• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Pembuatan Akta Di Bawah Tangan

N/A
N/A
Kevin Hans Sihaloho

Academic year: 2024

Membagikan "Tata Cara Pembuatan Akta Di Bawah Tangan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

▪ Dalam sebelum di lakukan pembuatan akta di tangan, maka perlu terlebih dahulu perancangan terhadap akta yang akan dibuat.

▪ Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Menuangkan maksud dan tujuan para pihak dalam sebuah rancangan atas akta yang akan dibuat dengan sistematis dan komprehensif.

2. Menyusun pokok-pokok transaksi (garis besar transaksi ke dalam rumusan anatomis pokok-pokok dalam akta.

3. Melalui anatomi akta disusun berdasarkan struktur dan bagan yang sistematis dan saling berkait.

4. Rancangan bangun kontrak yang disusun secara anatomis memudahkan darfter dan para pihak memahami susbtansi atas akta yang akan dibuat.

PROSES PEMBUATAN AKTA DI BAWAH TANGAN

(2)

❑ PENDAHULUAN

- Judul - Nomor

- Pembukaan (Keterangan Waktu) - Komparisi (Keterangan Para Pihak)

❑ ISI

- Keterangan Pendahuluan

- Hak dan Kewajiban (Klausula)

Terms & Conditions - Klausula Pokok

Syarat & Ketentuan - Klausula Penunjang

Hak & Kewajiban - Klausula Antisi

❑ PENUTUP

- Tempat Penandatanganan

- Tempat Tanda Tangan Para Pihak - Tempat Tanda Tangan Para Saksi

ANATOMI AKTA DI BAWAH TANGAN

(3)

▪ Judul akta

P E N D A H U LU A N

➢ merupakan inti dari perbuatan hukum para pihak (-pihak).

▪ Nomor akta

➢ Susunan nomor urut dalam buku nomor akta yang dibuat secara khusus untuk itu.

▪ Pembukaan (keterangan waktu)

➢ Hari, tanggal dan tahun akta ditanda tangani.

▪ Komparisi (keterangan para pihak)

➢ Kewenangan/kompentensi bertindak para pihak (subjek hukum)

- Subjek hukum pribadi/orang, terdiri dari nama (gelar jika ada), tempat dan tanggal/bulan/tahun lahir, pekerjaan, tempat tinggal, nomor kartu tanda penduduk/paspor serta status kewarganegaraan.

- Dalam kewenangan/kompetensi Subjek hukum badan hukum (Perseroan Terbatas, Yayasan, Koperasi) dan subjek hukum bukan badan hukum(Perseroan Komaditer, Perusahaan Dagang, Firma).

ini

sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang mengaturnya.

(4)

I S I

▪ Isi akta merupakan kehendak dan keinginan dari pihak (-pihak) yang berkepentingan dan memuat hak dan kewajiban para pihak.

▪ Isi akta terdiri dari 3 bagian, yaitu:

1.

Essentialia,

merupakan unsur yang harus ada suatu perjanjian tertentu, karena jika ternyata tidak ada, bukan merupakan perjanjian yang dimaksudkan oleh para pihak. Contoh pada perjanjian jual beli harga jual beli merupakan essentialia. Tanpa adanya harga pada suatu perjanjian jual beli, akan hilang makna

serta tidak dapat

dikategorikan perjanjian jual beli.

2.

Naturalia,

merupakan bagian dari perjanjian yang berdasarkan sifat dari perjanjian dianggap tidak perlu secara khusus diperjanjikan oleh para pihak. Pada galibnya, bagian naturalia bersifat mengatur, sehingga dari bunyi ketentuan undang-undang dapat dilakukan penyimpangan oleh para pihak dan mengaturnya sendiri sepanjang tidak bertentangan dengan, undang-undang, ketertiban umum, dan kesusilaan. Contoh Biaya penyerahan benda ditanggung oleh penjual jika tidak telah diadakan perjanjian lain (Pasal1476 KUH Perdata).

Oleh para pihak dapat diperjanjikan bahwa biaya penyerahan benda akan ditanggung pembeli.

(5)

KLAUSULA DALAM KONTRAK 1. Klausula Definisi

2. Klausula Pokok 3. Klausula Penunjang

3.

Accidentialia, merupakan bagian dari perjanjian berupa ketentuan yang diperjanjikan secara khusus oleh para pihak, misalna tempat penyerahan barang, domisili, pilihan hukum yang berlaku untuk perjanjian.

Dengan kata lain , bagian accidentalia merupakan bagian yang bukan bagian essentialia dan bagian naturalia.

(6)

Klausula Pokok

- Klausula Transaksional:

➢ Merupakan klausula yang berisi hal-hal yang disepakati para pihak, baik yang berkenaan dengan objek, ruang lingkup, tata cara pemenuhan prestasi dan kontra prestasi.

➢ Misalnya: ruang lingkup kerjasama; biaya kerjasama - Klausula Spesifik:

➢ Merupakan klausula yang berisi tentang hal-hal khusus sesuai karakteristik masing-masing perjanjian.

➢ Syarat kualifikasi peserta, peralatan lab, dll.

- Klausula Antisipatif:

➢ Merupakan klausula yang berisi pengaturan mengenai kemungkinan yang terjadi di kemudian hari berkenaan dengan perjanjian.

➢ Misalnya: perpanjangan jangka waktu, force majeure, penyelesaian sengketa.

Klausula Definisi

• Ketentuan yang berisi klausula substansi:

- penjelasan - batasan

- istilah-istilah atau - definisi-definisi

yang terkait dengan

materi perjanjian.

(7)

Klausula Penunjang

 Klausula Condition Precedent

- Merupakan klausula yang memuat syarat tangguh yang harus dipenuhi terlebih dahulu oleh salah satu pihak, sebelum pihak lain memenuhi kewajiban.

 Klausula Condition Subsequent

- Merupakan klausula yang memuat syarat batal, artinya perjanjian sudah lahir dan menjadi berakhir/batal dengan terjadinya yang disyaratkan dalam perjanjian.

 Klausula Affirmative Covenants

- Merupakan klausula yang memuat syarat atau janji para pihak untuk melakukan hal-hal tertentu.

 Klausula Negative Covenants

- Merupakan klausula yang memuat syarat atau janji untuk tidak

melakukan hal-hal tertentu selama kontrak berlangsung.

(8)

P E N U T U P

▪ Sebagai tempat penandatangan akta

▪ Sebagai ruang untuk menyebutkan saksi dalam akta (Apabila diperlukan ada)

▪ Sebagai ruang untuk menempatkan tanda tangan para pihak dalam

akta

(9)

Pada hari ini, Sabtu , tanggal, dua puluh sembilan September dua ribu dua puluh tiga --- (29-09-2023).

Yang bertanda tangan di bawah ini:

I. Nama : SUGIANTO, SE

Tempat/tanggal lahir : Jakarta, 20 April 1970

Pekerjaan : Direktur PT. AYAM GAPLEK, berkedudukan di Jakarta Alamat : Jalan Keramat Raya no 20 Jakarta

KTP 1281192004700001

- untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama/“Franchisor”/Pemberi Waralaba

II. Nama : SUSANTI LIM

Tempat/tanggl lahir : Medan, 01 September 1969 Pekerjaan : Wiraswata

Alamat : Jalan Sotomo no 102 Medan

KTP 1272292001090002

- untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua/“Franchisee”/Penerima Waralaba

Para pihak bertindak sebagaimana tersebut di atas menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut :

- Bahwa Franchisor adalah restoran yang menyajikan makanan siap saji yang dikenal --- dengan nama Restoran Ayam Gaplek;

- Bahwa Franchisor setuju memberikan izin dan membantu Franchise menjual dan --- menyajikan makanan Ayam Gaplek untuk wilayah Kota Medan; --- - Bahwa Franchisee berjanji akan mengawasi, menjaga dan mengendalikan mutu makanan

Ayam Gaplek serta memberikan pelayanan terbaik bagi setiap konsumen sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Franchisor;

PERJANJIAN WARALABA (FRANCHISE AGREEMENT) Nomor: 10/P/AG/09/2023

(10)

- Bahwa Franchisor memberikan hak eksklusif kepada Franchisee untuk membuka --- restoran yang menyediakan dan menyajikan makanan siap saji yang ditetapkan Franchisor di seluruh wilayah Kota Medan;

Berhubung dengan apa yang diuraikan di atas selanjutnya para pihak bertindak sebagaimana tersebut diatas menerangkan bahwa Franchisor dan Franchisee dengan ini telah saling sepakat untuk melaksanakan Perjanjian Waralaba (Franchise Agreement) usaha restoran Restoran Ayam Gaplek dengan menggunakan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1 Syarat-Syarat

Franchisee dengan ini berjanji dan mengikat diri untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkah oleh Franchisor, antara lain:

1. memiliki tempat usaha baik miliki sendiri atau hak sewa minimal 5 (lima) tahun seluas 400 (empat ratus) meter persegi dengan desain sebagaimana terlampir; --- 2. menyediakan fasilitas parkir yang memadai minimal untuk 15 (lima belas) kendaraan roda

4 (empat) dan 50 (limapuluh) kendaraan roda 2 (dua) dan minimal satu toilet untuk konsumen;

3. menyediakan modal awal usaha sebesar Rp. 300.000.000.- (tigaratus juta rupiah) dan uang jaminan sebesar Rp. 35.000.000.- (tigapuluh lima juta rupiah), yang harus disetor ke rekening Franchisor;

4. tidak akan menyediakan dan menyajikan makanan lain dan atas usaha lain selain --- makanan nasi, sayuran dan minuman yang ditetapkan oleh Franchisor. ---

Pasal 2

Franchisee Fee dan Royalti

1. Franchisee setuju membayar Franchisee Fee sebesar Rp. 50.000.000 (limapuluh juta rupiah), jumlah uang mana akan dibayar oleh Franchisee kepada Franchisor dengan - Franchisor memberikan izin kepada Franchisee dengan nama Restoran Ayam Gaplek

untuk itu Franchisee dapat menggunakan merek dan sistem secara bersamaan dengan Franchisee lainnya yang sudah diizinkan oleh Franchisor sebelumnya; --- - Franchisee setuju membeli dan menjalankan serta mematuhi semua ketetapan dan --- persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh Franchisor; ---

(11)

seketika dan sekaligus lunas setelah ditandatanganinya perjanjiann ini, dengan menggunakan tanda terima (kuitansi) tersendiri; --- 2. Franchisor berhak mendapatkan royalty sebesar 2% (dua persen) dari omzet penjualan

setiap restoran yang dibayar oleh Franchisee kepada Franchisor selambat-lambatnya pada setiap tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya untuk penjualan bulan sebelumnya; -- 3. Untuk keperluan promosi secara nasional produk Restoran Ayam Gaplek Franchisee

bersedia membayar marketing fee sebesar 1% (satu persen) dari omzet penjualan kepada Franchisor;

4. Marketing fee sebagaimana diatur dalam ayat 3 Pasal ini semata-mata hanya --- dipergunakan oleh Franchisor untuk mempromosikan produk Restoran Ayam Gaplek secara nasional yang dibayarkan bersamaan dengan pembayaran royalti. ---

Pasal 3

Sengketa dengan Pihak Ketiga

Franchisee tidak akan melibatkan baik secara langsung maupun tidak langsung Franchisor bila Franchisee terlibat tuntutan hukum dan/atau non hukum yang dilakukan oleh pihak lain berkaitan dengan usaha restoran yang dikelolanya. ---

Pasal 4

Jam Buka Restoran

1. Pada 3 (tiga) bulan pertama sejak perjanjian ini ditandatangani Franchisee akan membuka dan mengoperasikan restoran di Jalan Sotomo nomor 102 Medan , dan selanjutnya secara bertahap akan membuka 2 (dua cabang) antara lain: --- a. Cabang Gatot Subroto di Jalan Gatot Subroto nomor 56 Medan; --- b. Cabang Marelan di Jalan Marelan nomor 307 Medan; --- 2. Franchisee tidak diperkenankan memindahkan alamat restoran ke tempat lain tanpa

persetujuan tertulis dari Franchisor;

3. Dalam hal Franchisor memberikan izin pemindahan lokasi restoran, maka Franchisee wajib membayar biaya administrasi sebesar Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah) dan seluruh biaya baik renovasi, izin, pajak dan biaya apapun yang timbul akibat perpindahan lokasi ditanggung oleh Franchisee sendiri.

(12)

Pasal 5

Kewajiban Franchisor

Selama perjanjian ini berlangsung Franchisor berkewajiban untuk : --- 1. memberikan panduan operasional pengelolaan restoran kepada franchisee dan ---

menyediakan secara cuma-cuma pengetahuan tentang manajemen pengelolaan dan teknik penyajian menu Restoran Ayam Gaplek ;

2. menyediakan desain interior, pelatih dan materi pelatihan untuk para pekerja restoran Franchisee atas biaya Franchisor sendiri;

3. menyelenggarakan program pelatihan untuk franchisee secara berkesinambungan dan berkala paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun; --- 4. memberikan konsultasi gratis kepada Franchisee apabila restoran Franchisee berada

dalam keadaan krisis yang dapat menyebabkan tutupnya atau berhentinya bisnis restoran Franchisee;

5. memberikan rekomendasi kepada pihak perbankan/lembaga keuangan guna membantu Franchisee memperoleh pinjaman untuk pengembangan restorannya. ---

Pasal 6

Kewajiban Franchisee

1. Seluruh biaya untuk pengadaan perabotan untuk keperluan restoran serta bahan-bahan baku pembuat menu Restoran Ayam Gaplek yang sesuai dengan standar Franchisor serta biaya-biaya lain seperti pengurusan perizinan atas pembukaan dan pengoperasian restoran menjadi tanggungan Franchisee sendiri; ---

2. Franchisee setuju bahwa pengadaan brosur, kartu nama, formulir, kwitansi, seragam, bahan/atau alat promosi dan benda-benda lain yang diperlukan untuk menunjang usaha restoran, Franchisee sepakat untuk membeli dari Franchisor atas biaya Franchisee; --- 3. Franchisee atau pekerja yang dipekerjakan oleh franchisee pada restoran yang

dimaksudkan dalam perjanjian ini wajib mengikuti program pelatihan dan kerja praktek yang diselenggarakan Franchisor atas biaya Franchisee. ---

(13)

Pasal 7 Biaya-Biaya

1. Franchisee setuju membayar kepada Franchisor semua biaya dan iuran sesuai dengan perjanjian ini termasuk biaya atau tagihan tambahan atas semua produk atau jasa-jasa yang diberikan atau akan diberikan kepada Franchisor. Setiap pembayaran yang terlambat akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 1% (satu persen) per hari, untuk paling lama 1 (satu) bulan, denda mana wajib dibayar dengan seketika dan sekaligus lunas oleh Franchisee kepada Franchisor atau wakilnya yang sah; --- 2. Franchisee setuju untuk menanggung biaya penyelenggaraan seminar,

workshop/pelatihan dan pertemuan bulanan dan/atau tahunan yang diselenggarakan Franchisor bersama-sama dengan Franchisee lainnya. ---

Pasal 8 Pajak

Setiap pembayaran yang dilakukan oleh Franchisee kepada Franchisor yang atas pembayaran tersebut Franchisor dibebani pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka beban pajak tersebut ditanggung oleh Franchisee. ---

Pasal 9 Perubahan Sistem

Franchisor berhak untuk mengubah dan menyesuaikan sistem marketing, termasuk penentuan adanya pemakaian nama dagang, tanda dagang, tanda pelayanan baru, identifikasi baru, produk dan menu-menu baru yang dilakukan dengan itikad baik demi usaha Franchisee.

Pasal 10 Jangka Waktu

Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun sejak perjanjian ini ditandatangani yakni tanggal 29 September 2023 dan berakhir pada tanggal 29 September 2025 dan atas kesepakatan kedua belah pihak dapat diperpanjang dengan syarat dan jangka waktu yang akan ditetapkan kemudian secara musyawarah.

(14)

Pasal 11 Kuasa

1. Franchisee dengan ini memberikan kuasa kepada Franchisor untuk sewaktu-waktu sesuai dengan keinginan Franchisor untuk memeriksa dan atau mengaudit segala catatan dan pembukuan Franchisee tanpa pengecualian apapun juga; --- 2. Seluruh biaya audit dan biaya lain termasuk biaya pengacara dibayar dalam proses

pemeriksaan dan atau audit sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sepenuhnya --- ditanggung oleh Franchisee.

Pasal 12 Laporan

1. Franchisee setuju memberikan laporan penjualan secara periodik setiap bulan yang diserahkan paling lambat tanggal 5 (lima) setiap bulannya untuk laporan penjualan bulan sebelumnya;

2. Dalam sekali setahun Franchisee wajib melaporkan semua transaksi keuangan secara tertulis termasuk neraca dan daftar laba rugi secara terus-menerus selama masa perjanjian ini;

3. Laporan tahunan sebagaimana tersebut di atas disiapkan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya tahun yang bersangkutan.

Laporan tersebut harus ditandatangani oleh penanggungjawab restoran bersama akuntan publik yang ditunjuk oleh Franchisor.

Pasal 13 Rahasia Dagang

1. Franchisee diwajibkan untuk merahasiakan sistem, manajemen dan cara-cara --- pengelolaan restoran yang didapat dari Franchisor; --- 2. Franchisee wajib menggunakan merek dagang terdaftar yang didapat dari Franchisor. ---

Pasal 14 Pembatalan

Franchisor dapat membatalkan secara sepihak perjanjian ini karena hal-hal berikut: ---

(15)

1. Apabila franchisee lalai dan atau tidak melakukan kewajibannya yang diatur dalam perjanjian ini padahal sudah diberikan peringatan ketiga oleh franchisor namun masih melakukan pelanggaran baik berbeda maupun yang sama, pelanggaran mana yang dianggap serius sebagaimana tertulis dalam surat peringatan/teguran yang menurut ukuran Franchisor;

2. Apabila Franchisee bangkrut atau dinyatakan pailit kecuali jika Franchisee dengan segera memenuhi kembali semua kewajiban-kewajiban yang ditetapkan dalam perjanjian ini; - 3. Dalam hal perjanjian ini diakhiri atau dibatalkan, franchisee berkewajiban untuk: ---

a. membayar kepada franchisor dengan segera seluruh jumlah hutang-hutangnya --- sekaligus dan lunas dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal perjanjian ini berakhir;

b. Tidak menuntut dan meminta kembali franchise fee dan biaya-biaya lain yang --- sudah dikeluarkan beserta bunganya;

c. Dengan segera dan secara tetap menghentikan penggunaan semua tanda milik/label franchisor;

d. Franchisee tidak diperkenankan mempromosikan atau mengiklankan restorannya dengan menggunakan nama dan merek Franchisor; --- e. Franchisee dengan segera mengembalikan kepada Franchisor semua buku manual

penuntun, video, kaset, formulir atau peralatan dan barang-barang cetakan yang berisi tanda-tanda produk makanan milik franchisor paling lambat 14 hari setelah perjanjian ini berakhir;

f. Franchisee memberikan kuasa penuh kepada Franchisor melakukan --- pemeriksaan/inspeksi dan memasuki restoran Franchisee serta mengambil tanda- tanda yang bercirikan merek Franchisor.

Pasal 15

Tata Cara Pembayaran

Setiap pembayaran sebagaimana yang dimaksud dalam perjanjian ini, yang wajib dibayar oleh Franchisee kepada Franchisor, seperti pembayaran royalty dan fee, dilakukan dengan cara transfer ke rekening Franchisor dengan Nomor: 145-00-0534784-1 pada Bank

(16)

Mandiri Cabang Jakarta Kramat dengan waktu pembayaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pasal 16 Peralihan hak

1. Masing-masing pihak dilarang untuk mengalihkan haknya yang timbul berdasarkan perjanjian ini kepada pihak lain baik sebagian maupun seluruhnya; --- 2. Apabila salah satu pihak meninggal dunia maka perjanjian ini tidak akan berakhir akan

tetapi beralih kepada para ahli waris dari pihak yang meninggal dunia dengan ketentuan apabila ahli waris pihak yang meninggal dunia tersebut lebih dari satu orang maka mereka wajib menunjuk secara tertulis salah seorang diantara mereka untuk mengganti kedudukan pihak yang meninggal dunia tersebut atau sebagai wakil mereka untuk meneruskan perjanjian ini.

Pasal 17 Pemberitahuan Pemberitahuan dan surat-surat akan di sampaikan kepada:

Pihak Pertama: PT. AYAM GAPLEK

Jalan Gondangdia nomor56 Jakarta Pusat Telepon: 021-3457890

Pihak Kedua : Susanti Lim

Jalan Sotomo nomor 102 Medan Telepon: 061-4522265

Jika terjadi perubahan alamat yang tercantum di atas maka perubahan tersebut akan di samapaikan oleh para pihak ke pihak lainnya selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah perubahan terjadi.

Pasal 18 Adendum

Segala perubahan-perubahan yang terjadi dalam perjanjian ini dapat diubah dengan kesepakatan kedua belah pihak dengan membuat perjanjian adendum dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini.

(17)

Pihak Pertama Pihak Kedua

Meterai Rp 10.000,-

(SUGIANTO, SE) Qq PT Ayam Geplek

(SUSANTI LIM)

Saksi Saksi

(JOKO SUSILO ) (HENDRA)

Pasal 19

Penyelesaian Perselisihan

Apabila timbul sengketa diantara kedua belah pihak akibat dari perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. Apabila dalam musyawarah untuk mufakat tersebut tidak berhasil mencapai kesepakatan maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara hukum dan karenanya kedua belah pihak memilih domisili hukum yang tetap di kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri di Medan.

Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab dengan rangkap 2 (dua) yang mempunyai kekuatan bukti yang sama, ---

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Suatu akta autentik yang diperlihatkan harus dianggap dan diperlakukan sebagai akta autentik, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya bahwa akta itu bukan akta

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa: (1) Kekuatan mengikatnya alat bukti akta di bawah tangan dalam sidang pemeriksaan perkara perdata bahwa surat perjanjian hutang piutang

Akta di bawah tangan yang telah memperoleh legalisasi dari notaris membantu hakim dalam hal pembuktian karena dengan diakuinya tandatangan tersebut maka isi akta pun

Kekuatan pembuktian materil akta dibawah tangan menurut Pasal 1875 K.U.H.Perdata, oleh orang terhadap akta itu digunakan atau yang dapat dianggap diakui

Akta otentik itu merupakan suatu alat bukti yang sempurna, bentuknya diatur UU, dibuat di hadapan pejabat umum yg berwenang. Akta dibawah tangan adalah akta yang dibuat

Akta Otentik, adalah akta suatu akta yang dibuat oleh atau dimuka seorang pegawai umum, oleh siapa didalam akta itu dicatat pernyataan pihak yang menyuruh

AKI BAT HUKUM DARI PEM BUATAN AKTA JUAL BELI TANAH YANG TI DAK SESUAI DENGAN TATA CARA.. PEM BUATAN

Akta dibawah tangan yang dilegalisasi Notaris mempunyai kekuatan pembuktian yang tidak sama dengan akta otentik, karena tanda tangan yang terdapat dalam akta