• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terapan Geomorfologi untuk Lingkungan

N/A
N/A
gilang ahmad

Academic year: 2024

Membagikan "Terapan Geomorfologi untuk Lingkungan"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

TERAPAN GEOMORFOLOGI UNTUK LINGKUNGAN

Oleh:

Dr. Drs. SUWARNO, M.Si Hp 08157922537 Email [email protected]

(2)

Ada yang lain …?

(3)

Wah, yang ini apa pula

…?

(4)

itulah ………

(5)

Sebagian RUANG PERMUKAAN BUMI dengan berbagai SISTEM yang saling INTERAKSI dan INTERDEPENDENSI

BENTUKLAHAN (Landform) Udara (Atmosphere) Air (Hydrosphere)

Tanah (Pedosphere) Batuan (Lithosphere)

Biota (Biosphere) Manusia (Antrophosphere) BENTUKLAHAN (Landform)

Udara (Atmosphere) Air (Hydrosphere)

Tanah (Pedosphere) Batuan (Lithosphere)

Biota (Biosphere) Manusia (Antrophosphere) GEOSPHERE

(6)

LINGKUNGAN CULTUR

C

B

LINGKUNGAN BIOTIK

A

LINGKUNGAN ABIOTIK

Tempat berlangsungnya hubungan interdependensi, interrelasi, dan interaksi antar komponen lingkungan

LANDSCAPE

adalah suatu

EKOSISTEM

LANDSCAPE

adalah suatu

EKOSISTEM

(7)
(8)

Geo – Morpho – Logos

Ilmu yang menguraikan tentang bentuk bumi, dengan sasaran utama relief permukaan bumi.

Zuidam and Cancelado (1979, 1985)

“Geomorphology is the study which describes landforms and the processes which arrange their formation, and investigates the interrelationship of these forms and processes, and their special arrangement”.

Verstappen, H.Th. (1983)

“Geomorphology can be defined as ‘science’ dealing which landform making up the earth surface, both above and below sea level and stressing their genesis and future development, as well as their environment contexts”.

(9)

Strahler (1983), Verstappen (1983), Whitton (1984) Definisi Kompilasi Bentuklahan adalah konfigurasi permukaan

lahan yang mempunyai RELIEF khas, yang dikontrol oleh STRUKTUR geologi tertentu, akibat bekerjanya PROSES geomorfologi pada BATUAN penyusunnnya, dalam skala

ruang dan waktu tertentu.

Strahler (1983), Verstappen (1983), Whitton (1984) Definisi Kompilasi Bentuklahan adalah konfigurasi permukaan

lahan yang mempunyai RELIEF khas, yang dikontrol oleh STRUKTUR geologi tertentu, akibat bekerjanya PROSES geomorfologi pada BATUAN penyusunnnya, dalam skala

ruang dan waktu tertentu.

Obyek kajian utama dalam Geomorfologi

Obyek kajian utama dalam

Geomorfologi

(10)

MORFOLOGI, yang mengkaji masalah

bentuk atau seluk-beluk permukaan bumi, baik morfografi (pemerian atau desktiptif), maupun morfometri (kuantitatif atau

ukuran).

MORFOPROSES, yang mengkaji berbagai proses geomorfologis yang

mengakibatkan perubahan bentuklahan

(morfogenesis), baik oleh tenaga endogen maupun eksogen.

Zuidam and Cancelado (1985) Objek utama geomorfologi  BENTUKLAHAN

Zuidam and Cancelado (1985)

Objek utama geomorfologi 

BENTUKLAHAN

(11)

MORFOSTRUKTUR, yang mengkaji tentang

materi penyusun bentuklahan (struktur pasif) dengan susunan tertentu yang mengontrol

bentuk permukaan bumi (struktur aktif).

MORFOKRONOLOGI, yang mengkaji masalah evolusi pertumbuhan bentuklahan, urutan, dan umur pembentukannya, kaitannya

dengan proses yang bekerja padanya.

MORFOARANSEMEN, yang mengkaji hubungan geomorfologi dengan lingkungannya

(hubungan bentuklahan dengan unsur

bentanglahan lainnya, seperti: batuan, tanah,

air, vegetasi, dan penggunaan lahan).

(12)

VOLKANIK (V)

VOLKANIK (V) FLUVIAL (F) FLUVIAL (F)

EOLIN (E) EOLIN (E)

MARIN (M) MARIN (M)

SOLUSIONAL (K)

SOLUSIONAL (K) STRUKTURAL

(S)

STRUKTURAL

(S) DENUDASIONAL (D)

DENUDASIONAL (D) GLASIAL

(G)

GLASIAL (G)

ANTROPOGENI K (A)

ANTROPOGENI K (A)

ORGANIK (O)

ORGANIK (O)

Genetik – asal proses

Genetik – asal

proses

(13)

TERAPAN GEOMORFOLOGI

Terapan geomorfologi menurut Thornbury dalam Sutikno yaitu:

1. Terapan geomorfologi dalam hidrologi,

2. Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk

menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan endapan bijih.

3. Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi militer.

4. Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan

termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak.

5. Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu

menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi.

(14)

Sumber: Galit Gatut P

(15)

TERAPAN GEOMORFOLOGI UNTUK MANUSIA DAN LINGKUNGAN

Faktor abiotik dan biotik menjadi perhatian dalam tujuan pemanfaatan secara

berkelanjutan.

Aspek sosial dan budaya, digunakan untuk menjelaskan upaya atau bagaimana manusia sebagai agen peubah alam berinteraksi dan mengolah lahan.

(16)

untuk menjawab permasalahan lingkungan seperti bencana dan isu lingkungan lain

seperti pencemaran.

Beberapa bencana dapat dikaji melalui kajian geomorfologi dengan mempelajari

karakteristik bentuklahan sehingga dapat

diketahui daerah yang rentan terhadap suatu bencana.

Sebagai contoh terapan geomorfologi untuk pemetaan kerawanan longsorlahan.

(17)

Isu lingkungan lain yang dapat dijawab melalui kajian geomorfologi yaitu terkait pencemaran lingkungan.

Melalui kajian bentuklahan dapat mengetahui arah persebaran pencemaran lingkungan

yang terjadi dan juga tingkat kerentanan daerah terhadap pencemaran dengan

mengkombinasikannya dengan data – data aspek fisik lainnya seperti kondisi tanah, iklim, hidrologi, dan geologi.

Sebagai contoh pencemaran logam berat.

(18)

Geomorfologi kebencanaan merupakan salah satu pendekatan dalam studi kebencanaan.

Geomorfologi kebencanaan mengkaji aspek bentuk lahan, proses, dan hasil proses fisik yang mempunyai potensi dan dapat

menimbulkan bencana.

“Pendekatan geomorfologi bencana dapat memberikan kontribusi dalam pengelolaan wilayah kepesisiran secara terpadu,”

“Bencana alam yang mungkin terjadi di

wilayah kepesisiran antara lain gempa bumi, tsunami, banjir, banjir genangan air laut (rob), badai, penurunan muka tanah, dan erosi

pantai,” (Muh Aris Marfai).

(19)

Geomorfologi tanah dapat diterapkan secara luas untuk kepentingan pembangunan

nasional, untuk pengurangan risiko bencana alam.

Apabila pengurangan risiko bencana dapat diintegrasikan di dalam proses

pembangunan, maka kerugian akibat bencana alam dapat dikurangi secara signifikan.

"Proses tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi bencana yang memakan biaya sangat besar dapat dikurangi apabila

pembangunan direncanakan secara baik yang melibatkan proses pengurangan risiko

bencana," (Junun Sartohadi)

(20)

geomorfologi tanah dapat diterapkan pada tahapan awal proses penyusunan rencana

tata ruang wilayah (spatial planning) dengan memilah wilayah rawan bencana dan tidak rawan bencana.

Wilayah rawan bencana, dihindari untuk kegiatan pembangunan.

wilayah bukan rawan bencana, geomorfologi tanah dapat diterapkan untuk menyusun

rencana pemanfaatan lahan (landuse planning) (Junun Sartohadi) .

(21)

melalui telaah geomorfologi, berbagai bencana alam yang telah terjadi di masa

lampau, saat ini, dan yang akan datang dapat diprediksi.

Jika proses-proses geomorfologi pada masa yang akan datang dapat diperkirakan, maka dapat dilakukan upaya-upaya untuk

mengelola bencana alam supaya tidak merugikan manusia (Junun Sartohadi).

(22)
(23)

PANTAI SEKUNDER (SECONDARY COAST)

Marine Deposition Coast

Coast Built by Organism

PANTAI PRIMER (PRIMARY COAST)

Land Erosion Coast Sub-aerial Deposition Coast

Volcanic Coast Structurally Shaped Coast

Wave Erosion Coast

Morfologi pada pesisir primer lebih dikontrol oleh proses-proses

terestrial, seperti: erosi, deposisi, vokanik dan diastropisma, dari pada aktivitas organisme maupun proses marin.

Pesisir sekunder merupakan pesisir yang terutama dibentuk akibat

aktivitas organisme seperti

pembentukan terumbu, dan akibat proses marin atau aktivitas

gelombang.

(Shepard, 1972)

(24)

Land erosion coasts merupakan tipologi pesisir yang berkembang di bawah pengaruh erosi lahan-lahan bawah di daratan yang diikuti oleh proses inundasi oleh laut.

Termasuk dalam kategori ini adalah lembah-lembah sungai (river valleys), pesisir erosi glasial (drowned glacial erosion coasts), dan pesisir pada topografi karst.

Link to Video

(25)

Sub-aerial deposition coasts adalah pesisir yang terbentuk akibat akumulasi secara langsung bahan-bahan sedimen sungai, glasial, angin, atau akibat longsor lahan ke arah laut.

Termasuk dalam kategori ini adalah proses pembentukan delta dan rataan pasang-surut.

Link to Delta

(26)

Volcanic coasts merupakan pesisir yang terbentuk sebagai akibat proses volkanik di tengah laut.

Termasuk dalam kategori ini adalah pesisir aliran lava (lava flow coasts); tephra coasts yang tersusun oleh material hancuran

vulkan, seperti: abu vulkan, cinders dan blok lava; dan pesisir akibat letusan vulkan (volcanic collapse coasts atau explosion coasts), seperti kaldera.

Link to Video

(27)

Structurally shaped coasts adalah pesisir yang terbentuk akibat proses patahan, pelipatan atau intrusi batuan sedimen, seperti:

kubah garam atau kubah lumpur laut dangkal (salt domes atau mud lumps).

Link to Video

(28)

Marine deposition coasts adalah pesisir yang dibentuk oleh deposisi material sedimen marin.

Termasuk dalam kategori ini adalah pesisir berpenghalang (barrier coasts), seperti: barrier beaches, barrier islands, barrier spits and bays; cuspate forelands; beach plains, sperti: coastal sand plains tanpa lagoon; dan rataan lumpur (mud flats) atau rawa garaman (salt marshes).

Link to Video

(29)

Wave erosion coasts merupakan pesisir dengan garis pesisir yang terbentuk akibat aktivitas

gelombang, yang mungkin berpola lurus atau tidak teratur, tergantung pada komposisi maupun

struktur dari batuan penyusun, seperti pada proses erosi atau abrasi gelombang pada tebing pantai.

Wave erosion coasts merupakan pesisir dengan garis pesisir yang terbentuk akibat aktivitas

gelombang, yang mungkin berpola lurus atau tidak teratur, tergantung pada komposisi maupun

struktur dari batuan penyusun, seperti pada proses erosi atau abrasi gelombang pada tebing pantai.

Link to Abrasi

(30)

Coasts built by organisms merupakan pesisir dengan garis pesisir yang terbentuk akibat aktivitas hewan atau tumbuhan, termasuk terumbu karang yang dibentuk oleh alga dan oister, atau tumbuh- tumbuhan seperti mangrove atau rumput-rumput rawa (marsh grasses).

Pesisir tipe ini umumnya dijumpai pada daerah-daerah tropikal.

Link to Video

Referensi

Dokumen terkait

• Mahasiswa memahami Aplikasi Terapan Aljabar Linier.. REGRESI

Geomorfologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang bentuk- bentuk muka bumi yang terjadi karena kekuatan-kekuatan yang bekerja baik yang ada di dalam bumi

Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan Batasan Pencemaran Lingkungan, Akar permasalahan, jenis, dan sumber pencemaran Iingkungan,

Setelah mempelajari matakuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan Batasan Pencemaran Lingkungan, Akar permasalahan, jenis, dan sumber pencemaran

Bagian 6 Terapan Integrasi Dalam bagian 6 Terapan Integrasi, kita akan mempelajari bagaimana teknik integrasi yang telah Anda pelajari dalam bagian 5 diterapkan untuk

Perancangan dashboard untuk monitoring performa mahasiswa D3 Sistem Informasi Fakultas Ilmu Terapan berbasis web adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk

Esmar Budi, M.T TANGGAL REVISI Capaian Pembelajaran Memahami konsep dan aplikasi dalam bidang biosains dan kimia material untuk memecahkan permasalahan di bidang kimia dan

HASIL DAN PEMBAHASAN Metode penelitian yang diterapkan untuk menyelidiki perubahan geomorfologi dan bentang alam di Pulau Jawa dalam konteks perubahan lingkungan telah menghasilkan