TEORI SUDRA
MIKO HAPISUL BAYU CESAR NAYLA LASTRI INTAN
PENGERTIAN TEORI SUDRA
• Sudra (Sanskerta: śūdra) adalah warna dalam
agama Hindu di India dan daerah-daerah lainnya.
Sudra adalah golongan masyarakat yang
melaksanakan profesi dengan mengandalkan
kekuatan jasmani, ketaatan, dan serta bakat
ketekunannya.
-
• Tugas utamanya adalah berkaitan langsung dengan tugas-tugas memakmurkan
masyarakat negara dan umat manusia atas petunjuk-petunjuk golongan lainnya serta melayani mereka. Contoh profesi yang
termasuk dalam warna Sudra adalah
pekerjaan seperti buruh, tukang, pekerja
kasar, petani, pelayan, nelayan, penjaga,
dll.
PENGEMUKA TEORI SUDRA
• TEORI INI DIKEMUKAKAN OLEH VON VAN FABER
• Ia mengatakan bahwa Agama Hindu dibawa oleh para budak atau golongan sudra, mereka
menyebarkan agama hindu karena ingin merubah nasib mereka. Orang-orang Sudra yang merupakan golongan terbawah dalam strata kasta Hindu
masuk ke Indonesia untuk mendapatkan kehidupan
yang lebih baik.
KEKURANGAN DAN KELEBIHAN
KELEBIHAN
• berdasarkan teori peluang, kaum Sudra adalah kaum yang paling
mungkin membawa masuk agama Hindu / Buddha ke Indonesia karena jumlah
• Kelebihan teori sudra dilihat dari sudut pandang mengenai kepergian mereka dari India untuk memperoleh kehidupan yang layak. Hal ini karena kasta sudra merupakan golongan tersisih, sehingga kepergian merupakan hal yang nyata.
KEKURANGAN
• kaum Sudra yang merupakan orang – orang buangan pada umumnya tidak mengerti soal agama karena tingkat pengetahuan mereka
yang rendah.
• Tidak mengusai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa
• Kasta Sudra umumnya tidak memiliki ilmu pengetahuan/pendidikan
• Biasanya jika ada budak maka ada tuannya,maka jika pastilah ada kasta yang lebih tinggi dari sudra yang membawa kasta Sudra ke Indonesia.