TEORI TES
Teori Tes Klasik
Parameter utama yang dianalisis menggunakan teori tes klasik antara lain: kesukaran soal, pembedaan soal dan reliabilitas instrumen (Bichi, 2016: 28). Secara grafis sebaran tingkat kesukaran soal dan daya beda uji kompetensi guru matematika Paket II disajikan pada Gambar 8. Distribusi Tingkat Kesukaran Soal Tes Paket I Gambar 13 menunjukkan bahwa tingkat kesukaran seluruh soal berada di antara b = –2. dan b = 2.
Hasil analisis menggunakan model 2P diketahui bahwa uji kompetensi guru matematika sekolah menengah Paket I mempunyai tingkat kesukaran butir terendah yaitu -1,272 (butir 10), dan butir soal yang tingkat kesukaran tertingginya adalah 1,233 (butir 1). ). Hasil analisis menggunakan model 3P diketahui bahwa uji kompetensi guru matematika sekolah menengah Paket II mempunyai tingkat kesukaran terendah dengan skor -1,184 (skor 1), dan soal dengan tingkat kesulitan tertinggi sebesar 1,391 (butir 8). .
Teori Respon Butir
TEORI TES KLASIK
Kerangka Analisis dengan Teori Tes Klasik
Butir nomor 17 mempunyai kemiringan terbesar yang menunjukkan bahwa butir tersebut mempunyai daya diferensial paling tinggi. Analisis daya pembeda butir soal menunjukkan bahwa uji kompetensi guru Paket I mempunyai daya pembeda yang berbeda. Analisis daya pembeda butir soal menunjukkan bahwa uji kompetensi guru Paket II mempunyai daya pembeda yang berbeda.
Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa butir soal Uji Kompetensi Guru Paket II menunjukkan penilaian semu yang bervariasi.
Terapan Teori Tes Klasik untuk Analisis Butir
- Analisis Data Ujicoba Tes Paket I
- Analisis Butir Soal Paket I Berdasarkan Teori Tes Klasik
- Tindaklanjut Hasil Analisis Paket I
Terapan Teori Tes Klasik untuk Analisis Butir
- Analisis Data Ujicoba Tes Paket II
- Analisis Butir Soal Paket II Berdasarkan Teori Tes Klasik
- Tindaklanjut Hasil Analisis Paket II
TERAPAN TEORI RESPON BUTIR
Kerangka Analisis dengan Teori Respon Butir
Teori respon soal mempunyai banyak penerapan dalam proses penyusunan soal, antara lain: menentukan karakteristik soal, mengembangkan bank soal, menyamakan, menentukan bias, menetapkan standar, dan lain-lain. Soal tes yang dianalisis adalah tes kompetensi guru matematika menengah Paket I dan Paket II yang telah dibahas pada bagian sebelumnya untuk melihat contoh teori tes klasikal yang diterapkan. Analisis karakteristik tes pada penerapan teori respon butir ini meliputi: tingkat kesukaran butir soal, diferensiasi butir soal, tebakan semu, kesesuaian model, fungsi informasi, dan skor kemampuan peserta tes sesuai dengan tes yang dikembangkan.
Analisis menggunakan teori respon item dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pengujian hipotesis dan tahap analisis uji. Sebelum dilakukan analisis menggunakan teori respon item, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi, baik untuk pengujian Paket I maupun Paket II. Uji hipotesis yang dilakukan antara lain: unidimensionalitas, independensi lokal dan invariansi parameter, penentuannya berdasarkan pandangan Retnawati dan Retnawati sebagai berikut.
Asumsi satu dimensi dikatakan terpenuhi jika dalam plot layar terdapat komponen dominan yang ditandai dengan kemiringan plot yang tajam, dan komponen lainnya curam. Jika titik-titik pada diagram sebar mendekati garis yang melalui titik asal dan mempunyai gradien 1, maka parameter tersebut dianggap invarian. Invariansi parameter keterampilan diverifikasi dengan terlebih dahulu memperkirakan parameter keterampilan menggunakan angka ganjil dan genap.
Penentuan model fit dalam buku ini didasarkan pada pernyataan Retnawati yang menyatakan bahwa model fit yang kemudian digunakan untuk menganalisis data adalah model yang mempunyai unsur fit yang paling baik. Model yang mempunyai elemen fitting terbaik dinyatakan sebagai model yang sesuai, yang selanjutnya digunakan untuk analisis lebih lanjut. Jika tingkat kesukaran mata pelajaran mendekati –2 maka indeks kesukaran mata pelajaran sangat rendah, sedangkan jika tingkat kesukaran mata pelajaran mendekati +2 maka indeks kesukaran mata pelajaran sangat tinggi.
Parameter pembedaan item dikatakan baik jika item tersebut mempunyai hubungan yang positif dengan responden dan berada antara 0 hingga 2. Fungsi informasi dan penilaian keterampilan peserta tes telah sesuai dengan menganalisis representasi grafis dari keluaran IRT Graphics pada BILOG MG. Perkiraan kemampuan peserta yang layak mengikuti tes yang dikembangkan terlihat dari kurva informasi tes yang ditentukan dengan melihat perpotongan antara grafik fungsi informasi dan grafik fungsi SEM.
Terapan Teori Respon Butir untuk Analisis Tes Kompetensi Guru
- Uji Asumsi
- Uji Kecocokan Model
- Parameter Butir Tes
- Parameter Kemampuan
Parameter butir soal meliputi tingkat kesukaran dan keberbedaan (parameter butir soal pseudo-guessing tidak diuji karena model yang sesuai untuk Uji Kompetensi Guru Matematika Paket I adalah model 2P – uji kesesuaian model akan dijelaskan di bawah). Pengujian asumsi invariansi parameter tingkat kesukaran butir soal dibuktikan dengan terlebih dahulu mengestimasi parameter kesukaran butir peserta kelompok ganjil dan genap, yang hasilnya kemudian disajikan dalam gambar scatter plot. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat variasi estimasi parameter antara peserta kelompok genap dan ganjil.
Pengujian asumsi invariansi parameter daya diferensiasi item juga divalidasi dengan terlebih dahulu mengestimasi parameter daya diferensiasi item peserta kelompok ganjil dan genap yang hasilnya disajikan dalam diagram sebar. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan estimasi parameter pada kelompok dan peserta kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan parameter estimasi untuk item genap dan ganjil.
Pada model 2 parameter, parameter kesukaran soal dan daya diferensial dapat dianalisis, sedangkan pada model 1 parameter, hanya tingkat kesukaran soal yang dianalisis. Tingkat kesukaran butir soal dapat dilihat pada keluaran BILOG MG pada nilai ambang batas pada keluaran tahap 2. Artinya seluruh butir soal masuk dalam kategori baik dilihat dari tingkat kesukaran butir soal tersebut.
Perbedaan kekuatan butir soal pada keluaran BILOG MG terdapat pada nilai kemiringan pada keluaran tahap 2. Artinya seluruh butir soal masuk dalam kategori baik ditinjau dari daya bedanya. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan keterampilan pada skala 0,883 untuk dapat menjawab soal nomor 2 dengan benar dengan peluang 50%.
Selain itu, a = 0,822 menunjukkan item nomor 2 mempunyai daya pembeda sebesar 0,822 termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan kemampuan pada skala -0,300 untuk menjawab pertanyaan nomor 26 dengan benar dengan probabilitas 50%. Selain itu a = 1,115 berarti unsur nomor 26 mempunyai daya pembeda unsur sebesar 1,115 termasuk dalam kategori baik.
Terapan Teori Respon Butir untuk Analisis Tes Kompetensi Guru
Invariansi parameter daya yang berbeda Item Paket II Gambar 23 menunjukkan bahwa setiap titik relatif dekat dengan garis y = x. Item nomor 1 mempunyai kemiringan kurva yang paling landai, menunjukkan bahwa item nomor 1 mempunyai daya diferensiasi item yang paling rendah. Adanya parameter tebak semu ini menunjukkan bahwa kemungkinan peserta berkemampuan rendah menjawab dengan benar soal yang mempunyai indeks kesukaran tidak sesuai dengan kemampuan peserta.
Kurva karakteristik butir soal nomor 1 juga menyajikan data tingkat kesukaran soal yaitu b = –1,184 yang menunjukkan bahwa diperlukan keterampilan pada skala –1,184 untuk menjawab soal nomor 1 dengan benar dengan probabilitas 50%. Kurva karakteristik item nomor 1 juga menunjukkan data tingkat kesulitan item yaitu b = –0,314 yang menunjukkan bahwa diperlukan keterampilan pada skala –0,314 untuk menjawab item 1 dengan benar dengan peluang 50%. Hal ini menunjukkan bahwa tes akan memberikan informasi paling optimal jika diberikan kepada kandidat dengan tingkat keterampilan -1,4 hingga 3,3.
Hal ini menunjukkan bahwa seluruh butir soal termasuk dalam kategori tepat ditinjau dari daya diskriminatifnya, karena mempunyai daya diskriminatif antara a = 0 dan a = 2. Hal ini menunjukkan bahwa tes akan memberikan informasi yang paling optimal jika diberikan kepada kandidat yang memiliki kemampuan diskriminatif. tingkat keterampilan –2,4 hingga 1,8. Hal ini menunjukkan bahwa tes akan memberikan informasi paling banyak jika diberikan kepada kandidat dengan tingkat kemahiran -1,4 hingga 3,3.