• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1 ETIKA PROFESI

N/A
N/A
Eriya EXO

Academic year: 2024

Membagikan "T1 ETIKA PROFESI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP ETIKA MORAL DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN

Mata Kuliah :Etika Profesi

Dosen Pengampu : Mundarti.,S.Pd.,S.SiT.,M.Kes

DISUSUN OLEH :

1. FATIMA ZARA KAMILA (P1337424523016) 2. SYIFA NURUL AENI (P1337424523017) 3. LISA HALIMAH (P1337424523020) 4. IIN INTAN NAFISAH (P1337424523021)

ZAPOTA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN MAGELANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Prinsip Etika Moral dalam Memberikan Pelayanan Kebidanan." Makalah ini disusun sebagai bagian dari upaya kami untuk memperdalam pemahaman mengenai prinsip-prinsip etika dan moral yang menjadi dasar dalam praktik kebidanan.

Etika dan moralitas dalam pelayanan kebidanan merupakan aspek yang sangat penting, karena profesi bidan tidak hanya berurusan dengan kesehatan fisik, tetapi juga melibatkan tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan ibu dan anak, serta penghormatan terhadap hak-hak pasien. Makalah ini membahas berbagai prinsip etika dan moral yang harus dijadikan pedoman oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam menjalankan tugas profesional mereka.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan yang sangat berharga. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada rekan-rekan yang telah membantu memberikan saran dan dukungan selama proses penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa mendatang. Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan tambahan wawasan bagi pembaca, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang kebidanan dan pelayanan kesehatan.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat menjadi referensi yang berguna dan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pelayanan kebidanan yang berlandaskan pada prinsip- prinsip etika dan moral yang tinggi.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...II

DAFTAR ISI...III

BAB I...4

A. Latar Belakang ...4

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan...4

BAB II...5

A. Konsep Etika...5

B. Sitimatika Etika...5

C. Fungsi Etika dan Moralitas dalam Pelayanan Kebidanan...6

D. Prinsip Etika Profesi...6

E. Dimensi Etik ...6

BAB III...7

A. Kesimpulan...7

B. Saran...8

DAFTAR PUSTAKA...9

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kebidanan merupakan profesi yang sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Bidan tidak hanya berperan dalam proses persalinan tetapi juga dalam memberikan perawatan kesehatan menyeluruh selama masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. Dalam melaksanakan tugasnya, bidan sering dihadapkan pada situasi kompleks yang memerlukan pertimbangan etika dan moral yang matang. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan prinsip etika moral dalam pelayanan kebidanan menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas pelayanan yang diberikan.

Ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi adalah kelompok yang rentan dalam konteks kesehatan. Mereka memiliki hak-hak yang harus dihormati, termasuk hak atas privasi, otonomi, dan mendapatkan informasi yang memadai. Bidan sering berada di posisi yang dapat mempengaruhi keputusan kesehatan penting, sehingga mereka harus menjaga kepercayaan dan memberikan dukungan yang sesuai dengan nilai-nilai etika.

Dalam praktik kebidanan, sering kali terjadi situasi di mana keputusan etis harus diambil, seperti dalam kasus-kasus kehamilan berisiko tinggi, komplikasi persalinan, atau konflik antara kebutuhan ibu dan bayi. Bidan harus mampu menavigasi dilema ini dengan bijaksana, mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan pasien, serta menghormati hak-hak mereka.

Praktik kebidanan diatur oleh standar profesional dan hukum yang mengharuskan bidan untuk bertindak sesuai dengan kode etik yang ketat. Pelanggaran terhadap prinsip-prinsip etika tidak hanya dapat menurunkan kualitas perawatan tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip etika moral adalah esensial bagi setiap bidan. Dengan latar belakang ini, makalah diharapkan dapat menggarisbawahi pentingnya etika moral dalam praktik kebidanan dan memberikan panduan bagi para bidan dalam menghadapi berbagai situasi etis yang kompleks di lapangan.

B. Rumusan Masalah

B.1 Apa pengertian dan konsep dari etika?

B.2 Apa sitimatika dari etika?

B.3 Bagaimana fungsi etika dan moralitas dalam pelayanan kebidanan?

B.4 Bagaimana prinsip etika?

B.5 Apa itu dimensi etik?

C. Tujuan

C.1 Untuk megetahui pengertian dan konsep dari etika.

C.2 Untuk mengetahui sitimatika dari etika.

C.3 Untuk mengetahui fungsi etika dan moralitas dalam pelayanan kebidanan.

C.4 Untuk mengetahui prinsip etika.

C.5 Untuk mengetahui dimensi etik.

(5)

BAB II TINJAUAN TEORI A. Konsep Etika

Konsep etika adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari tentang nilai- nilai baik dan buruk yang terkait dengan perbuatan dan tindakan seseorang. Secara etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani "ethos," yang berarti kebiasaan atau karakter. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, serta tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika adalah cabang filsafat yang mencari hakikat nilai- nilai baik dan buruk yang berkaitan dengan perbuatan dan tindakan seseorang

Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan kualitas lainnya yang menjadi studi mengenai standar penilaian moral. tika juga berhubungan dengan kebiasaan hidup yang baik dan tata cara hidup yang baik, baik pada diri seseorang atau kepada masyarakat. Etika berisi perintah dan larangan tentang baik-buruknya perilaku manusia, yaitu perintah yang harus dipatuhi dan larangan yang harus dihindari.

Dalam etika Islam, suatu perbuatan selalu dihubungkan dengan amal saleh atau dosa, dengan pahala atau siksa, dengan surga atau neraka.  Etika dalam agama-agama di Indonesia tidak memisahkan nilai-nilai etis atau moral dari nilai-nilai hukum. Etika bisnis adalah penerapan standar moral ke dalam kegiatan bisnis, yang mencakup prinsip-prinsip moralitas dan norma-norma yang harus diikuti oleh para pelaku bisnis.

Dengan demikian, konsep etika merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai-nilai moral dan norma-norma yang mengatur perilaku manusia, baik dalam konteks pribadi maupun sosial.

Menurut Djoko,Warsito (2018), Etika merupakan cabang dari ilmu filsafat yang berbicara tentang praktik manusiawi, atau tentang tindakan atau perilaku manusia sebagai manusia. Etika bertujuan untuk menerangkan hakikat dari kebaikan dan kejahatan dan membantu kita untuk dapat menghadapi perubahan sosial budaya secara kritis dan objektif. Norma umum yang terdiri atas norma sopan santun, norma-norma hukum, dan norma moral berlaku untuk semua orang dimana pun dan dalam status apa pun mereka berada, sedangkan norma khusus ialah untuk mereka dalam status situasi yang khusus baik mereka pilih sendiri ataupun karena keadaan mereka. Ketika Etika Moral dihubungkan dengan penegakan hukum, maka etika moral menjadi sesuatu yang penting untuk diterapkan oleh penegak hukum agar hukum menjadi sehat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan (Ekonomi et al.2021) menyatakan ada penelitian terdahulu oleh Subiharta (2015), meneliti moralitas penegak hukum dan keadilan terhadap masyarakat, dan membahas juga moralitas masyarakat, hasil penelitian antara hukum dan moral saling berkaitan, jadi hukum yang baik adalah hukum yang bermoral, bila hukum tidak bermoral maka sudah sepantasnya hukum diganti, jadi penelitian ini terjadi perbedaan dengan penelitian yang akan penulis terliti, dimana penulis meneliti etika dan moralitas penegak hukum sendiri (Subiharta, 2015).

Penelitian Cecep Wiharma (2017), masih menelitih etika dan moralitas penegak hukum dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum, hasil penelitian, etika dan moralitas penegak hukum dipengaruhi oleh lingkungan, karena masyarakat (lingkungan) yang mempengaruhi aparatur hukum. Disini masih terjadi perbedaan penelitian yang akan dilakukan, dimana tidak fokus ke penegak hukum yang diteliti. (Wiharma, 2017).

(6)

Penelitian Emma Ellyani (2018), penelitiannya membahas etika dan moralitas penegak hukum di pengaruhi oleh integritas dan etika serta agama, hasil penelitian keputusan hakim atau penegak hukum didasarkan kepada integritas, etika dan keimanan serta ketakwaan. Perbedaan penelitian yang akan penulis terliti dengan Ellyani terletak di moralitas dan agama(Ellyani, 2018).

B. Sitimatika Etika

Sitimatika etika merujuk pada dua bagian etika, yaitu etika umum dan etika profesi. Etika umum berlaku untuk semua orang dan semua situasi, sedangkan etika profesi spesifik untuk profesion yang bersangkutan. Dalam kebidanan, etika profesi berfokus pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkait dengan bidang kebidanan.

C. Fungsi Etika dan Moral dalam Pelayanan Kebidanan

Etika dan moralitas memiliki fungsi penting dalam pelayanan kebidanan. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:

ď‚· Menjaga kualitas pelayanan: Etika dan moralitas memastikan bahwa pelayanan kebidanan dilakukan dengan profesionalisme dan kejujuran.

ď‚· Meningkatkan kesadaran diri: Etika dan moralitas membantu para bidan menjadi lebih aware terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkait dengan profesinya.

ď‚· Membangun hubungan interpersonal: Etika dan moralitas membantu para bidan dalam membangun hubungan interpersonal yang seimbang dan saling menghormati dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan lainnya.

D. Prinsip Etika

Prinsip-prinsip etika profesi kebidanan antara lain:

ď‚· Kesadaran diri: Mengetahui batasan-batasan diri sendiri sebagai bidan.

ď‚· Kesetiannya: Menjunjung tinggi nilai-nilai dan prinsip-prinsip kebidanan.

ď‚· Keterbukaan: Menjadi transparan dan akuntabel dalam segala tindakan.

ď‚· Kejujuran: Menyatakan kesalahan apabila terjadi kesalahan.

E. Dimensi Etik

Dimensi-dimensi etika yang terkait dengan profesi kebidanan antara lain :

ď‚· Dimensi spiritual: Melibatkan nilai-nilai spiritual dalam pengambilan keputusan.

ď‚· Dimensi sosial: Melibatkan nilai-nilai sosial dalam hubungan interpersonal.

ď‚· Dimensi profesional: Melibatkan nilai-nilai profesional dalam pengelolaan pekerjaan.

ď‚· Dimensi personal: Melibatkan nilai-nilai personal dalam pengembangan diri.

(7)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dalam pelayanan kebidanan, prinsip etika moral memegang peranan penting dalam menjaga kualitas dan integritas layanan yang diberikan kepada pasien.

Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, beberapa poin utama dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kepatuhan terhadap Prinsip Etika dan Hukum: Kebidanan sebagai profesi kesehatan memiliki tanggung jawab untuk mematuhi prinsip-prinsip etika seperti beneficence (kebajikan), non-maleficence (tidak merugikan), autonomy (kemandirian pasien), dan justice (keadilan). Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil oleh bidan didasarkan pada kepentingan terbaik pasien, serta melindungi hak-hak dan kesejahteraan ibu dan bayi.

2. Pentingnya Informed Consent: Memberikan informasi yang jelas dan lengkap kepada pasien tentang kondisi kesehatan, pilihan perawatan, risiko, dan manfaat adalah inti dari prinsip otonomi. Informed consent (persetujuan setelah diberi penjelasan) adalah proses kunci dalam menjaga otonomi pasien, yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang tepat

berdasarkan pemahaman penuh.

3. Menghormati Keanekaragaman dan Nilai-Nilai Budaya: Dalam praktik kebidanan, bidan sering menghadapi pasien dari berbagai latar belakang budaya dan kepercayaan. Menghormati nilai-nilai budaya dan keyakinan pasien adalah bagian dari prinsip etika untuk memberikan pelayanan yang inklusif dan penuh rasa hormat.

4. Kerahasiaan dan Privasi: Menjaga kerahasiaan informasi pasien adalah aspek kritis dalam membangun kepercayaan antara bidan dan pasien. Prinsip ini juga sejalan dengan undang-undang perlindungan data dan privasi yang mengatur bagaimana informasi kesehatan pasien harus dikelola dan dilindungi.

5. Pengembangan Profesional Berkelanjutan: Etika profesional menuntut bidan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka. Ini tidak hanya penting untuk menyediakan perawatan terbaik bagi pasien tetapi juga untuk menjaga standar profesionalisme dalam praktik kebidanan.

Keseluruhan, prinsip-prinsip etika moral yang diterapkan dalam pelayanan kebidanan tidak hanya memastikan perawatan yang berkualitas dan aman bagi ibu dan bayi, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap profesi kebidanan.

Oleh karena itu, integrasi prinsip etika dalam pendidikan dan praktik kebidanan sangat penting untuk mencapai pelayanan yang berpusat pada pasien dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

(8)

B. Saran

Mendorong program pelatihan dan pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kebidanan tentang prinsip-prinsip etika dan moral. Ini termasuk pemahaman tentang hak pasien, privasi, persetujuan informasi (informed consent), dan menjaga kerahasiaan. Mengembangkan dan memperkuat standar etika dalam pelayanan kebidanan, termasuk panduan yang jelas tentang penanganan situasi yang kompleks atau kontroversial. Panduan ini harus disertai dengan pelatihan untuk membantu bidan dalam pengambilan keputusan yang etis.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Djoko, S., & Warsito, F. X. (2018). Etika Moral Berjalan, Hukum Jadi Sehat. Binamulia Hukum, 7(1), 26–35.

Ellyani, E. (2018). Tanggung Jawab Hakim Dalam Penegakan Hukum Transendental.

Subiharta, S. (2015). Moralitas Hukum dalam Hukum Praksis sebagai Suatu Keutamaan. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 4(3), 385–398

Wiharma, C. (2017). Penegakan Hukum Legalistik dalam Perspektif Sosiologis. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 3(2), 216–233.

World Health Organization. (2019). Code of Ethics for Midwives. Geneva: World Health Organization.

Referensi

Dokumen terkait

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Berkat, Karunia dan Kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas keteraturan yang salah satunya melalui pengembangan berbagai keterampilan dalam akuntansi 1.2. Menyadari kebesaran Tuhan

Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya saya dapat menyusun makalah ini sebagai bahan pengantar dalam Pelaksanaan Pemantapan

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan kasih karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Kuasa-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.. Makalah ini disusun

Puji dan syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas karunia rahmat dan nikmat-nyalah makalah dengan judul pengaruh inovasi

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-Nya kami dapat menyelesakan makalah Pancasila dalam Konteks Sejarah Perjuangan

KATA PENGANTAR Bismillahiramanirrohim Assalamu’alaikumWarahmatullahi Wabarakath Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Berkat Rahmat dan Karunia nya sehingga kami