• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggapan Terhadap KAK

N/A
N/A
wahyono ST

Academic year: 2024

Membagikan "Tanggapan Terhadap KAK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

E. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) E.1. UMUM

Kerangka Acuan Kerja (KAK) / Term of Reference (TOR) ini secara umum telah memberikan gambaran yang cukup memadai kepada konsultan sebagai pegangan dalam memahami pekerjaan ” Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa”. Namun demikian konsultan memandang perlu untuk menyampaikan hal-hal yang diuraikan di bawah ini. Beberapa catatan yang diberikan Konsultan di bawah ini bersifat usulan dari Pihak Konsultan, apabila Konsultan dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan ini. Setelah mempelajari dan meneliti isi Kerangka Acuan Kerja (KAK), konsultan dapat memahami dan mengerti arah dari pelaksanaan pekerjaan ini, selanjutnya konsultan menyusun langkahlangkah tindak lanjut pelaksanaan pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan asas, tepat mutu, waktu, efektif dan efisien dan tepat sasaran

Sebagai tindak lanjut atas pemahaman konsultan terhadap KAK selanjutnya konsultan menanggapi beberapa hal yang tertuang dalam KAK dan memberikan rekomendasi guna mendukung keberhasilan pekerjaan

E.2. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

E.2.1. Tanggapan dan Saran Terhadap Latar Belakang

a. Sesuai Kerangka Acuan Kerja Dalam KAK disebutkan; Pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi keairan merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan guna memperoleh hasil yang optimal dari desain yang telah ditetapkan. Pemerintah melaksanakan kebijakan dengan menyediakan konsultan supervisi yang akan bertindak sebagai wakil direksi teknik sehingga akan rnendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Dalam hal pelaksanaan pekerjaan konstruksi, maka tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara, sangat terkait dalam menetapkan kebijakan mutu serta menetapkan sasaran mutu. Dalam mengantisipasi hal tersebut, maka sangatlah penting pengawasan pelaksanaan pekerjaan pada setiap tahapan untuk menjamin keberhasilan dan mutu pekerjaan. Terkait dengan kegiatan ini, maka digunakan jasa konsultansi supervisi. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, konsultan supervisi terikat pada metode dan standar yang berlaku dalam lingkungan Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara secara khusus dan secara umum pada metode dan standar yang diakui di Indonesia. Pada Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara akan melakukan kegiatan Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa. Berdasarkan Uraian di atas konsultan dapat memahami dengan baik yang menjadi gambaran umum pada pekerjaan ini.

b. Tanggapan Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) mengenai Latar Belakang menurut Kami sudah Cukup Jelas dan Mudah dimengerti.

(2)

E.2.2. Tanggapan dan Saran Terhadap Maksud dan Tujuan

Secara umum konsultan telah memahami maksud dan tujuan Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa ini yaitu :

1) Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan Renovasi gedung Ganesa sesuai dengan apa yang telah direncanakan sehingga dapat hasil yang optimal yaitu kualitas dan kuantitas bangunan yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis serta waktu pelaksanaan yang optimal memenuhi jadwal

2) Mewujudkan fisik Infrastruktur transportasi Laut sesuai dengan spesfisikasi teknis yang direncanakan. Adapun Tujuan yang ingin dicapai dari Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa, adalah :

1) Terlaksananya kegiatan Penyelesaian Renovasi gedung Ganesa sesuai dengan yang direncanakan.

2) Pelaksanaan Penyelesaian Renovasi Gedung Ganesa dapat diawasi secara teknis dilapangan, agar rencana teknis yang telah disiapkan dan dipergunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat terlaksana/ beroperasi secara efektif dan efisien.

3) Pekerjaan konstruksi dapat selesai tepat waktu sesuai dengan perencanaannya.

E.2.3. Tanggapan Terhadap Sasaran

Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, maka konsultan pengawas terlibat dalam pengawasan proses kegiatan kontraktor, mulai dari kegiatan persiapan, rencana metoda konstruksi, penyiapan peralatan kerja, penyiapan material, performance tenaga dan realisasi pelaksanaan fisik pekerjaan sampai dengan diselesaikannya seluruh isi perjanjian kontrak. Oleh karenanya, diperlukan layanan jasa supervisi terpadu dengan sasaran pelaksanaan proyek sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan dapat diselesaikan dengan baik dan tepat, dipandang dari segi mutu, waktu, dan biaya

Tanggapan dan Saran Terhadap Maksud dan Tujuan Secara umum konsultan telah memahami maksud dan tujuan Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa ini yaitu :

1) Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan Renovasi Gedung Ganesa sesuai dengan apa yang telah direncanakan sehingga keutuhan banguanan lebih dapat dipertanggung jawabkan dan dapat lebih memberikan manfaat fungsi dan kekuatannya juga.

2) Mewujudkan fisik Gedung Ganesa sesuai dengan spesfisikasi teknis yang direncanakan. Adapun Tujuan yang ingin dicapai dari Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa , adalah :

1) Terlaksananya kegiatan Jasa Konsultan Pengawasan Renovasi gedung Ganesa sesuai dengan yang direncanakan.

2) Pelaksanaan Penyelesaian Renovasi gedung Ganesa dapat diawasi secara teknis dilapangan, agar rencana teknis yang telah disiapkan dan dipergunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat terlaksana/

beroperasi secara efektif dan efisien.

3) Pekerjaan konstruksi dapat selesai tepat waktu sesuai dengan perencanaannya.

Tanggapan Terhadap Sasaran Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, maka konsultan pengawas terlibat dalam pengawasan proses kegiatan kontraktor, mulai dari kegiatan persiapan, rencana metoda konstruksi, penyiapan peralatan kerja, penyiapan material, performance tenaga dan realisasi pelaksanaan fisik pekerjaan sampai dengan diselesaikannya seluruh isi

(3)

perjanjian kontrak. Oleh karenanya, diperlukan layanan jasa supervisi terpadu dengan sasaran pelaksanaan proyek sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan dapat diselesaikan dengan baik dan tepat, dipandang dari segi mutu, waktu, dan biaya

E.2.3. Tanggapan Terhadap Lokasi Kegiatan

Secara Umum Konsultan telah memahami Pelaksanaan kegiatan ini di Jalan Ganesa No.6 Bandung , yang secara Administratif berada di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

E.2.4. Tanggapan Terhadap Sumber Pendanaan.

Secara Umum Konsultan telah memahami sumber pendanaan ini berasal dari DIPA Tahun Anggaran 2024 , Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara. Biaya tersebut sudah termasuk biaya pajak-pajak yang berlaku.

E.2.5. Tanggapan Terhadap Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen. Menurut hemat kami sudah Cukup jelas dan dimengerti mengenai Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen, yang dalam hal ini adalah PPK Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara.

E.2.6. Tanggapan Terhadap Lingkup Kegiatan Menurut Hemat Kami Kerangka acuan kerja Telah menjabarkan Cukup Jelas dan dimengerti tentang Lingkup kegiatan Pekerjaan ini. lingkup kegiatan tersebut adalah:

1. Tahap Penyusunan Detail Rencana Kerja 2. Tahap Pengawas Lapangan

3. Penyusunan Laporan Dari lingkup Kegiatan diatas merupakan pekerjaan yang dilakukan secara sekuen secara bertahap satu dengan lainnya. Masing-masing item dalam ruang lingkup tersebut mempunyai keterkaitan satu dengan lainnya.

Berikut ini adalah lingkup Kegiatan yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).

1) Memeriksa gambar-gambar design, perhitungan-perhitungan dan spesifikasi peralatan yang akan dipasang dan membuat koreksi-koraksi bila diperlukan dan menyetujui bila sudah sesuai

2) Memeriksa rencana detail jadwal pembangunan, jadwal kerja di lokasi serta mengontrol pelaksanaannya dan membuat usulan-usulan koreksi bila diperlukan

3) Memeriksa daftar pengadaan bahan/material, peralatan berdasarkan kualitas dan kuantitas sesuai spesifikasi teknis, serta melakukan tindakan-tindakan pencegahan (preventif) berupa teguran-teguran lisan maupun tertupis seandainya diperkirakan terjadi keterlambatan pelaksanaan

4) Mengawasi pelaksanaan Renovasi gedung Ganesa:

5) Memeriksa gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) pembangunan, dengan membubuhkan stempel/paraf Peyedia Pekerjaan.

6) Membantu Pengguna Jasa Konsultansi (selanjutnya ditulis Pengguna Jasa) dalam mengklaim Penyedia Barang/Jasa bila terdapat kekurangan- kekurangan secara teknis sesuai Kontrak.

7) Memeriksa dan menyiapkan Berita Acara tingkatan kemajuan fisik Penyelesaian Pembangunan sesuai yang dibutuhkan dalam Kontrak Pekerjaan Renovasi Gedung Ganesa .

(4)

8) Selama pelaksanaan pembangunan, membuat dan mempersiapkan Berita Acara/Adendum Kontrak dalam hal permasalahan teknis bila diperlukan.

Dalam hal ini termasuk membuat saran kepada Pengguna Jasa terdapat hal- hal yang menyimpang dari kontrak dan spesifikasi dan atau terdapat hal-hal yang tidak lazim.

9) Mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan bila terjadi penyimpangan kontrak yang mengakibatkan adanya denda.

10) Mempersiapkan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan dengan semua kelengkapannya.

11) Dalam melaksanakan pekerjaannya, Penyedia Jasa harus menjaga agar kehadirannya dalam pekerjaan tersebut selalu tepat waktu sesuai jadwal yang sudah disepakati

E.2.7. Tanggapan Terhadap Waktu Penyelesaian Pekerjaan.

Secara Umum Konsultan telah memahami Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan system Kontrak, yaitu kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan, dengan waktu pelaksanaan selama 6 (Enam) bulan, sejak dikeluarkan SPMK.

E.2.8. Tanggapan Terhadap Personil Pelaksana Secara umum informasi mengenai personil yang diperlukan pekerjaan ini telah dijelaskan secara rinci dalam KAK, yaitu : A. Tenaga Ahli

1. Team Leader 2. Ahli Struktur 3. Ahli Cagar Budaya 4. Ahli Desain Interior 5. Ahli K3 Konstruksi

6. Ahli Mekanikal dan Elektrikal

B. Tenaga Pendukung 1. Site Engineer

2. Inspektor / Pengawas 3. Operator Komputer

E.2.9. Tanggapan Terhadap Jadual Tahapan Pelaksanaan

Kegiatan Secara umum Jadual Tahapan Pelaksanaan Kegiatan ini telah dijelaskan secara rinci dalam KAK, yaitu :

1. Umum Penyedia Jasa dalam menjalankan tugasnya, wajib melakukan koordinasi secara terus-menerus dengan Pengguna Jasa sehingga fungsi dan tanggung jawabnya dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan keluaran sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini

2. Uraian Tugas Operasional Penyedia Jasa harus membuat uraian kegiatan secara rinci sesuai dengan tiap bagian pekerjaan sepervisi pelaksanaan yang dihadapi di lapangan, yang secara gari besar adalah sebagai berikut:

1) Mengawasi pelaksanaan di lapangan atau tempat kerja lainnya.

2) Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

3) Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan dan/atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu

(5)

pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak untuk mendapat pesetujuan Pengguna Jasa.

4) Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung disampaikan kepada Penyedia Jasa

Konsultansi.

1) Mengadakan Konsultansi dengan Pengguna Jasa untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan

2) Mengadakan rapat lapangan secara berkala dengan Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa, yang bertujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan pekerjaan untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan serta sudah diterima paling lambat 1 (satu) minggu kemudian.

3) Apabila dianggap mendesak, mengadakan rapat diluar jadwal rutin.

d. Laporan

1) Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologi kepada Pengguna Jasa mengenai volume, persentase dan nilai bobot bagian-bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.

2) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui.

3) Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan.

4) Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Penyedia Barang/Jasa, terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Penyedia Jasa Konsultansi (Shop Drawing).

e. Dokumen

1) Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan untuk keperluan pembayaran angsuran.

2) Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan serta penambahan dan/atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.

3) Memeriksa formulir laporan harian, mingguan dan bulanan, Berita Acara Kemajuan Pekerjaan, Penyerahan Pekerjaan serta formulir- formulir lainnya yang diperlukan

E.2.11. Tanggapan Terhadap Keluaran

Secara Umum Konsultan telah memahami Tentang Keluaran yang diharapkan dari Kegiatan ini yang meliputi :

1. Buku harian yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang penting dari Pengguna Jasa ke Penyedia jasa Konsultansi;

2. Laporan harian, berisi keterangan tentang: a. Tenaga kerja; b. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak; c. Alat-alat; d. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan; e. Waktu pelaksanaan pekerjaan; f. Keadaan cuaca.

(6)

3. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian;

4. Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan minimal tiap jenis pekerjaan;

5. Berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran;

6. Surat perintah perubahan pekerjaan dan berita acara pemeriksaan pekerjaan tambah/kurang;

7. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawing), yang dibuat oleh Penyedia Jasa Konsultansi;

8. Time Schedule yang dibuat oleh Penyedia Jasa Konsultansi;

9. Laporan Akhir Pekerjaan Supervisi. Laporan dibuat dalam rangkap 5 (lima) dilengkapi dengan foto-foto konstruksi, pelaksanaan test yang diperlukan serta kurva S .

E.2.12. Tanggapan Terhadap Mekanisme Pelaporan

Secara umum informasi mengenai pelaporan pekerjaan ini telah dijelaskan secara rinci dalam KAK, yaitu bahwa Setiap laporan harus disusun dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jumlah dan distribusi laporan sesuai yang ditetapkan. Dalam pembuatan laporan, konsultan harus konsultasi lebih dulu dengan Direksi Pekerjaan.

Laporan-laporan harus disusun dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar serta harus memuat / menguraikan hal-hal sebagai berikut :

a. Laporan Mingguan. Laporan Mingguan memuat : Hasil-hasil pelaksanaan selama satu minggu (yang berdasarkan laporan harian)

b. Laporan Bulanan, Laporan ini terdiri dari beberapa lembar yang mencakup himpunan kegiatan, yang disusun menggunakan form-form standar yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara. Informasi yang harus tercakup dalam laporan bulanan ini terutama masalah yang menyangkut tingkat kemajuan pekerjaan, tingkat penyerapan dan pembayaran serta keterlambatan- keterlambatan yang terjadi dengan menyebutkan penyebabnya, saransaran untuk mengatasinya dan tindakan-tindakan yang telah dilakukan. Laporan ini dibuat sedemikian rupa sehingga Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara senantiasa mendapat informasi tepat pada waktunya. Apabila ada pertemuan/ surat menyurat agar dilampirkan pada laporan bulanan. Laporan ini harus sudah diterima oleh Kuasa Pengguna Anggaran/ Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara paling lambat tanggal 5 (lima) pada bulan berikutnya untuk diteruskan ke instansi terkait. Laporan ini dibuat rangkap 3 (Tiga )

c. Laporan akhir Laporan akhir memuat rangkuman dan kesimpulan penting dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan, yang memuat :

1) Metode pelaksanaan fisik.

2) Pelaksanaan pengawasan teknik.

3) Saran-saran untuk pelaksanaan pemeliharaan pekerjaan.

4) Semua masalah-masalah teknis yang ditemui.

5) Masalah yang mungkin akan timbul serta saran penanggulangannya. Laporan ini harus sudah diterima oleh Kuasa Pengguna Anggaran/ Pejabat Pembuat Komitmen Kantor Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara paling lambat pada saat dilakukan Serah Terima Pertama untuk diteruskan ke instansi terkait.

Laporan ini dibuat rangkap 3 (Tiga).

(7)

d. Dokumentasi Berisikan rekaman/ dokumentasi pelaksanaan pekerjaan utama dan pengujianpengujian dilapangan dalam bentuk foto yang dilengkapi dengan komentar dari konsultan. Laporan ini dibuat rangkap 3 (Tiga). Laporan ini harus sudah diterima oleh Kuasa Penggunakonsultan. Laporan ini dibuat rangkap 3 (Tiga). Laporan ini harus sudah diterima oleh Kuasa Pengguna

Referensi

Dokumen terkait

telah sepakat dengan pemenuhan spesifikasi teknis, waktu pelaksanaan serta layanan purnajual dan / atau garansi barang/jasa sebagaimana telah ditentukan dalam dokumen

Pokja ULP menguraikan spesifikasi teknis dan gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.. 7

Seluruh barang yang dikirim dan peralatan Penyedia yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan jasa sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dan pengaturan

 Uraian kegiatan yang akan dilaksanakan, Spesifikasi teknis Barang/Jasa yang akan diadakan, Besarnya total perkiraan biaya pekerjaan (What?)..  Waktu pelaksanaan yang

Spesifikasi Teknis/KAK dan gambar (jika diperlukan) Reviu spesifikasi teknis/KAK untuk memastikan bahwa spesifikasi teknis/KAK telah menggunakan barang/jasa yang memiliki Tingkat

Level 3 terdiri dari penguasaan terhadap karakteristik permasalahan di lokasi proyek, analisis teknis permasalahan, metode pelaksanaan konstruksi, uraian spesifikasi teknis

Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan sasaran efektivitas pelaksanaan supervisi oleh pengawas sekolah terhadap pelaksanaan tugas teknis dan administrasi pengajaran

- Laporan kemajuan pekerjaaan pelaksanaan konstruksi fisik sehingga dapat sesuai dengan jadwal pelaksanaan, penggunaan bahan dan material yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang