Tantangan dalam membangun lembaga pendidikan
Pendidikan merupakan suatu program yang mencakup unsur visi, misi, tujuan, kurikulum, proses pembelajaran, guru, peserta didik, sarana dan prasarana, alat, biaya, manajemen, kelembagaan, lingkungan hidup, kerjasama, sistem informasi dan evaluasi. Sebagai suatu sistem, komponen-komponen pelatihan tersebut mempunyai hubungan fungsional satu sama lain yang menekankan pada pencapaian visi, misi dan tujuan. Dari sekian banyak komponen pendidikan, yang terpenting adalah komponen sumber daya manusia (SDM), yang dalam hal ini adalah guru. Karena begitu penting dan menentukan peran guru dalam keberhasilan pendidikan. Solusi pelatihan saat ini dan masa depan dengan peningkatan sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut; Pertama, kemampuan menghasilkan manusia yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan negara. Kedua, kita dapat menghasilkan manusia yang mampu mengapresiasi, menikmati dan mendukung hasil-hasil pembangunan. Ketiga, kita dapat mewujudkan proses kemanusiaan dan kemanusiaan yang berkesinambungan menuju bangsa yang adil, bijaksana, dan berbudi luhur1.
Pendidikan Islam saat ini dapat membantu umat Islam memperkuat pemahaman terhadap agamanya. Melalui kajian mendalam terhadap Al-Quran, Hadits dan prinsip-prinsip agama Islam, umat memiliki landasan yang kuat untuk menghadapi permasalahan kompleks saat ini. Zaman modern sering kali ditandai dengan krisis moral dan kemerosotan nilai-nilai. Pendidikan Islam dapat mencerahkan, menanamkan nilai-nilai moral yang kuat pada diri individu.
Pendidikan Islam memungkinkan manusia untuk memahami konsep-konsep seperti keadilan, kejujuran, kasih sayang dan etika yang baik. Pendidikan Islam mengajarkan pentingnya kejujuran dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membantu manusia menghadapi tantangan moral saat ini.
Pendidikan Islam saat ini tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan saja, namun juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Islam menganjurkan umatnya untuk mencari ilmu dan memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia. Saat ini sering kali ditandai dengan polarisasi, ekstremisme, dan kesempitan. Pendidikan Islam dapat mencerahkan, menawarkan perspektif yang seimbang dan moderat. Pendidikan Islam yang mengajarkan nilai-nilai keterbukaan, toleransi, dan saling menghormati membantu memerangi paham ekstrim dan menyebarkan pesan-pesan moderat. Hal ini membantu membangun masyarakat yang inklusif, harmonis dan adil di era modern yang kompleks.2 Begitu juga Yayasan As Sanusiyah yang bertempat di
1 Ahdar, Musyarif. Tantangan Pendidikan Islam di Indonesia pada Era Globalisasi, 2019.
2 Tomi Bidjai, Abadul Haris Panai, Sitti Roskina Mas,Nina Lamatenggo. Lembaga Islam Sebagai Pencerah Dalam Era Modern, 2023.
Desa Bacem Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora turut ikut serta dalam mengembangkan, mendakwahkan serta mensyiarkan agama islam yang bergerak di bidang lembaga pendidikan seperti halnya melalui Pondok Pesantren dan juga pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah. Yayasan As Sanusiyah sendiri berperan penting dalam mensyiarkan ajaran Islam, apalagi dilingkungan yang Notabene masih awam dengan ajaran islam atau istilah jawanya abangan, Dengan adanya Yayasan As Sanusiyah ini diharapkan dapat mengajarkan masyarakat dan khususnya pada generasi muda agar tidak awam terhadap ajaran agama, apalagi generasi muda pada nantinya akan berperan penting dalam pembangunan bangsa dan negara yang taat dalam beragama. Selain itu Yayasan As Sanusiyah rencana kedepannya akan mendirikan Pondok Pesantren khusus Lansia (lanjut usia) yang ditujukan untuk orang orang tua untuk menjemput masa tua nya dengan rajin beribadah serta agar semakin dekat dengan Allah SWT seperti yang disampaikan oleh Gus Ali Subhan selaku pengasuh Yayasan tersebut.3
3 Ali Subhan