Ia tidak lahir begitu saja sebagai hasil duplikasi desain rumah susun yang sudah ada hanya untuk memenuhi kuantitas. Desain planar yang baik dapat meningkatkan kualitas penghawaan alami dan meningkatkan efisiensi konsumsi listrik pada unit hunian.
LATAR BELAKANG
Apartemen di Indonesia umumnya terdiri dari ruangan-ruangan yang cenderung sempit dan kecil. Dengan demikian, desain apartemen yang baik dapat menekan tingkat konsumsi listrik pada unit hunian.
RUMUSAN MASALAH
N PENELITIAN
TUJUAN PENELITIAN
Kualitas ventilasi alami pada beberapa apartemen cenderung buruk sehingga banyak penghuni yang mengandalkan ventilasi buatan. Desain apartemen yang akan dibangun selanjutnya diharapkan tidak hanya fokus pada kapasitas saja, namun juga melihat lebih dalam pada kenyamanan.
METODOLOGI PENELITIAN
Tentunya konsep-konsep tersebut juga dapat diterapkan pada perumahan, baik pada desain perumahan yang sudah ada maupun desain perumahan yang belum dibangun.
URUTAN PEMBAHASAN
PENDAHULUAN
BAB V
PENGHAWAAN ALAMI DAN STANDAR KENYAMANAN DALAM RUANG
- Penghawaan Alami
- Kenyamanan dalam Ruang
Disebut ventilasi alami karena proses pertukaran udara dalam ruangan yang berlangsung lebih bergantung pada kondisi atau proses alam yang ada. Ventilasi alami juga dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan menghilangkan polutan dalam ruangan.
FAKTOR-FAKTOR yang MEMPENGARUHI KUALITAS PENGHAWAAN ALAMI di RUMAH SUSUN BERTINGKAT RENDAH
- Iklim dan Topografi
- Kondisi Tapak
- Desain Bangunan
Penempatan bangunan yang tepat dapat memberikan manfaat bagi penghuninya, antara lain (a) mendapat angin segar dan (b) terhindar dari angin panas. Orientasi dan bentuk bangunan yang baik dapat mengarahkan angin yang masuk sehingga masuk secara massal dan membantu terciptanya penghawaan alami pada unit rumah.
DESAIN UNIT HUNIAN RUMAH SUSUN
- Jenis Unit Hunian
- Orientasi Unit Hunian
- Persyaratan Ruang Unit Hunian
Unit hunian F.18 secara umum terdiri atas satu ruangan multifungsi dan satu area servis (kamar mandi, dapur, dan teras jemur). Orientasi unit perumahan dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu: unit berorientasi tunggal dan unit berorientasi ganda.
KESIMPULAN
Sistem sirkulasi yang digunakan pada hunian juga mempengaruhi arah angin pada massa hunian. Bentuk massa suatu apartemen akan mempunyai sistem sirkulasi dan orientasi unit tertentu.
DESAIN RUMAH SUSUN TINGKAT RENDAH DI JAKARTA
- Rumah Susun Tanah Abang Jakarta Pusat
- Rumah Susun Kebon Kacang Jakarta Pusat
- Rumah Susun Kemayoran Jakarta Pusat
- Rumah Susun Klender Jakarta Timur
- Rumah Susun Pulogadung Jakarta Timur
Sistem sirkulasi yang digunakan pada perumahan berbentuk balok adalah tangga umum dan sistem orientasi pada unit hunian adalah orientasi ganda 90º. Angin yang akan berhembus di lingkungan apartemen dapat terhalang/terhalang oleh bangunan disekitarnya. Seluruh rumah susun yang ada berbentuk pelat dengan koridor sibuk sirkulasi tunggal dan unit berorientasi tunggal.
Hembusan angin di lingkungan apartemen dapat terhambat/terhambat oleh kondisi kontur dan bangunan disekitarnya. Angin yang bertiup di lingkungan apartemen biasanya memiliki hambatan yang minim, karena kondisi kontur dan jarak dengan bangunan disekitarnya yang cukup jauh. Angin yang bertiup di lingkungan apartemen biasanya memiliki hambatan yang minim, karena kondisi kontur dan jarak dengan bangunan disekitarnya yang cukup jauh.
Kedua tipe apartemen ini menggunakan sistem tangga bersama yang masing-masing terletak di ujung koridor.
DESAIN HUNIAN VERTIKAL di NEGARA-NEGARA LAIN
- Experimental Houses
- Housing block in Madrid (2001-2003)
Keseluruhan lekukan bangunan dipisahkan menjadi dua bagian, dengan bagian tengah terdiri dari poros elevator dan tangga di lantai bawah yang berfungsi sebagai bujur sangkar kecil. Sarana sirkulasi pada gedung ini berupa tangga, lift dan single load koridor yang terletak di atrium sehingga cukup terlindung dari panasnya sinar matahari. Perkembangan gedung yang terdiri dari 7 lantai ini terlihat sangat kontras dengan bangunan di sekitarnya.
Lantai bawah mempunyai kemungkinan untuk memanfaatkan pencahayaan dan penghawaan alami dari void yang ada. Selain berfungsi sebagai sarana sirkulasi, seluruh ruang terbuka yang ada bertujuan untuk memberikan penerangan dan ventilasi alami. Bentuk massa perumahan ini mungkin tidak jauh berbeda dengan beberapa blok apartemen di Indonesia, namun tetap menjamin kemungkinan setiap unitnya tetap mendapat ventilasi dan pencahayaan alami.
Bangunan ini merupakan salah satu contoh hunian padat yang terletak di pusat kota, namun tetap mempertimbangkan kondisi iklim dan lokasi serta mampu menyelesaikan permasalahan iklim yang ada secara arsitektural.
TINJAUAN DESAIN-DESAIN RUMAH SUSUN BERTINGKAT RENDAH dan HUNIAN VERTIKAL
- Bentuk Massa Rumah Susun
- Sistem Sirkulasi dalam Rumah Susun
- Orientasi Unit Hunian Rumah Susun
Apartemen blok dapat terdiri dari dua jenis, yaitu apartemen yang berbentuk satu blok besar atau beberapa blok lebih kecil. Rusun yang termasuk dalam kelompok ini adalah beberapa blok rumah susun sederhana di Tanah Abang dan Klender. - Unit hunian di rumah susun biasanya memiliki kemungkinan pemanfaatan tenaga angin dan surya yang lebih sedikit dibandingkan dengan unit hunian di rumah susun blok.
Namun perumahan pelat memiliki kelebihan dalam hal efisiensi penggunaan lahan dibandingkan dengan perumahan blok. Pada luas lahan yang sama, rumah susun mampu menampung lebih banyak unit hunian dibandingkan blok rumah susun. Jika apartemen berbentuk lempengan dan memanjang, maka kemungkinan mendapatkan ventilasi dan pencahayaan alami yang ideal cukup tinggi.
Di Indonesia, sebagian besar sistem orientasi yang digunakan pada apartemen terdiri dari orientasi tunggal dan orientasi ganda 90º.
KESIMPULAN
Sementara itu, apartemen di Kemayoran dan Pulogadung nampaknya mampu menerima angin dan sinar matahari lebih baik, mengingat pola sambungan dan penempatan massanya yang menyisakan ruang dan kondisi fisik yang tidak terlalu padat. Di antara apartemen-apartemen di atas, apartemen sederhana di Kemayoran tampaknya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penghawaan alami berdasarkan lokasinya. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa apartemen sederhana Kemayoran ini layak dijadikan objek penelitian.
Hunian sederhana yang sehat, nyaman dan aman dapat dicapai dengan perancangan yang baik dan tepat serta penggunaan dan pemeliharaan yang tepat. Jika melihat bangunan di sekitarnya yang sebagian besar rendah, nampaknya apartemen di blok Apron punya peluang bagus untuk mendapatkan ventilasi alami. Pergerakan udara di kawasan ini tampaknya memiliki hambatan yang minimal sehingga memungkinkannya bergerak bebas antar blok apartemen.
Ketinggian bangunan seluruh apartemen terdiri dari 5 lantai dengan pembagian fungsional 1 lantai (tanah) untuk bisnis dan 4 sisanya untuk hunian.
KONDISI EKSISTING B
- Kondisi Ruang Luar
- Kondisi Massa dan Unit Hunian
- Pergerakan Udara di antara Blok-Blok Hunian
- Pergerakan Udara dalam Unit Hunian
Unit hunian di blok ini terbagi menjadi 7 grup dan terdiri dari 2 tipe yaitu unit hunian F.21 dan F.36. Tampaknya angin dari luar terhalang atau dibelokkan oleh faktor-faktor tertentu sebelum mencapai ruangan-ruangan di unit hunian. Pola pertemuan antar unit hunian pada setiap blok sangat mempengaruhi kualitas penghawaan alami pada setiap unit.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pergerakan udara dalam suatu blok hunian tidak lepas dari pola hubungan antar unit hunian. Unit hunian F.36 terdapat dua blok, yaitu blok 1 dan blok 3, yang masing-masing memiliki posisi berbeda. Ventilasi unit rumah di blok 1 cenderung lebih baik dibandingkan blok 3 jika angin bertiup dari barat.
Pengukuran dilakukan pada dua titik untuk juga membandingkan kecepatan angin yang masuk ke massa (lorong) dan unit hunian (ruang keluarga).
KESIMPULAN
Pola bentuk dan proporsi antar unit hunian di dalam apartemen berpotensi mengarahkan atau menahan angin yang masuk. Selain berusaha memanfaatkan angin sebagai ventilasi alami, unit rumah juga harus terlindung dari radiasi matahari. Kondisi ventilasi alami, yang tidak ideal di unit hunian, dapat diperbaiki dengan beberapa metode dan derajat.
Berikut beberapa alternatif solusi permasalahan penghawaan alami pada unit hunian Apron bertingkat rendah di Kemayoran berdasarkan tingkat skalanya yaitu. Mengatasi masalah penghawaan alami pada tingkat unit hunian dengan menambah jumlah inlet dan outlet, mengubah sistem jendela dan bentuk kanopi. Mengatasi permasalahan penghawaan alami pada tingkat massa bangunan dengan melakukan renovasi dan relokasi beberapa unit hunian.
Hasil penyelesaian masalah yang dilakukan pada tingkat unit perumahan lebih banyak merujuk pada peningkatan kualitas penghawaan alami pada unit perumahan.
PEMECAHAN MASALAH PENGHAWAAN ALAMI PADA TINGKAT UNIT HUNIAN
- Perubahan Sistem Jendela
- Bentuk Kanopi
MENYELESAIKAN MASALAH ALAM DENGAN MERENCANAKAN RUMAH TINGGI TERAKHIR YANG SEHAT, NYAMAN, AMAN DAN. Sedangkan pada tingkat massa bangunan, hasil yang ingin dicapai lebih luas lagi, yaitu peningkatan kualitas penghawaan alami pada massa bangunan. Kualitas penghawaan alami pada ruang-ruang pada unit rumah eksisting dapat ditingkatkan dengan memperbaiki bukaan eksisting serta menambah bukaan intake dan exhaust baru sehingga menghasilkan ventilasi silang yang baik.
Namun di sisi lain, ada dampak dan keterbatasan yang ditanggung warga, yakni ventilasi alami tidak bisa bertahan seharian penuh karena alasan keselamatan dan penggunaan listrik yang tidak efisien. Kondisi penghawaan alami pada kamar tidur hampir sama dengan ruangan serba guna, yaitu kecepatan angin lebih sedikit dan kontinuitasnya tidak terjamin sepanjang hari. Hal ini disebabkan bentuk rak yang menerus sehingga menutupi sebagian bukaan yang ada.
Kanopi dapat melindungi ruangan dari radiasi panas dan hujan, namun dikhawatirkan bentuknya cenderung menutupi jendela sehingga mengurangi pencahayaan dan ventilasi alami.
PEMECAHAN MASALAH PENGHAWAAN ALAMI PADA TINGKAT MASSA BANGUNAN
- Renovasi pada Beberapa Unit Hunian
- Relokasi Beberapa Unit Hunian
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan merenovasi unit hunian tertentu yang letaknya strategis sebagai jalur aliran angin. Deretan unit hunian yang terletak di tengah massa cenderung menghalangi dan membelokkan arah angin yang datang dari Timur-Barat. Dasar pemilihan unit rumah yang direnovasi adalah unit yang posisinya diperkirakan mempunyai potensi jalur pergerakan bahkan penyebaran angin pada setiap unit rumah.
Diharapkan angin dapat bergerak leluasa dan merata di setiap unit rumah setelah ada bukaan atau celah pada barisan tengah. Cara lain untuk mengarahkan angin yang datang dari barat ke dalam massa bangunan adalah dengan menggerakkan unit-unit rumah tertentu sedemikian rupa sehingga tercipta bukaan-bukaan yang dapat dilewati angin menuju ke unit rumah masing-masing. Deretan unit hunian yang berada di tengah massa kini memiliki bukaan yang semakin banyak.
Pemilihan unit hunian yang akan direlokasi adalah yang dinilai mempunyai posisi jalur pergerakan potensial dan distribusi angin yang seragam dalam setiap unit hunian.
ALTERNATIF DESAIN UNIT HUNIAN
- Desain Unit Hunian Alternatif 1
- Desain Unit Hunian Alternatif 2
- Desain Unit Hunian Alternatif 3
Bentuk dasar unit rumah ini adalah persegi yang digeser secara vertikal pada poros tengahnya. Tata letak ruang keluarga dan kamar tidur ditata berbentuk “L” dengan ruang keluarga berada di tengahnya. Penataan ruang antara ruang keluarga dan kamar tidur cukup berbeda dengan unit hunian sebelumnya, yakni berbentuk garis lurus.
Dampak dari penataan ini adalah diperlukan ruang sirkulasi dari luar unit hingga ke dalam unit rumah. Untuk mempertahankan luas ruangan tetap sebesar 36m2, sebagian ruang living unit yang berfungsi sebagai area servis dibelokkan 10º dari ruang keluarga. Hasilnya adalah ruang sirkulasi dari luar ke dalam unit hunian dengan luas unit tetap 36m2.
Keunggulan lain yang diraih adalah luas efektif ruang keluarga dan dapur relatif lebih besar dibandingkan alternatif sebelumnya.
PENGUJIAN ALTERNATIF DESAIN MASSA DAN UNIT HUNIAN RUMAH SUSUN DENGAN WIND TUNNEL
Tahapan pengujian dimulai dari lingkup yang kecil lalu diteruskan ke lingkup yang lebih besar
- PENGUJIAN MAKET MASSA
- PENGUJIAN MAKET UNIT HUNIAN
- PENGUJIAN ALTERNATIF DESAIN MASSA DAN UNIT HUNIAN RUMAH SUSUN DENGAN KOMPUTER
- PENGUJIAN MASSA BANGUNAN
- PENGUJIAN DESAIN UNIT HUNIAN
- KESIMPULAN
Sehingga kualitas penghawaan alami pada unit hunian cenderung baik jika angin bertiup dari arah timur. Tahapan pengujian aliran udara yang datang dari arah barat pada model unit hunian yang ada. Tahapan pengujian aliran udara yang datang dari arah timur pada model unit hunian yang ada.
Tahapan pengujian aliran udara yang datang dari barat pada model unit hunian eksisting yang dimodifikasi. Tahapan pengujian aliran udara yang datang dari arah timur pada model unit hunian eksisting yang dimodifikasi. Tahapan pengujian aliran udara yang datang dari arah barat pada model unit hunian yang telah direnovasi.
Tahapan pengujian aliran udara yang datang dari arah timur pada model unit hunian yang telah direnovasi. Berdasarkan perhitungan komputer, angin yang datang dari arah timur dapat memasuki ruangan-ruangan unit perumahan dengan kecepatan cukup tinggi. Berdasarkan perhitungan komputer, jika angin datang dari arah timur maka angin yang masuk ke unit rumah yang telah direnovasi memiliki kecepatan yang rendah yaitu 0,09 m/s.