Survei Kesehatan Indonesia 2023
Konsep Dasar Rumah Tangga & Anggota Rumah Tangga
SURVEI KESEHATAN INDONESIA
► Konsep kependudukan yang digunakan dalam SKI 2023 mengacu kepada konsep SP2020 yaitu menggunakan konsep “de jure” atau konsep “seseorang biasa menetap/bertempat tinggal (usual
residence)” dan konsep “de facto” atau konsep “tempat tinggal seseorang
berada pada saat pendataan”
► Untuk penduduk yang bertempat tinggal tidak tetap, didata di mana mereka
biasanya bertempat tinggal.
► Penduduk yang sedang bepergian 1 tahun atau lebih, atau yang telah berada pada suatu tempat tinggal selama 1 tahun atau lebih, didata di mana mereka tinggal pada saat
pendataan.
► Penduduk yang menempati rumah kontrak/sewa (tahunan/bulanan) dianggap sebagai penduduk yang bertempat tinggal tetap.
Konsep Kependudukan [1]
2
TIDAK TERMASUK PENDUDUK
Konsep Kependudukan [2]
a) Tamu yang tengah berkunjung (kurang dari 1 tahun) dan tidak bermaksud menetap;
b) Mereka yang tengah bepergian ke wilayah lain selama 1 tahun atau lebih;
c) Sudah pindah dan bermaksud menetap di wilayah tujuan meskipun belum 1 tahun meninggalkan tempat tinggal ini;
d) Sudah bertempat tinggal di wilayah lain dengan mengontrak/sewa/kos meskipun kadang-kadang berkunjung ke rumah keluarga atau orangtuanya;
e) Anggota Korps Diplomatik negara asing dan
anggota rumah tangganya yang tinggal di Indonesia.
a) Mereka yang tinggal menetap 1 tahun atau lebih;
b) Mereka yang tinggal kurang dari 1 tahun tetapi bermaksud/
berencana menetap selama minimal 1 tahun;
c) Mereka yang sedang bepergian ke wilayah lain kurang dari 1 tahun dan tidak bermaksud menetap di wilayah tujuan.
TERMASUK PENDUDUK
SURVEI KESEHATAN INDONESIA
► Seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh
bangunan tempat tinggal dan biasanya tinggal bersama serta makan bersama dari satu dapur.
► Yang dimaksud dengan satu dapur adalah pengurusan kebutuhan makan dan
minum dikelola menjadi satu.
► Satu rumah tangga dapat terdiri dari satu anggota rumah tangga atau lebih.
► Rumah tangga biasa umumnya terdiri dari bapak, ibu dan anak.
► Rumah tangga sering diartikan keluarga.
Petugas harus hati-hati, satu keluarga tidak selalu satu rumah tangga atau sebaliknya.
► Kriteria rumah tangga lebih
mempertimbangkan aspek satu pengelolaan urusan “dapur” atau kebutuhan makan-
minum.
► Contoh : Dalam 1 rumah ada 2 keluarga yang pengelolaan kebutuhan makan-minumnya satu dapur tetapi pengeluaran lainnya seperti listrik, air, wifi, pakaian dan lainnya ditangung masing-masing. Dalam hal ini, kedua
keluarga ini dianggap 1 rumah tangga.
Konsep Rumah Tangga Biasa [1]
4
❖ Seseorang yang menyewa kamar atau
sebagian bangunan, tetapi makannya diurus sendiri;
❖ Keluarga yang tinggal terpisah di dua
bangunan, tetapi makannya dari satu dapur, asal kedua bangunan tersebut masih dalam blok sensus yang sama, maka dianggap sebagai satu rumah tangga;
❖ Pengurus asrama, pengurus panti asuhan, pengurus lembaga pemasyarakatan, dan sejenisnya yang tinggal sendiri maupun bersama anak istri, serta anggota rumah tangga lainnya dianggap rumah tangga biasa;
❖ Pemondok dengan makan (indekos) yang jumlah pemondoknya kurang dari 10 orang dengan makan, pemondok dianggap
sebagai anggota rumah tangga induk semangnya. Jika yang mondok dengan makan 10 orang atau lebih, maka rumah tangga yang menerima pondokan dengan makan merupakan rumah tangga biasa, sedang yang mondok dengan makan dianggap sebagai rumah tangga khusus;
❖ Jika beberapa orang yang bersama-sama mendiami satu kamar dalam satu
bangunan, walaupun pengelolaan
makannya sendiri-sendiri, maka setiap kamar dianggap satu rumah tangga biasa;
Konsep Rumah Tangga Biasa
[2]
SURVEI KESEHATAN INDONESIA
Keluarga dan Rumah Tangga
Keluarga
Keluarga adalah seseorang atau sekelompok orang, baik memiliki hubungan darah (suami, istri, anak, orang tua) maupun bukan. Biasanya terdaftar dalam Kartu Keluarga
(KK)
Rumah tangga
Rumah tangga diartikan sebagai 1 (satu) atau sekumpulan orang (biasanya suatu keluarga) yang tinggal bersama dan
dalam 1 (satu) pengelolaan makan/minum. (1 dapur). Bisa merupakan keluarga/bukan.
Orang yang bertanggung jawab dalam rumah tangga tersebut disebut sebagai kepala rumah tangga (KRT).
Keluarga dan Rumah Tangga
KELUARGA
RUMAH TANGGA
1-keluarga 1-ruta
1-keluarga 2-ruta
2-keluarga 1-ruta
1 keluarga mengelola kebutuhan makan/minum sendiri untuk seluruh anggotanya
Dalam 1 keluarga terdapat >1 pengelolaan makan/minum
2 keluarga bergabung pengelolaan makan/minum menjadi 1
Seluruh anggota keluarga merupakan anggota rumah tangga;
Identifikasi KRT;
Anggota keluarga terpecah ke dalam 2 ruta;
Identifikasi KRT tiap Ruta;
Identifikasi ART tiap Ruta;
Seluruh anggota keluarga bergabung menjadi anggota rumah tangga;
Identifikasi KRT;
SURVEI KESEHATAN INDONESIA
Anggota Rumah Tangga
a) Orang yang bekerja di luar BS dan pulang minimal
seminggu sekali secara rutin, maka dicatat di tempat
tinggal rumah tangganya (berlaku untuk Kepala
Rumah Tangga dan Anggota Rumah Tangga). Sedangkan untuk yang pulang lebih dari seminggu dicatat di tempat tinggal saat bekerja.
Beberapa kasus untuk anggota rumah tangga yang bekerja, sekolah, dan kuliah
c) Bagi yang sedang kuliah (universitas maupun sekolah dengan tingkat pendidikan di atas SMA) di luar BS dan tidak
tinggal bersama dengan rumah tangganya, maka dicatat di tempat
tinggalnya saat kuliah.
b) Untuk anak-anak yang masih sekolah SD,
SMP, SMA (atau sederajat) yang bersekolah di tempat lain dan tidak tinggal bersama orang tuanya/rumah tangganya dicatat di tempat tinggal orang tuanya/rumah tangganya.
Termasuk yang bersekolah di boarding school atau pesantren. Jika anak yang masih sekolah SD, SMP, SMA (atau sederajat) sejak lahir tidak tinggal dengan orang tuanya, misalkan sejak lahir sudah tinggal dengan neneknya, maka anak tersebut dicatat di rumah tangga neneknya
Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang sedang berada di rumah pada waktu pendataan maupun yang sementara tidak berada di rumah.
Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga, baik yang sedang berada di rumah pada waktu pendataan maupun yang sementara tidak berada di rumah.
8
Anggota Rumah Tangga (Termasuk Kepala Rumah Tangga) TERMASUK ANGGOTA RUMAH TANGGA:
1. Bayi yang baru lahir.
2. Orang yang sudah tinggal 1 tahun atau lebih, meskipun belum berniat untuk menetap (pindah datang). Termasuk orang yang belum tinggal 1 tahun tetapi sudah meninggalkan rumahnya 1 tahun atau lebih.
3. Orang yang tinggal kurang dari 1 tahun tetapi berniat untuk menetap (pindah datang).
4. Pembantu rumah tangga, tukang kebun atau sopir yang tinggal dan makannya bergabung dengan rumah tangga majikan.
5. Kepala rumah tangga/ART lainnya bekerja di tempat lain (tidak punya tempat tinggal tetap), tidak pulang setiap hari tapi pulang secara periodik (kurang dari 1 tahun) seperti pelaut, pilot, sopir antar pulau, pedagang antar pulau, pekerja tambang dsb.
6. Penduduk/ anggota rumah tangga yang bersekolah SD/SMP/SMA atau yang sederajat, yang tinggal di tempat lain (kost, boarding school, pondok pesantren)
SURVEI KESEHATAN INDONESIA 10
TIDAK TERMASUK ANGGOTA RUMAH TANGGA:
1. ART yang sudah bepergian 1 tahun atau lebih, meskipun belum jelas akan pindah.
2. ART yang sudah pergi kurang dari 1 tahun tetapi berniat untuk pindah 3. Pembantu rumah tangga yang tidak tinggal di rumah tangga majikan
4. ART yang kuliah (menempuh pendidikan di perguruan tinggi/diploma/universitas) yang tinggal di tempat lain (misalnya: kost, asrama, kontrak, dll)
5. KRT/ART yang bekerja dan memiliki tempat tinggal tetap di tempat lain dan tidak pulang secara reguler/rutin minimal sekali dalam seminggu
Anggota Rumah Tangga (Termasuk Kepala Rumah Tangga)
Catatan
1. Jika diketahui seorang suami mempunyai istri lebih dari satu, maka:
• ia harus dicatat di salah satu rumah tangga istri yang lebih lama ditinggali.
• Bila diketahui lamanya tinggal bersama istri-istrinya sama maka ia dicatat di rumah istri yang paling lama dinikahi.
2. Orang yang bekerja di tempat lain (luar BS), tidak memiliki tempat tinggal tetap, dan tidak pulang setiap hari tapi pulang secara periodik (kurang dari 1 tahun) maka ia dicatat di rumah tangganya, seperti:
• Orang yang bekerja sebagai petani dan tinggal di saung, tetapi pulang ke tempat tinggalnya setiap bulan.
• Orang yang bekerja sebagai buruh bangunan dan tinggal di bedeng/kontainer, tetapi pulang ke tempat tinggal sebulan sekali.
• Orang yang bekerja sebagai sopir antarpulau dan tinggal di terminal atau di
Anggota Rumah Tangga (Termasuk Kepala Rumah Tangga)
SURVEI KESEHATAN INDONESIA
Contoh
► Astuti tinggal di Pisangan Baru, Jakarta Timur. Dia bekerja di BPS Pusat. Setiap hari Sabtu dan Minggu, Astuti "pulang" ke rumah orang tuanya di Bogor. Dalam kasus ini Astuti dicatat sebagai ART di Bogor.
12