PENGERTIAN PROSES TENGGAT WAKTU UU PERATUN (UU
No. 5 Tahun 1986)
Pasal 48
(1) Dalam hal suatu Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang- undangan untuk
menyelesaika n secara administratif sengketa Tata Usaha Negara tertentu, maka batal atau tidak sah, dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi
dan/administr atif yang tersedia.
-Keberatan
(Penjelasan Pasal 48) Gugatan terhadap Instansi yang mengeluarkan KTUN
-Banding Administratif
(Penjelasan pasal 48) Gugatan terhadap instansi di luar atau di atas instansi yang mengeluarkan KTUN yang digugat
Pasal 55
Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung
sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara.
UU AP UU 30/2014 Pasal 1 Keberatan Keberatan
Angka 16 --> Upaya Administratif adalah proses penyelesaian sengketa yang dilakukan dalam lingkungan
Administrasi
Pemerintahan sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan dan/atau Tindakan yang merugikan.
(Pasal 77) diajukan secara tertulis kepada Badan dan/atau Pejabat
Pemerintahan yang
menetapkan Keputusan.
Banding Administratif (Pasal 78) diajukan secara tertulis kepada Atasan Pejabat yang
menetapkan Keputusan.
Diajukan secara tertulis, paling lama 21 hari kerja sejak diumumkan;
Diselesaikan paling lama 10 hari kerja, bila tidak maka keberatan dianggap dikabulkan dan wajib dibuat penetapannya paling lama dalam 5 hari kerja.
Banding Administratif(P asal 78 ayat 1,4)
Keputusan dapat diajukan banding dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak keputusan
upaya keberatan diterima.
Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan menyelesaikan
banding paling lama 10 (sepuluh) hari kerja.
Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan wajib menetapkan Keputusan sesuai dengan permohonan paling
lama 5 (lima) hari kerja setelah berakhirnya tenggang waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4).