• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Pendidikan Islam Setelah Kemerdekaan Indonesia

N/A
N/A
MAKTABAHIHYA kitab

Academic year: 2025

Membagikan "Sejarah Pendidikan Islam Setelah Kemerdekaan Indonesia"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN INDONESIA

DOSEN PENGAMPU: Dr. H. Amir Mahmud

Disusun oleh :

1.Yahya Hizbu Rohim (2380022887) 2.Asrul Osama waiulung (234022724) 3. Wazir (2340022743)

4. Muhamad ilias (234002268)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT ISLAM MAMBA’UL ULUM SURAKARTA

TAHUN PELAJARAN 2023/2024

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah yang telah melimpahkan segala karunia-Nya yang tidak terhingga, khususnya nikmat Iman dan Islam, yang dengan keduanya kebahagiaan dunia dan akhirat. Sholawat dan Salam semoga selalu tercurah atas Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah mereka itu hingga akhir zaman. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah- Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM SETELAH KEMERDEKAAN INDONESIA” dengan tepat waktu.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam di Institut Islam Mamba’ul ’Ulum Surakarta.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. H. Amir Mahmud Selaku dosen pengampu yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Surakarta,22 Maret 2024 Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

A. LATAR BELAKANG... 1

B. RUMUSAN MASALAH...1

C. TUJUAN PENULISAN... 2

BAB II...3

PEMBAHASAN...3

D. Kondisi masyarakat dan pendidikan islam pada masa kemerdekaan...3

E. Tujuan Pendidikan islam pasca kemerdekaan...3

F. Perkembangan Pendidikan Islam Masa Orde Lama...3

G. Perkembangan Pendidikan Islam Masa Orde Baru...5

H. Perkembangan Pendidikan Islam Masa Reformasi...7

BAB III...9

PENUTUP...9

I. KESIMPULAN...9

J. SARAN-SARAN...9

DAFTAR PUSTAKA... 10

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Islam sebagai agama telah berjasa bagi kemerdekaan Indonesia, namun itu belum semulus perjalanan Islam dalam konteks pendidikan. Dalam konteks politik, Islam seakan menjadi pahlawan tanpa tanda jasa‟, sudah memberikan hadiah besar bagi negara ini namun hal itu tidak serta merta menjadikan Islam sebagai pilar pilihan politik. Hal ini dikarenakan perbedaan sudut pandang dalam memposisikan agama serta hubungan antara agama dengan negara, dan hal inipun sudah usai seiring disepakatinya „Pancasila‟ sebagai pemersatu atas perbedaan pandangan tersebut. Meskipun dalam proses selanjutnya perdebatan-perdebatan tentang relasi keduanya masih terus menghangat hingga kini.

Pendidikan Islam di Indonesia terlihat masih dipenuhi problematika, secara eksplisit hal ini terjadi dalam konteks sejarah. Pada periode kolonial, pendidikan Islam yang berbasis pesantren, dimana pada saat yang bersamaan pula pemerintah kolonial mempunyai misi yang sama yaitu mendirikan sekolah missionaris. Pada saat tersebut pesantren dan madrasah dijadikan sebagai sasaran target politik pemerintah kolonial Belanda, karena sebagai pusat perlawanan kaum Muslim. Akan tetapi segera setelah kemerdekaan, pendidikan Islam mendapat banyak mengalami perubahan. Pada tahap selanjutnya rekonstruksi pendidikan mencapai tahap yang yang diinginkan yaitu dikeluarkannya SKB tiga menteri, yang menjadikan posisi madrasah setara dengan pendidikan formal.

Melalui makalah ini penulis akan menyampaikan perjalanan pendidikan Islam di Indonesiasetelah kemerdekaan.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana kondisi pendidikan islam pada masa kemerdekaan?

2. Apa tujuan pendidikan islampasca kemerdekaan?

3. Bagaimana perkembangan pendidikan islam masa orde lama?

4. Bagaimana perkembangan pendidikan islam pada masa orde baru?

5. Bagaimana perkembangan pendidikan islam masa reformasi?

(5)

C. TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui kondisi masyarakat dan pendidikan islam pada masa kemerdekaan

2. Untuk mengetahui tujuan pendidikan islampasca kemerdekaan 3. Untuk mengetahui perkembangan pendidikan islam masa orde lama 4. Untuk mengetahui perkembangan pendidikan islam pada masa orde baru 5. Untuk mengetahui perkembangan pendidikan islam masa reformasi

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Kondisi masyarakat dan pendidikan islam pada masa kemerdekaan

Setelah sekian lama umat islam terpuruk dibawah kekuasaan penjajah, sebab pada zaman penjajahan Belanda, pintu masuk pendidikan modern bagi umat islam terbuka secara sangat sempit. Faktor-faktor yang menyebabkannya antara lain:

1. Sikap dan kebijaksanaan pemerintah kolonial yang amat diskriminatif terhadap kaum muslimin.

2. Politik non kooperatif para ulama terhadap Belanda yang menfatwakan bahwa ikut serta dalam budaya Belanda, termasuk pendidikan modernnya, adalah salah satu bentuk penyelewengan agama.

Mereka berpegang kepada salah satu hadits Nabi Muhammad saw yang artinya : Barangsiapa menyerupai suatu golongan, maka ia termasuk ke dalam golongan itu‘. Hadits tersebut melandasi sikap para ulama pada waktu itu1

B. Tujuan Pendidikan islam pasca kemerdekaan

Sementara itu dalam Konferensi Internasional Pertama tentang Pendidikan Islam di Mekah pada tahun 1977 merumuskan tujuan pendidikan Islam sebagai berikut :

Pendidikan bertujuan mencapai pertumbuhan kepribadian manusia yang menyeluruh secara seimbang melalui latihan jiwa, intelek, diri manusia yang rasional perasaan dan indera. Oleh karena itu pendidikan harus mencakup pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya: spritual, intelektual, imajinatif, fisik, ilmiah, bahasa, baik secara individu maupun secara kolektif, dan mendorong semua aspek ini ke arah kebaikan untuk mencapai kesempurnaan. Tujuan akhir pendidikan muslim terletak pada perwujudan ketundukkan yang sempurna kepada Allah baik secara pribadi, komunitas, maupun seluruh umat manusia‘.2

1 BJ. Boland, Pergumulan Islam di Indonesia. (Jakarta: Grafiti Pers, 1985), 106.

2 Sudadi, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka ilmu, 2013), hal 152

(7)

C. Perkembangan Pendidikan Islam Masa Orde Lama

Pemerintahan orde lama berlangsung mulai tahun 1945 sampai pada tanggal 10 Januari 1967 yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, pemerintahan orde lama secara jelas telah diberi amanat oleh Undang-Undang Dasar 1945 untuk mengusahakan agar terbentuknya suatu sistem Pendidikan dan pengajaran yang bersifat nasional.

Perkembangan pendidikan Islam pada masa orde lama sangat erat kaitanya dengan Departemen Agama yang berdiri pada tanggal 3 Januari 1946 yang dipimpin oleh KH.

Wahid Hasyim (19-08-1945 sampai 14-11-1945). Lembaga ini secara intensif telah memperjuangkan politik perjuangan pendidikan Islam di Indonesia. Dan dalam pelaksaannya secara khusus di tangani oleh bagian khusus yang menangani pendidikan Islam.3

Dalam salah satu nota Islamic education in Indonesia yang disusun oleh bagian pendidikan Departemen Agama pada tanggal 1 September 1956, tugas bagian Pendidikan agama ada tiga, yaitu memberi pengajaran agama di sekolah negeri dan partikulir, memberi pengetahuan umum di Madrasah, dan mengadakan Pendidikan Guru Agama serta Pendidikan Hakim Islam Negeri. 4

Tugas pertama dan kedua Pada era orde lama perkembangan pendidikan Islam di madrasah lebih fokus dan tajam dalam rangka mengembangkan program-program perluasan dan peningkatan mutu madrasah, hal ini dilakukan secara terprogram dan serius oleh Departemen Agama. Melalui Undang-Undang nomor 4 tahun 1950 tentang Dasar- Dasar Pendidikan Dan Pengajaran Disekolah pasal 10 menyatakan bahwa belajar disekolah agama yang telah mendapat pengakuan Departemen Agama, sudah dianggap memenuhi kewajiban belajar. Dengan demikian bahwa negara/ pemerintah mengakui secara sah dan formal bahwa madrasah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan. Sedangkan untuk mendapatkan pengakuan dari Departemen Agama, maka madrasah harus memberikan mata Pelajaran agama sebagai mata pelajaran pokok dengan jumlah jam paling sedikit enam jam perminggu secara teratur disamping mata pelajaran umum.

Pada tahun 1954, madrasah yang terdaftar diseluruh Indonesia berjumlah 13.849 lembaga dengan rincian madrasah Ibtidaiyah 1057 lembaga dengan jumlah murid

3http://salas-download.blogspot.com/2010/07/sejarah- pendidikanislam- pada-masa-orde.html.

4Sunanto, Musyrifah. 2005. Sejarah Peradaban Islam Indonesia, (Jakarta: RajaGrafindo Persada), hal. 6.

(8)

1.927.777 orang, Madrasah Tsanawiyah Pertama 776 lembaga dengan murid 87.932 orang, dan Madrasah Tsanawiyah Atas (Aliyah) berjumlah 16 lembaga dengan murid 1.881 orang.

Pada masa orde lama pendidikan dan sistem madrasah terdiri dari tiga jenjang, yaitu : a. Madrasah Ibtidaiyah lama pendidikan 6 tahun

b. Madrasah Tsanawiyah Pertama lama pendidikan 4 tahun c. Madrasah Tsanawiyah Atas lama pendidikan 4 tahun5

Politik Pendidikan islam pada masa orde lama lebih diarahkan pada Upaya pembaharuan dan pengembangan Lembaga Pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman, namun Upaya ini gagal. Selain karena Indonesia yang masih dalam keadaan pancaroba, juga karena kekuatan ideologis yang mempengaruhi situasi politik dan kebijakan pemerintah, termasuk mempengaruhi politik Pendidikan islam.Pemerintah Orde Lama berada dalam tarikan tiga kekuatan yaitu nasionalisme, sekuler-komunis, dan kekuatan Islam, Sejarah mencatat bahwa Presiden Soekarno menganut paham ideologis nasionalisme yang berbasis pada ke-indonesiaan dan cultural. Dalam posisi seperti ini Presiden terkadang dekat dengan kelompok islam dan terkadang dekat dengan sekuler komunis, menjelang tahun 60 han Soekarno lebih banyak terjebak ke dalam perangkap kaum sekuler komunis sehingga perhatiannya terhadap Pendidikan islam sangat kurang.

D. Perkembangan Pendidikan Islam Masa Orde Baru

Orde baru adalah masa pemerintahan di Indonesia sejak 11 Maret 1966 hingga terjadinya peralihan kepresidenan, dari presiden Soeharto ke presiden Habibi pada 21 Mei 1998.6

Orde Baru memberikan corak baru bagi kebijakan pendidikan agama islam, karena beralihnya pengaruh komunisme ke arah pemurnian pancasila melalui rencana pembangunan Nasional berkelanjutan. Terjadilah pergeseran kebijakan, dari murid berhak tidak ikut serta dalam Pelajaran agama apabila mereka menyatakan keberatannya, menjadi semua murid wajib mengikuti pendidkan agama mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.7

Namun Pada awal – awal masa pemerintahan orde baru, kebijakan tentang madrasah bersifat melanjutkan dan meningkatkan kebijakan orde lama. Pada tahap ini

5 Sudadi, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka ilmu, 2013), hal 115

6 A. Zakki Fuad, Sejarah Pendidikan Islam, (Surabaya: IAIN SunanAmpel, 2011), hal-154.

7 Sudadi, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka ilmu, 2013), hal 121

(9)

madrasah belum di pandang sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, tetapi baru bersifat lembaga pendidikan bersifat otonom di bawah pengawasan menteri agama.

Di awal –awal tahun 1970 –an, justru kebijakan pemerintah terkesan berupaya untuk mengisolasi madrasah dari bagian sistem pendidikan nasional

Masa Orde Baru ini mencatat banyak kebijakan, diantaranya adalah:

1. Pemerintah memberlakukan pendidikan agama dari tingkat SD hingga universitas (TAP MPRS No.XXVII/MPRS/1966), madrasah mendapat perlakuan dan status yang sejajar dengan sekolah umum, pesantren mendapat perhatian melalui subsidi dan pembinaan, berdirinya MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 1975, pelarangan SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) mulai tahun 1993 setelah berjalan sejak awal tahun 1980-an

2. Pemerintah juga pada akhirnya member izin pada pelajar Muslimah untuk memakai rok panjang dan busana jilbab di sekolah-sekolah Negeri sebagai ganti seragam sekolah yang biasanya rok pendek dan kepala terbuka.

Jenis-jenis pendidikan islam pada masa Orde Baru adalah sebagai berikut:

1. Pesantren klasik, semacam sekolah swasta keagamaan yang menyediakan asrama, yang sejauh mungkin memberikan pendidikan yang bersifat pribadi, sebelumnya terbatas pada pengajaran keagamaan serta pelaksanaan ibadah.

2. Madrasah diniyah, yaitu sekolah-sekolah yang memberikan pengajaran tambahan bagi murid sekolah negeri yang berusia 7 sampai 20 tahun.

3. Madrasah-madrasah swasta, yaitu pesantren yang dikelola secara modern, yang bersamaan dengan pengajaran agama juga diberikan pelajaran-pelajaran umum.

4. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), yaitu sekolah dasar negeri enam tahun, di mana perbandingan umum kira-kira 1:2.

5. Suatu percobaan baru telah ditambahkan pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 tahun, dengan menambahkan kursus selama 2 tahun, yang memberikan latihan ketrampilan sederhana.

6. Pendidikan teologi agama tertinggi. Pada tingkat universitas diberikan sejak tahun 1960 pada IAIN. IAIN ini dimulai dengan dua bagian / dua fakultas di Yogyakarta dan dua fakultas di Jakarta8

8 http://tanjungpinangarticle.blogspot.com/2010/06/pendidikan-pada-masa-orde-lama-dan-orde.html

(10)

E. Perkembangan Pendidikan Islam Masa Reformasi

Era Reformasi dalam pemerintahan negara Indonesia memberikan angin segar bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, setelah sebelumnya pada masa orde baru program-program pendidikan yang ditargetkan telah gagal.

Sejalan dengan adanya berbagai perbaikan politik tersebut di atas, telah menimbulkan keadaan pendidikan islam era reformasi keadaannya jauh lebih baik dari keadaan pemerintah era Orde Baru. Karena dibentuknya kebijakan-kebijakan pendidikan islam era reformasi, kebijakan itu antara lain:

Pertama, kebijakan tentang pemantapan pendidikan islam sebagai bagian dari System pendidikan nasional. Upaya ini dilakukan melalui penyempurnaan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 1989 menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional.Jika pada Undang-Undang No 2 Tahun 1989 hanya menyebutkan madrasah saja yang masuk dalam system pendidikan nasional, maka pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 manyebutkan pesantren, ma‖had Ali, Roudhotul Athfal (Taman Kanak-Kanak) dan Majlis Ta‖lim termasuk dalam system pendidikan nasional. Dengan masuknya pesantren, ma‖had Ali, Roudhotul Athfal (Taman Kanak- Kanak) dan Majlis Ta‖lim ke dalam system pendidikan nasional ini, maka selain eksistensi dan fungsi pendidikan islam semakin diakui, juga menghilangkan kesan dikotomi dan diskriminasi. Sejalan dengan itu, maka berbagai perundang-undangan dan peraturan tentang standar nasional pendidikan tentang sertifikasi Guru dan Dosen, bukan hanya mengatur tentang Standar Pendidikan, Sertifikasi Guru dan Dosen yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasional saja, melainkan juga tentang Standar Pendidikan, Sertifikasi Guru dan Dosen yang berada di bawah Kementerian Agama.

Kedua, kebijakan tentang peningkatan anggaran pendidikan. Kebijakan ini misalnya terlihat pada ditetapkannya anggaran pendidikan islam 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang di dalamnya termasuk gaji Guru dan Dosen, biaya operasional pendidikan, pemberian beasisiwa bagi siswa kurang mampu, pengadaan buku gratis, infrastruktur, sarana prasarana, media pembelajaran, peningkatan sumber daya manusia bagi lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan adanya anggaran pendidikan yang cukup besar ini, pendidikan saat ini mengalami pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan keadaan pendidikan sebelumnya, termasuk keadaan pendiidkan islam.

(11)

Ketiga, program wajib belajar 9 tahun, yaitu setiap anak Indonesia wajib memilki pendidikan minimal sampai 9 tahun. Program wajib belajar ini bukan hanya berlaku bagi anak-anak yang berlaku bagi anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementeria Pendidikan Nasional, melainkan juga bagi anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Agama.

Keempat, kebijakan mengubah sifat madrasah menjadi sekolah umum yang berciri khas keagamaan. Dengan ciri ini, maka madrasah menjadi sekolah umum plus. Karena di madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah) ini, selain para siswa memperoleh pelajaran umum yang terdapat pada sekolah umu seperti SD, SMP, dan SMU. Dengan adanya kebijakan tersebut, maka tidaklah mustahil jika suatu saat madrasah akan menjadi pilihan utama masyarakat.9

BAB III

9 Sudadi, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka ilmu, 2013), hal 155

(12)

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pendidikan islam sebelum kemerdekaan dibawah kekuasaan penjajah terbuka secara sangat sempit karena sikap dan kebijaksanaan pemerintah kolonial yang amat diskriminatif terhadap kaum muslimin.

Setelah kemerdekaan Perkembangan pendidikan Islam pada masa orde lama sangat erat kaitanya dengan Departemen Agama yang berdiri pada tanggal 3 Januari 1946 yang dipimpin oleh KH. Wahid Hasyim (19-08-1945 sampai 14-11-1945). Lembaga ini secara intensif telah memperjuangkan politik perjuangan pendidikan Islam di Indonesia.

Pada era orde lama perkembangan pendidikan Islam di madrasah lebih fokus dan tajam dalam rangka mengembangkan program-program perluasan dan peningkatan mutu madrasah, namun Upaya ini gagal. Selain karena Indonesia yang masih dalam keadaan pancaroba, juga karena kekuatan ideologis yang mempengaruhi situasi politik dan kebijakan pemerintah termasuk mempengaruhi politik Pendidikan islam

Pada awal – awal masa pemerintahan orde baru, kebijakan tentang madrasah bersifat melanjutkan dan meningkatkan kebijakan orde lama terkesan berupaya untuk mengisolasi madrasah dari bagian sistem pendidikan nasional tapi melalui rencana Pembangunan Nasional Pendidikan islam mulai ada perkembangan dengan semua murid wajib mengikuti pendidkan agama mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi

Era reformasi memberikan angin segar bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, setelah sebelumnya pada masa orde baru program-program pendidikan yang ditargetkan tidak tercapai atau gagal dan keadaan pendidikan islam era reformasi jauh lebih baik dari keadaan pemerintah era Orde Baru. Sebab itu maka dibentuknya kebijakan- kebijakan untuk perkembangan pendidikan islam

B. Saran-saran

Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu saran yang membangun sangat kami harapkan demi terciptanya makalah yang lebih baik selanjutnya. Dan semoga dengan hadirnya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca

(13)

DAFTAR PUSTAKA

BJ. Boland, Pergumulan Islam di Indonesia. (Jakarta: Grafiti Pers)

http://salas-download.blogspot.com/2010/07/sejarah-pendidikanislam- pada-masa-orde.html.

Sunanto, Musyrifah. 2005. Sejarah Peradaban Islam Indonesia, (Jakarta: RajaGrafindo Persada)

Zakki Fuad, Sejarah Pendidikan Islam, (Surabaya: IAIN SunanAmpel, 2011),

http://tanjungpinangarticle.blogspot.com/2010/06/pendidikan-pada-masa-orde-lama-dan- orde.html

Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Penada Media,2006) Sudadi, Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka ilmu, 2013)

Choirunniswah, Sejarah Pendidikan Islam, (Palembang: Noer Fikri Offset Palembang, 2022) Rohmadi, Lintasan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia, (ponorogo: Sinergi Karya Mulia,

2018)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menganalisis masuknya pendidikan Islam di Indonesia, maka sangat tepat kiranya jika menelusuri proses masuknya Islam di bumi Nusantara tersebut, sebab

Makalah ini membahas tentang pengertian dan sejarah ejaan bahasa

Makalah ini membahas tentang filsafat pendidikan

Makalah ini membahas tentang sejarah perkembangan dan aspek teologi dalam

Makalah ini membahas sejarah perkembangan filsafat di Yunani, Islam, dan

Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Sejarah Indonesia Masa

Makalah ini membahas mengenai sejarah agama Hindu di

Ulasan buku kritis "Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan S/D Reformasi" untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan S/D