Materi Historiografi Islam Indonesia
Dalam penulisan sejarah Islam banyak karya-karya sejarah yang telah ditulis oleh para ahli-ahli sejarah, baik itu sejarawan lokal maupun sejarawan luar, mulai dari sejarawan yang sudah professional dan juga sejarawan yang baru. Para penulis sejarah ini akhirrnya menghasilkan beragam bentuk, corak dan tema tentang sejarah Islam. Hal ini dapat dibilang wajar karena menandakan bahwa tumbuhnya kesadaran dalam menulis sejarah.
Oleh karena itu dalam penulisan tema/materi yang dibahas dalam penulisan sejarah Islam Indonesia. Muin Umar membuat suatu kerangka alternative dalam penulisan sejarah Islam Indonesia yang merujuk pada bukunya Franz Rosental, A History of Muslim Historiography, antara lain:
1. Tema tentang sejarah lokal
Sejarah lokal adalah sejarah yang sangat digemari oleh penulis sejarah karena berhubungan langsung dengan sejarah mereka sendiri. Penulisan sejrah lokal sendiri telah banyak dilakukakn oleh penulis-penulis terdahulu tetapi dalam bentuk yang sederhana, yang sering disebut dengan sejarah traditional, sejarah lokal yang termasuk dalam historiografi traditional antara lain: babad, hikayat, tambo, silsilah, dan haba.
2. Tema-tema sejarah yang membahas tentang sejarah Islam Indonesia secara universal Penulisan sejarah seperti ini ialah penulisan yang membahas secara menyeluruh atau penulisan yang membahas dengan cakupan yang luas. Contohnya pada kajian Hamka yang berjudul Sejarah Umat Islam Indonesia. Dan dalam karya yang lain terdapat karyanya Nuruddin ar-Raniri yang berjudul Bustan as-Salatin yang membahas tentang raja-raja dari kerajaan Islam Indonesia.
3. Tema penulisan sejarah tentang Sejarah Islam Indonesia dalam bidang militer
Sejarah ini membahas tentang perang-perang umat Islam Indonesia melawan penjajah, seperti yang ditulis oleh T. Ibrahim Alfian dalam disertasinya yang akhirnya dibukukan dengan judul Perang di Jalan Allah:Aceh 1873-1912. Yang mana buku ini membahas tentang perang sipil dengan penjajah yang terjadi di Aceh.1
4. Sejarah tokoh (biografi)
1 Wahyu Iryana, Historiografi Islam Indonesia (Stkip pangeran Dharma Kusuma Indramayu) Jurnal al-tsaqafa volume 14, No 01, Januari 2017. 159-160
Penulisan sejarah ini membahas tentang tokoh-tokoh yang terkenal atau yang mempunyai andil besar pada masanya, salah satu karya sejarah yang membahas tentang tokoh ialah Sultan Agung Tirtayasa: musuh-musuh besar kompeni Belanda yang ditulis oleh Uka Djandrasasmita. Yang mana karya sejarah ini menggambarkan tentang tokoh yang berjuang melawan imprealisme.
5. Penulisan Novel Sejarah
Novel sejarah ini ada untuk jawaban terhadap suatu masalah denfan menggunakan refleksi pada maa lampau, dan hadirnya novel sejarah ini menandakan bahwa tingginya kesadaran masyarakat terhadap sejarah. Dengan novel sejarah inilah dapat menjadi media dalam memahami Islam, terutama bagi orang yang buta huruf yang dikisahkan oleh pengkisah novel sejarah. Contohnya karya Said Hasan bin Said Muhammad Ulee Abu Syammah ditulis dengan huruf Arab menggunakan bahasa Aceh dan juga karyanya Muhamad Dara yang berjudul Hikayat Putrae Baren.
Selain itu dalam makalah yang ditulis oleh Muin Umar, ia memberikan alternative lain dalam tema penulisan sejarah Islam Indonesia. Yang mana ia melakukan pengelompokan terhadap tema- tema sejarah dengan periodesasinya, antara lain:
a. Hitoriografi Islam periode awal yang membahas tentang periode awal masuknya Islam ke Indonesia sampai dengan abad ke-16. Penulisan sejarah ini membahas tentang masuknya Islam ke Indonesia, yang menghasilkan beberapa teori tentang masuknya Islam ke Indonesia seperti: teori Gujarat, teori Arab, dan teori-teori lainnya yang terdapat perbedaan pendapat.
b. Historiografi Islam Indonesia periode perlawana, yang mana ketika itu bangsa barat yang menjajah Indonesia trus memberikan tekanan terhadap orang-orang pribumi yang membuat orang-orang pribumi melakukan perlawanan, seperti yang terjadi di Aceh, Banten, Mataram, Banjar, dan Goa.
c. Historiografi Islam masa awal abad 20, yang mana historiografi ini membaha tentang umat Islam mulai tahun 1900 an sampai tahun 2000. Salah satu karya yang membahas tentang ini ialah karyanya Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942.2
B. Sumber Historiografi
2 Ibid., 161.
Sejarah sebagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau3, yang dapat diungkap kembali oleh para ahli sejarah berdasarkan sumber – sumber sejarah yang telah di temukan.
Namun tidak semua peristiwah masa lampau yang bisa diungkap kebenarannya karena keterbatasan sumber sejarahnya, Oleh karena itu sumber sejarah sangat penting untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan subyek sejarah.
Adapun jenis-jenis sumber sejarah dapat dibedakan menjadi empat diantaranya : 1) Sumber tertulis (dokumen)
Sumber sejarah yang dipeloreh melalui peninggalan – peninggalan tertulis, catatan yang berisi fakta tentang suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau. Seperti dokumen, naskah, piagam, babad, surat kabar.
2) Sumber lisan (oral)
Merupakan sumber trandisional atau Keterangan lansung dari para pelaku atau saksi mata dari peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
3) Benda peninggalan (artefak)
Sumber sejarah yang diperoleh dari benda – benda tertentu atau peninggalan purbakala/kuno. Seperti prasasti, candi
4) Sumber kuantitatif (perhitungan)
Biasanya di gunakan untuk penelitian tentang perekonomian.
Ditinjau dari wujudnya, secara umum sumber sejarah dibedakan menjadi dua, yaitu : 1) Sumber primer
Yaitu sumber yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang diceritakan. Atau sanksi dengan mata kepala sendiri juga saksi panca indra yang lain, dan alat – alat yang canggih(tape, recorder, photo dll), terlihat secara lansung.
2) Sumber sekunder
Yaitu kesaksian dari siapa pun yang bukan merupakan saksi pandangan mata, yakni orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan4.
C. Pendekatan Historiografi
Pendekatan sejarah menjelaskan dari segi mana kajian sejarah di lakukan dan unsur – unsur mana yang diungkapkan. Deskripsi dan rekonstruksi ysng diperoleh akan banyak
3 Dwi Susanto, pengantar ilmu sejarah, UIN Sunan Ampel press, Surabaya, 2014, hal. 90
4 Ibid, 91
ditentukan oleh jenis pendekatan yang dipergunakan. Oleh karena itu ilmu sejarah mengunakan ilmu bantu sejarah untuk menunjang studi dan penelitiannya. Adapun pendekatan sejarah di bagi menjadi beberapa macam.
1. Pendekatan
Yang mana pendekatan dalam melakukan penulisan sejarah Islam Islam Indonesia menggunakan pendekatan periode yang di terapkan Yahya Harun. Ia lebih menekankan pada pertumbuhan, perkembangan, dan runtuhnya suatu kerajaan Islam di Indonesia ini. Dan juga mereka menekankan pada peranan para pahlawan dan sultan Islam di Indonesia, dan mengecilkan peranan dari masyarakat dalam mengembangkan Islam di Indonesia.
Namun tulisan sejarah Islam awal di Indonesia yang mana lebih mengarah terhadap teori dan metode sejarah konvensional yang mana lebih menonjolkan pada proses dan tokoh-tokoh politik serta mengungkapkannya dalam tulisan deskriptif-naratif, yaitu bagaimana peristiwa itu terjadi. Dan juga memasukkan peristiwa-peristiwa dengan dasar pembabakan besar dalam suatu proses yang linier, sejarah disebut sebagai suatu narasi besar diperlihatkan melalui peristiwa dan tokoh besar dengan mendokumentasikan asal-usul kejadian, menganalisis genealogi, lalu membangun dan mempertahankan singularitas peristiwa, yang mana penulisan seperti ini lebih memprioritaskan pada peristiwa yang dianggap spektakuler contohnya kayak perang, dan lainnya. Tetapi mengabaikan peristiwa yang bersifat lokal.
2. Pendekatan Sejarah Islam Indonesia sebagai bagian Sejarah Nasional
Pada pendekatan Sejarah Islam Indonesia sebagai bagian dari Sejarah Nasional ini di kenalkan oleh Uka Tjandrasmita, ia adalah seorang arkeolog yang mana ahlinya pada peninggalan-peninggalan Islam di Indonesia. Yang mana ia menggunakan sumber sekunder seperti buku, artikel, dan lainnya, dan juga pada naskah-naskah, hikayat- hikayat daerah yang pernah diterbitkan. Pada penulisan sejarah Islam Indonesia ia lebih menekankan bahwa sejarah itu sebagai proses dalam masyarakat yang terjadi karena pergeseran elemen-elemen yang terdapat dalam masyarakat itu sendiri dan kurang memberikan peranan pada tokoh.
Selain Uka juga ada Taufik Abdullah yang menggunakan pendekatan yang sama dalam sejarah Islam Indonesia. Yang mana ia menulis sejarah Islam dalam lingkup sejarah Nasional. Contohnya dalam bukunya Taufik Abdullah yang berjudul Sejarah Umat Islam Indonesia, yang mana buku ini membahas tentang perjuangan umat Islam Indonesia tetapi masuk dalam lingkup bangsa atau Nasional.5
5 M. yakub, Miqot,Historiografi Islam Indonesia: perspektif sejarawan informal, fakultas Dakwah dan Ko,unikasi IAIN Sumatera Utara vol. XXXVI No. 1 Januari-Juni 2013, 162-163