PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan disiplin sholat berjamaah terhadap perkembangan akhlak siswa kelas VII MT.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Secara khusus, Limbung Muhammadiyah dapat menjadi bahan dasar dalam menyusun rencana pembinaan akhlak melalui pelaksanaan disiplin shalat berjamaah untuk menguatkan masyarakat.
KAJIAN TEORI
- Kedisiplinan Shalat Berjamaah
- Pengertian Pembinaan Akhlak
- Pembinaan
- Pengertian Akhlak
- Dasar dan Tujuan Pembinaan Akhlak
- Lokasi dan Objek Penelitian
- Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus Penelitian
- Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Pada hakikatnya pembinaan akhlak tasawuf lebih merupakan pembinaan akhlak yang dilakukan seseorang untuk dirinya sendiri dengan tujuan menjaga kebersihan jiwa dan mengendalikan perilakunya. Dalam Islam, perkembangan akhlak dimulai ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali diangkat menjadi Utusan Allah. 17 Mustopa, Peran Takmir Masjid Dalam Pembinaan Akhlak Masyarakat di Desa Tlogosari Kulon Semarang, (Semarang: UIN Walisogo, 2015), hal.
Sehingga setiap ajaran dalam Islam mempunyai asas pemikiran dan pembinaan akhlak. Tidak dinafikan bahawa pembangunan akhlak dalam Islam berlandaskan al-Quran dan As-Sunnah. Daripada maklumat di atas jelaslah bahawa pembinaan (pendidikan) akhlak yang terkandung dalam Al-Quran merupakan sumber pertama, agar dapat mengamalkannya dengan betul dan betul demi meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. B).
Pembinaan akhlak melalui disiplin salat berjamaah adalah kegiatan melaksanakan salat berjamaah di awal waktu dengan berbagai cara, yaitu pengertian, pembiasaan, keteladanan yang baik, melalui perintah, melalui larangan, motivasi (tarhib), hukuman (targhib), nasehat dan pengawasan. Selain nilai kedisiplinan, juga terdapat nilai ketaatan dan persaudaraan dalam pelaksanaan salat berjamaah dalam pembinaan akhlak. Namun penerapan disiplin shalat berjamaah dalam pembinaan akhlak memerlukan waktu yang cukup lama agar dapat diketahui hasil dari penerapan metode tersebut.
Dalam penjelasan tersebut peneliti memilih objek penelitian yang ingin diteliti, oleh karena itu peneliti mengangkat judul tentang Kajian Disiplin Sholat Berjamaah Tentang Perkembangan Akhlak Siswa Kelas Vll MTs. Langkah pertama yang penulis lakukan dalam menganalisis hasil penelitian adalah penelitiannya terfokus pada kajian disiplin shalat berjamaah terhadap perkembangan akhlak siswa kelas VII MTs. Pembinaan akhlak siswa merupakan suatu pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik dalam mengembangkan akhlak individu yang baik.
Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara peneliti mengenai kajian disiplin shalat berjamaah terhadap perkembangan akhlak siswa, dengan mempertimbangkan kebutuhan penulis untuk melengkapi data penelitian. Dalam metode ini peneliti mengamati dan memahami berbagai kegiatan dan pembelajaran yang berkaitan dengan disiplin shalat berjamaah terhadap perkembangan akhlak siswa kelas VII MT. Data tersebut merupakan data yang berkaitan dengan kajian disiplin sholat berjamaah dalam pengembangan akhlak siswa, misalnya dengan menasihati data profil sekolah, guru dan siswa MTs.
HASIL PENELITIAN
Sejarah Singkat Lokasi Penelitian
Khaerati, S.Pd.I, selaku kepala Madrasah mengenai penerapan disiplin sholat berjamaah yang merupakan salah satu program unggulan di MTs. Muhammadiyah Limbung wajib melaksanakan salat berjamaah dan wajib bagi seluruh santri.43. Guru yang mempunyai jadwal mogok kerja mendampingi siswa dalam melaksanakan salat berjamaah.
Dalam hal ini disebabkan karena mushola tersebut belum mencapai standar mampu menjangkau seluruh santri dalam melaksanakan salat berjamaah. Berdasarkan hasil wawancara terlihat bahwa implementasi disiplin sholat jamaah siswa yang dilaksanakan merupakan salah satu pendidikan keseluruhan di MTs. Berdasarkan hasil wawancara terlihat bahwa salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam membentuk pribadi akhlak siswa yang berakhlak baik adalah dengan melaksanakan kegiatan sholat berjamaah di sekolah.
Ia mengatakan, kegiatan salat berjamaah di sekolahnya sangat memacu semangatnya untuk kembali menunaikan salat lima waktu. Menurut keterangan guru BK, kegiatan sholat berjamaah yang diadakan di sekolah ini sangat membantu dalam mengembangkan moral para siswa. Intensifikasi kegiatan salat berjamaah di sekolah sebagai upaya pengembangan akhlak pribadi siswa dinilai sangat berhasil.
Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Disiplin Sholat Berjamaah Dalam Pembinaan Akhlak Siswa VII. kelas MT. Kedisiplinan kegiatan sholat berjamaah untuk mengembangkan moral siswa dapat terwujud karena semangat yang luar biasa dari para guru. Sholat berjamaah dhuhur di masjid sekolah dilaksanakan setiap hari kecuali hari Jumat dengan tujuan membentuk karakter pribadi dan akhlak peserta didik.
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dalam kegiatan sholat berjamaah di sekolah demi kemajuan sekolah. Upaya apa yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam melaksanakan shalat berjamaah? Faktor apa sajakah yang menghambat dan mendukung kegiatan kedisiplinan sholat berjamaah di sekolah untuk mengembangkan akhlak pribadi siswa?
Pelaksanaan Kedisiplinan Shalat berjamaah Siswa Kelas VII
Upaya Pembinaan Terhadap Akhlak Pribadi Siswa
Beliau juga menunaikan shalat berjamaah dengan khusyuk', katanya dengan shalat berjamaah maka shalat akan lebih tertib karena imam yang memimpin, shalat akan tertib, tenang dan tidak terburu-buru, sehingga dapat menunaikan shalat. doa. Dengan khusyuk.” Setelah selesai salat berjamaah, ia tidak langsung meninggalkan masjid, namun rajin terus mengikuti dzikir dan shalat hingga imam meninggalkan masjid. Menurut hasil wawancara dengan wali kelasnya, dia merupakan siswa paling cerdas dan berprestasi di kelasnya. Ia selalu ikut salat Dzuhur berjamaah. Bahkan, siswa ini tidak pernah melewatkan salat berjamaah di sekolah. Wawancara selanjutnya dengan siswa berinisial SR diperoleh informasi bahwa siswa tersebut mempunyai kebiasaan shalat berjamaah yang baik dan mempunyai akhlak yang baik.
Ketika jamaah shalat di mesjid bersama-sama dengan kelas lain, hal ini memungkinkan mereka untuk memperluas silaturahmi dan menjadikan silaturahmi semakin erat. Sholat berjamaah juga mengajarkan seseorang untuk sabar, seperti yang dirasakan SR, ia merasa lebih bersabar sehari setelah mengikuti salat berjamaah, jika ada temannya yang mengejek atau meremehkannya, ia lebih memilih diam dan mengalah. , dia tidak ingin hal ini terjadi permusuhan antara dia dan temannya. Wawancara selanjutnya dengan seorang siswa berinisial ANF mengungkapkan informasi bahwa siswa tersebut memiliki kebiasaan shalat berjamaah yang buruk.
Beliau merupakan salah satu santri yang jarang mengikuti salat berjamaah, dan lebih sering mangkir saat salat berjamaah dibandingkan santri lainnya. Ia juga tidak rajin mengerjakan shalat fardlu, ia hanya mau shalat pada saat shalat berjamaah seperti di sekolah, jika di rumah ia tidak mengerjakan shalat fardlu hingga dimarahi orang tuanya sebelum hendak shalat, namun terkadang ia menutup pada waktu shalat. salat maghrib berjamaah di masjid terdekat rumahnya. Ketika dia shalat berjamaah di sekolah, dia tidak bisa menunaikannya dengan khusyuk, setelah shalat berjamaah selesai, dia tidak ikut berdzikir dan shalat, dia segera meninggalkan masjid.
Namun beberapa tahun terakhir setelah kegiatan salat berjamaah ini, perilaku siswa semakin membaik dan semakin mau menaati peraturan sekolah. Wawancara selanjutnya dengan siswa berinisial Kh mengungkapkan bahwa siswa tersebut memiliki kebiasaan shalat berjamaah dan akhlak yang buruk. Dikatakan siswa ini kurang rajin mengikuti sholat ashar di sekolah, dia lebih mudah terpengaruh oleh teman-temannya, jika temannya ikut sholat berjamaah maka dia berjamaah, jika temannya tidak berjamaah , itu berarti dia juga tidak ada di gereja.
Ia juga mengaku kurang komitmen dalam menunaikan shalat, pikirannya tidak bisa fokus dan tenang dalam shalat, bahkan setelah shalat berjamaah ia jarang ikut berdzikir dan berdoa, hanya saat berada di barisan paling depan saja ia ikut berdzikir dan berdoa. .
Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan
Dari uraian di atas terlihat bahwa beberapa upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam rangka pengembangan akhlak pribadi peserta didik adalah kegiatan shalat berjamaah di masjid sekolah, kegiatan praktek baca tulis Al-Quran, kegiatan praktek ceramah dan ceramah. , serta mengungkapkan kegiatan pesantren di bulan suci Ramadhan. Antusiasme guru mendampingi siswa dalam kegiatan sholat berjamaah tidak lepas dari kehadiran pimpinan madrasah yang sangat aktif dalam pembinaan siswa. Kami para pelajar selalu disiplin dalam melaksanakan shalat zuhur berjamaah karena melihat keteladanan guru-guru kami yang selalu shalat berjamaah.
Berdasarkan uraian tersebut terlihat beberapa faktor pendukung kedisiplinan salat berjamaah adalah kuatnya semangat guru, keaktifan kepala madrasah, keaktifan guru piket dan keteladanan guru dalam melaksanakan salat berjamaah. Selain faktor pendukung yang disebutkan di atas, kegiatan mendisiplinkan shalat berjamaah ini juga menemui beberapa faktor penghambat. Menurut salah satu guru yang diwawancarai peneliti tentang faktor penghambat disiplin sholat berjamaah, beliau mengatakan bahwa salah satu kendala disiplin sholat berjamaah adalah masih adanya siswa yang malas dan memiliki kesadaran diri untuk lurus. ke mesjid ketika waktu salat tiba.
Tidak dapat dipungkiri bahwa sarana dan prasarana ibadah merupakan salah satu faktor penting keberhasilan pelaksanaan disiplin shalat berjamaah. Kondisi ini membuat sebagian santri kurang maksimal dalam melaksanakan shalat zuhur secara berjamaah, terutama bagi santri yang malas.” 68. Berdasarkan uraian tersebut, diperoleh gambaran bahwa beberapa faktor yang menghambat terlaksananya kegiatan disiplin sholat berjamaah adalah faktor kemalasan santri dan faktor sarana dan prasarana aliran sesat yang kurang mendukung.
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya mengenai permasalahan penerapan kewajiban sholat berjamaah pada siswa di sekolah terhadap pengembangan karakter di MTs. Kegiatan mendisiplinkan shalat berjamaah di sekolah dapat meningkatkan karakter pribadi dan akhlak siswa yang diwujudkan dalam beberapa hal yaitu sikap tolong menolong, kedisiplinan, kesabaran, kepedulian terhadap sesama serta ketaatan dan ketaatan terhadap aturan. Beberapa faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan disiplin sholat berjamaah di sekolah adalah kuatnya semangat guru, keaktifan kepala madrasah, keaktifan guru piket dan keteladanan guru.
Ada beberapa faktor yang menghambat terlaksananya kegiatan disiplin sholat berjamaah di sekolah, yaitu siswa yang malas dan sarana prasarana sekolah yang kurang mendukung.
PENUTUP
Kesimpulan
Implikasi Penelitian
Mustopa, Peran Takmir Masjid dalam Pembinaan Akhlak Masyarakat di Desa Tlogosari Kulon, Semarang, (Semarang: UIN Walisogo, 2015), Nurchalis Majid, Umat Beragama, (Jakarta: Paramidana, 1997). Apakah rajin salat berjamaah di sekolah mendorong Anda untuk rajin menunaikan salat fardlu lainnya, meski munfarid? Sikap Peduli Bagaimana sikapmu jika ada temanmu yang tidak bisa bersekolah karena sakit.