• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahapan Konseling Kelompok 3. Tahap Peralihan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Tahapan Konseling Kelompok 3. Tahap Peralihan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

K O N S E L I N G P I O K E L O M P O K

(188600092)

(2)

Psikologi Industri/Organisasi adalah suatu studi ilmiah tentang perilaku kognisi, emosi, dan motivasi serta proses mental manusia yang

ada didalam industri/organisasi yang berorientasi pada sistem kegiatan yang

terkoordinasi dari suatu kelompok orang yang bekerja secara kooperatif untuk mencapai

tujuan yang sama dibawah otoritas dan kepemimpinan tertentu.

Psikologi Industri &

Organisasi

(3)

Konseling merupakan suatu upaya bantuan yang

dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antara konselor dan klien yang berisi usaha yang laras, unik

manusiawi, yang dilakukan dalam sana keahlian yang di dasarkan atas norma- norma yang berlaku, agar klien memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri sendiri dalam memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan datang.

Konseling

(4)

Konseling Industri adalah pembahasan suatu masalah dengan seorang karyawan yang mempunyai masalah emosional dengan maksud untuk membantu karyawan tersebut agar dapat mengatasi masalahnya secara lebih baik. Konseling bertujuan untuk memperbaiki

kesehatan mental karyawan.

Kesehatan mental yang baik berarti bahwa orang-orang merasa nyaman akan mereka sendiri, baik terhadap orang lain, dan sanggup memenuhi kebutuhan hidup.

Pengertian

Konseling dalam

Tinjauan Industri

(5)

Kebutuhan akan konseling semakin meningkat akibat semakin beragamnya masalah yang dihadapi karyawan. Bila masalah-masalah ini timbul, para karyawan dapat mengambil manfaat dari pemahaman

dan bantuan dari konseling yang dapat dilakukan.

Kebutuhan akan

Konseling

(6)

Komunikasi, memberikan informasi dan pemahaman.

Nasihat, mengatakan kepada orang apa yang harus dikerjakan

Menentramkan hati, memberi dorongan dan keyakinan kepada orang untuk menghadapi masalah.

Aktivitas-Aktivitas

Yang Dilakukan Dalam Konseling.

Mengendurkan ketegangan emosional, membantu orang agar merasa lebih bebas dari ketegangan.

Berfikiraan jernih, mendorong pemikiran yang lebih masuk akal dan rasional.

Reorientasi, mendorong perubahan internal dalam tujuan dan nilai.

(7)

Buruh dan karyawan adalah makhluk social yang menjadi bagian dari suatu kelompok kerja dan tim kerja tertentu. Jika dia tidak sanggup bekerjasama secara kooperatif dengan teman sejawatnya, betapapun tinggi kemampuan teknis dan kemampuan intelektualnya, pastilah dia tidak akan betah bekerja di tempat itu dan tidak mampu bekerja dengan maksimal. Maka penekanan psikologis dalam dunia industry akan mempengaruhi prestasi kerjanya. Untuk itu konselor diperlukan dalam dunia industry untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi oleh karyawan atau para buruh agar mampu mengoptimalkan potensinya dalam bekerja.

Tidak hanya itu, konselor juga membantu pemimpin ataupun manejer dalam industry yaitu dalam menangani masalah atau kondisi serta kesejahteraan karyawan atau buruh.

Pelaku dalam

Industry

(8)

1. Persaingan terhadap sumber-sumber

Konflik antar pribadi/kelompok akan muncul ketika ada persaingan terhadap sumber seperti dana anggaran, ruangan, pengadaan bahan baku, pemrosesan data,dan pemeliharaan peralatan kerja. Semakain langkanya sumber yang di

ingginkan, maka semakin besar kemungkinannya terjadi persaingan atau kompetisi yang semakin tajam pula di antara pribadi atau kelompok yang saling membutuhkan sumber tersebut.

2. Ketergantungan terhadap tugas

Konflik muncul ketika seorang karyawan atau sekelompok karyawan mempunyai tujuan dan prioritas yang berbeda-beda satu sama lain, sehingga mereka akan saling mengalami ketergantungan tugas.

Sumber Konflik

Kelompok

(9)

3. Kekaburan deskripsi tugas

Ketika deskripsi tugas yang digagas oleh masing-masing anggota yang ada diberbagai departemen tersebut tugas-tugasnya mulai tumpang-tindih, tidak jelas (kabur), demikian juga tanggung jawab, kewenangan, dan hak serta kewajibannya masih kabur, maka hal tersebut akan memicu munculnya konflik diantara mereka.

4. Rintangan-rintangan komunikasi

Sarana komunikasi yang kurang memadai dapat menghambat upaya-upaya untuk mencapai koordinasi dua kelompok yang mempunyai tugas saling satu sama lain.

(10)

1. Pra Konseling

Tahap pra konseling dianggap sebagai tahap persiapan pembentukan kelompok.

Adapun hal-hal yang mendasar yang dibahas pada tahap ini adalah para klien yang telah di seleksi akan dimasukkan dalam keanggotaan yang sama menurut pertimbangan homogenitas.

Selain itu, konselor juga perlu memerhatikan kesamaan masalah sehingga semua masalah anggota dapat difokuskan kepada inti permasalahan yang sebenarnya.

2. Tahap Permulaan

Tahap ini ditandai dengan dibentuknya struktur kelompok. Adapun manfaat dari

dibentuknya struktur kelompok ini adalah agar anggota kelompok dapat memahami aturan yang ada di dalam kelompok.

Tahapan Konseling

Kelompok

(11)

3. Tahap Peralihan

Setelah suasana kelompok terbentuk dan dinamika kelompok sudah mulai tumbu, kegiatan kelompok hendaknya dibawah lebih jauh oleh pemimpin kelompok menjuku ke kegiatan kelompok yang sebenarnya. Untuk itu perlu diselenggarakan tahap peralihan.

4. Tahap pelaksanaan kegiatan

Tahap ini merupakan konseling kelompok yang sebenarnya namun kelangsungan kegiatan kelompok pada tahap ini sangat bergantung pada hasil dari dua tahap sebelumnya jika tahap sebelumnya lebih baik maka tahap ketiga akan berlangsung lancar.

Selanjutnya dalam tahap ini hubungan antar kelompok tumbuh dengan baik saling tukar

pengalaman dalam hal suasana prasaan yang dirasakan, pengutaraan, pengajian, dan pembukaan diri berlangsung tidak bebas demikian pula saling tanggap dan tukar pendapat dengan lancar.

Para anggota beersikap saling membantu saling menerima saling menguatkan dan saling berusaha untuk memperkuat kebersamaan dalam suasana seperti ini kelompok membahas hal-hal yang

bersifat nyata dan mengarah kepada pencapaian tujuan.

(12)

5. Tahap akhir

Pada saat kelompok memasuki tahap pengakhiran, kegiatan kelompok

hendaknya dipusatkan pada pembahasan dan penjelajahan tentang apakah para anggota kelompok akan mampu menerapkan hal-hal yang telah mereka pelajari dalam kelompok pada kehidupan sehari-hari. Disini peran pemimpin ialah memberi penguatan terhadap hasil –hasil yang telah dicapai oleh kelompok itu, khususnya terhadap keaktipan para anggota dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh masing masing anggota kelompok.

(13)

Ada beberapa penanganan masalah yang menerapkan konsep konseling dalam prakteknya, antara lain:

1. Kelompok Pelatihan dan Pengembangan

Yaitu, pelatihan bagi sekolompok orang yang ingin meningkatkan kemampuan dan

keterampilan tertentu yang bertujuan untuk mencegah munculnya hambatan jika hal tersebut benar-benar terjadi. Misalnya, pelatihan menghadapi pensiun.

2. Diskusi Kelompok Terfokus

Merupakan bentuk kegiatan diskusi mengenai topik-topik khusus yang telah disepakati bersama dan dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam peserta diskusi. Peserta diskusi tidak harus memiliki masalah seperti yang dibicarakan, tetapi berminat untuk

berpartisipasi dalam diskusi.

Penanganan

Konseling Kelompok

(14)

3. Self-Help

Adalah forum kelompok yang dibentuk dan dijalankan oleh beberapa orang (sekitar 4-8 orang) yang mengalami

masalah yang sama. Self-Help dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman mengatasi masalah yang dihadapi serta mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Misalnya orang-orang

alkoholic yang ingin menghilangkan kecanduannya pada alkohol.

(15)

Konseling Industri adalah pembahasan suatu masalah dengan seorang karyawan yang mempunyai masalah emosional dengan maksud untuk membantu karyawan tersebut agar dapat mengatasi masalahnya secara lebih baik. Konseling bertujuan

untuk memperbaiki kesehatan mental karyawan. Kesehatan mental yang baik berarti bahwa orang-orang merasa nyaman akan mereka sendiri, baik terhadap

orang lain, dan sanggup memenuhi kebutuhan hidup.

KESIMPULAN

(16)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

List of Figures Figure 1: Teacher respondents: demographic information and experience 9 Figure 2: Pre-service teacher respondents: demographic information and experience 10 Figure 3: