DAMPAK PELAKSANAAN SISTEM FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 1 PASAMAN
Wizma1, Maihasni2, Sri Rahayu2
1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
2 Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This research is based on the existence of student . Besides, it is also seen that students feel bored to take long lessons every day in full day school system.
On the basis of the problem, this research is focused on the impact of the implementation of full day school system in SMA Negeri 1 Pasaman. This study aims to describe the impact of the implementation of full day school system in SMA Negeri 1 Pasaman. The theory used in this study is the theory of social change, where education becomes a conservation institution that seeks to bridge and maintain the cultural heritage of a society. This research uses qualitative approach. Informants in this study amounted to 21 people, namely 9 teachers and 12 students consisting of 6 students of class XI and 6 students of grade XII.
Methods of data collection through observation, interview and documentation.
Data analysis through data reduction, data presentation and verification. Result of research that positive impact that is student's religious aspect increase, can develop talent and interest, socialization with friend goes well, increase discipline so that avoid bad deed, improve learning achievement, parents believe to education of child and also the effect of school facility usage. The negative impacts of full-day school implementation include lack of time with parents and friends, lack of student independence and saturation and fatigue. This negative impact is generally related to the student's self. It can be concluded that the implementation of full day school affects students, both positive and negative and the impact is generally seen in schools.
Keywords: Impact, implementation, full day school
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia yang mempunyai nilai strategi bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir seluruh negara menempatkan pendidikan sebagai
suatu yang paling utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara, begitu pula Indonesia menempatkan pendidikan sebagai suatu yang paling penting dalam rangka pembangunan bangsa. Hal ini dapat dilihat dari isi pembukaan
1
Undang-Undang Dasar tahun 1945 alinea ke IV yang menyatakan bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa (Kunandar, 2007:5).
Berdasarkan observasi di SMA Negeri 1 Pasaman pada hari Kamis, tanggal 6 Juli 2017 serta wawancara dengan salah seorang guru yaitu Ibu Nurfalinda bahwa di sekolah ini melaksanakan sekolah dari jam jam 06.30 WIB dan pulang sekolah jam 16.00 WIB, sedangkan kalau siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka pulang sekolah jam 17.00 WIB. Hasil observasi juga terlihat bahwa siswa sangat kelelahan. Disamping itu juga terlihat bahwa siswa merasa bosan mengikuti pelajaran yang panjang setiap hari dalam sistem full day school.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti mengambil judul penelitian yaitu “Dampak Pelaksanaan Sistem Full Day School di SMA Negeri 1 Pasaman”.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Moleong (2010:4) penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang ada didalam dalam sabjek penelitian misalnya melalui prilaku dan persepsi dan motivasi penelitian ini adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis ataupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik.
Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku diamati bertujuan untuk menyumbangkan pengetahuan secara mendalam. Tipe deskriptif ini untuk menggambarkan keadaan yang terjadi melalui data yang didapatkan, tipe penelitian ini merupakan pencarian fakta dan interpetasi yang tepat (Moleong, 2010:7).
Penelitian deskriptif sesuai dengan karakteristik yang memiliki langkah-langkah tertentu dalam
penelitian seperti diawali dengan adanya masalah menentukan jenis informasi yang diperlukan, menentukan prosedur pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan, pengolahan informasi atau data, dan menarik kesimpulan penelitian tentang dampak pelaksanaan sistem full day school di SMA Negeri 1 Pasaman.
Dalam penelitian ini digunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan berdasarkan atas anggapan bahwa informan adalah orang yang benar-benar mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan permasalahan atau objek penelitian.
Para informan dicari berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti dan peneliti mengetahui identitas orang-orang yang pantas menjadi informan dan keberadaan mereka diketahui (Afrizal, 2014: 66).
Sesuai dengan teknik purposive sampling untuk menentukan kriteria informan dalam penelitian ini adalah warga sekolah yang terdiri dari guru SMA Negeri 1 Pasaman yang telah mengajar minimal 5 tahun yaitu sebelum adanya pelaksanaan sistem full day school dan siswa yang
mengikuti sistem full day school.
Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang, yaitu 9 orang guru dan 10 orang siswa yang terdiri dari 6 orang siswa kelas XI dan 4 orang siswa kelas XII.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Full day school merupakan sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Kegiatan full day school dilakukan mulai pukul 06.30-17.00 Wib, sehingga sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan ditambah dengan pendalaman materi, seperti seni tari, musik dan sebagainya. Full day school sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang suasananya informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan
membutuhkan kreativitas dan inovasi dari guru. Pelaksanaan full day school di SMA Negeri 1 Pasaman memiliki dampak terhadap siswa, baik positif maupun negatif.
1. Meningkatkan Kegiatan Keagamaan Siswa
Kegiatan full day school yang diadakan di SMA Negeri 1 Pasaman, salah satunya adalah shalat berjamaah. Dalam kegiatan shalat jamaah, juga diadakan kuliah tujuh menit (kultum) untuk menambah pengetahuan agama siswa. Kegiatan ini dipantau dan dibimbing langsung oleh guru agama SMA N 1 Paaman yaitu bapak Ada dan Sahrol.Hal ini sesuai dengan wawancara penulis dengan siswa kelas XI, Rinata Safrina, wawancara tanggal 12 Juli 2017 yang menyatakan bahwa:
“Kelebihan yang saya rasakan semenjak adanya full day school ini saya lebih banyak diajarkan tentang keagamaan, kami selalu shalat zhuhur berjama’ah di mushala sekolah, melakukan wirid, budi pekerti dan keterampilan lainnya”.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru dan siswa di
atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program full day school ini siswa dapat menambah ilmu agama, karena adanya kesempatan untuk mengikuti kegiatan ibadah bersama dan kegiatan kultum.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu siswa tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa full day school dimulai dari jam 06.30- 17.00 Wib. Sehingga siswa seharian berada di lingkungan sekolah, dengan menambahkan pelajaran tambahan yaitu kesenian seperti drama, belajar bernyanyi, membuat keterampilan, menari, olah raga seperti volley ball, bola basket, sepak bola, kegiatan keagamaan seperti membaca Al- Qur’an, ceramah, lomba khultum, dan pidato.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru dan siswa di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program full day school ini siswa dapat menambah ilmu keterampilan, terutama keterampilan yang dapat digunakan di rumah. Hal ini sesuai dengan keinginan orang tua, dimana mereka menginginkan anaknya memiliki
keterampilan dan pengetahuan dan hal ini merupakan harapan orang tua.
2. Meningkatkan Interaksi antar Siswa
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa adanya kegiatan full day school di sekolah dapat meningkatkan interaksi antar siswa dimana sebelum adanya program full day school siswa kurang berinteraksi dengan temannya, dimana mereka sibuk dengan kegiatan masing- masing seperti bermain laptop,Hp.
Setelah adanya program full day school sosialisasi siswa lebih meninggkat karna di SMA N 1 Pasaman tidak dibolehkan siswa untuk membawa Hp ke sekolah.
3. Meningkatkan Kedisiplinan Siswa
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa adanya kegiatan full day school di sekolah dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.
Siswa terbiasa dengan peraturan yang dibuat oleh sekolah dan peraturan tersebut untuk kebaikan siswa sendiri. Disini terlihat bahwa semenjak adanya pelaksanaan full
day school siswa siswi SMA N 1 Pasaman patuh dengan peraturan yang di tetapkan oleh sekolah, tidak pernah terlambat lagi masuk ke sekolah dan termasuk dalam mengumpulkan tugas yang di berikan guru di sekolah selalu mengumpulkan tepat waktu.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa full day school dapat meningkatkan kedisiplinan siswa, dapat dilihat dari minimnya tingkat keterlambatan siswa SMAN 1 Pasaman. Siswa terbiasa dengan peraturan yang dibuat oleh sekolah dan peraturan tersebut untuk kebaikan siswa sendiri.
4. Meningkatkan Nilai Siswa Wawancara di atas terlihat bahwa dengan adanya kegiatan full day school, guru dapat menerapkan pelajaran yang telah dipelajari. Hal serupa juga dikemukakan oleh Asnelwita wawancara tanggal 11 Juli 2017 bahwa:
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru SMA Negeri 1 Pasaman tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program full day school ini siswa betah di
lingkungan sekolah seharian sehingga guru bisa menerapkan pelajaran yang telah diberikan kepada siswa dan melakukan remedial di sekolah.
Full day school didebut karena siswa menghabiskan waktunya di sekolah hampir sepanjang hari dengan demikian diharapkan bahwa lingkungan luar sekolah tidak mempengaruhi peserta didik.
Penerapan pembelajaran sistem full day school tidak terlepas dengan problematika yang di hadapi oleh siswa dalam penerapan sekolah sepanjang hari. Keberadaan siswa sepanjang hari di sekolah tentu menimbulkan berbagai dampak, seperti dikemukakan oleh Gusmaneli yang mengajar mata pelajaran Matematika, wawancara tanggal 10 Juli 2017 yang menyatakan bahwa:
5. Lebih Efektif dalam Belajar di Sekolah
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa adanya kegiatan full day school di SMA Negeri 1 Pasaman didukung dengan tersedianya fasilitas pembelajaran yang memadai. Kondisi ini membuat
siswa diberi kemudahan dalam proses pembelajaran.
6. Kurangnya Waktu dengan Orang tua dan teman di Rumah
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kurang penyesuaian sosial dengan lingkungan karena memang tidak memiliki waktu.
Kondisi ini disikapi pihak sekolah dengan meningkatkan interaksi di sekolah.
Sekolah merupakan salah satu tempat untuk beradaptasi selain keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Di sekolah, anak beradaptasi dengan guru, teman sebaya dan pembimbing sekolah. Waktu bagi anak yang bersekolah di sekolah reguler untuk beradaptasi di sekolah lebih sedikit, tetapi waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan bersosialisasi dengan lingkungannya lebih banyak dibandingkan anak-anak yang bersekolah sekolah full days school.
Hal ini dikarenakan anak yang bersekolah di sekolah full days school lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah.
7. Menurunnya Tingkat Kemandirian Siswa
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dampak negatif full day school menyebabkan siswa tidak mandiri, karena disini terlihat untuk membereskan pakaian setelah pulang sekolah saja masih orang tua yang membersikan dan menyiapkan perlengkapan yang akan di bawa kesekolah saja masih orang tua yang melakukan semua itu.
8. Kejenuhan dan Kelelahan Siswa di Sekolah
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa full day school dapat menimbulkan kelelahan, baik bagi siswa maupun guru. Siswa umumnya tidak dapat melakukan kegiatan lagi di rumah setelah pulang sekolah.
Untuk menanggulangi kelelahan tersebut, biasanya pihak sekolah dan guru tidak menambah tugas rumah lagi bagi siswa.
Dampak pelaksanaan full day school di SMA Negeri 1 Pasaman terdiri dari dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif diantaranya keyakinan orang tua
untuk menyerahkan pendidikan anaknya di SMA Negeri 1 Pasaman, pemanfaatan fasilitas sekolah untuk pembelajaran yang efektif dan mengurangi kenakalan remaja.
Sekolah yang menerapkan pembelajaran full day school, dalam melaksanakan pembelajarannya bervariasi, baik ditinjau dari segi waktu yang dijadwalkan maupun kurikulum lembaga atau lokal yang digunakan, pada prinsipnya tetap mengacu pada penanaman nilai-nilai agama dan akhlak yang mulia sebagai bekal kehiduapan mendatang disamping tetap pada tujuan lembaga berupa pendidikan yang berkualitas (Romli, 2004: 18).
Karakteristik yang paling mendasar dalam model pembelajaran full day school yaitu proses integrated curriculum dan integrated activity yang merupakan bentuk pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk anak (siswa) yang berintelektual tinggi yang dapat memadukan aspek keterampilan dan pengetahuan dengan sikap yang baik.
Sekolah yang menerapkan pembelajaran full day school, dalam melaksanakan pembelajarannya
bervariasi, baik ditinjau dari segi waktu yang dijadwalkan maupun kurikulum lembaga atau lokal yang digunakan, pada prinsipnya tetap mengacu pada penanaman nilai-nilai agama dan akhlak yang mulia sebagai bekal kehiduapan mendatang disamping tetap pada tujuan lembaga berupa pendidikan yang berkualitas (Romli, 2004: 18).
Ogburn dan Nimkoff (Soekanto, 2003: 335) menyatakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial itu meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. Kingsley Davis menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Menurut Faisal (1990:
92-93) dalam arus perubahan sosial, pendidikan menjadi institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisan-warisan budaya suatu masyarakat. Peran pendidikan pada aspek ini sebagai pelayan pasif masyarakat, yang berarti bahwa pendidikan befungsi sebagai pemelihara dan pengaman warisan budaya masyarakat, termasuk cita-
cita, aspirasi maupun ideologi nasionalnya. Dalam posisi ini sistem pendidikan menjadi penyiap sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik kulitas maupun kuantitasnya.
Sebagai agen of change pendidikan terutama lewat institusi pendidikannya dituntut untuk memiliki kreativitas, inovasi, ide-ide baru atau program pendidikan yang dapat mempengaruhi masyarakat dengan konsepsi dan sistem yang teratur dan terarah. Selain membimbing masyarakat untuk beradaptasi dengan laju perubahan, pendidikan sebagai agen perubahan juga berusaha melakukan pembaruan dan perubahan sosial lewat serangkaian program pendidikan yang telah direncanakan dan memiliki arah yang jelas dari perubahan yang diinginkan.
Kemampuan pendidikan untuk melakukan perubahan sangat besar.
Hasil penelitian Inkeles dan Smith, menunjukkan bahwa pendidikan sangat efektif mengubah manusia.
Dampak pendidikan tiga kali lebih kuat dibanding usaha-usaha lainnya,
seperti pengalaman kerja dan pengenalan terhadap media massa
Selanjutnya dampak negatif yang muncul dari pelaksanaan full day school di SMA Negeri 1 Pasaman yaitu kelelahan, kurangnya penyesuaian sosial dan kurangnya kemandirian siswa. Padatnya jadwal sekolah menyebabkan siswa kelalahan dan faktor ini juga memicu siswa menjadi tidak mandiri.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan tentang dampak pelaksanan sistem full day school pada siswa SMA Negeri 1 Pasaman, didapatkan dampak positif yaitu aspek keagamaan siswa meningkat, dapat mengembangkan bakat dan minat, sosialisasi dengan teman berjalan dengan baik, meningkatkan kedisiplinan sehingga menghindarkan dari perbuatan yang kurang baik, meningkatkan prestasi belajar, orang tua percaya terhadap pendidikan anak serta efektinya penggunaan fasilitas sekolah.
Dampak negatif pelaksanaan full day school diantaranya kurangnya waktu dengan orang tua dan teman, kurangnya kemandirian siswa serta
kejenuhan dan kelelahan. Dampak negatif ini umumnya berkaitan dengan diri siswa itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Faisal, Sanafiah. 1990. Sosiologi
Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional
Kunandar. 2010. Guru Profesional.
Jakarta: Rajawali Press Moleong, Lexy J. 2010. Metode
Penelitian Kualitatif
Bandung: Remaja
Rosdakarya
Romli, Moch. 2004. Manajemen Pembelajaran di Sekolah Dasar Fullday School.
Malang: Universitas Negeri Malang.
Soekanto, Soerjono, 2003. Sosiologi Suatu Pengantar (edisi revisi), Jakarta: PT Raja Grafindo Persada