TEKNIK SAMPLING
Mata Kuliah : Statistika II
Dosen Pengampu : Alfifto, SE, M.Si
POPULASI
Populasi Population Penduduk
Pengertian Populasi Penelitian
Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, dll. Sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.
Populasi dapat dilihat dari :
1. Populasi Finit : jumlah individu dapat ditentukan.
2. Populasi Infinit : jumlah individu tidak terhingga atau tidak diketahui dengan pasti.
SAMPEL
Pengertian Sampel
Sampel merupakan suatu prosedur pengambilan data, dimana hanya sebagian populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari suatu populasi.
Alasan menggunakan sampel : 1. Kendala Sumber Daya 2. Ketepatan
Populasi vs Sampel
a b c d
ef gh i jk l m n o p q rs t u v w x y z
Populasi Sampel
b c
g i n
o r u
y
TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING
Kategori Sampling Kategori Sampling
Probability Sampling Probability
Sampling Nonprobability
Sampling Nonprobability
Sampling
1. Sampel Random Sampling 2. Stratified Sampling
- Proporsional - Disproporsional 3. Cluster Sampling 4. Systematic Sampling
1. Sampel Random Sampling 2. Stratified Sampling
- Proporsional - Disproporsional 3. Cluster Sampling 4. Systematic Sampling
1. Convenience Sampling 2. Purposive Sampling 3. Judgement Sampling 4. Quota Sampling 5. Sampling Jenuh 6. Snowball Sampling 1. Convenience Sampling 2. Purposive Sampling 3. Judgement Sampling 4. Quota Sampling 5. Sampling Jenuh 6. Snowball Sampling
Probability Sampling
Metode sampling yang setiap anggota populasi memiliki peluang sama untuk terpilih sebagai sampel.
1. Sampel Random Sampling
Teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada dalam suatu populasi untuk dijadikan sampel.
Syarat:
a. Anggota populasi tidak memiliki strata, sehingga relatif homogen.
b. Adanya kerangka sampel, yaitu merupakan daftar elemen-elemen populasi yang dijadikan dasar untuk pengambilan sampel.
2. Stratified Sampling
Teknik pengambilan sampel dengan populasi yang memiliki strata atau tingkatan dan setiap tingkatan memiliki karakteristik sendiri.
Karena populasi setiap strata tidak sama, maka dalam pelaksanaannya dibagi dua jenis, yaitu : a. Proporsional
Jumlah sampel yang diambil dari tiap strata sebanding, sesuai dengan proporsi ukurannya.
Contoh:
Perhitungan untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing strata (tingkatan), jika diketahui jumlah sampel yang dimiliki 120 orang
Ukuran sampel = 120 orang
Proporsi sampel untuk setiap strata = 120/1200 = 0,1
Setiap jumlah sampel dari setiap strata dikalikan proporsi sampel
Strata Anggota
Populasi Proporsi Jumlah Sampel (Orang)
Sampel dalam Populasi
(%)
SD 230 0,1 23 19,2
SMP 270 0,1 27 22,5
SMA 300 0,1 30 25
Sarjana 400 0,1 40 33,3
Jumlah 1200 120
b. Disproporsional
Jumlah sampel yang diambil dari setiap strata jumlahnya sama tidak sebanding dengan jumlah populasi dengan proporsi sampel di setiap strata.
Contoh:
Perhitungan untuk menentukan jumlah sampel yang diambil dari masing-masing strata, jika diketahui jumlah sampel yang diambil 120 orang. Ditetapkan setiap strata jumlah yang sampel diambil dari setiap strata yaitu 30 orang.
Strata Anggota
Populasi Jumlah Sampel
(Orang) Sampel dalam Populasi (%)
SD 230 30 19,2
SMP 270 30 22,5
SMA 300 30 25
Sarjana 400 30 33,3
Jumlah 1200 120
Lanjutan …
3. Cluster Sampling
Teknik pengambilan sampling digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas.
Metode ini dimana populasi dibagi berdasarkan area atau cluster, lalu beberapa cluster dipilih sebagai sampel dari cluster tersebut bisa diambil seluruhnya atau sebagian untuk dijadikan sampel, anggota populasi disetiap cluster tidak perlu homogen.
Contoh:
Penarikan sampel pengguna telepon seluler di DKI Jakarta dengan tujuan untuk mengetahui merek telepon seluler apa yang paling disukai. Misalnya, jumlah sampel ditentukan 200 orang.
DKI Jakarta :
• Jakarta Utara
• Jakarta Timur
• Jakarta Pusat
• Jakarta Selatan
• Jakarta Barat
DKI Jakarta :
• Jakarta Utara = 10%
• Jakarta Timur = 20%
• Jakarta Pusat = 25%
• Jakarta Selatan = 30%
• Jakarta Barat = 15%
4. Systematic Sampling
Pemilihan sampel sistematis mirip dengan sampel acak. Yang menjadi perbedaannya adalah cara pemilihan elemen untuk menjadi sampel.
Dalam pemilihan sistematis seluruh elemen yang ada pada pemilihan sampel diberi nomor urut.
Jika N adalah jumlah populasi maka n adalah jumlah sampel.
Selanjutnya membagi anggota populasi menjadi k kelompok dimana dengan ketentuan k harus lebih kecil atau sama dengan N/n.
Contoh:
Dari 90 orang karyawan ingin diambil 30 orang karyawan sebagai sampel.
Maka k = 90/30 = 3 yang berarti ada 3 kelompok.
Kemudian memberikan nomor urut secara acak kepada 90 karyawan dari 1, 2, 3 sampai 90.
Kelompok No Terpilih
A 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21
B 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50
C 65 67 69 71 73 75 77 79 81 83
Nonprobability Sampling
Metode sampling yang dimana setiap unsur dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
1. Convenience Sampling/Accidental Sampling
Teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden untuk dijadikan sampel atau peneliti memilih orang-orang yang terdekat saja.
2. Purposive Sampling
Teknik pengambilan sampel dimana responden yang dijadikan sampel berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
3. Judgement Sampling
Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu.
4. Quota Sampling
Teknik pengambilan sampel dengan menentukan kuota terlebih dahulu pada masing-masing kelompok, sebelum kuota terpenuhi maka penelitian belum dianggap selesai.
5. Sampling Jenuh
Teknik pengambilan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan jika jumlah populasi lebih kecil.
6. Snowball Sampling
Teknik pengambilan sampel yang dimana mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama akan membesar.
TEKNIK MENENTUKAN UKURAN SAMPEL
Rumus :
Keterangan : n = sampel N = Populasi
e = perkiraan tingkat kesalahan
Teknik Slovin
Pendekatan Isac Michel Rumus :
Keterangan:
n = sampel
p = proporsi populasi q = 1-p
Z = tingkat kepercayaan e = margin of error
Jumlah Populasi Tidak Diketahui
Contoh Kasus
Penggunaan Rumus Slovin
Kita akan meneliti pengaruh upah terhadap semangat kerja pada karyawan PT. Mencari Cinta Sejati. Di dalam PT tersebut terdapat 130 orang karyawan. Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 5%, berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil ?
Jawab :
Penggunaan Rumus Populasi Tidak Diketahui
Seorang mahasiswa akan meneliti tingkat kepuasan terhadap pelayanan Bus TransJakarta.
Proporsi masyarakat menggunakan bus 0,3 dengan tingkat signifikansi 90% dan margin error 10%. Tentukanlah berapa jumlah sampel yang harus diambil ?
Jawab :
= 1 – 0,9 = 0,1 /2 = 0,1/2 = 0,05 Z = 1 - 0,05
= 0,95 (dari distribusi normal 1,64) p = 0,3
q = 1 – 0,3 = 0,7 e = 0,1
Contoh Kasus
Penggunaan Rumus Populasi Tidak Diketahui berdasarkan jumlah pertanyaan
Apabila jumlah Populasi tidak diketahui maka menentukan sampel sesuai dengan teori Malhotra (2006) dimana jumlah pertanyaan pada kuesioner paling sedikit harus empat atau lima kali dari jumlah item pertanyaan.
Contoh Kasus
Contoh :
Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelanggan yang sedang makan di si Bolang Durian yang tidak diketahui jumlah, Karena jumlah pelanggan yang pernah mengunjungi si Bolang Durian tidak diketahui jumlahnya sehingga untuk menentukan sampel digunakan rumus sesuai dengan teori Malhotra (2006) paling sedikit harus empat atau lima kali dari jumlah item pertanyaan. Total pertanyaan dalam penelitian ini adalah 22 pertanyaan, sehingga minimal ukuran sampel penelitian ini adalah
22 x 5 = 110
Menurut Sugiyono (2018) Accidental Sampling adalah mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data dengan kriteria utamanya adalah responden yang sedang makan di si Bolang Durian