• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Konservasi Berbasis Kearifan Lokal di Pertanian

N/A
N/A
Sigit Pamukti

Academic year: 2024

Membagikan "Pengenalan Konservasi Berbasis Kearifan Lokal di Pertanian"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

1. Implementasi Interaksi Sosial dan Kearifan Lokal dalam Konservasi Lingkungan Kampung Sasirangan Banjarmasin (Melly Agustina Permatasari, Yuni Suprapto, Deka Setiawan, Dewi Liesnoor Setyowati: 2021)

2. Farmer’s Local Wisdom in Agricultural Land Conservation of Dieng Area (Setyowati, Dewi Liesnoor, et al:2019).

3. Analisis pengetahuan dan sikap petani dalam bertani jagung di Bawah tegakan terhadap kelestarian hutan Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan (Atik Ulfa Rofiah, Eva

Banowati:2023)

4. Peningkatan pengetahuan dan tindakan petani dalam Budi daya tanaman kopi berbasis agroforestri (Thoriq, Ahmad, Wahyu K. Sugandi, Rizky Mulya Sampurno, Mochamad Arief Soleh:2020)

5. Strategi Perbaikan Sistem Agroforestri dan konservasi Lahan di Desa Pondok Agung,

Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang (Wibowo, Febri Arif Cahyo, Joko Triwanto, Edwin Tri Kurniawan, Tatag Muttaqin:2020)

Berjalan atau tidaknya konservasi lahan dapat dilihat dari partisipasi petaninya. Jika petani berpartisipasi dalam konservasi lahan, maka mereka telah menerapkan nilai-nilai konservasi. 2 konservasi lingkungan tidak dapat dilepaskan dari kelestarian kebijaksanaan lokal (local wisdom) dalam interaksi sosial dan lingkungan. 1

Referensi

Dokumen terkait

Pengetahuan tradisional yang ereka peroleh justru menjadi sistem nilai yang memandu orang Tengger d lam memanfaatkan sumberdaya alam, mengelola alam lingkungan (hutan

Dengan menggunakan istilah kearifan lokal, sadar atau tidak orang lantas bersedia menghargai pengetahuan tradisional, pengetahuan lokal warisan nenek moyang dan

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola kearifan petani sawah surjan dalam mengkonservasi lahan pertanian adalah secara turun temurun, seringkali tanpa memahami makna

Pengetahuan dan kearifan lokal yang dibangun secara alami dalam kelompok orang untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, perilaku ini berkembang menjadi

petani karet beralih dari sistem budidaya tradisional menjadi sistem budidaya modern sehingga dapat mengakibatkan petani-petani tradisional meninggalkan budaya dan

Penanaman pohon pisang barangan yang dipilih oleh masyarakat di sekitar situs dalam upaya konservasi tanah pada struktur benteng tanahnya dilakukan karena pohon pisang

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola kearifan petani sawah surjan dalam mengkonservasi lahan pertanian adalah secara turun temurun, seringkali tanpa memahami makna

Dalam kegiatan PKM ini, pelaksanaan kegiatan dimulai sebagai berikut: 1 Meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir tentang perlindungan sumberdaya pesisir dan laut 2 Meningkatkan