Sangat jelas bahwa Ferdinan de Sausure sangat tertarik dan berbakat dalam bahasa sejak kecil, seperti yang ditunjukkan oleh karyanya “Essai Sur les Langues”, yang ditulis pada usia 15 tahun. Setelah belajar bahasa di Leipzig dan Berlin, dia belajar banyak bahasa, termasuk Sansekerta. Saussure berpendapat bahwa tanda dan maknanya muncul dalam konteks sosial dan dipengaruhi oleh sistem atau aturan yang berlaku. Menurutnya, semiologi adalah studi tentang tanda dalam dinamika sosial manusia, termasuk pemahaman tentang jenis tanda dan aturan yang mengatur pembentuk nya Sausure lebih berkonsentrasi pada peran bahasa daripada teman lain seperti sistem tulisan, agama, adat istiadat, dan elemen lainnya, meskipun banyak faktor mempengaruhi pembentukan dan perkembangan tanda dalam masyarakat.
Tidak mungkin ada tanda tanpa hubungan antara penanda dan pertanda. Penanda atau yang ditandakan, adalah jenis tanda yang termasuk dalam kategori tanda itu sendiri dan merupakan komponen dari aspek linguistik. Penandaan menghasilkan realitas luar atau pertanda. Penanda (signifier) dan pertanda (signified) dua komponen utama tanda bahasa.
Tanpa penanda, pertanda tidak memiliki petunjuk yang jelas dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai indikasi tanda yang bermakna. Sebaliknya tanpa kehadiran penanda, pertanda tidak dapat disampaikan atau dipahami. Sebagai bagian dari kategori tanda, tanda adalah komponen penting dalam linguistik
Dalam bidang studi linguistik dan bahasa, Saussure memandang bahasa sebagai fondasi dari sistem tanda dalam teorinya mengenai semiology. Menurutnya, bahasa merupakan sistem tanda yang paling efisien dan efektif dalam menyampaikan serta mengekspresikan berbagai ide dan gagasan, jika dibandingkan dengan sistem tanda lainnya. Bahasa dianggap sebagai sistem yang terstruktur dn memiliki tatanan tertentu, dan kehilangan arti jika terlepas dari strukturnya. Saussure menyatakan bahwa kajian linguistik terlalu luas untuk membahas sistem tanda secara mendalam, oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan khusus yang dikenal sebagai semiologi. pendekatan semiotika yang dikembangkan Saussure, karena berakar dari linguistik, juga dikenal sebagai semiotika linguistik dalam dunia akademis.
Saussure dikenal karena mengenalkan tiga istilah dalam bahasa Prancis yang merujuk pada konsep "bahasa", yakni terdapat istilah parole, langage, dan langue. Istilah parole dalam konsep ini mengacu pada ekspresi individu dalam bahasa yang seringkali bersifat subjektif dan tidak dapat dianggap sebagai fakta sosial dengan sendirinya. Langage adalah
gabungan antara parole dan aturan bahsa yang digunakan oleh masyarakat, namun belum bisa dianggap sebagai fenomena sosial yang pasti. Sedangkan istilah langue adalah kumpulan peraturan bahasa yang menjadi landasan bagi interaksi sosial antarindividu dalam masyarakat. Dengan menggunakan aturan ini, sebagai elemen bahasa bisa saling memahami, sehingga langue bisa dianggap sebagai realitas yang ada.
Tidak mungkin ada tanda tanpa hubungan antara penanda dan pertanda. Penanda atau yang ditandakan, adalah jenis tanda yang termasuk dalam kategori tanda itu sendiri dan merupakan komponen dari aspek linguistik. Penandaan menghasilkan realitas luar atau pertanda. Penanda (signifier) dan pertanda (signified) dua komponen utama tanda bahasa.
Tanpa penanda, pertanda tidak memiliki petunjuk yang jelas dan oleh karena itu tidak dapat disebut sebagai indikasi tanda yang bermakna. Sebaliknya tanpa kehadiran penanda, pertanda tidak dapat disampaikan atau dipahami. Sebagai bagian dari kategori tanda, tanda adalah komponen penting dalam linguistic
Menurutnya, semiologi adalah studi tentang tanda dalam dinamika sosial manusia, termasuk pemahaman tentang jenis tanda dan aturan yang mengatur pembentuk nya Sausure lebih berkonsentrasi pada peran bahasa daripada teman lain seperti sistem tulisan, agama, adat istiadat, dan elemen lainnya, meskipun banyak faktor mempengaruhi pembentukan dan perkembangan tanda dalam masyarakat.