PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis dengan metode MMP pada siswa SD N 11 Selum. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Anak di Kelurahan Padang, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.” Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Anak di Kelurahan Padang, Kecamatan Manna.
Metode ini digunakan untuk memperoleh data terkait upaya guru dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa II. kelas di SD N 11 Seluma. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan terlihat upaya guru dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak II. kelas di SD Negeri 11 Seluma. Dalam menganalisis hasil penelitian tentang “Upaya guru meningkatkan keterampilan membaca dan menulis di SD Negeri 11 Seluma”.
Upaya guru untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis pada anak berkebutuhan khusus pada mata pelajaran bahasa.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Motivasi Belajar
- Hakekat Membaca
- Hakekat Menulis
- Membaca Menulis Permulaan (MMP)
Kajian Pustaka
Metode penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak di Desa Kota Padang Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca dan Menulis Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Media Flash Card di Kelas 1 MI Miftahul Athfal Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah. Metode penelitian PTK, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatan keterampilan membaca dan menulis serta mengetahui apakah pembelajaran aktif media flashcard mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas 1 MI Miftahul Athfal Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan media flashcard keterampilan membaca dan menulis mereka meningkat, mereka termotivasi tinggi untuk aktif dalam belajar dan keberanian serta rasa percaya diri mereka semakin tumbuh. Citra Ferawati Hutabarat (2017) dalam penelitian berjudul “Upaya meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Materi penulisan laporan observasi Kelas V di MIS Qoriah Fadillah. Hasil penelitian ini menunjukkan respon belajar siswa sangat baik. tinggi dan baik adalah setelah menggunakan model pembelajaran kontekstual, hal ini terlihat dari.
Fadila A (2019) dalam penelitiannya yang berjudul “Upaya meningkatkan keterampilan membaca awal dengan menggunakan media flashcard di kelas 1 SD N 56 Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi”. Metode penelitian PTK, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas media kertas dalam meningkatkan keterampilan membaca di kelas 1 SD N 56 Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca awal, meliputi kemampuan anak membaca gambar, mampu menunjukkan simbol-simbol huruf yang diperlukan, mampu menyebutkan simbol-simbol, mampu mengucapkan kata-kata dan membunyikan huruf. simbol dalam kata, mampu menghubungkan gambar dengan kata, mampu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak berkebutuhan khusus pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SLB Negeri 1 Kota Bengkulu khususnya tunagrahita di kelas IV diajarkan secara terpisah dan terpisah. Keterampilan membaca dan menulis peneliti berada pada II. kelas, dan peneliti wanita sebelumnya di II. Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kontekstual Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Bahan Tulis Laporan Observasi di MIS Qoriah Fadillah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kontekstual sangat tinggi dan baik. Hal ini terlihat dari peningkatan kemampuan siswa dalam menulis laporan, observasi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan membaca awal meningkat, meliputi kemampuan anak dalam membaca gambar, menunjukkan simbol huruf yang diperlukan, memberi nama simbol, mengucapkan kata.
Kerangka Berpikir
Menulis adalah kemampuan menggunakan pola bahasa dalam pertunjukan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan.”42 Menulis juga berkaitan dengan pemahaman bahasa dan kemampuan berbicara. 42 Asep Samsudin,” Meningkatkan Kemampuan Menulis Berita Ekspositori dan Menulis Ilustrasi Ekspositori Siswa Kelas V Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis https://dosen.ikips iliwangi .ac.id/wpcontent /uploads/sites/6 /2018/03/Asep_Samsudin_Artikel_ Pembela jaran_UPI.pdf”,..h.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Sumber Data
Berdasarkan kutipan diatas maka sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru kelas dan guru PAI kelas II SD N 11 Seluma. Sumber sekunder disebut juga sumber tambahan atau sumber pendukung.46 Sumber sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, seperti buku, literatur, artikel dan majalah, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, tentang usaha guru. Berdasarkan kutipan di atas, maka sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah siswa kelas II. kelas dan kepala SD N 11 Seluma.
Fokus Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
4 Pernahkah guru membimbing anda dalam mengeja huruf, kata dan kalimat ketika belajar membaca dan menulis? Temuan penelitian yang diperoleh penulis mengenai upaya guru dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis anak kelas II SD Negeri 11 Seluma dilakukan dengan melakukan wawancara kepada guru kelas dan anak. Peneliti melanjutkan wawancara dengan guru kelas Bapak. Waimin yaitu: Faktor penghambat belajar membaca dan menulis anak.
Keluarga anak sibuk sehingga anak kurang bimbingan, perhatian, bimbingan dan motivasi belajar membaca dan menulis di rumah.92. Minat membaca dan menulis anak rendah karena anak lebih suka bermain bersama teman dan bermain-main.93. Dilanjutkan wawancara dengan guru kelas Pak Waimin yaitu : Bagaimana cara menghadapi anak yang belum bisa membaca dan menulis.
“Metode yang digunakan pada anak diharapkan dapat memudahkan anak dalam memahami huruf atau memahami kata ketika membaca dan menulis.” 98. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara dengan bapak. Guru kelas Waimin yaitu: Cara mengajar anak membaca dan menulis dengan menggunakan metode. Untuk mengajarkan anak membaca dan menulis dengan metode MMP (Begin Reading and Writing), guru menggunakan metode ejaan dan suku kata.
Upaya guru sangat mempengaruhi peningkatan keterampilan membaca dan menulis siswa agar dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi pendidikan siswa. Di sekolah ini dalam proses pembelajaran masih terdapat siswa yang kurang mengetahui cara menulis dan membaca. Keluarga yang tidak mendukung kebiasaan membaca dan menulis dapat menyebabkan rendahnya minat membaca dan menulis. atau keterampilan dasar membaca dan menulis siswa.
Untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, hendaknya guru memahami permasalahan apa saja yang dialami siswa dengan membimbingnya secara individu. Guru mendekatkan diri kepada siswa sehingga mengetahui kendala atau kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam membaca dan menulis. Kita diharapkan giat belajar dan lebih serius dalam membaca dan menulis.
Meningkatkan kemampuan menulis berita ekspositori dan penulisan ilustrasi ekspositori siswa kelas V melalui model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis.
Uji keabsahan Data
Teknik Analisis Data
Reduksi data (reduksi data) merupakan suatu proses berpikir peka yang memerlukan kecerdasan dan keluwesan, kedalaman wawasan yang tinggi dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal yang diperoleh dari data lapangan dalam kaitannya dengan upaya guru meningkatkan keterampilan membaca dan menulis di Sekolah Dasar. N. Sekolah 11 Seluma. Saya sebagai kepala sekolah sangat mendukung upaya para guru di SDN 11 untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa dengan pengucapan dan intonasi yang benar dengan terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada anak, mengajar anak secara terus menerus, Guru mendekatkan diri kepada anak dengan cara yang mereka kenal. kesulitannya. mereka alami. Dari hasil wawancara terlihat bahwa di kelas II ada sebagian anak yang memahami isi bacaan dalam pembelajaran dan ada juga anak yang belum dapat memahami isi bacaan karena dihalangi oleh anak tersebut. yang masih mengeja saat membaca dan ada juga anak yang masih belum bisa membaca.
Berdasarkan hasil wawancara, guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis anak kelas II. Dalam mengajar, guru hendaknya mengetahui metode mengajar yang baik untuk anak, seperti mengajar anak menulis. membimbing, memberikan perhatian penuh, mendekatkan diri kepada anak agar semangat dalam belajar, guru juga mengajar anak dengan sabar dan perlahan. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis di SD Negeri 11 Seluma yaitu melalui pendekatan kepada siswa dengan membimbing siswa secara individu, memotivasi dan membimbing siswa agar belajar dengan giat dan sungguh-sungguh, melatih konsentrasi membaca siswa dengan meminta siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh. membaca satu per satu di depan kelas, dan melatih keterampilan menulis menggunakan benda konkrit melalui permainan kartu huruf dengan menyusun huruf secara acak kemudian membentuk kata, serta dengan melakukan pendekatan kepada siswa di setiap tempat duduk. Bentuk-bentuk ketidakmampuan membaca dan menulis pada siswa SDN 11 Seluma ini disebabkan oleh siswa yang tidak mampu mengenal huruf, kemampuan menulis yang kurang, siswa yang masih mengeja saat membaca dan arti kata dalam kalimat serta cara mengucapkannya, serta Kurangnya penguasaan bahasa ini dikalangan siswa, disebabkan oleh siswa yang masih sering.
101 Asep Samsudin, “Meningkatkan Kemampuan Menulis Berita Ekspositori dan Ilustrasi Ekspositori Siswa Kelas V Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Membaca dan Menulis Terpadu,” https://dosen.ikipsiliwangi.ac.id/wp-. Ketidakmampuan belajar membaca dan menulis juga dapat disebabkan oleh faktor penghambat antara lain suasana belajar yang kurang kondusif, keluarga dan siswa itu sendiri. Keterlibatan orang tua dengan berbagai kegiatan mengakibatkan minimnya waktu luang dan hampir tidak ada waktu untuk melakukan kegiatan membaca dan menulis, memperhatikan dan membimbing siswa dalam pembelajaran literasi di rumah.
Siswa yang kesehariannya jarang melihat keluarganya membaca dan menulis juga umumnya kurang memiliki minat dan semangat membaca dan menulis. Dan faktor penghambat dalam membaca dan menulis di kalangan siswa juga rendahnya minat siswa dalam membaca dan menulis, kurangnya motivasi siswa, kurang perhatian guru dalam pembelajaran membaca dan menulis karena siswa lebih suka bermain. Solusi yang terbukti mengatasi faktor penghambat keterampilan membaca dan menulis di SD Negeri 11 Seluma adalah dengan memberikan pelajaran tambahan bagi siswa di luar jam sekolah, minat siswa untuk dilatih dan . senantiasa dikembangkan agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan dipahami dengan baik, melakukan pendekatan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, guru memberikan motivasi kepada siswa, guru memberikan pelatihan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis.
Jika siswa langsung diberikan item yang terdiri dari dua suku kata atau lebih, maka akan menyulitkan siswa dalam membaca dan menulis dengan cepat. Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Haryanto dengan judul Upaya Peningkatan Keterampilan Literasi Awal Menggunakan Media Visual Pada Siswa Kelas I SDN 3 Wuryorejo Tahun 2009, hasil penelitian tersebut menyimpulkan adanya perbaikan proses. siswa belajar membaca dan menulis dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan nyaman menggunakan media visual. Secara keseluruhan siswa yang sebelumnya belum bisa membaca setelah mengalami proses pembelajaran menggunakan media visual mampu membaca kalimat sederhana. Dengan hasil penelitian diatas maka upaya guru sangat diperlukan bagi siswa yang belum bisa membaca dan menulis, untuk memotivasi siswa, untuk mengatasi siswa yang kesulitan membaca dan menulis, guru memberikan pendidikan khusus kepada siswa yang kesulitan membaca dan menulis.
Berkat pendekatan pembinaan dan pengajaran yang dilakukan para guru di sini, beberapa anak sudah mulai belajar secara perlahan, paham dan paham saat belajar, meskipun masih ada beberapa anak yang mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis.
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA