C. TEKANAN
TANAH LATERAL SECARA ANALITIS
1. Pendahuluan 1.1. Deskripsi Singkat
Bahan ajar ini dirancang membahas Tekanan Tanah Lateral Secara Analitis.
1.2. Relevansi
Untuk memudahkan dalam mempelajari bahan ajar
“Tekanan Tanah Lateral Secara Analitis” ini, maka mahasiswa harus menguasai bahan ajar “Statika, Mekanika Bahan, Geologi Rekayasa, Mekanika Tanah, dan Analisa Struktur”.
1.3. Capaian Pembelajaran
1.3.1. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Setelah menyelesaikan Bahan ajar ini, mahasiswa akan mampu memahami, menganalisa dan menghitung pengertian Tekanan Tanah Lateral Secara Analitis.
1.3.2. Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (Sub-CPMK) Setelah menyelesaikan Bahan ajar Tekanan Tanah Lateral Secara Analitis, mahasiswa akan mampu menjelaskan dan menerangkan:
1. Umum
2. Tekanan Tanah Aktif 3. Tekanan Tanah Pasif
1.4. Petunjuk Pembelajaran
1. Bacalah dan pahami dengan baik uraian materi yang disajikan pada masing-masing kegitan pembelajaran.
Apabila terdapat materi yang kurang jelas segera tanyakan kepada Dosen.
2. Kerjakan setiap kegiatan diskusi, soal latihan dengan baik untuk melatih kemampuan penguasaan pengetahuan konseptual.
2. Penyajian 2.1. Uraian Umum
Untuk dapat memperkirakan dan menghitung kestabilan dinding penahan, diperlukan menghitung tekanan ke arah samping (lateral). Karena massa tanah berupa butiran, maka saat menerima tegangan normal baik akibat beban yang diterima tanah yaitu berupa berat bangunan di atas tanah dan akan menyebabkan tekanan tanah ke arah tegak lurus atau ke arah samping. Tegangan inilah yang disebut sebagai tegangan tanah lateral (lateral earth pressure). Pengetahuan tentang tegangan lateral ini diperlukan untuk pendekatan perancangan kestabilan. Tekanan tanah lateral dibedakan menjadi tekanan tanah lateral aktif dan tekanan lateral pasif. Tekanan lateral aktif adalah tekanan lateral yang ditimbulkan tanah secara aktif pada struktur yang dibuat. Sedangkan tekanan lateral pasif merupakan tekanan yang timbul pada tanah saat menerima beban struktur yang kita salurkan pada secara lateral.
Besarnya tekanan tanah sangat dipengaruhi oleh fisik tanah, sudut geser, dan kemiringan tanah terhadap bentuk struktur dinding penahan.
Fungsi mempelajari tekanan lateral (lateral pressure) Fungsi mempelajari tekanan lateral adalah:
Mengetahui distribusi tekanan tanah lateral (tekanan horizontal) pada tanah.
Dapat mengaplikasikan tekanan tanah lateral dalam melakukan evaluasi dan perancangan berbagai konstruksi geoteknik, misalnya desain dinding penahan tanah, galian dalam, sheet pile, dermaga dll.
Menghindari kegagalan dalam konstruksi geoteknik yang melibatkan tekanan tanah lateral.
Kita harus mengestimasi kostruksi untuk mengantisipasi pergerakan horisontal tanah dengan beberapa konstruksi penahan tanah meliputi:
Bronjong atau Gabion
Desain bronjong atau gabion memiliki beberapa kriteria:
Desain bronjong / gabion sebagai salah satu konstruksi dinding penahan tanah memerlukan perhitungan distribusi tekanan tanah lateral.
Bronjong atau gabion adalah batu yang dimasukkan dalam rangkaian kawat.
Pada umumnya bronjong digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral jika tanah dibelakang dinding penahan tanah tidak terlalu tinggi
Beragam konstruksi geoteknik adalah bronjong atau gabion.
Gambar Bronjong dan Gabion ditampilkan pada Gambar 3.1.
Gambar 3. 1 Konstruksi Bronjong / Gabion
Dinding Penahan Tanah (Retaining WallI)
Desain dinding penahan tanah atau retaining wall memerlukan kriteria:
Desain dinding penahan tanah sebagai salah satu konstruksi dinding penahan tanah memerlukan perhitungan distribusi tekanan tanah lateral.
Dinding penahan tanah adalah pasangan batu, beton tumbuk dan beton bertulang.
Pada umumnya dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral jika tanah dibelakang dinding penahan tanah tidak terlalu tinggi
Beragam konstruksi geoteknik adalah dinding penahan tanah. Gambar Bronjong dan Gabion ditampilkan pada Gambar 3.2
Gambar 3. 2 Pondasi DPT
Gravity Wall Cantilever Wall
Concert Wall Crib Wall
Galian Dalam (Deep Excavation)
Desain galian dalam memerlukan kriteria:
• Perencanaan galian dalam/deep excavation memerlukan distribusi tekanan tanah lateral.
• Konstruksi deep excavation pada umumnya dilengkapi dengan angkur/anchorage atau penyangga pada Gambar 3.3, yang menahan tekanan tanah lateral pada dinding penahan tanah. Konstruksi angkur dipasang secara bertahap sesuai dalam galian tanah
• Deep excavation adalah dinding penahan tanah yang menahan galian dalam sementara untuk konstruksi basement, dan pondasi. Sehingga deep excavation berada disebelah bangunan existing yang memiliki resiko kegagalan pada bangunan yang telah ada.
Gambar 3. 3 Deep Excavation.
Tekanan at-rest, active dan passive pressure
Konstruksi penahan tanah seperti dinding penahan, dinding bangunan bawah tanah (basement), dan turap baja, pada umumnya digunakan dalam teknik pondasi; konstruksi penahan tanah tersebut biasanya digunakan untuk menahan massa tanah dengan talud vertikal. Agar dapat merencanakan konstruksi penahan tanah dengan benar, maka kita perlu mengetahui gaya horisontal yang bekerja antara konstruksi penahan dan massa tanah yang ditahan.
Gaya horisontal tadi disebabkan oleh tekanan tanah arah horisontal.
Deep Excavation Deep Excavation with anchorage
Dalam bab ini kita akan memfokuskan perhatian kita untuk mempelajari berbagai teori tentang tekanan tanah.
Ada tiga macam kondisi yang berkaitan dengan tekanan tanah lateral:
• Case 1: Jika dinding penahan tidak bergerak ke kiri atau ke kanan dan tetap pada posisiya.
• Case 2: Jika dinding mengalami rotasi terhadap posisi terbawah (pusat rotasi pada B), menjauhi tanah dibelakang dinding penahan, kondisi ini disebut active.
• Case 3: Jika dinding mengalami rotasi terhadap posisi terbawah (pusat rotasi pada B), mendekat tanah (menekan tanah) dibelakang dinding penahan, kondisi ini disebut pasif.
Gambar 3. 4 Massa tanah pada kedalaman z
Suatu dinding penahan yang tanpa gesekan (frictionless wall), ditampilkan Gambar 3.4.
Tinggi AB atau 𝐻,suatu massa tanah berada pada kedalaman 𝑧. Tegangan vertikal effektif pada kedalaman 𝑧 adalah 𝜎0′.
Tegangan horizontal effektif pada kedalaman 𝑧 adalah 𝜎ℎ′.
Tidak ada tegangan geser pada masa tanah.
Perbandingan dari tegangan vertikal terhadap tegangan horizontal dinyatakan 𝐾𝑜 =𝜎ℎ
′ 𝜎0′
Case 1:
• Jika dinding penahan tidak bergerak ke kiri atau ke kanan dan tetap pada posisiya, pada Gambar 3.5.
• Tanah tetap pada pada posisinya, terjadi kondisi static equilibrium
• Pada kondisi at-rest pressure perbandingan tegangan horisontal terhadap tegangan vertikal dinyatakan pada Persamaan 2.1.
𝐾 = 𝐾0 = 𝜎ℎ′
𝜎0′ 3.1
• Dimana 𝐾0 adalah pressure at-rest coefficient.
Gambar 3. 5 Massa tanah kondisi static equilibrium
Case 2:
• Dinding mengalami rotasi dengan pusat rotasi B, menjauhi tanah dibelakang dinding penahan, kondisi ini disebut active, ditampilkan pada Gambar 3.6.
• Rotasi dinding penahan tanah menjauhi tanah dibelakang dinding penahan tanah membawa konfigurasi dinding penahan tanah pada A’B, atau disebut kondisi active.
• Masa tanah pada ABC’ akan mengalami plastic equilibrium dan mengalami sliding pada bidang planar BC’.
• Horizontal effective stress pada kondisi active menjadi 𝜎ℎ′ = 𝜎𝑎′ (subscript 𝑎 adalah active).
• Pada kondisi active perbandingan tegangan horisontal terhadap tegangan vertikal dinyatakan Persamaan 3.2.
𝐾 = 𝐾𝑎 =𝜎ℎ
′ 𝜎0′ = 𝜎𝑎′
𝜎0′ 3.2
• Dimana 𝐾𝑎 adalah active pressure coefficient.
Gambar 3. 6 Massa tanah kondisi active
Case 3:
• Dinding mengalami rotasi dengan pusat rotasi pada B, mendekat tanah (menekan tanah) dibelakang dinding penahan, kondisi ini disebut passive.
• Rotasi kondisi passive membawa konfigurasi dinding penahan tanah pada A’’B, ditampilkan Gambar 3.7.
• Masa tanah ABC’’ dibelakang dinding penahan mengalami plastic equilibrium akan mengalami sliding pada bidang planar BC’.
• Horizontal effective stress pada kondisi passive menjadi 𝜎ℎ′ = 𝜎𝑝′ (subscript 𝑝 adalah passive).
• Pada kondisi passive perbandingan tegangan horisontal terhadap tegangan vertikal dinyatakan pada Persamaan 3.3.
𝐾 = 𝐾𝑝 =𝜎ℎ′
𝜎0′ = 𝜎𝑝′
𝜎0′ 3.3
• Dimana 𝐾𝑝 adalah passive pressure coefficient
Gambar 3. 7 Massa tanah kondisi active
Gambar 3. 8 Coarse grained soil coefficient earth pressure
Nilai pressure at-rest coefficient Tekanan at-rest
• Jika suatu dinding penahan dengan tanah dibelakang berupa dry soil (tanah kering) dengan unit weight atau berat jenis 𝛾, dan dinding pada kondisi at-rest, ditampilkan pada Gambar 3.8.
• Pada kedalaman 𝑧 vertical effective stress adalah σ0′ = γz
• Hubungan tegangan vertical dan horizontal dinyatakan dengan 𝐾 = 𝐾0 = 𝜎ℎ′
𝜎0′
• Pada kedalaman 𝑧 horizontal effective stress adalah σh′ = K0σ0′ atau σh′ = K0 γz.
• Untuk coarse grained soil coefficient earth pressure dapat diestimasikan dengan hubungan empiris dinyatakan pada Persamaan 3.4, dimana 𝜙′ adalah 1).
K0 = 1 − sin ϕ′ 3.4
• Hubungan lain untuk at rest coefficient, 𝐾0 dinyatakan dengan Persamaan 3.5
K0 = (1 − sin ϕ′) + [ γd
γd(min)− 1] 3.5
• Dimana 𝜙′ adalah drained friction angle; 𝛾d adalah dry unit weight atau berat volume kering; 𝛾d(min) adalah dry unit weight pada kondisi loosest state atau berat volume pada kondisi paling lepas.
• Tipikal distribusi tekanan tanah aktif atau effective active pressure pada at-rest dibelakang dinding penahan tanah ditampilkan pada Gambar 3.9.
Gambar 3. 9 Drained friction angle kondisi loosest
Tekanan tanah lateral (at-rest) yang terendam sebagian
• Gambar 3.10 adalah dinding penahan dengan tinggi H, muka air tanah atau ground water table pada kedalaman 𝐻1 dibawah permukaan tanah (ground surface).
• Unit weight untuk tanah diatas ground water table adalah γ.
• Sedangkan unit weight dibawah ground water table adalah saturated unit weight 𝛾 sat, dimana γ′= γsat− γw(submerged unit weight)
• Untuk 𝑧 ≤ 𝐻1tekanan tanah lateral efektif dinyatakan Persamaan 2.6, dan variasi tegangan untuk kedalaman z dengan z ≤ H1 dinyatakan dengan segitiga ACE, pada Gambar 3.10 dengan nilai tegang horisintal adalah:
σh′ = K0 γz 3.6
Gambar 3. 10 Diagram tegangan
• Untuk 𝑧 ≥ 𝐻1(dibawah muka air tanah) tekanan tanah vertikal efektif (effective stress) dinyatakan Persamaan 3.7 𝜎0′= 𝛾𝐻1 + 𝛾′(𝑧 − 𝐻1) 3.7 Sehingga effective lateral pressure dinyatakan dengan Persamaan 3.8
𝜎ℎ′ = 𝐾0𝜎0′ = 𝐾0 [𝛾𝐻1+ 𝛾′(𝑧 − 𝐻)] 3.8 Total lateral pressure dinyatakan dengan Persamaan 3.9
𝜎ℎ = 𝜎ℎ′ + 𝑢 = 𝐾0 [𝛾𝐻1+ 𝛾′(𝑧 − 𝐻)] + 𝛾w(𝑧 − 𝐻1) 3.9
Contoh soal 1:
Gambar 3.12 show a 4.5m high retaining wall. The wall restrained from yielding.
• Calculate the lateral force 𝑃0 per unit length of the wall.
• Also determined the location of the resultant force. Assume for the sand 𝐾0 = 0.538.
Penyelesaian:
• Gambar 3.13 show a strenght diagram
At 𝑧 = 0m;
𝜎0′ = 𝛾𝑧 = 15.7kN/m3× 0m = 0kPa 𝜎ℎ′ = 𝐾0𝜎0′ = 0.538 × 0kPa = 0kPa 𝑢 = 0kPa
At 𝑧 = 3m;
𝜎0′ = 𝛾𝑧 = 15.7kN/m3× 3m = 47.1kPa 𝜎ℎ′ = 𝐾0𝜎0′ = 0.538 × 47.1kPa = 25.34kPa 𝑢 = 0kPa
At 𝑧 = 4.5m;
𝜎0′ = 𝛾𝑧 = (15.7kN/m3)(3m) + (1.5m)(19.2kN/m3
− 9.81kN/m3) = 61.19kPa 𝜎ℎ′ = 𝐾0𝜎0′ = 0.538 × 61.19kPa = 39.92kPa 𝑢 = (1.5m)(9.81kN/m3) = 14.72kPa
Gambar 3. 11 Soil profil Gambar 3. 12 Strenght diagram
Total lateral for per unit meter
Lateral force 𝑃0 = Area 1 + Area 2 + Area 3 + Area 4 𝑃0 = (1
2) (3)(25.34) + (1.5)(25.34) + (1
2) (1.5)(14.58) + (1
2) (1.5)(14.72)
𝑃0 = 38.1 + 38.01 + 10.94 + 11.04 = 98kN/m 𝑃0 = 38.1 + 38.01 + 10.94 + 11.04 = 98kN/m TEORI RANKINE
Konsep dasar teori Rankine mempunyai beberapa asumsi
• Dalam merancang bangunan penahan tanah, umumnya dilakukan perancangan dengan analisis pada kondisi- kondisi yang terjadi saat aka nruntuh. Lalu memberikan factor aman yang cukup.
• Analisis tekanan tanah lateral ditinjau saat kondisi keseimbangan plastis.( saat massa tanah tepat akan runtuh)
• Maka perlu meninjau kondisi tegangan yang ditunjukkan lingkaran Mohr
Teori Tekanan tanah active Rankine
Gambar 3. 13 Tekanan tanah aktif menurut Rankine
• Teori tekanan tanah Rankine adalah tekanan tanah (earth pressure) pada kondisi diambang kegagalan.
• Kondisi tanah diambang kegagalan disebut plastic equilibrium. Gambar 3.13 menunjukkan frictionless wall AB.
• Dengan tegangan vertikal effective 𝜎0′ dan tegangan horisontal efektif (sebagai principal) dinyatakan 𝜎ℎ′.
• Kondisi Rankine aktif terjadi dimana terjadi pergerakan dinding penahan dari AB ke A’B’
• Pada kedalaman z tegangan vertikal effektif 𝜎0′ dan tegangan horisontal efektif σa′ = K0 σ0′. Jika dinding bergerak menjauh dari AB ke A’B’ (Gambar 3.14) maka tegangan horizontal mengecil.
Gambar 3. 14 Lingkaran Mohr
• Jika tegangan horizontal mengecil menyebabkan 𝜎ℎ′ bergeser ke kiri dan lingkaran a membesar , lingkaran a yang membesar secara bertahap menjadi lingkaran b (Gambar 3.14) dan menyentuh selubung kegagalan. Pada saat menyentuh selubung kegagalan tanah mengalami kegagalan.
• Kegagalan ini disebabkan lingkaran b menyentuh selubung kegagalan (failure envelope) garis τ = c′+ σ′tan ϕ′.
• Pada kondisi kegagalan yaitu lingkaran b, dapat dihitung tegangan horizontal σh′ = σa′ terhadap term γ , c′, z , ϕ′ , sehingga koefisien tekanan aktif diketahui.
• Pada kondisi gagal (pada lingkaran b), dalam term effective dinyatakan dengan Persamaan 3.14 dan Persamaan 3.15:
𝜎ℎ′ = 𝜎𝑎′ = 𝛾𝑧 tan2(45 −𝜙′
2) − 2𝑐′tan (45 −𝜙′
2) 3.14 𝜎𝑎′ = 𝜎𝑜′𝐾𝑎− 2𝑐′√𝐾𝑎 3.15
• Koefisien tekanan aktif dinyatakan dengan Persamaan 3.16 :
Ka =σa′
σo′ = tan2(45 −ϕ′
2) =1−sin ϕ′
1+sin ϕ′ 3.16
• Dalam term total dinyatakan dengan Persamaan 3.17:
σa = γz tan2(45 −ϕ
2) − 2c tan (45 −ϕ
2) 3.17 Teori Tekanan tanah passive Rankine
Gambar 3. 15 Tekanan tanah pasif
• Jika tegangan horizontal σh′ = K0 σ0′ membesar maka lingkaran a mengecil, lingkaran a berubah titik pada kondisi σh′ = σ0′ (Gambar 3.15).
• Kondisi Rankine pasif terjadi dimana terjadi pergerakan dinding penahan dari AB ke A’B’
• Jika tekanan horizontal tetap membesar, maka lingkaran kembali membesar setelah menjadi titik dan menjadi lingkaran b dan menyentuh selubung kegagalan (failure envelope).
Kegagalan saat lingkaran b menyentuh selubung τ = c′+ σ′tan ϕ′.
Gambar 3. 16 Lingkaran Mohr
• Saat lingkaran b menyentuh selubung kegagalan (Gambar 3.16) dapat dihitung tegangan horizontal σh′ = σp′ terhadap term γ , c′, z , ϕ′. Dengan cara yang sama dengan Rankine active maka tekanan tanah lateral dinyatakan pada Persamaan 3.18 dan Persamaan 3.19, dalam term effective
σh′ = σp′ = σ0′ tan2(45 +ϕ′
2) + 2c′tan (45 +ϕ′
2) 3.18 σp′ = σo′Kp+ 2c′√Kp 3.19
• Koefisien tekanan tanah passive dinyatakan dengan Persamaan 3.20
Kp =σp′
σ0′ = tan2(45 +ϕ′
2) = 1+sin ϕ′
1−sin ϕ′ 3.20
Rankine Active and Passive Pressure with Sloping Backfill (active)
Gambar 3. 17 Sloping Backfill
• Pembahasan sebelumnya dengan anggapan tanah dibelakang dinding penahan tanah (backfill) horizontal. Tanah dibelakang dinding penahan dapat memiliki kemiringan α, yang ditampilkan pada Gambar 3.17.
• Jika tanah backfill granular dengan drained friction angle 𝜙′dan 𝑐′= 0, maka tekanan tanah active, dinyatakan dengan Persamaan 3.21, koefisien tekanan tanah aktif dinyatakan dengan Persamaan 3.22 dan gaya aktif total dinyatakan dengan Persamaan 3.23.
σa′ = γz Ka 3.21 Ka = cos αcos α−√cos2α−cos2ϕ′
cos α+√cos2α−cos2ϕ′ 3.22 Pa= 1
2 KaγH2 3.23
• Untuk kasus passive dengan sloping backfill maka dihasilkan Rankine passive.
• Dimana gaya passive total untuk dinding penahan tanah miring dinyatakan dengan Persamaan 3.24
Pp= 1
2γH2 Kp 3.24
• Dimana koefisien tekanan tanah passive untuk sloping backfill dinyatakan pada Persamaan 3.25
Kp= cos αcos α+√cos2α−cos2ϕ′
cos α−√cos2α−cos2ϕ′ 3.25
Lateral Earth Pressure Distribution
Berikut ini dibahas tekanan tanah pada dinding penahan untuk beragam tipe backfill.
a. Backfill-cohesionless 𝑐′ = 0: Backfill yang memiliki sifat cohesionless dan memiliki horizontal ground surface
b. Backfill dengan partially submerged cohesionless: Tanah dibelakang dinding penahan tanah memiliki sifat cohesionless dan terendam air sebagian (partially submerged), selain itu backfill memiliki surcharge.
Surcharge adalah beban merata diatas permukaan tanah dibelakang dinding penahan.
c. Backfill merupakan tanah cohesive dengan horizontal backfill.
Backfill-cohesionless c’=0 (active)
• Kondisi active untuk dinding penahan dengan backfill cohesionless c′ = 0 dengan ketinggian dinding H, ditampilkan Gambar 3.18.
Gambar 3. 18 Tekanan tanah effektif
• Tekanan tanah active effective untuk kedalaman 𝑧, ditampilkan pada Persamaan 3.25
σa′ = Kaγz 3.25
• Tekanan tanah active effective untuk kedalaman 𝑧 = 𝐻 dinyatakan Persamaan 3.26
σa′ = KaγH 3.26
• Gaya total active untuk tiap meter, adalah luasan segitiga pada Gambar 3.18 yang dinyatakan Persamaan 3.27
Pa = 1
2 KaγH2 3.27
Backfill-cohesionless c’=0 (passive)
Gambar 3. 19 Tekanan pasif effektif
• Kondisi passive untuk dinding penahan tanah ketinggian H dengan backfill cohesionless c′ = 0, ditampilkan Gambar 3.19.
• Tekanan tanah passive effective untuk kedalaman 𝑧, dinyatakan dengan Persamaan 3.28.
σp′ = Kpγz 3.28
• Tekanan tanah passive effective kedalaman z = H, dinyatakan Persamaan 3.29
σp′ = KpγH 3.29
• Gaya total passive untuk tiap meter tegaklurus gambar dinyatakan Persamaan 3.30
Pp =1
2 KpγH2 3.30 Contoh soal
Hitung gaya aktif (menurut Rankine) per satuan lebar tembok seperti ditunjukkan dalam Gambar 3.20a dan juga tentukan tempat kedudukan gaya resultan.
Gambar 3. 20 Soal
Penyelesaian:
Karena c = 0, maka σa = σvKa Ka =1 − sin
1 + sin =1 − sin 30 1 + sin 30= 1
3
Pada z = 0, = 0, pada z = 15 ft, = (1/3) (100)(15) = 500 lblft2. Diagram distribusi tekanan tanah aktif diberikan dalam Gambar 3.20b.
Gaya aktif Pa = (1/2)(15)(500) = 3750 lb/ft3
Diagram distribusi tekanan berbentuk segitiga, jadi, Pa akan bekerja pada jarak (15/3) = 5 ft di atas dasar tembok.
TEORI COULOMB
Metode yang umum digunakan untuk menghitung tekanan tanah lateral dengan sederhana adalah metode Rankine dan metode Coulomb. Persamaan umum dikembangkan untuk kedua teori didasarkan pada asumsi-asumsi dasar tanah yang dipertahankan meliputi:
• Dinding penahan tanah diposisikan vertikal.
• Antara dinding dengan tanah bebas dari gesekan
• Permukaan tanah horizontal dan tidak ada tegangan geser pada batas-batas horizontal dan vertical.
• Dinding terbuat dari bahan kaku dan memanjang dengan kedalaman infinitif dalam keadaan kering, homogen, isotropik (sifat tegangan-regangan yang sama ke segala;
tidak diperkuat).
• Tanah dalam kondisi terurai dan kondisi awal dinding dalam kondisi istirahat (tidak ada pergerakan).
Kondisi Aktif
Gambar 3. 21 Tekanan aktif menurut Coulomb (a) blok keruntuhan yang dicoba, (b) poligon gaya
W, berat dari blok tanah
F, resultan dari gaya geser dan gaya normal pada permukaan bidang longsor BC
Pa, gaya aktif per satuan lebar tembok
Segitiga gaya untuk blok tanah adalah seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 3.21b. Dari rumus sinus kita mendapatkan, dinyatakan Persamaan 3.31 dan Persamaan 3.32:
(a)
(b)
W
sin (90+ + − += P
sin( − ) 3.31 atau
Pa = s(in − )
sin (90 + + − + ) W 3.32
Dari Gambar 3.21a, berat dari blok tanah dinyatakan Persamaan 3.33 adalah:
W = 1
2 H2 cos ( θ − ∅) · cos ( θ − α) · sin (β − α)
cos2 · sin(− ) · sin (90 + + − +) 3.33 Parameter-parameter yang ada dalam Persamaan (3.33) yaitu:
, H, , , dan adalah tetap, sedangkan adalah satu-satunya yang variabel. Dalam menentukan harga kritis dari untuk mendapatkan Pa yang maksimum, kita mempunyai dan dinyatakan Persamaan 3.34.
dPa
dβ = 0 3.34 Setelah menyelesaikan Persamaan 3.34, harga yang didapatkannya dimasukkan ke dalam Persamaan 3.33 Tekanan tanah aktif Pa, menurut Coulomb yang didapat Persamaan 3.35 adalah
Pa = 1
2γH2Ka 3.35 dengan Ka adalah koefisien tekanan tanah aktif menurut Coulomb, dinyatakan Persamaan 3.36.
Ka = sin2(α+ β)
sin2 sin(α+ δ)[1+ √sin(∅+ )sin (∅− β) sin(α−)sin ( + ) ]
3.36 Komponen tekanan normal total (Pn) dari tekanan tanah di bagian belakang dinding, dinyatakan Persamaan 3.37 adalah:
Pn = Pacos δ = 1
2γH2Ka cos 3.37
Jika dinding vertikal dan licin, dan jika pengurukan horizontal, kita memiliki = = 0 dan a = 90°, Mengganti nilai-nilai ini dalam Persamaan. 3.36, kita mempunyai Persamaan 3.38.
Ka= 1 − sin∅
1 + sin∅= tan2(45 − ∅
2) 3.38
Kondisi Aktif
Dengan cara yang sama didapatkan nilai Pp, dinyatakan Persamaan 3.39 adalah
Pp = 1
2γH2Kp 3.39 dan nilai Kp dinyatakan Persamaa 3.40 adalah
Kp= sin2(α− )
sin2 sin(α+ δ)[1+ √sin(∅+ )sin (∅+ β) sin(α−)sin ( + ) ]
3.40 Komponen tekanan normal total (Ppn) dari tekanan tanah di bagian belakang dinding, dinyatakan Persamaan 3.41 adalah:
Ppn = Ppcos δ = 1
2γH2Kp cos 3.41
Gambar 3. 22 Tekanan pasif menurut Coulomb (a) blok keruntuhan yang dicoba, (b) poligon gaya
(a) (b)
Jika dinding vertikal dan licin, dan jika pengurukan horizontal, kita memiliki = = 0 dan a = 90°, Mengganti nilai-nilai ini dalam Persamaan. 3.41, kita mempunyai Persamaan 3.42.
𝐾𝑎= 1 + 𝑠𝑖𝑛∅
1 − 𝑠𝑖𝑛∅= 𝑡𝑎𝑛2(45 + ∅
2) 3.42 2.2. Latihan
Terangkan ada berapa tipe penahan tanah lateral disertai gambar
Terangkan ada berapa tige Beban surcharge 3. Penutup
3.1. Rangkuman
1. Pengggunaan bangunan penahan tanah tergantung dari tekanan tanal lateral.
2. Ada 3 kondisi tekanan lateral yaitu at rest, aktif dan pasif 3. Pemakaian teori Rankine atau Coulomb, mempunyai asumsi
yang berbeda pada gesekan antara bangunan dan tanah.
3.2. Test Formatif
Retaining wall shown in Figure, determine the force per unit length of the wall for Rankine active state also location of the resultant.
3.3. Umpan Balik
Materi yang sedang Anda pelajari merupakan pengetahuan pendukung terhadap kompetensi “Penndahuan”. Berdasarkan kriteria tingkat penguasaan kompetensi
Kompetensi utama : 90% - 100%
Kompetensi pendukung : 75%-90&
Kompetensi pelengkap : 60% - 75%
Maka standar minimal yang ditetapkan untuk penguasaan materi ini adalah 75. Bandingkan hasil jawaban tes mahasiswa dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir bahan ajar ini, kemudian ukurlah hasil penguasaan yang telah dicapai menggunakan rumus berikut:
Σ Jawaban benar
Tingkat penguasaan = --- X 100%
Σ Soal 3.4. Tindak Lanjut
Jika hasil yang diperoleh telah mencapai 75% atau lebih, maka mahasiswa telah menguasai materi yang dipelajari dan berhak melanjutkan pembelajaran berikutnya dengan persetujuan dosen pembimbing. Namun jika hasil yang diperoleh belum mencapai 75% Anda masih harus mengulangi atau mempelajari kembali bahan ajar ini
3.5. Kunci Jawaban Test Formatif
Retaining wall shown in Figure, determine the force per unit length of the wall for Rankine active state also location of the resultant.
Solution:
For upper layer soil 𝜙′= 30° hence Ka= 1 − sin ϕ′
1 + sin ϕ′=1 − sin 30° 1 + sin 30°= 1
3 For lower layer soil 𝜙′= 35° hence
Ka =1 − sin ϕ′
1 + sin ϕ′= 1 − sin 30°
1 + sin 30°= 0.271 At 𝑧 = 0𝑚 (𝑢𝑝𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑎𝑦𝑒𝑟 𝑠𝑜𝑖𝑙)
σ0 = σ0′ = (16kN/m3)(0) = 0kPa
σa′ = Kaσ0′ =1
3(0kPa) = 0kPa At 𝑧 = 3𝑚 (𝑢𝑝𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑎𝑦𝑒𝑟 𝑠𝑜𝑖𝑙)
σ0 = σ0′ = (3m)(16kN/m3) = 48kPa σa′ = Kaσ0′ =1
3(48kPa) = 16kPa At 𝑧 = 3𝑚 (𝑙𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑙𝑎𝑦𝑒𝑟 𝑠𝑜𝑖𝑙)
σ0 = σ0′ = (3m)(16kN/m3) = 48kPa σa′ = Kaσ0′ = (0.271)(48kPa) = 13kPa At 𝑧 = 6𝑚 (𝑙𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑙𝑎𝑦𝑒𝑟)
𝜎0 = 𝜎0′ = (3)(16𝑘𝑁/𝑚3) + (18𝑘𝑁/𝑚3− 9.81𝑘𝑁/𝑚3)(3𝑚)
= 72.57𝑘𝑃𝑎
σa′ = Kaσ0′ = KaγH = (0.271)(72.57) = 19.67kPa
The distribution of effective pressure with depth shown in Figure
The variation of lateral pressure with depth due to pore water pressure
• At 𝑧 = 0𝑚 ; 𝑢 = 0𝑘𝑃𝑎
• At 𝑧 = 3𝑚 ; 𝑢 = 0𝑘𝑃𝑎
• At 𝑧 = 6𝑚 ; 𝑢 = 29,43𝑘𝑃𝑎
The distribution of pore water pressure shown in Figure c. The distribution of total lateral pressure is the sum of effective lateral pressure and the pore water pressure at given depth, shown in Figure d.
Total active pressure : 𝑃𝑎 = (1
2) (3)(16) + 3(13.0) + (1
2) (3)(36.1)
= 24 + 39.0 + 54.15 = 117.15kN/m The location of the resultant can be found by taking moment about the bottom wall:
𝑧̅ =24 (3 +3
3) + 39.0 ( 3
2) + 54.15 ( 3 3)
117.15 = 1.78m
Daftar Pustaka
1. Braja M. Das, Principles of found. Eng, Brooks, Calofornia, 1984
2. Bowles. J: Found. Analysis Design, MC. Graw Hill, New York, 1977
3. Brahma. SP: Found. Eng, Tata Mc. Graw Hill, New Delhi 4. Gregory. P: Retaining Found & Earth Struct, Mc. Graw
Hill, New York
5. Punmia, B.C., Soil Mechanic and Foundations Standard Book House, New Delhi.
Senarai
Backfill : urugan
Cohesive : kohesi
Cohesionless : tidak berkohesi / butir kasar earth pressure : tekanan tanah
Equilibrium : kesetimbangan Failure envelope : selubung kegagalan Frictionless wall : dinding kasar Ground surface : permukaan tanah Ground water table : muka air tanah Partially submerged : terendam air sebagian Sloping : kemiringan lereng
Surcharge : beban merata Submerged : terendam Saturated : jenuh air Unit weight : Berat jenis