihak yang bersengketa, dengan melibatkan pihak ketiga yang kewenangannya saja yang menjadi pedoman tercapainya kesepakatan.

Pelembagaan Mediasi di Indonesia

Pengaturan Mediasi di Indonesia

Dan sejak tanggal 3 Februari 2016, terjadi perubahan kembali dengan diterbitkannya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Konsiliasi Pengadilan. Mediasi di Indonesia pada awalnya diatur secara khusus melalui Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2008.

Model-Model Mediasi

Mediasi evaluatif adalah mediasi normatif yang didasarkan pada hak-hak hukum para pihak yang bersengketa. Dalam hal ini mediator dapat berperan dalam memberikan informasi, nasehat dan persuasi kepada para pihak yang bersengketa.

Sejarah Berdirinya Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Selatan Pengadilan Tinggi Agama Palembang (disingkat PTA Palembang)

Abubakar Bastary selaku Ketua Pengadilan Agama/Pengadilan Syar'iyah Provinsi Palembang dan Adnan Dinah sebagai Panitera Utama yang sebelumnya merupakan Panitera Pengadilan Negeri, sedangkan kantornya di Jalan Diponegoro no. 19 Palembang dengan luas kurang lebih 3 x 4 meter menyatu dengan kantor Pengadilan Agama/Pengadilan Syar'iyah Palembang.

Dasar Hukum/Landasan Yuridis

Visi dan Misi Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Selatan

Fungsi, Tugas dan Yurisdiksi

Pengadilan Agama Yang Ada Dalam Yurisdiksi Pengadilan Tinggi Agama Palembang

PENGADILAN AGAMA PALEMBANG

Dasar Hukum Pembentukan Pengadilan Agama Palembang Dasar hukum pembentukan Pengadilan Agama Palembang adalah

Sejarah Pengadilan Agama Palembang 1. Dari Zaman Kesultanan Palembang

Masa Sesudah Hapusnya Kesultanan Palembang

Dapat dikatakan kemunduran Kesultanan Palembang dimulai ketika Belanda melakukan perundingan dengan Sultan Mohammad Badaruddin pada tahun 1790 untuk memaksa Sultan memenuhi kewajibannya sesuai dengan kontrak dan melunasi hutang-hutang yang diberikan kepada pemerintah Batavia pada tahun 1731 dan 1742. kepada neneknya Sultan Badaruddin Lemah Abang. Ketika Sultan tidak mau dipaksa bahkan menerima tawaran bantuan bersenjata dari Raffles untuk mengusir Belanda, maka pemerintah Batavia mempunyai alasan yang kuat untuk menyerang dan menguasai Palembang sepenuhnya, dan dengan demikian berakhirlah sejarah Kesultanan Palembang.

Zaman Repolusi Kemerdekaan

Sebagai penggantinya, Kementerian Agama resmi mengaktifkan kembali Pengadilan Agama Palembang sebagai kelanjutan Pengadilan Agama Palembang dengan Keputusan Menteri Agama No. 15 Tahun 1952 dan mengangkat kembali Kiagus Haji Nangtoyib sebagai ketuanya. Ini merupakan Pengadilan Agama pertama di Sumatera yang resmi diaktifkan kembali, sementara di negara lain masih diperlukan diskusi dengan Kementerian Kehakiman.

Perkembangan sesudah PP No.45 tahun 1957

Pada tahun 1971, Ketua Pengadilan Agama Palembang/Syar'iyah Kemas Haji Muhammad Yunus memulai masa pensiunnya. Secara umum kondisi Pengadilan Agama/Pengadilan Syar'iyah Palembang pasca diundangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Visi dan misi Pengadilan Agama Palembang

Tugas Pokok Dan Fungsi

  • Fungsi mengadili (judicial power), yakni menerima, memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang menjadi
  • Fungsi pembinaan, yakni memberikan pengarahan, bimbingan, dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional di bawah
  • Fungsi pengawasan, yakni mengadakan pengawasan melekat atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Sekretaris,
  • Fungsi nasehat, yakni memberikan pertimbangan dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah
  • Fungsi administratif, yakni menyelenggarakan administrasi peradilan (teknis dan persidangan), dan administrasi umum
  • Fungsi Lainnya

Fungsi pembinaan yaitu memberikan bimbingan, pengarahan dan bimbingan kepada pejabat struktural dan fungsional di bawahnya dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional di bawahnya, baik mengenai hal teknis hukum, administrasi peradilan, serta administrasi umum/peralatan, keuangan, kepegawaian dan perkembangan. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas akuntansi dan rukyat dengan instansi terkait lainnya, seperti DEPAG, MUI, Ormas Islam dan lain-lain (lihat: Pasal 52 A UU No. 3 Tahun 2006).

WILAYAH HUKUM (YURISDIKSI)

PENGADILAN AGAMA LAHAT A. Sejarah Pengadilan Agama Lahat

Dengan terbitnya undang-undang ini, maka peradilan agama berpindah ke Mahkamah Agung Republik Indonesia dan dipisahkan dari Kementerian Agama. Sejak bergabung dengan Mahkamah Agung RI pada tanggal 1 Juli 2004, Pengadilan Agama Lahat mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Visi Dan Misi Pengadilan Agama Lahat

Sejak tahun 2017, Ketua Pengadilan Agama Lahat dijabat oleh Bapak. Almihan, SH., MH bersama wakil ketua Dra. Pengadilan Agama Lahat merupakan salah satu lembaga peradilan di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia yang mempunyai kewenangan menerima, memeriksa dan memutus perkara perdata tingkat pertama antara orang yang beragama Islam dan wilayah hukumnya meliputi Kabupaten Lahat, Empat Lawang. Kabupaten dan Kota Pagar Alam.

STRUKTUR ORGANISASI PENGADILAN AGAMA LAHAT

PENGADILAN AGAMA BATURAJA

Kendatipun sederhana, acara peletakan batu pertama dan buka bersama itu dengan antusias dihadiri oleh seluruh pegawai PA Baturaja yang terdiri atas Ketua, Wakil Ketua PA Baturaja, Panitera/Sekretaris PA Baturaja, para Hakim, pejabat fungsional dan struktural serta para pegawai PA Baturaja. Lokasi pembangunan gedung kantor PA Baturaja letaknya sangat strategis, tepat di jalan lintas sumatera (Sumatera Selatan-Lampung) dan berhadapan dengan Kantor Bupati OKU (Pemda), sebuah lokasi yang bermakna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pencari keadilan.

Visi Dan Misi

Pengadilan Agama Baturaja merupakan lembaga peradilan pada lingkungan Pengadilan Agama di Kabupaten Ogan Komering Ulu (Baturaja). Pengadilan Agama Baturaja merupakan salah satu pengadilan tingkat I Kelas IB di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Palembang yang bertugas memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara masyarakat pencari keadilan pada umumnya.

Struktur Organisasi Pengadilan Agama Baturaja Tahun 2018 Sesuai Dengan Perma No. 7 Tahun 2015

FUNGSI, TUGAS DAN YURIDIKSI

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (Martapura)

Sisi Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Wilayah pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang beribu kota Martapura meliputi 20 kecamatan, 7 kelurahan, 281 desa dan 5 desa persiapan (sampai akhir tahun 2010).

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Muaradua)

Di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Ulu Ogan, Kecamatan Pengandonan dan Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, dan Kabupaten Way Kanan di Provinsi Lampung.

PENGADILAN AGAMA MUARA ENIM A. Sejarah Pengadilan Agama Muara Enim

Tugas Dan Pokok Pengadilan Agama Muara Enim

Melaksanakan tugas pengabdian lainnya seperti pemberian nasihat hukum, pemberian/pelaksanaan perhitungan rukyat pada penetapan awal tahun Hijriyah. Berdasarkan pedoman dan tolok ukur tersebut, kinerja Pengadilan Agama Muara Enim sejalan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung, yang selaras dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang ( RPNJP dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Mahkamah untuk mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun tersebut.

Visi dan Misi

Wilayah Hukum Pengadilan Agama Muara Enim

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Penukal Abab Lematang Ilir merupakan DOB (daerah otonom baru) hasil pemekaran Kabupaten Muara Enim yang ditetapkan pada tanggal 11 Januari 2013 berdasarkan Undang-undang No. 7 Tahun 2013 telah disahkan.

HAKIM MEDIATOR DI PENGADILAN AGAMA MUARA ENIM

STRUKTUR PENGADILAN AGAMA MUARA ENIM Pimipinan

PENGADILAN AGAMA SEKAYU

SEJARAH PENGADILAN AGAMA SEKAYU 1. Terbentuknya Pengadilan Agama Sekayu

Sejak bergabung dengan Mahkamah Agung RI pada tanggal 1 Juli 2004, Pengadilan Agama Sekayu mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sejak 21 November 2014, Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu Drs. dilantik pada tanggal 7 Juni 2012) bertindak sebagai Penjabat Ketua Pengadilan Agama Sekayu untuk mengisi kekosongan jabatan Presiden yang dimutasi sampai dengan diangkatnya Ketua Pengadilan Agama Sekayu yang baru oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Kabupaten Musi Banyuasin dan Pengadilan Agama Pangkalan Balai meliputi Kabupaten Banyuasin, namun karena selama ini operasional Pengadilan Agama Pangkalan Balai belum dimulai, maka pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi lainnya tetap dilakukan di Pengadilan Agama Sekayu yang berlokasi di Musi. Kabupaten Banyuasin (Sekayu).

Fungsi Mengadili (Judicial Power)

Fungsi Pembinaan

Fungsi Pengawasan

Fungsi Nasehat

Fungsi Administratif

Fungsi Lainnya

STRUKTUR ORGANISASI

Hal ini menjelang dimulainya Pengadilan Agama baru di daerah ini pada 22 Oktober 2018 di Makassar. Jadi, jumlah Pengadilan Agama yang berada di bawah yurisdiksi Mahkamah Agung Agama setelah ditambah 5 pengadilan agama menjadi 12 pengadilan agama.

Ketika pembangunan gedung kantor baru telah selesai seluruhnya, pada tahun 2010 Pengadilan Agama Kayuagung menempati gedung kantor pengadilan agama baru sesuai standar Mahkamah Agung Republik Indonesia. Saat ini wilayah hukum Pengadilan Agama Kayuagung meliputi wilayah hukum Kabupaten Ogan Komering Ilir dan wilayah hukum.

Visi & Misi

Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas Pokok Pengadilan Agama Kayu Agung

Fungsi Pengadilan Agama Kayu Agung

Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasihat terkait hukum Islam kepada instansi pemerintah di bawah yurisdiksinya, jika diminta, sebagaimana diatur dalam Pasal 52 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1989 juncto UU No. 50 Tahun 2009 sehubungan dengan perubahan kedua atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;. Pemberian layanan penyelesaian tuntutan bantuan pembagian warisan di luar perselisihan antar umat beragama Islam, yang dilakukan berdasarkan hukum Islam, sebagaimana diatur dalam Pasal 107 ayat (2) UU No. 7 Tahun 1989 juncto UU No. 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas UU No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama;.

Wilayah Yurisdiksi

PENGADILAN AGAMA LUBUK LINGGAU A. Sejarah Pengadilan Agama Lubuklinggau

Tugas Pengadilan agama Lubuk linggau

Pengadilan agama dapat memberikan keterangan atau nasehat mengenai perbedaan penentuan arah kiblat dan penentuan waktu shalat. Selain itu, dalam penjelasan UU Nomor 3 Tahun 2006 juga diberikan kewenangan kepada pengadilan agama untuk melakukan pengangkatan anak menurut ketentuan hukum Islam.

Fungsi Pengadilan agama Lubuk linggau

Fungsi administrasi yaitu pemberian pelayanan administrasi kependetaan terhadap perkara tingkat pertama serta penyitaan dan eksekusi, perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali serta administrasi peradilan lainnya. Dan memberikan pelayanan administrasi umum kepada seluruh unsur di lingkungan Peradilan Agama (Bidang Kepegawaian, Bidang Keuangan dan Bidang Umum);

Yuridiksi Pengadilan agama Lubuk linggau

Fungsi penasehatan, yaitu memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasihat mengenai hukum Islam kepada badan pemerintah di wilayah hukumnya, jika diminta sebagaimana diatur dalam Pasal 52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Ibu kotanya saat ini berada di Muara Beliti, namun sebelum tahun 2004 ibu kotanya berada di Kota Lubuklinggau.

Visi dan Misi Pengadilan Agama Lubuklinggau

PEMBAHASAN

Implementasi Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 di lingkungan Pengadilan Agama wilayah Sumatera Selatan

  • Gambaran umum pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama dalam wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang
  • Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan Agama dalam Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang

Pihak-pihak melalui mediator boleh mengemukakan perjanjian perdamaian kepada hakim penyiasat kes, yang akan diperkuatkan dengan akta perdamaian. Apabila klausula dalam perjanjian perdamaian tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 27 ayat 2 PERMA Nomor 1 Tahun 2016, maka hakim penyidik ​​wajib memberikan arahan kepada para pihak.

Berdasarkan ketentuan alinea pertama Pasal 7 PERMA Nomor 1 Tahun 2016, para pihak yang bersengketa wajib melakukan proses mediasi dengan itikad baik. Jika para pihak dalam proses mediasi dinyatakan beritikad buruk, hal ini bisa menimbulkan konsekuensi.

PENUTUP

Saran

Adi Sulistiyono, Rasionalisasi Budaya Musyawarah untuk Mengembangkan Penggunaan Penyelesaian Sengketa Win-Win Solution, karya ilmiah XXIX. Dies Natalis Universitas Sebelas Maret Surakarta, 12 Maret 2005. Mediator: hakim atau pihak lain yang mempunyai sertifikat mediator pihak netral, yang membantu para pihak dalam proses perundingan Recht Buitengewesten untuk menemukan pilihan berbeda dalam menyelesaikan sengketa tanpa memutus atau memaksakan sebuah solusi.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis diperoleh bahwa mediasi merupakan bentuk implementasi dari Pasal 130 HIR dan Pasal 150 Rbg yang dijelaskan bahwa

Eksistensi Perma Nomor 1 Tahun 2008 tentang mediasi adalah sebagai tindak lanjut dan bagian yang tidak terpisahkan dari Pasal 130 HIR/ 154 R.Bg yang mewajibkan bagi

Di dalam HIR maupun RBg, kehadiran secara fisik dari para pihak yang bersengketa akan menentukan substansi putusan hakim, antara lain gugatan akan dinyatakan gugur oleh

Faktor penyebab berperkara prodeo yaitu: karena adanya keterangan khusus yang mengaturnya dalam pasal 237 HIR dan 273 RBG yang berbunyi “penggugat atau tergugat yang

Sesuai dengan ketentuan Pasal 178 HIR, Pasal 189 Rbg, apabila pemeriksaan perkara selesai, Majelis Hakim karena jabatannya melakukan musyawarah untuk mengambil

Sidang Pertama memeriksa identitas kedua belah, dan pada sidang pertama pemeriksaan perkara izin poligami, hakim berusaha mendamaikan ( Pasal 130 ayat (1) HIR ). Sidang

Sifat acara pemeriksaan perkara di hadapan persidangan Pengadilan di Indonesia berdasarkan Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR) untuk Jawa dan Madura dan Rechtsreglement Buitengewesten (RBg) untuk luar Jawa dan Madura, dilakukan secara lisan (mondelinge procedure). Acara dengan lisan berarti, bahwa pemeriksaan perkara dilakukan dengan cara kontak langsung berupa tanya jawab dengan lisan antara hakim dengan para pihak atau kuasanya di muka persidangan. Hakim juga mendengarkan sendiri keterangan saksi- saksi yang diajukan oleh para pihak, keterangan saksi ahli apabila diperlukan dan lain-lainnya. Bahkan Hakim dalam setiap perkara perdata, apabila kedua belah pihak hadir di persidangan, wajib mendamaikan kedua belah pihak. (Pasal 154 RBg /130 HIR). Hakim juga berhak untuk memberikan penerangan (penasehatan) kepada kedua belah pihak mengenai cara berperkara atau upaya hukum yang dapat ditempuh agar supaya perkara berjalan baik dan teratur. (Pasal 156 RBg / 132 HIR). Kewajiban mendamaikan dan memberikan penasehatan tersebut tentu saja dilakukan secara lisan. Atas dasar sifat acara pemeriksaan seperti itu, maka hakim dalam melaksanakan tugas pokoknya memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diajukan oleh para pencari keadilan kepadanya, memerlukan seseorang untuk membantu mencatat hasil pemeriksaannya. Undang-undang menentukan bahwa pekerjaan tersebut diberikan kepada Panitera atau seorang yang ditugaskan melakukan pekerjaan Panitera yang berkewajiban membantu Hakim dengan menghadiri dan mencatat jalannya sidang pengadilan. Berdasarkan catatan yang dibuat oleh Panitera disusun berita acara persidangan, yang sangat berguna bagi Hakim dalam menyusun putusan pengadilan. Oleh karena pentingnya berita acara persidangan, maka pembuatan / penyusunannya harus dilakukan dengan cermat, teliti dan hati-hati, agar nilainya benar-benar terjaga.

Dalam suatu proses pemeriksaan perkara di pengadilan apabila plhak tergugat lldak had1r maka berlakulah Pasal 149 Rbg atau Pasal 125 HIR yang mer1yebutkan : Apabila pada harl yang