• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP NILAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STUDI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP NILAI"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Tinjauan teori tentang ekonomi dan perbankan syariah
  • Tinjauan tentang praktek nilai syariah pada perbankan syariah
  • Nilai-Nilai Al-Quran terhadap ekonomi syariah
  • Karangka konseptual

Sedangkan bank syariah atau yang selanjutnya disebut bank syariah menurut Muhammad (2005) adalah bank yang beroperasi tanpa mengandalkan bunga. Perbankan Syariah adalah suatu perjanjian yang berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana dan membiayai kegiatan usaha, atau kegiatan lain yang dinyatakan sesuai dengan syariah. Bank syariah mempunyai fungsi yang berbeda dengan bank konvensional. 2006), fungsi bank syariah adalah sebagai manajer investasi, investor, jasa keuangan dan fungsi sosial.

Bank syariah merupakan pengelola investasi pemilik dana gabungan, karena besar kecilnya pendapatan (bagi hasil) yang diterima pemilik dana gabungan sangat bergantung pada keahlian, kehati-hatian dan profesionalisme bank syariah. Kedua, Bank syariah sebagai investor, artinya bank syariah menjadi investor dalam akad murabahah, sewa guna usaha, musyarakah, akad mudharabah, akad salamatau istisna, pembentukan atau penerimaan penguasaan atau kepentingan lain dalam rangka pendirian suatu perusahaan, perdagangan produk dan penanaman modal atau perdagangan saham yang dapat diperjualbelikan, yang ketiga adalah bank syariah sebagai penyedia jasa keuangan. Bank syariah mempunyai fungsi menyelenggarakan jasa keuangan seperti halnya bank konvensional yaitu pemberian jasa kliring, transfer, penagihan, pembayaran gaji dan lain sebagainya, hanya saja yang paling penting untuk diperhatikan adalah prinsip-prinsip syariah yang tidak berani dilanggar.

Dalam hal ini, Qardawi menyarankan supaya: Kita tidak seharusnya membincangkan ekonomi dari sudut agama. perbincangan) tentang ekonomi dari perspektif Islam.” (Qardawi, 1997) Mengapa begitu. Menurut Qardawi, ia ditegaskan: "...bahagian utama ibadah Islam adalah ibadah yang sangat istimewa, yang sebenarnya merupakan sebahagian daripada sistem kewangan dan ekonomi dalam pandangan Islam. Ia adalah ibadah zakat,.. Ia adalah sebahagian daripada dosa besar, yang dilarang dengan larangan yang sangat ketat yang kuat, kita dapati dosa besar agama jatuh di atas “bahu.” Sistem ekonomi Islam, seperti namanya, adalah sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, dalam hal ini Al-Quran dan Al-Hadith sebagai sumber utamanya.

Prinsip-prinsip agama ini merupakan faktor yang sangat penting karena didasarkan pada ajaran Islam dan prinsip-prinsip yang menjadi dasar sistem ekonomi Islam dibangun.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Format responnya adalah format skala Likert yang dirancang agar responden memberikan respon pada tingkat yang berbeda-beda terhadap setiap item yang menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan respon terhadap perbankan syariah. Skala likert merupakan suatu bentuk angket yang mengungkapkan sikap responden berupa jawaban dan skor berupa sangat setuju (SS)=5, setuju (S)=4, ragu-ragu (R)=3, tidak setuju (TS )=2, dan sangat tidak setuju (STS)=1. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 65% atau 51 masyarakat di Desa Mangasa Kecamatan Tamalate menggunakan layanan perbankan konvensional, dan 35% atau 32 orang menggunakan layanan perbankan syariah. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 50,6% atau lebih dari separuh responden mengetahui sistem bagi hasil di bank syariah.

Dari hasil pengolahan data ditemukan 81,9% responden setuju dengan konsep bagi hasil yang ditawarkan bank syariah. Setuju bahwa keberagaman produk yang ditawarkan bank syariah menjadi faktor yang membuat Anda memilih bank syariah. Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa 62,2% responden setuju bahwa keberagaman produk yang ditawarkan bank syariah menjadi faktor yang membuat mereka memilih bank syariah, sedangkan 37,8% responden menyatakan tidak setuju.

Dapat diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek pengetahuan antara pengguna bank konvensional dan bank syariah. Artinya baik pengguna bank syariah maupun pengguna bank konvensional mempunyai nilai positif terhadap aspek kognitif (pengetahuan) tentang bank syariah. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek afektif (arah sikap) antara pengguna bank konvensional dan pengguna bank syariah.

Artinya, baik pengguna bank syariah maupun pengguna bank biasa mempunyai sikap positif terhadap bank syariah. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Mangasa Kecamatan Tamalate mempunyai respon yang cukup baik terhadap bank syariah dari segi kognitif (pengetahuan), sedangkan dari segi afektif (arah sikap). ) mereka menyatakan orientasi positif terhadap bank syariah. Juga pada aspek afektif (arah sikap) menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan arah sikap antara pengguna bank konvensional dan bank syariah.

Dari segi praktis, kalangan perbankan syariah harus lebih banyak mensosialisasikan perbankan syariah ke seluruh aspek masyarakat. Karena diharapkan kedepannya bank syariah pada khususnya, dan lembaga keuangan syariah pada umumnya dapat digunakan dan dikenal oleh semua kalangan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kecamatan Tamalate berbatasan dengan Kecamatan Mamajang di utara, Kabupaten Takalar di selatan, Selat Makassar di barat, dan Kabupaten Gowa di timur. Dari luas wilayah tersebut, Desa Barombong tercatat mempunyai wilayah terluas yaitu 7,34 km2, terluas kedua adalah Desa Tanjung Merdeka dengan luas 3,37 km2, sedangkan yang terkecil adalah Desa Bungaya seluas 0,29 km2.

Visi dan Misi Kecamatan Tamalate

Mengkoordinasikan pelaksanaan pemajuan ideologi negara dan persatuan bangsa, pemajuan kerukunan umat beragama, pengkoordinasian kegiatan instansi pemerintah, penguatan kemasyarakatan, pemajuan pemerintahan kecamatan, dan pemajuan tata kelola kependudukan; Mengkoordinasikan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta pembinaan masyarakat, pelaksanaan dan penegakan peraturan daerah dan peraturan walikota serta peraturan perundang-undangan.

Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan Tamalate

Bagian umum dan personalia bertugas menyusun rencana kerja, melaksanakan tugas teknis-administrasi, menyelenggarakan administrasi kepegawaian, dan melaksanakan urusan rumah tangga kewilayahan. Subbagian Keuangan dan Peralatan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan dan peralatan, meliputi penyusunan anggaran, penggunaan anggaran, akuntansi, pertanggungjawaban dan penyusunan rencana kebutuhan peralatan. Seksi Pemerintahan, Kedamaian, dan Ketertiban Umum mempunyai tugas menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan ideologi negara dan persatuan bangsa, memajukan kerukunan umat beragama, mengkoordinasikan kegiatan instansi pemerintah, membina pemerintahan kecamatan, serta administrasi kependudukan, dan menyelenggarakan urusan pemerintahan. pengembangan ketentraman, ketertiban, dan kemasyarakatan, melaksanakan koordinasi dan pembinaan satuan polisi pamong praja dan perlindungan masyarakat, serta menegakkan pelaksanaan peraturan daerah, peraturan walikota, dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Bagian Perekonomian dan Pembangunan mempunyai tugas menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan perekonomian daerah dan daerah kabupaten, menangani administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah, dan mengembangkan kegiatan industri dan perdagangan, serta menyelenggarakan pembangunan. , terselenggaranya pembangunan swadaya masyarakat, pembinaan dan penanganan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. , serta pembangunan dan pengawasan bangunan.

Kependudukan

Agama atau kepercayaan yang paling banyak dianut oleh warga Kecamatan Tamalate adalah Islam yang berjumlah 161.013 jiwa. Jumlah pemeluk agama Budha sebanyak 226 orang dan jumlah pemeluk agama terkecil adalah Konghucu dengan 114 pengikut.

Kondisi pendidikan

Hasil Analisis Penelitian

Dari hasil olah data diketahui 61,4% atau mayoritas responden mengetahui fatwa MUI mengharamkan riba. Dari hasil pengolahan data ditemukan 66,3% responden setuju sistem perekonomian di Indonesia sebaiknya beralih ke sistem ekonomi syariah.

Analisis Data Responden

Dapat diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek kognitif (pengetahuan) antara pengguna konvensional dan pengguna bank. Berdasarkan analisis uji beda diketahui Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan aspek kognitif (pengetahuan) antar pengguna bank. Untuk mendukung kegiatan penelitian yang akan saya laksanakan untuk memperoleh gelar sarjana pada program sarjana Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, saya sangat mengharapkan kesediaan bapak/ibu untuk berpartisipasi pada saat itu. untuk menyampaikan pendapat mengenai pemahaman masyarakat terhadap nilai dan nilai perbankan syariah di Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar melalui kuesioner yang disediakan.

1 Ekonomi syariah merupakan ilmu sosial yang mempelajari permasalahan perekonomian masyarakat berdasarkan nilai-nilai Islam. 3 Regulasi ekonomi syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil dalam kerjasama dunia usaha dibandingkan dengan regulasi ekonomi konvensional yang lebih mengutamakan sistem bunga. 4 Ekonomi syariah dimaksudkan untuk mengatur kegiatan perekonomian dengan tujuan mencapai taraf hidup yang layak bagi seluruh individu dan masyarakat.

7 Sistem bagi hasil adalah suatu sistem yang dilakukan dengan adanya kesepakatan atau ikatan timbal balik dalam pelaksanaan kegiatan usaha. 8 Bagi hasil merupakan ciri khusus ekonomi syariah, khususnya yang berkaitan dengan pembagian hasil usaha dalam kerjasama usaha dalam kegiatan ekonomi. 9 Bagi hasil didasarkan pada besarnya keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha koperasi.

12 Jenis usaha yang bersifat bagi hasil dapat ditentukan atau tidak oleh pemilik modal atau pelaku usaha, sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan bersama. 15 Penentuan bunga ditentukan pada saat akad, dengan asumsi keuntungan selalu ada, sedangkan pembagian keuntungan dilakukan pada saat akad atas dasar kemungkinan untung atau rugi. 16 Tingkat bunga didasarkan pada jumlah uang yang dipinjam, sedangkan bagi hasil didasarkan pada jumlah keuntungan yang dicapai sesuai kesepakatan.

17 Pembayaran bunga tetap sesuai yang diperjanjikan tanpa memperhatikan untung atau rugi, sedangkan bagi hasil tergantung untung atau ruginya kegiatan usaha. 18 Besarnya pembayaran bunga tidak bertambah meskipun jumlah keuntungan bertambah, sedangkan bagi hasil bertambah sesuai dengan bertambahnya pendapatan/keuntungan. 19 Keberadaan bunga diragukan dan dilarang oleh semua agama, sedangkan tidak ada seorangpun yang meragukan keabsahan pembagian keuntungan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Kami berharap Bapak/Ibu dapat memberikan informasi yang benar sesuai dengan kenyataan yang ada (Saya menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban Anda seutuhnya) sehingga Anda dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam penelitian ini. Terima kasih banyak atas bantuan dan kerja sama yang telah Anda berikan kepada kami. Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda centang (√) yang benar pada kotak jawaban yang mewakili pendapat Anda.

10 Perjanjian tersebut mengatur bahwa keuntungan akan dibagi berdasarkan persentase tertentu antara pemilik modal dan pengelola usaha berdasarkan kesepakatan bersama. 13 Jenis usaha yang ditetapkan untuk dijalankan haruslah usaha yang dipandang baik dan benar sehingga dapat mendatangkan keuntungan bagi para pihak yang melakukan kerjasama usaha tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Pada dasarnya, seperti yang telah dijabarkan sebelumnya pada masing-masing indikator baik pada aspek ekologi, sosial maupun ekonomi, dapat dikatakan bahwa memang aktivitas

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi relokasi terhadap kondisi sosial ekonomi, aspek fisik, aspek lingkungan, maupun aspek teknologi pada masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi relokasi terhadap kondisi sosial ekonomi, aspek fisik, aspek lingkungan, maupun aspek teknologi pada masyarakat

Akad syariah yang dibuat antara bank (Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah) dan nasabah tidak boleh berisi syarat-syarat dan

Sedangkan faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap kualitas permukiman di Desa Minomartani adalah jumlah anggota rumah tangga dengan arah hubungan negatif, dimana

Adanya pengembangan pariwisata berkelanjutan seperti ekowisata yang berbasis pada masyarakat dapat membantu untuk meningkatkan kualitas lingkungan, ekonomi, maupun

Sedangkan lembaga keuangan non bank yang berada pada lingkungan masyarakat berpenghasilan rendah ini tidak dapat memberikan kredit dalam jumlah besar yang dapat

Hasil penelitian ini adalah banyaknya bentuk kerjasama Wahdah dengan Pemerintah selama ini baik bidang lingkungan, dakwah maupun pendidikan sedangkan dukungan